âDi kehidupan serba modern ini, memiliki rasa cukup lebih mewah dibandingkan memiliki kekayaan.â
â
Ajri Nur Afifah
Exactly true.Â

Origami Around

gracie abrams
ojovivo
Lint Roller? I Barely Know Her
RMH
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
I'd rather be in outer space đ¸
taylor price

Jar Jar Binks Fan Club
Monterey Bay Aquarium
cherry valley forever
KIROKAZE
Keni
we're not kids anymore.
Sade Olutola
đŞź

izzy's playlists!
hello vonnie
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

seen from United States
seen from T1
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Hungary

seen from Algeria
seen from Algeria
seen from Canada
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
@hangrupisan
âDi kehidupan serba modern ini, memiliki rasa cukup lebih mewah dibandingkan memiliki kekayaan.â
â
Ajri Nur Afifah
Exactly true.Â

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Sebelum menikah, saya suka membercandai sesama jomblo dengan ucapan "ayo dong, kapan nikah?". Setelah menikah, saya tidak lagi suka melakukan hal tersebut. Karena setelah menikah, saya baru paham, bahwa menikah harus dilakukan dengan kesiapan dan keseriusan, bukan dilakukan terburu-buru hanya karena sekedar ingin melepas masa lajang.
- Choqi Isyraqi
Renungan Pribadi Soal Takwa
Disclaimer: ini bukan tulisan edukasi tentang konsep takwa. Ini sepenuhnya refleksi pribadi saya. Tidak disarankan untuk menjadikannya referensi. Mohon diproses dengan pikiran sendiri, tidak ditelan bulat-bulat. Jika tergelitik, silakan lakukan penelitian dan perenungan sendiri.
* * *
Pasti kita udah sering denger terminologi âtakwaâ.
Kalau ditanya apa itu takwa, kebanyakan orang akan menjawab: âMenaati segala perintah-Nya, menjauhi segala larangan-Nya.â
Saya ngga pernah puas dengan definisi itu. Maaf ya, izinkan saya jujur secara brutal, definisi itu normatif dan ngga inspiring. Ngga menggugah selera untuk bersemangat mendapatkannya. (Pahami bahwa saya bukan bilang takwa itu ngga menarik, tapi pemaknaan/penafsiran kita atas konsep takwa yang belum memuaskan).
Iya, menurut saya, kalau sesuatu itu penting menurut sunnatullah (atau hukum alam, versi bahasa universalnya), maka secara alamiah pasti kita akan tertarik ke arah sana. Maka, saya curiga, jangan-jangan ada definisi yang lebih dalam, lebih menggugah, lebih membuka kesadaran daripada yang diajarkan di sekolah-sekolah.
Misalnya, siapa sih orang waras, berakal yang dalam hidupnya ngga pernah bertanya âKenapa aku ada?â, âUntuk apa aku ada?â, âApa yang penciptaku inginkan dengan menciptakan aku ke alam ini?â. Saya percaya ini pertanyaan yang universal, yang kalaupun ngga diajarkan di sekolah, secara alamiah kita akan mempertanyakan ini, cepat atau lambat.
Pertanyaan-pertanyaan itu penting. Mereka akan mendorong kita mencari Tuhan, memahami diri kita, mencari petunjuk dari Sang Penciptaâyang semua jawabannya sudah dipersiapkan oleh Allah untuk kita temukan. Karena itu, Allah sudah tanamkan stimulusnya berupa rasa penasaran yang instingtif. Kita tertarik untuk mengenali pencipta kita secara alamiah.
Nah, takwa itu disebutkan di berbagai ayat Al-Quran, menjadi tujuan dari berbagai perintahâyang salah satunya puasa di bulan Ramadhan, maka pastinya penting. Kalau penting, pastinya insting alamiah kita akan bereaksi secara positif (tergugah, terinspirasi) jika kita memahaminya dengan cara yang seharusnya.
Temuan Saya Akan Makna Takwa
Singkat cerita, saya menemukan definisi takwa yang memuaskan bagi hati saya. Saya menemukannya dalam tafsir Al-Quran âThe Message of the Quranâ karya Muhammad Asad. Definisinya:
Kesadaran akan kemahahadiran-Nya dan keinginan seseorang untuk membentuk eksistensinya berdasarkan kesadaran ini.
Atau sederhananya, takwa adalah âkesadaran akan hadirnya Allahâ.
Buat saya, definisi ini lebih memuaskan daripada yang selama ini saya terima. Coba kita tempatkan kedua definisi takwa dalam konteks perintah puasa Ramadhan.
Dalam definisi takwa pertama, kita diwajibkan berpuasa dengan tujuan menaati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Dalam definisi takwa kedua, kita diwajibkan berpuasa dengan tujuan agar kita selalu sadar akan kehadiran Allah.
Kita tempatkan juga kedua definisi takwa itu dalam konteks ayat permulaan Al-Baqarah.
Dalam definisi pertama, Al-Quran adalah petunjuk bagi orang-orang yang menaati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, yang menginfakkan sebagian rezeki yang Allah berikan.
Dalam definisi kedua, Al-Quran adalah petunjuk bagi orang-orang yang sadar akan kehadiran Allah. Yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, yang menginfakkan sebagian rezeki yang Allah berikan.
Gimana?
Apa lebih bisa dipahami? Apa lebih membuka kesadaran? Apa lebih menggugah? Kalau buat saya, iya banget.
Contoh Implementasi Pemaknaan Takwa
Ketika berpuasa, kita bisa aja minum atau ngemil di siang hari, selama ngga ada manusia yang liat. Tapi yang menahan diri kita apa? Kesadaran akan hadirnya Allah, yang mungkin ngga begitu kita ingat kalau kita ngga puasa.
Ketika berbuka, kita seneng banget tuh, kita berdoa sebelum berbuka, âYa Allah, terimalah puasaku dan segala amal ibadahku hari iniâ. Lagi-lagi, kita distimulasi untuk menghadirkan kesadaran bahwa apa yang kita lakukan ini disaksikan oleh Allah.
Dari situ, sebenarnya kita bisa lihat bahwa menaati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya (khususnya shaum Ramadhan) adalah jalan menuju kesadaran akan kehadiran Allah.
Dengan syarat, ketaatan dalam perintah dan larangan-Nya dilakukan dengan benar ya: kalau shalat khusyuâ, kalau puasa ikhlas (mindful, aware, niat dari dalam hati), kalau sedekah bukan untuk ngebuang recehan.
Nah, kesadaran akan kehadiran Allah juga akan memperkuat kemampuan seseorang untuk menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya (âOke, mau menghadap Allah nih, masaâ aku shalat pake baju bekas bobo?â). Jadi, saya pikir ini seperti continuous feedback loop.
Tips Mengasah Kesadaran Akan Kehadiran Allah
Oke, meskipun ini perenungan pribadi, karena ini dipublikasikan maka saya tetap harus bertanggung jawab menutupnya dengan baik.
âMengasah kesadaran akan kehadiran Allahâ adalah closing yang berat, tapi paling engga saya bisa bagikan beberapa usaha saya untuk melatihnya.
Pertama, bangun mental model hubungan antara kita dan Allah yang lebih personal. Alih-alih berpikir bahwa kita cuma satu makhluk yang ngga signifikan dan mungkin ngga Allah pedulikan karena Dia âsibukâ dengan alam semesta dan manusia lain yang istimewa, ingat bahwa Allah juga Maha Dekat, Maha Tahu, Maha Mendengar, Maha Menyayangi, Maha Memperhatikan sehingga kamu bisa berkomunikasi secara personal dengan Allah.
Dia tidak seperti manusia yang kalau banyak kerjaan pusing dan skip, Dia menunggu kamu untuk datang kepada-Nya. Berkomunikasi, berterima kasih, meminta maaf, berharap, menangis.
Ingat juga bahwa Dia available setiap waktu, ngga cuma di waktu shalatâmisalnya. Lagi kerja, lagi ngasuh anak, lagi beberes rumah; lagi senang, lagi marah, lagi sedih; kamu bisa berkomunikasi dengan Allah tentang hal seremeh apapun.
Kedua, pahami bacaan dan doa-doa dalam ibadah. Iya, misalnya bacaan shalat, coba dipahami. Caranya jangan cuma baca artinya secara keseluruhan, tapi pelajari kata per kata.
âRabbiââwahai Tuhanku, âighfirliââampuni dosaku, âwarhamniââsayangi aku, âwajburniââcukupilah aku, âwarfaâniââtinggikan derajatku, âwarzuqniââberilah aku rezeki, âwahdiniââberilah aku petunjuk, âwaâafiniââsehatkan aku, âwaâfuâanniââmaafkanlah aku.
Bisa pelajari juga akar katanya, misal âighfirliâ dari kata âghafaraâ, yang artinya âmengampuniâ, asal maknanya âmenutupâ. Wah ini bisa didalami lebih jauh lagi, silakan cari sendiri ya.
Sedikit belajar Bahasa Arab, biar setiap kita mengucapkan doa dalam shalat, hati kita tahu betul kita sedang berkomunikasi apa dengan Allah. Â Biar setiap beristighfar, bertasbih, bertahmid, hati kita benar-benar mean it.
Ketiga, sering-sering mikirin what this life is all about. Bayangin setelah membaca ini kamu terkena serangan jantung lalu meninggal, kamu ngerasa siap apa engga? Kalau engga, kenapa? Karena ngga ada amal yang bisa dibanggakan? Kalau gitu itu PR kamu, segera bikin amal yang bisa kamu banggakan saat dihisab nanti.
Atau karena banyak dosa? PR kamu adalah taubat + mengubur dosa-dosa dengan amal baik yang banyak.
Kalau ingat bahwa kita belum siap dihitung amal dan dosanya di hadapan Allah, kita jadi bisa melihat apakah karir, bisnis, investasi yang kita upayakan itu adalah sarana mempersiapkan diri atau menjadi distraksi dari apa yang benar-benar penting.
Coba bikin daftar yang harus kamu siapkan agar jika suatu hari kamu terbaring di rumah sakit, sadar ga lama lagi kamu akan mati, hati kamu ngerasa tenang dan siap menghadap Allah, seperti yang dideskripsikan di Al-Fajr:
âHai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaâah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.â
Misalnya, jika profil kamu adalah seorang ayah dan suami:
1. Sedekah rutin untuk anak yatim (misalnya ini amal andalan kamu) 2. Istri dan anak yang siap ditinggalkan secara mental dan bertekad untuk menyusul saya di surga (melanjutkan berbagai amal sholeh sepeninggal kamu) 3. Rumah untuk anak dan istri biar mereka punya tempat bernaung 4. Passive income untuk menafkahi keluarga meski saya ngga ada, biar mereka ngga susah dan menyusahkan orang lain (3 dan 4 sekilas materialistis, tapi tujuannya bernilai amal sholeh)
Itu daftar simplistik dan contoh aja.
Poinnya adalah sering-sering melatih diri kita mengingat apa yang paling esensial dalam hidup (yaitu siap ketika sudah saatnya kita menghadap Allah) dan mengkalibrasi terus menerus kesibukan kita supaya selalu dalam kerangka membuat Allah ridha sama kita.
So, mari kita membangun, mengasah, dan menjaga kesadaran kita akan ke-Maha-Hadiran Allah.
Wallahuâalam.
Terima kasihh Yasir atas catatannya.
Kadang-kadang sudah Allah jawab soalan kita, doa kita, bahkan permohonan kita.
Cuma selalunya, sangat selalu, kita tidak benar-benar melihat.
Kita hanya mahu melihat terkabulnya doa adalah seperti mana yang kita pohon lewat hajat dan istikarah .
Padahal barangkali sahaja terkabulnya doa kita lebih baik daripada yang kita mohon.
Percaya Allah baik. Sangat baik.
Tidak ada ketentuan-Nya yang tidak baik. Tidak Ada.
Paling Menyenangkan
Berkawan dengan mereka yang membuat kita merasa paling besar, hanya menjadikan kita besar kepala dan perlahan merendahkan orang lain.
Berkawan dengan mereka yang membuat kita merasa paling kecil, hanya menjadikan jiwa kita lusuh, karena disesaki oleh rasa rendah diri, yang kemudian menuntun pada jurang pesimisme.
Sedangkan yang paling menyenangkan, adalah berkawan dengan mereka yang menyadarkan, bahwa kita memang bukanlah manusia yang paling istimewa, bahwa kita bukan sosok yang paling hebat atau si jenius yang paling cemerlang, tetapi tak bosan memupuk rasa percaya bahwa kita mampu asalkan tekun dalam kesungguhan, bahwa kita bisa asalkan keras dalam memperjuangkan, lalu meneguh-neguhkan, bahwa hidup ini indah, selama hati berada dalam kepalan rasa terima kasih yang tulus kepada Tuhan.
Achmad Lutfi Wolfsburg, 06.10.2013

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
03.12
Berdoalah untuk sesuatu yang kita inginkan, kemudian kejarlah dengan usaha terbaik yang bisa kita berikan. Kalau kemudian, kita mendapati jawaban yang sesuai apa yang kita doakan, alhamdulillah. Kalau jawaban itu berbeda, alhamdulillah.
Karena, Dia-lah yang Maha Mengetahui apa-apa yang terbaik bagi kita.
Škurniawangunadi
Manusia itu akan diuji dengan hal yang memberatkan dirinya
- Choqi Isyraqi
Si goblo
âSalah satu bentuk terkabulnya doa-doa mu adalah kau akan merasa tenang dengan hal-hal apa saja yang akan menimpamu nantinya. Sebab kau paham bagaimana hakikat pasrah hanya kepada-Nya. Meski sakit yang kau rasa, meski tangisan selalu datang menyapa.â
â
Namun hatimu damai atas apapun yang telah kau miliki ataupun yang telah kau lewatkan.
Ia memberikan kedamaian dan kebaikan pada hamba-hambanya yang telah Ia kehendaki.
Sungguh, seandainya kau paham bagaimana Allah mencintaimu dan mengatur hidupmu. Niscaya hatimu akan meleleh sebab jatuh hati pada-Nya. Bagaimana Ia mengatur hidupmu, bagaimana Ia menjagamu, dan bagaimana Ia memberikan kebaikan padamu.
Cara Allah mengabulkan do'amu akan dirasa tidak mungkin untuk ukuran akal manusia. Sungguh, kau akan dibuat takjub berkali-kali, dan mengucap syukurpun berkali-kali.
Sesederhana itu, Allah mencintamu sayang. Maka tunggulah, tunggulah dengan sabar yang baik. Baikkan hatimu. Tunggulah ketetapan baik dari-Nya..
Segala puji bagi Allah yang telah menyempurnakan nikmat-Nya || 10.52
Dan kini, aku merasa jauh lebih tenang, mas. Seketika kudapati doa-doaku telah kulagitkan dengan penuh yakin padaNya. Membaca ini, selalu membuatku tersenyum. Betapa Allah Maha Mendengar setiap pinta yang meminta padaNya dengan yakin. aku meminta pertemuan dan kebersamaan kita dalam kebaikan, mas. Sesuai kesepakatan kita, jannahNya..:))

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
âBaiknya fisik hanya sanggup menarik kedua mata. Sedangkan kuatnya karakter menarik hati serta isi kepala.â
â Dari kami, orang-orang biasa.
âAmbil hikmahnya : negara lagi carut marut, para pemimpin sedang sibuk dengan persoalannya. Kita yang rakyat jelata jadi banyak istighfar dan doa. Jadi makin sadar, bahwa pada akhirnya hanya Allah tempat kita bersandar.â
â
How to Avoid Over-Thinking
1. When you feel bogged down and you canât clear your mind, do something physical or get some exercise.
2. Set a time limit for your âthinking timeâ then make yourself move on to doing something else.
3. Interrupt the thinking process or distract yourself by diverting your attention onto something different.
4. Stop discussing what concerns you with everyone you meet as youâll just end up confused, and you wonât know what to do.
5. Accept that uncertainty is part of this life, and we donât have all the facts, or know whatâs down the road.
6. Throw yourself into a project, a hobby or some work. That will force you to refocus on something else instead.
7. Let your mind go blank and just relax for a while. It will help you see more clearly when you start to think, next time.
Poin 1 itu work banget sih. Gw kalo stres, bersih2 kamar kek, dapur kek, ngepel kek. Jadi fresh. Wkwk
Secure your own mask first, Hiroshi Watanabe
âYa Rabbim, bir boĹlukta beni bÄąrakma.â
(Ya Tuhanku, jangan tinggalkan aku dalam kehampaan.)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
[FREE]
Kalender Puasa 2019 dari @inspirasiislami
Link unduh klik di sini. Dalam link tersebut terdapat softcopy kalender dalam berbagai versi, yaitu:
1. Versi A4
2. Versi Wallpaper PC
3. Versi cetak ukuran A4, untuk dibuat menjadi kalender duduk. Contoh sudah kami lampirkan di posting. Teman-teman bisa mencetak sendiri-sendiri. Kertas rekomendasi dari kami adalah Art Paper, Blush White, Ivory.
.
Bebas untuk diunduh dan dibagikan ke siapa saja asalkan tidak menghapus credit. DILARANG untuk diperjualbelikan.
Kalender 2019 dari Inspirasi Islami. Bebas untuk download dan dibagikan. Semoga senantiasa bermanfaat.
Diniatkan dulu. InsyaAllah kita sanggup. đ
Mengerti arti Bacaan Sholat
Sebenarnya jika kita tanya hati kita paling dalam. Apakah kita mengerti dengan semua bacaan Sholat yang kita baca? Memang jika kita ingin mengetahui dan mengerti apa yg kita lafadzkan saat kita Sholat, maka hal itu akan sangat jauh lebih baik, malah mungkin jika kita resapi kita akan mendapatkan apa itu ke Khusyuk an dlm melaksanakan Sholat Fardhu kita. Rasulullah SAW bersabda âsholatlah seakan-akan engkau sedang melihat Tuhan atau Tuhan sedang melihatmuâ ( Rukun Ihsan ).
Mari kita mulai belajar meresapi arti dari bacaan Sholat kita. Karena Sholat merupakan Dzikir yang sempurna.
Takbir Takbiratul Ihram â> ALLAAHU AKBAR
                             (Allah Maha Besar)
Iftitah Allaahu akbar kabiira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhanallaahi bukrataw, waashiila. (Allah Maha Besar, dan Segala Puji yang sangat banyak bagi Allah, dan Maha Suci Allah sepanjang pagi, dan petang). Innii wajjahtu wajhiya, lillazii fatharassamaawaati walardha, haniifam, muslimaa, wamaa ana minal musrykiin. (Sungguh aku hadapkan wajahku kepada wajahMu, yang telah menciptakan langit dan bumi, dengan penuh kelurusan, dan penyerahan diri, dan aku tidak termasuk orang-orang yang mempersekutuan Engkau/Musryik) Innasshalaatii, wa nusukii, wa mahyaaya, wa mamaati, lillaahi rabbil âaalamiin. (Sesungguhnya shalatku, dan ibadah qurbanku, dan hidupku, dan matiku, hanya untuk Allaah Rabb Semesta Alam). Laa syariikalahu, wabidzaalika umirtu, wa ana minal muslimiin. (Tidak akan aku menduakan Engkau, dan memang aku diperintahkan seperti itu, dan aku termasuk golongan hamba yang berserah diri kepadaMu)
Al Fatihah Adapun Rasulullah SAW pada waktu membaca surah Al-Faatihah senantiasa satu napas per satu ayatnya, tidak terburu-buru, dan benar-benar memaknainya. Surah ini memiliki khasiat yang sangat tinggi sekali. Mari kita hafal terlebih dahulu arti per ayatnya sebelum kita memaknainya. Bismillaah, arrahmaan, arrahiim (Bismillaahirrahmaanirrahiim) (Dengan nama Allaah, Maha Pengasih, Maha Penyayang) Alhamdulillaah, Rabbil âaalamiin (Segala puji hanya milik Allaah, Rabb semesta âalam) Arrahmaan, Arrahiim (Maha Pengasih, Maha Penyayang) Maaliki, yaumiddiin (Penguasa, Hari Pembalasan/Hari Tempat Kembali) Iyyaaka, na'budu, wa iyyaaka, nasta'iin (Hanya KepadaMulah, kami menyembah, dan hanya kepadaMulah, kami mohon pertolongan) Ihdina, asshiraathal, mustaqiim (Tunjuki kami, jalan, golongan orang-orang yang lurus) Shiraath, alladziina, an'am, ta âalayhim (Jalan, yang, telah Engkau beri ni'mat, kepada mereka) Ghayril maghduubi âalaihim, wa laddhaaaalliiin. (Bukan/Selain, (jalan) orang-orang yang telah Engkau murkai, dan bukan (jalan) orang-orang yang sesat) Melanjutkan tulisan yang ketiga, maka setelah membaca Surah Al-Faatihah, maka hendaknya kita membaca ayat-ayat Al-Qur'an.
Rasulullah bersabda âApabila engkau berdiri utk shalat bertakbirlah lalu bacalah yg mudah dari al-Qurâan â.
Rukuâ
Lalu rukuâ, dimana ketika rukuâ ini beliau mengucapkan :
 Subhaana, rabbiyal, âadzhiimi, Wabihamdihi (Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Agung)
â> dzikir ini diucapkan beliau sebanyak tiga kali. (Hadits Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah, Ad-Daaruquthni, Al-Bazaar, dan Ath-Thabarani) Rasulullah sering sekali memperpanjang Rukuâ, Diriwayatkan bahwa : âRasulullaah SAW, menjadikan ruku'nya, dan bangkitnya dari rukuâ, sujudnya, dan duduknya di antara dua sujud hampir sama lamanya.â (Hadits  Riwayat Imam Bukhari dan Muslim)
I'tidal
Pada saat ketika kita i'tidal atau bangkit dari ruku, dengan mengangkat kedua tangan sejajar bahu ataupun sejajar telinga, seiring Rasululullah SAW menegakkan punggungnya dari rukuâ beliau mengucapkan:
Sami'allaahu, li, man, hamida, hu âMudah-mudahan Allah mendengarkan (memperhatikan) orang yang memujiNyaâ. (Hadits diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim) âApabila imam mengucapkan âsami'allaahu liman hamidahâ, maka ucapkanlah ârabbanaa lakal hamduâ, niscaya Allah memperhatikan kamu. Karena Allah yang bertambah-tambahlah berkahNya, dan bertambah-tambahlah keluhuranNya telah berfirman melalui lisan NabiNya SAW (Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam Ahmad, dan Abu Daud)
Hal ini diperkuat pula dengan : Disaat Rasulullah sedang Sholat berjamaah, lalu ketika Iâtidal beliau mengucapkan âSami'allaahu, li, man, hamidahâ lalu ada diantara makmun mengucapkan âRabbanaa lakal hamduâ, Lalu pada selesai Sholat, Rasul bertanya âSiapakah gerangan yang mengucap âRabbanaa lakal hamduâ, ketika aku ber Iâtidal? Aku melihat para malaikat berlomba lomba untuk menulis kebaikan akan dirimu dari jawaban ituâ. Maka sudah cukup jelas bahwa mari kita mulai melafalkan : Rabbanaa, lakal, hamdu (Ya Tuhan kami, bagiMulah, segala puji) Kesmpurnaan lafadzh diatas :
mil ussamaawaati, wa mil ul ardhi, wa mil u maa shyiâta, min shai in, ba'du (Sepenuh langit, dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki, dari sesuatu, sesudahnya) (Kalimat diatas didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Abu âUwanah)
Sujud
Ketika kita sujud, maka dengan tenang hendaknya kita mengucapkan do'a  sujud seperti yang telah dicontohkan Rasulullaah SAW. Dzikir ini beliau ucapkan sebanyak tiga kali, dan kadangkala beliau mengulang-ulanginya lebih daripada itu. Subhaana, rabbiyal, a'laa, wa, bihamdi, hi (Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Luhur, dan, aku memuji, Nya) Duduk antara dua Sujud
Ketika kita bangun dari sujud, maka hendaklah kita melafadzkan seperti yang dilakukan Rasulullaah, dan bacalah do'a tersebuh dengan sungguh-sungguh, perlahan-lahan, dan penuh pengharapan kepada Allah SWT. Di dalam duduk ini, Rasulullah SAW Â mengucapkan :
Robbighfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa'nii, warzuqnii wahdinii, wa âaafinii, WaâFuanni
(Ya Allah ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah kekuranganku, sehatkanlah aku, dan berilah rizqi kepadaku) Dari Hadits yang diriwayatkan Muslim, bahwa Rasulullaah saw, kadangkala duduk tegak di atas kedua tumit dan dada kedua kakinya. Beliau juga memanjangkan posisi ini sehingga hampir mendekati lama sujudnya (Al-Bukhari dan Muslim). Duduk At-Tasyaahud Awal
Sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Abu âUwanah, Asy-Syafi'i, dan An-Nasa'i. Dari Ibnu âAbbas berkata, Rasulullaah telah mengajarkan At-Tasyahhud kepada kami sebagaimana mengajarkan surat dari Al-Qur'an kepada kami. Beliau mengucapkan : Attahiyyaatul mubaarakaatusshalawaatutthayyibaatulillaah. Assalaamu âalayka ayyuhannabiyyu warahmatullaahi wa barakaatuh. Assalaamu âalayna wa 'alaa 'ibaadillaahisshaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah.
     Wa asyhadu annaa muhammadarrasuulullaah.      (dalam riwayat lain : Wa asyhadu annaa, muhammadan, 'abduhu, warasuuluh)
2. Menurut hadist yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari, Muslim, dan Ibnu Abi Syaibah. Dari Ibn Mas'ud berkata, Rasulullaah saw telah mengajarkan at-tasyaahud kepadaku, dan kedua telapak tanganku (berada) di antara kedua telapak tangan beliau - sebagaimana beliau mengajarkan surat dari Al-Qur'an kepadaku : â> (Mari diresapi setiap katanya sehingga shalat kita lebih mudah untuk khusyuk) Attahiyyaatulillaah, wasshalawatu, watthayyibaat. (Segala ucapan selamat adalah bagi Allaah, dan kebahagiaan, dan kebaikan). Assalaamu 'alayka *, ayyuhannabiyyu, warahmatullaah, wa barakaatuh. (Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadamu , wahai Nabi, dan beserta rahmat Allah, dan berkatNya). Assalaamu 'alaynaa, wa 'alaa, 'ibaadillaahisshaalihiiin. (Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada kami pula, dan kepada sekalian hamba-hambanya yang shaleh). Asyhadu, allaa, ilaaha, illallaah. (Aku bersaksi, bahwa tiada, Tuhan, kecuali Allah). Wa asyhadu, anna muhammadan, 'abduhu, wa rasuluhu. (Dan aku bersaksi, bahwa muhammad, hambaNya, dan RasulNya).
Notes : * Hal ini ketika beliah masih hidup, kemudian tatkala beliau wafat, maka para shahabat mengucapkan : Assalaamu 'alannabiy (Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada Nabi). Bacaan shalawat Nabi SAW di akhir sholat
Rasulullah SAW. mengucapkan shalawat atas dirinya sendiri di dalam tasyahhud pertama dan lainnya. Yang demikian itu beliau syari'atkan kepada umatnya, yakni beliau memerintahkan kepada mereka untuk mengucapkan shalawat atasnya setelah mengucapkan salam kepadanya dan beliau mengajar mereka macam-macam bacaan salawat kepadanya. Berikut kita ambil sebuah hadits yang sudah umum/biasa kita lafadzkan, diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim, dan Al-Humaidi, dan Ibnu Mandah.
Allaahumma, shalli 'alaa muhammad, wa 'alaa, aali muhammad. (Ya Allah, berikanlah kebahagiaan kepada Muhammad dan kepada, keluarga Muhammad) Kamaa, shallayta, 'alaa ibrahiim, wa 'alaa, aali ibraahiim. (Sebagaimana, Engkau telah memberikan kebahagiaan, kepada Ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim). Wa 'barikh alaa muhammad, wa 'alaa aali muhammad. (Ya Allah, berikanlah berkah, kepada Muhammad, dan kepada, keluarga Muhammad) Kamaa, baarakta, 'ala ibraahiim, wa 'alaa, aali ibraahiiim. (Sebagaimana, Engkau telah memberikan berkah, kepada ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim). Fil Allamina Innaka, hamiidummajiid. (Sesungguhnya Engkau, Maha Terpuji lagi Maha Mulia).
Salam
âRasulullah SAW. mengucapkan salam ke sebelah kanannya :
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh
(Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu sekalian serta rahmat Allah, serta berkatNya),
 sehingga tampaklah putih pipinya sebelah kanan. Dan ke sebelah kiri beliau mengucapkan : Assalaamu 'alaikum warahmatullaah
(Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu sekalian serta rahmat Allah), sehingga tampaklah putih pipinya yang sebelah kiri.â
( Hadist Riwayat : Abu Daud, An-Nasa'i, dan Tirmidzi )
Mari di perhatikan, bahwa ternyata ucapan kita ketika menoleh ke kanan (salam yang pertama) lebih lengkap daripada ucapan kita ketika menoleh ke kiri (salam yang kedua )
âââââââââââââââââââââââââââ
Subhanallah dan Alhamdulillah, Maha Benar Allah atas segala FirmanNya. Luar biasa sekali ya arti dari bacaan Sholat ini. Makin merunduk kita, makin terlihat kecil kita, makin menangis kita.
Saya berharap agar ini menjadi bagian dari jalan kemudahan untuk kita di dalam menggapai khusyuk dan memahami setiap gerakan yang kita lakukan. Maka jika kita tahu dan mengerti akan nikmatnya shalat itu, mari kita share ke keluarga kita.
Selamat meresapi dan jangan lupa untuk share ke orang orang yang kita cintai.