Kelak jika terjawab doaku
Teruntuk wanita yang aku kagumi, yang di setiap waktuku selalu melintas harap memilikimu, menyandingmu, membawamu di seluruh langkah kelakku, menggandengmu di sisa dunia yang aku harap bertabur bahagia.
Aku tidak mau terlalu larut dalam janji, terlalu jatuh dalam bingkai mimpi. Hanya yang bisa aku tawarkan, sebuah harap indahnya waktu aku bersamamu. Waktu yang membiarkan kita menikmati alun tawa penuh canda.Waktu yang mengajakmu menikmati semilir angin desa yang tak terjamah penat.
Iya, aku tidak terlalu suka suasana kota. Kelak jika terjawab doaku, untuk menjadi imam dalam sholatmu, aku bakal membawamu pergi jauh dari hiruk pikuk penat bisingnya dunia. Aku akan membawamu ke alam di mana hanya angin, nyanyian burung, serangga, dan hangat nya pagi menyelinap di antara pinus-pinus, yang menemani kemesraan kita berdua.
Iya, aku tidak terlalu tertarik dengan kemewahan. Kelak jika terjawab doaku, untuk menjadi pendamping hidupmu, aku bakal membelikanmu sepasang sepatu. Mengantarkan kamu dan aku menyusuri jalan-jalan kecil sepanjang desa, menikmati rimbunnya dedaunan pohon menjulang tinggi, yang selalu diramaikan tarian burung-burung indah menggoda. Mengajarkan kita betapa menyenangkannya berlari-lari di antara lembah, menembus celah bukit menuju kali-kali jernih yang menghilangkan dahaga. Sepasang sepatu yang menyadarkan kita untuk mengucap syukur ke Yang Maha Pemberi Indahnya Semesta.
Iya, aku tidak terlalu suka istana. Kelak jika terjawab doaku, untuk menjadi ayah dari anak-anakmu, aku bakal membuatkanmu rumah indah di tepi telaga, yang setiap langkah masuk ke dalamnya adalah kerinduan hangatnya keluarga. Rumah yang tak perlu terlalu besar, tapi cukup lapang untuk berlarian anak-anak kita. Cukup teduh untuk bercengkrama di taman-tamannya. Cukup hangat di malam-malam harinya. Rumah yang setiap kita meninggalkan langkah darinya, akan menghadirkan rindu berkumpul kamu, aku, dan anak-anak kita di ruang keluarga.
Teruntuk wanita yang aku sayangi. Aku menawarkan segenggam rasa kasihku padamu, untuk menyusuri kehidupan bersama. Mungkin kita akan lewati jalanan terjal berbatu-batu tajam. Atau ilalang kering tak terhalang dari teriknya siang. Atau pekatnya hutan yang mengaburkan siang dengan malam.
Tetapi aku juga akan membawamu pergi melewati hamparan kebun-kebun hijau menyenangkan mata. Gemericik sungai yang menyejukkan raga. Rindangnya jalanan setapak di tengah-tengah rimba. Dan mengantarkanmu kepada tenteramnya jiwa, di bawah teduhnya pohon kiara di bukit kisah cinta kita berdua.
Dari yang selalu mengharapkan hadirmu di sisinya, aku. :)
P.S.: Nanti aku beri nama Pelangi untuk anak wanitaku.