Sudah berapa banyak buku yang kita baca tahun ini ?
“Kerinduan para penuntut ilmu terhadap ilmu itu lebih besar daripada kerinduan seseorang terhadap kekasihnya. Kebanyakan mereka tidak terpesona dengan keelokan fisik manusia. Seandainya ilmu itu bisa digambarkan,tentu ia lebih indah daripada matahari dan rembulan.”
Jika membahas bagaimana interaksi para ulama dulu dengan buku, tentu rasanya hari ini kita tidak seujunng kukunya pun tertanding.
Semakin maju teknologi, semakin banyak kemudahan, justru habits membaca semakin hilang. Inilah salah satu alasan keberkahan ilmu para ulama shalih dahulu.
Bukan hal aneh bagi para penulis, untuk menghasilkan 1 karya (buku) saja, tentu memerlukan banyak referensi bacaan. Hal ini bisa kita lihat dalam daftar pustaka dalam sebuah karya (buku).
Ibnu Jauzi pernah menemukan karya dari ibnu aqil jilid yang ke 500! Bahkan konon yang terbaru ditemukan jilid yang ke 800! Ibnul Jauzi sendiri sudah menulis 2000 jilid buku!
Masya Allah, betapa produktifnya para ulama dahulu, itu yang ditulisnya, lantas bagaimana yang dibaca ?!
Ibnu Jauzi mengatakan Ia sudah membaca lebih dari 200.000 buku dan masih terus bertambah.
Lantas bagaimana kualitas tulisannya ? Dalam bidang agama tentu tidak perlu diragukan. Dalam bidang pengetahuan yaini kedokteran, Az Zahrawi dengan sebuah buku ensikopedi nya saja ilmunya terus digunakan sampai 700 tahun lebih lamanya. Padahal hari ini kita saksikan kurikulum yang baru berjalan beberapa tahun saja langsung berganti, yang berujung pada perubahan bahan ajar (buku) juga.
Inilah sedikit gambaran kecil kecintaan para ulama terhadap buku (ilmu). Insyaallah akan ada tulisan lebih mendalam tentang ini.
Intinya, mereka dengan segala keterbatasan, teknologi yang belum berkembang. Tapi tidak menjadi penghalang dalam membaca dan berkarya.
Hari ini, kita dalam menghasilkan satu karya saja diperlukan perjuangan yang ekstra. Dahulu para ulama menunda menikah krn berkarya dengan karyanya yang bermanfaat bagi umat hingga saat ini.
Dalam tahun ini saja, sudah berapa banyak buku yang kita baca ?
Kekasihku adalah buku yang takkan muak denganku. Meski harta menjadi sedikit dan ketampanan mulai susut. Buku sang pujaan hatiku, di kala tak ada tambatan kalbu. Kan kurayu jikalau dia memahami rayuan kalbu. Buku..teman setiaku kala duduk, yang takkan merasa jemu