Belajar Coklat di Museum Coklat Monggo Bagi para penyuka makanan atau minuman dari olahan coklat, saya kira penting untuk memahami dan belajar proses pembuatan coklat dari kebun sampai bisa langsung dimakan. Cara mudah untuk belajar, salah satunya datang ke museum coklat. Selain bisa tahu proses pembuatan coklat, belajar juga sejarah panjang tentang coklat. Sejarah manusia mulai mengkonsumsi cokelat, berawal dari Meksiko, khususnya Suku Olmec (1900 -- 300 SM) yang mengunakan cokelat sebagai minuman. Malahan suku Maya (100 -- 900 M) percaya bahwa cokelat adalah makanan dewa, menurut keyakinan nya tanaman kakao adalah jembatan antara bumi dengan dunia dewa. Itulah kenapa nama ilmiah pohon kakao adalah Theobroma Cocoa yang berarti 'makanan dewa'. Kakao menjadi barang berharga hingga Suku Aztec (1200 -- 1500 M), pada masa ini biji cokelat menjadi salah satu alat pembayaran, seperti mata uang. Cokelat bisa sampai ke Eropa sejak wilayah Amerika dikuasai oleh orang Eropa. Tanaman cokelat juga mulai ditanam di wilayah-wilayah koloni, salah satunya adalah Indonesia. Indonesia sendiri merupakan negara ketiga penghasil biji kakao di dunia setelah Ghana dan Pantai Gading. Tapi sayang, tingginya hasil produksi biji kakao ini tidak sebanding dengan produksi olahan cokelat. Malah, sebagian besar biji cokelat yang dihasilkan diekspor ke luar negeri, karena itu industri cokelat di Indonesia tidak berkembang. Biji kakao yang dijual belum difermentasi, sehingga harga jual di pasaran rendah. Padahal, pabrik cokelat membutuhkan biji kakao yang sudah difermentasi yang seharusnya dilakukan oleh para petani cokelat. Yang menarik, untuk mendapatkan bahan berkualitas, Cokelat Monggo mengedukasi para petani cokelat di Kulon Progo untuk memfermentasi biji cokelat sebelum dijual. Berawal dari Thierry Detournay, yang kecewa karena tidak bisa menemukan cokelat berkualitas di Indonesia. Sang pendiri Cokelat Monggo ini pun mulai membuat cokelat sendiri dan menjualnya dengan vespa pink miliknya sejak tahun 2001. Pada tahun 2005 mendirikan pabrik di Kotagede, dan tahun 2017 membuat museum coklat. Harga tiket masuk Museum Rp10,000 per orang. #museum #coklat #doabaik (at Museum Coklat Monggo) https://www.instagram.com/p/CO3_LhIgFql/?igshid=wvspulvx0msc














