trying on a metaphor
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Jules of Nature

❣ Chile in a Photography ❣

Kaledo Art

noise dept.
Sade Olutola
Peter Solarz
will byers stan first human second
tumblr dot com

pixel skylines

izzy's playlists!
Cosimo Galluzzi
macklin celebrini has autism
One Nice Bug Per Day
DEAR READER
occasionally subtle
seen from Bangladesh
seen from Türkiye
seen from Bangladesh

seen from Colombia
seen from Poland
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Germany
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
@gitarparamitha

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Semua akan ada masanya..... Dulu yang selalu ada, selalu memberi nasihat... Sekarang aku harus bisa sendiri...
A successful marriage requires falling in love many times, always with the same person.
Waleed Basyouni (via islamic-art-and-quotes)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
“Kalau cinta bertepuk sebelah tangan, lepaskan tanganmu. Terbang dan kepakkan sayapmu, seluas angkasa biru.”
— Kahlil Gibran
Tentang Waktu
Tentang waktu; kadang kita terlalu rendah hati untuk bernegosiasi dengannya. Kita pasrahkan semua padanya, seolah kita tak bisa apa-apa. Lantas dengan nada sok bijak kita berkata, “Biar waktu yang menjawab.”
Padahal, waktu bisu. Tak bisa berucap apa-apa, apalagi mendekatkan dua manusia.
Menjadikan waktu sebagai tuan adalah menyerahkan diri untuk habis dicincang. Sebab waktu adalah pedang yang tajam. Seribu tahun bertapa, seratus jin kita pelihara, tak kan kebal diri kita darinya. Maka patahkan ia sebelum ia menyentuhmu.
Tentang waktu; apakah kita setakberdaya itu di hadapannya? Apakah kita hanya akan termangu melihatnya berlalu, sambil menanti dan bertanya-tanya apa yang akan terjadi selanjutnya? Sebegitu lemahkah kita?
Kita lebih nyata dari waktu.
Rasanya, tiada lagi yang perlu kita tunggu.
Bahwa samudera adalah luas, tak ada yang menolak. Bahwa langit adalah tinggi, semua sudah sadari. Bahwa aku mencintaimu, perlukah kau tanyakan lagi?
…
3 Februari 2019
Menjadi Biasa (Saja)
Saya selalu berpikir: apa enaknya menjadi orang yang disibukkan dengan materi? Disibukkan dengan medali? Disibukkan dengan ketenaran yang memiliki jutaan pengikut? Termasuk disibukkan dengan konten endorse-an dengan berpose macam-macam untuk promosi suatu produk?–dibayar tentunya; materi lagi.
Apa nikmatnya memiliki banyak penggemar, toh hakikatnya hubungan yang terbentuk bukanlah ‘kepemilikan’. Juga bukan simbiosis yang menambah nilai diri. Yang ada; makin disukai, makin sibuk dengan impuls-impuls atraksi agar bagaimana caranya tetap disukai. Capek, tidak, sih?
Saya merasa, pada akhirnya orang-orang yang tenar itu benar-benar terpenjara dalam artifisial keartisan. Hidupnya didikte oleh ‘like and dislike’.
Sampai pada satu titik di mana saya hanya ingin menjadi orang biasa saja; yang pergi ke Gramedia membaca buku sambil duduk di pojokan; yang makan di warteg Shinta Kutek tanpa khawatir terus tambah bakwan; yang berharap di Instagram tidak ada tombol ‘like’–hanya ada kolom komentaran; yang jalan-jalan di Tokyo sambil sendal jepitan–sendirian; yang IPK-nya mentok di 2.91 tanpa penyelasan; yang pengikut tumblrnya cuma delapan–itupun tiganya bot, lima lagi aktif entah tahun kapan; yang mukanya minyakan tapi tetap bisa ngobrol sama gebetan; yang ke kantor tiap hari naik motor kreditan, pulangnya mampir di penyetan pinggir jalan; yang tiap malam Minggu mampir ke Kokas cuma numpang Maghriban sama nunggu diskonan; yang kalau disrempet motor tidak ada heboh-hebohan–apalagi story-story-an; yang baca blog orang diam-diam, lalu jatuh suka, tanpa ketahuan; yang orang lain terhadap kita tidak berharap apalagi punya kepentingan. Benar-benar tak ada yang peduli selain beberapa sahabat baik dan bintang-bintang malam hari yang jadi teman La La Land.
Menjadi orang biasa yang tidak punya beban.
Saya menjalani hidup seperti itu. Saat ini. Bukan sebuah keinginan, tapi memang linimasanya sedang berjalan. Dan, tulisan ini hanya bentuk curahan untuk mereka yang mengejar ketenaran serta berusaha mendapat perhatian. Percayalah, menjadi biasa saja itu anugerah.
Setuju bang 😁
Cerpen : Pertentangan
Aku tahu, mungkin lebih tepatnya aku merasa harus tahu dan harus meyakini bahwa orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Meski sebenarnya aku ragu-ragu bahkan tidak percaya, sebab apa yang menjadi kehendak mereka tidak pernah sama dengan kehendakku.
Cita-cita yang harus kukejar adalah ambisi mereka, bukan sesuatu yang selama ini ingin aku miliki, apalagi jalani, seumur hidup. Selalu, ketika aku mengutarakan apa yang timbul di benakku, aku dibenturkan pada kalimat durhaka. Adalah anak durhaka yang tidak patuh pada orang tuanya.
Apakah aku sedurhaka itu hanya karena aku memiliki pilihan yang berbeda?
Sampai sekarang, aku tidak tahu lagi bagaimana hidupku ke depan, seolah kehidupan ini tidak lagi bernyawa. Semua hal yang kukerjakan adalah sesuatu yang mereka inginkan, bukan yang aku ingini.
Aku harus menjadi ini, bekerja di sana, meraih ini dan itu, semuanya menjadi ambisi mereka. Sesuatu yang sama sekali tidak menjadi ambisiku.
Aku sampai tidak tahu dimana batasan antara kapan aku mematuhi mereka dan kapan aku mendengar hati kecilku. Kadang, bukan kadang sih, selalu aku iri dengan temanku yang banyak bersepaham dengan kedua orangtuanya. Tidak perlu bersitegang, pura-pura bahagia menjalani sesuatu.
Kamu mungkin mengenal perasaan ini, perasaan yang sama denganku. Apakah kita sedang mengalami hal serupa?
©kurniawangunadi | yogyakarta, 21 januari 2019
Relakan Saja
Jika seseorang yang kamu inginkan berusaha menjauhimu, mungkin baginya kamu memang payah. Ia punya standar yang gagal kamu penuhi, karena itu ia pergi. Relakan saja. Bila perlu, beri ia sayap agar dapat terbang sejauh yang ia mau. Setidaknya, dengan begitu, kamu punya ruang untuk introspeksi diri. Merenung tentang hal-hal yang harus kamu perbaiki. Setidaknya, dengan begitu, kamu punya keleluasaan untuk menemukan seseorang yang lain. Menanggalkan kaca mata kuda yang selama ini kamu kenakan dan mulai mencari dengan sudut pandang lebih luas. Pasti ada seseorang di sana. Yang kamu inginkan dan menginginkanmu. Yang kamu hargai dan menghargaimu. Yang kamu terima kelemahannya dan bersedia memaafkan ketidaksempurnaanmu. Pasti ada seseorang di sana, yang hatimu bergetar kala menatapnya dan tersipu saat kamu memujinya. Ia yang tak rela membiarkan sebelah tanganmu menepuk-nepuk udara. Ia menyambut sebelah tanganmu dengan tepukan, lalu terdengarlah suara cinta.
…
21 Januari 2019

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
The Quran, verse 2:286
Source: thebeautyofislam, via IslamicArtDB
Menunggu, menanti, merindu, bahkan mencinta; akan menjadi hal-hal yang tak pernah terselesaikan jika tak ada kepastian. Bukan kemungkinan.
(via satukatasaturasa)
Source: secretlyindian, via IslamicArtDB
Written by @acceptingqadr via Instagram

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Perhiasan Dunia
Sebab ikhlas itu dilatih. Seperti khusyuk, sabar dan segala hal baik lainnya. Bisa karena terlatih dan terbiasa.
Dalam ikhlas ada airmata. Jangan sedih kalau berkorban. Dimana mana berkorban itu pasti mengeluarkan airmata.
Semakin berat pengorbanan yang dilakukan, semakin mahal nilai balasan yang diterima.
Maka beruntunglah bagi mereka yang mengorbankan segenap perasaannya untuk Allaah.
Menjaga auratnya lekat lekat, cemas jika sedikit saja terlihat. Sehelai rambut pun ia jaga kuat kuat.
Menjaga suaranya.
Menjaga tubuhnya, tidak tersentuh.
Menjaga pandangannya, tidak suka dipandang. Tidak suka memandang yang bukan hak nya.
Disaat perempuan lain berusaha untuk terlihat, dia berusaha untuk tidak terlihat.
Jilbab yang menutupi rapi setiap inci tubuhnya. Takut sekali kalau dirinya dipandang bebas oleh orang lain yang belum haknya.
Sebab dia ingin menjadi kado untuk seseorang yang berani datang. Dia ingin menjadi hadiah paling berharga untuk yang tengah menjaga.
Dan semoga, perempuan yang memilih menjaga dirinya dari laki-laki meskipun dia sangat ingin dan sangat cinta, Allaah berikan pahala yang tiada putus-putusnya. Boleh jadi pahala itu ikut mengalir menuju ibu dan ayahnya.
Membahagiakan kedua orangtua dengan amal yang mengalir diam-diam. Dengan pahala yang tiba-tiba datang di hari perhitungan. Dengan kebaikannya sebagai anak shalihah sehingga doanya mengalir lembut mengetuk langit dan terkabulkan.
Dia bukan perempuan pintar. Dia bukan perempuan kaya. Dia bukan perempuan yang berprestasi di dunia. Dia bukan siapa-siapa. Dia tidak terlihat. Dia hanya perempuan yang berusaha shalihah.
Semoga kau menemukan tempat persembunyiannya.
@catatanbesarku | ditulis beberapa tahun yg lalu
Semoga benar katamu, tak perlu menanya soal proses. Yang penting akhirnya. Harapku, semoga berakhir kamu dan aku menjadi kita.
Kamu