“Gendut, ya?”
“Kok jerawatan?”
“Lengannya kayak tukang pukul.”
“Gendut banget sih.”
Begitulah kira-kira contoh komentar yang masuk setiap kali gue ngepost foto selfie, walaupun komentar seperti “Kak Adell cantik banget..” lebih banyak, sih. Tapi, komentar negatif semacam itu udah biasa gue dapatkan, baik dari Twitter maupun Instagram. Itulah yang menjadi alasan gue dulu nggak bikin Instagram, gue nggak siap menerima komentar miring tentang fisik gue. Ya, walaupun sebetulnya itu memang kenyataan. Tapi, mana ada orang yang siap dan senang dihina?
Gue gendut? Nggak juga. Berat badan gue 60, tinggi gue 165, ya kelebihan 5kg dari berat ideal sih, mungkin berat tetek gue masing-masing 2,5kg. Gue merasa cukup berisi, sepadat arem-arem daging. Tapi ya namanya manusia, selalu merasa kurang. Kurang cantik, kurang langsing, kurang duit, kurang gede, kurang panjang, kurang lama, dan kurang-kurang lainnya. Bersyukur? Selalu. Gue mensyukuri nikmat Tuhan dengan makan segala ciptaan-Nya. Daging, ikan, ayam, tumbuhan, buah-buahan sampe buah zakar gue makan tanpa pandang bulu. Omongan sendiri aja pernah gue makan kok, yang belom (jangan sampe) sih makan temen doang.
Sering mendapat komentar negatif ini membuat gue berpikir, apakah anak jaman sekarang sebegitu mudahnya melontarkan kata-kata negatif dan hinaan untuk orang lain bahkan yang nggak dia kenal? Apakah beberapa (maaf) hijabers yang seringkali juga ngatain gue itu nggak menjadikan hijab mereka sebagai rem ketika mereka mau ngatain orang lain? Nggak, gue nggak ngejelekin hijabers, temen-temen gue banyak yang hijabers dan kelakuan mereka baik banget, bahkan mereka juga heran kenapa ada yang kelakuannya begitu. Kenapa? Kenapa harus ngatain fisik orang lain seakan-akan lo memiliki fisik yang paling sempurna? Kenapa harus menghina kekurangan orang lain seakan-akan diri lo luput dari celah?
Yang paling bikin gue bingung, kalo gue ngepost foto dengan filter, gue dikatain “cantiknya filteran”, padahal juga cuma nambahin brightness. Giliran gue posting nofilter, dikatain “wah ada jerawatnya kalo dizoom”, emang manusia nggak boleh jerawatan? Muka manusia terbuat dari kulit dan berbagai kelenjar, bukan dari kresek cakwe, jadi wajar kalo jerawatan, kan?
Kedua, kalo gue posting dengan make-up, dibilang “cantiknya karena make-up”, giliran gue posting no make-up, selalu dicari celahnya seakan-akan mereka pengen banget melihat gue jelek. Ya nggak bisa, lah. Gue udah terlahir cantik.
Yang lebih bikin gue miris, kebanyakan dari mereka yang enteng komentar negatif dan menghina orang itu masih usia remaja, abege, ababil, atau apapun itu sebutannya. Di usia semuda mereka yang mungkin masih pake miniset dan pentilnya masih mendem, mereka lebih memilih menyebarkan energi negatif buat orang lain, dibanding menyebarkan kebaikan.
Nggak, gue nggak mengajarkan buat fake dengan selalu memuji orang lain cantik padahal dalem hati dan pikiran lo sama sekali nggak merasa dia cantik. Nggak. Gue cuma ngajak lo untuk setidaknya nggak usah ngatain orang, diem aja, tutup mulut lo serapat lo nutup selangkangan lo. Lebih baik gunakan mulut lo buat mengucapkan kata-kata yang baik, buat ciuman, buat nyupang, buat blowjob, bukan buat meghina orang. Dan gunakan tangan lo untuk menuliskan hal-hal baik, buat membelai, buat grepe-grepe, atau buat coli aja, jangan buat nulis komentar negatif di medsos orang lain. Jadikan diri lo lebih berguna.
Mungkin yang nggak mereka sadari, banyak orang yang nggak kuat dengan komentar negatif, jadinya sedih berlarut-larut, nggak punya rasa pede, bisa juga stress dan depresi. Gue pun begitu, sekuat-kuatnya gue, ada kalanya gue marah kalo ngebaca hinaan yang sebenernya udah sering gue baca. Hahaha. Namanya juga manusia.
Jadi, yah… Apapun dan gimanapun bentuk tubuh lo, nggak usah didengerin kalo dihina orang. Mau lo gendut, kurus, pendek, tinggi, item, putih, bahkan kalo lo separuh manusia-separuh ongol-ongol juga jangan biarkan orang lain ngerusak kebahagiaan lo dengan tenggelam dalam hinaan mereka. Lo bisa lebih baik dari mereka, lo bisa lebih hebat, lo bisa melakukan apapun yang mereka nggak bisa. Lo cantik kalo lo bisa berpikir dan berkata dengan baik, lo jelek kalo lo cuma bisa menghina dan mencari kekurangan orang lain.
Jadi, mulailah bersikap baik kepada siapapun bahkan orang asing, sebab manusia pinter itu udah banyak, tapi manusia baik itu langka. X