Waktu aku sendirian, aku sering membayangkan kalau aku bisa punya waktu ngobrol berduaan sama kamu. Tapi tadi, pas aku bisa berduaan sama kamu, nyatanya aku ga berani membuka obrolan.. gila ya..
cherry valley forever
KIROKAZE
Keni
we're not kids anymore.
Sade Olutola
🪼

izzy's playlists!
hello vonnie
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
macklin celebrini has autism
art blog(derogatory)

Origami Around

ellievsbear
Sweet Seals For You, Always

❣ Chile in a Photography ❣
Claire Keane
almost home
occasionally subtle
Fai_Ryy

seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Colombia
seen from United States

seen from Brazil
seen from Brazil
seen from Brazil

seen from United States
seen from United States

seen from Japan
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Japan
seen from United States
@frasiskanurul
Waktu aku sendirian, aku sering membayangkan kalau aku bisa punya waktu ngobrol berduaan sama kamu. Tapi tadi, pas aku bisa berduaan sama kamu, nyatanya aku ga berani membuka obrolan.. gila ya..

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Bisakah manusia berserah sementara didalam hatinya ada keinginan yang begitu besar? Bisakah?
mari mencoba! semoga konsisten hahaha
Effortless hiking . . . . Tapi boong ding, capek juga 😆 (at Papandayan) https://www.instagram.com/p/B9rZBLzgQHXhv7XDvpyLSfmfomoM4HhXSAJSxk0/?igshid=iwve4az2mly7
Menutup liburan kali ini... Kemaren ini bener-bener kurang persiapan fisik, makan sembarangan, jogging ala kadarnya, ditambah keanginan naik bus ompreng pas perjalanan ke Wonosobo. Badan udah gak selincah dulu, gak sebandel dulu. "30 menit lagi puncak" hahaha halu banget, dah gak percaya omongan model begini 🤣 Masih ga percaya kalo bisa sampai puncak. Jalan udah paling belakang terus, berbakat banget jadi sweeper🤣. Pas sampai puncak udah mo nangis rasanya, tapi gajadi gara-gara gengsi. Padahal betis udah menjerit. Pas jalan engap, balik badan lihat pemandangan jadi kuat lagi. Ampun deh Sindoro 😭 Katanya ada dua tipe orang setelah mendaki gunung. Yg pertama, kapok gamau naik lagi dan yang kedua, ketagihan pengen mendaki lagi. Sekarang sih masih kapok, gatau nanti kalo pegel-pegelnya udah ilang. Sepertinya mendaki gunung dimusim hujan bukan pilihan yang oke buat liburan. Mental ambyar rek, kalo udah ketemu hujan, petir sama kabut. Ke gunung mau nyari ketenangan, pulang-pulang pijetan 🤣 Tapi kalo musim kemarau ayok deh dipikirin lagi, dan mungkin perlu diet dulu, karena bawa badan seberat ini asli susah banget. Bersama teman-teman pendaki yang udah pada jago, perjalanan yang berat jadi menyenangkan, luar biasa semangatnya, thanks a lot 🙏🙏 maafkan ya teman-teman yang direpotin selama di jalan. Oiya, saya ikutan opentrip Sindoro via Alang-alang Sewu dari @santaitrip_organizer jadi ga perlu repot mikirin tenda sama logistik. Tinggal bawa diri sama keperluan pribadi aja. Mau naik ke gunung mana aja, dianter kok sama mereka 😉 (at Gunung Sindoro 3153mdpl) https://www.instagram.com/p/B7DqW-CAL9v/?igshid=bkw0mbtrbkqz

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Multitasking
Saya tahu betul manusia tidak banyak yang bisa mengerjakan banyak hal dalam satu waktu. Saya termasuk diantaranya. Saat kuliah dulu saya berusaha mengerjakan banyak hal dalam satu waktu. Mengerjakan urusan organisasi karena saya menjabat sekretaris sampai 2 periode di UKM, saya ikut himpunan, menjadi asisten praktikum, dan menjalani hidup saya sebagai mahasiswa dengan seabreg tanggung jawabnya. Saya merasa keren saat itu. Saya multitasking. Tapi itu gak berjalan lama sampai saya masuk semester akhir dan harus penelitian. Ternyata banyak yang keteter. Gak semua bisa selesai. Sekalipun selesai gak akan maksimal hasilnya. Dan saya belajar sesuatu. Kalau manusia hanya punya dua tangan satu otak untuk mengerjakan sesuatu. Untuk itu kita perlu melakukan pemilihan skala prioritas. Mana yang penting dikerjakan dulu, sisanya yang skala kepentingannya ga terlalu tinggi kita kerjakan belakangan. Kalau gak penting-penting amat bisa lah ditangguhkan dlu. Ingat teori "Put the big rock first"?
Karena kita punya kecenderungan tidak mau mengecewakan orang. Sayangnya kita lebih ingin terlihat keren karena mengerjakan semuanya. Tapi kita todak diciptakan untuk menyenangkan banyak orang. Mengetahui kapasitas diri adalah penting agar orang tidak semena-mena meletakkan tanggung jawab hanya karena kita terbiasa mengerjakan semuanya sendirian.
“Duhai Allah, maafkanlah aku yang sebenarnya tau sedang berjalan menuju kematian namun masih terus saja mengkhawatirkan tentang kehidupan keduniaan. Masih tenggelam dalam gemerlap kefanaan. Sibuk dengan kesia-siaan.”
—
Hingga terkadang aku luput mencemaskan amal perbuatan yang bahkan aku pun ragu untuk jadikan itu sebagai perbekalan.
Ya Rabb. Ampuni.
Kemarin berkesempatan main ke Kediri nekad kabur dari rutinitas demi ketemu adik-adik SDN 1 Pamongan Kec. Mojo Kab. Kediri. Karena belum pernah menginjakkan kaki di Kediri, serta punya janji dengan kerabat-kerabat di sana, gak mau dong acara 'main' ini kosong belaka. Misi ikutan KI yang jelas bukan buat angka kredit yaa, wong pasti gak payu kok buat naik pangkat ke lektor 😂. Tapi sensasi bepergian ke lokasi-lokasi sekolahnya itu yang bikin nagih. Kadang jalannya mudah, kadang susah. Pergi ke lokasi yang beda-beda, menemui orang-orang lokal, dan merasakan kebaikan dan keramahan mereka, betapa relawan itu dianggap tamu istimewa, sampai kitanya sungkan sendiri. Setelahnya, tanpa sadar kita sedang menemukan keluarga-keluarga baru. Bagian terbaiknya sih bisa cerita-cerita sama adik-adik SD sambil ketawa-ketawa. Mereka dapet insight baru, aku nya juga terhibur. Yang jelas, berbagi dalam bentuk apapun itu selalu membuat bahagia. Di belahan wilayah lain masih banyak adik-adik yang ingin dengar cerita inspirasi dari kita, Indonesia masih cukup luas buat disisir dan dibagi cerita. Next kemana lagi yaaa... (at Mojo Kediri) https://www.instagram.com/p/B6Lcz74gVnEmk151SMTKnKKbN3POY-muXz3nYg0/?igshid=1gnnu8v1fil5m
Barusan aku lihat foto-foto nikahan kamu. Langsung aku berdoa di dalam hati, semoga anak perempuanmu gak bertemu laki-laki yang seperti kamu ya...
Hampir ga berani bilang ini. Tapi aku mulai insecure sama karir ku. Dimana pekerjaan ini terlihat super seru diluarnya. Tapi didalamnya aku mulai merasakan ada yang ga beres. Kalau aku tinggalkan, lalu apa kata orang?
Bukan.. kayanya aku cuma lagi capek aja.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
KENAPA 25 NABI?
Kenapa kisah Nabi yang wajib diketahui hanya 25? Padahal jumlahnya begitu banyak, bahkan katanya lebih dari seratus ribu. Tapi kenapa hanya 25?
Setelah bertahun-tahun dalam kebingungan, ternyata saya menemukan jawabannya. Simple, karena Allah SWT ingin menjelaskan setidaknya ada 25 masalah yang mungkin terjadi dalam hidup manusia, dan Allah SWT memberikan contoh bagaimana menghapadi permasalahan tersebut.
Nuh a.s. mengajarkan kita tentang berdakwah menghadapi keluarganya, Luth a.s. mengajarkan kita tentang berdakwah menghadapi istri, Musa a.s. mengajarkan kita tentang berdakwah menghadapi kerajaan, dan Muhammad s.a.w. mengajarkan kita tentang berdakwah menghadapi kaum. Ayub a.s. mengajarkan kita tentang bersabar ketika kita kehilangan rezeki dalam sekejap, Zakaria a.s. mengajarkan kita tentang bersabar ketika kita belum diberi keturunan, Yusuf a.s. mengajarkan kita tentang bersabar ketika menghadapi godaan dari perempuan kaya nan cantik.
Sulaiman a.s. mengajarkan kita tentang bagaimana kekuasaan harusnya dimanfaatkan. Dan masih banyak kisah lainnya.
Karena itu, kisah-kisah para nabi, itu jauh lebih mulia dari sekedar dongeng pengantar tidur, ini bukan kisah para superhero, ini bukan kisah buatan, ini lebih dari itu.
Kisah para nabi, ialah kisah manusia biasa, yang diangkat oleh Allah, kisah manusia yang memiliki kelemahan sama seperti kita, namun mereka mampu melaluinya dengan berbagai ikhtiar. Ini adalah kisah pengantar hidup, mengantarkan para pendegarnya, untuk menjalani hidup yang benar sesuai tuntutan.
Maka, jika hari ini kita merasa jatuh, merasa Allah tidak adil, belajarlah dari kisah para Nabi, sesungguhnya mereka itu manusia biasa yang sudah melewati permasalahan yang melebihi kita, namun tetap bisa menjalani itu semua.
Sudahkah kita belajar dari kisah para Nabi?
___ KENAPA 25 NABI? Bandung, 14 Agustus 2019 @choqi-isyraqi
"The amazing thing about putting trust in God is when you're standing at the cliff and He tells you to jump, it isn't so you'll fall. It's so He can make you fly" -- Yasmin Mohaged Tinggal kita bisa percaya atau enggak. Seringkali justru kita tidak cukup percaya diri untuk ditolong Allah karena banyaknya dosa kita. Tapi hey, jangan samakan Allah dgn sifat 'pendendam' manusia. Allah Maha Pengasih, Penyayang, Pemaaf, Penolong sifat yang mustahil ada di manusia... Bahkan dengan nolongin kita Allah gak akan kurang kebesarannya. Mari terus berbaik sangka sama Allah. #selfreminder #ntms https://www.instagram.com/p/BxkK3WtggnyoIsQ8PkDL_wUeUkxJFEXPRjmsaQ0/?igshid=1vuvqoruximhg
Rasanya udah berlalu cukup lama ya, perasaanku udah baik-baik aja. Sekarang kalau mengingatmu aku udah bisa menanggapinya dengan ketawa-ketawa. Meskipun masih rada kesel sih. Tapi aku kesel sama ekspektasi yang kubuat sendiri. Sama anggapan bahwa kamu itu orang baik. Orang yang lurus. Dan aku percaya betul sama kamu. Sama setiap ucapanmu. Sayangnya manusia ya gak ada yang tau. Hatinya berbolak balik pun bukan kuasanya.
Bohong kalau aku gak tiba-tiba terkenang saat-saat bareng sama kamu. Waktu ngobrol dari hal receh sampai ngomong yang berat. Waktu kamu menceritakan rencanamu, cita-citamu, rasanya aku seperti dilibatkan didalamnya. Masih sesekali. Malah masih suka senyum-senyum sendiri juga. Ternyata aku cuma kepedean. Kamu ceritanya sama aku tapi kamu wujudkan sama orang lain.
Tapi yah aku udah berlapang dada. Kamu pikir itu mudah? Enggak. Butuh berbulan-bulan buat membiasakan diri. Tapi gak usah khawatir. Aku cukup kuat kok buat recovery diri sendiri.
Dengan kejadian ini aku belajar kalo aku gak seharusnya mempercayai anggapanku sendiri. Aku gak boleh terlalu percaya. Seharusnya aku meletakkan anggapanku sebatas dipermukaan. Jangan sampai terlalu dalam kan?
Anyway, aku belajar sesuatu. Setelah panjangnya renungan dan keluh kesah sama Tuhan, ditambah beberapa mili air mata cukuplah untuk membuat pikiranku kembali kepermukaan. Kembali waras setelah karam. Mungkin kalau gak terjadi seperti ini aku gak akan sadar dan belajar. Memang begini prosesnya. Gak ada jalan lain dan gak ada jalan pintasnya.
Setidaknya aku gak lagi penasaran sama kamu. Sesuatu yang dulu selalu aku minta sama Tuhan untuk dipertemukan kembali sama kamu. Pertemuan yang hampir pasti gak mungkin. Tapi, lagi-lagi bodohnya aku, gak ada yang gak mungkin kan bagi Tuhan? Karena waktu itu entah kenapa ada sesuatu yang belum selesai dari kita. Sekarang, sudah selesai. Iya selesai.
Bagaimana kalau saat itu kita gak ketemu lagi?
Kamu akan tetap baik dimataku, aku akan tetap penasaran, dan kamu mungkin akan berakhir seperti yang sudah-sudah...
Tapi pas kupikir-pikir lagi aku gak bisa membayangkan kalau aku jadi sama kamu. Bahkan hidup kita gak ada irisannya. Apa bisa?
Menyesal? Enggak. Aku bersyukur udah ditunjukkan semua. Kalau gak begini aku akan jadi umat yang bandel. Memaksakan keinginan, ngeyel bahwa kehendakku ini baik.
Sekarang aku akan pura-pura gak tau apa yang terjadi sama kamu. Karena seharusnya itu gak lagi penting buatku. Aku sekarang banyak disibukkan dengan hal-hal baik, dikelilingi teman, keluarga, lingkungan yang luar biasa. cukup lah untuk mengalihkan pikiran dari kamu.
Semoga kehidupanmu jadi lebih baik ya, selamat menempuh kehidupan yang baru begitu juga aku. Aku akan fokus sama mimpi-mimpiku, melihat keluar sana dengan lebih bijaksana dan menemukan orang yang tepat.
Gak ngerti lagi betapa Allah berikan nikmat bertubi-tubi tahun ini. Sampai kaget. Kenapa bisa aku? Kenapa sekarang? Kalau sudah jadi rejeki seringkali kita sampai kewalahan menampung segala nikmat. Padahal kitanya masih suka ngeyel sama aturan Allah. Ngerasa logika kita yang paling benar. Ini sih namanya bukan rejeki anak sholehah, tapi rejeki anak nakal 😂 Dear Allah... please temenin terus ya. Segala sesuatu yang bukan kuasaku tolong aku titip Ya Allah, aku pasrah. Bila itu baik, maka mudahkanlah.. . . . . Iya iya... captionnya gak nyambung. Tapi pas foto ini diambil memang perasaannya lagi kayak caption diatas sih 😜 Taken by : @suciputril saat sedang menghabiskan waktu menunggu waktu tes TOEP yang alhamdulillah-nya happy ending. (at Paris Van Java - Resort Lifestyle Place) https://www.instagram.com/p/BvWW7WOALTxj_mbJfhnptuJzalgkV7C80JnMlY0/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=jee23qe9q198
Menggapai Takwa Melalui Minimalisme
Sejak tahun 2017, saya dipertemukan dengan sebuah konsep bernama minimalisme oleh seorang teman. Konsep tersebut kemudian saya adopsi sampai hari ini.
Secara mendasar, minimalisme menuntut manusia to live with less (hidup dengan sedikit harta). Konsep ini muncul dari sekelompok orang di Jepang dan negara-negara barat yang melihat bahwa kebahagiaan tidak bisa didapatkan melalui kepemilikan harta (padahal sejak 1400 tahun lalu, Islam sudah bilang seperti ini).
Akhirnya mereka mencoba untuk mengurangi harta mereka dengan menjualnya ataupun memberikannya kepada orang lain, sampai-sampai ada misalnya Colin Wright yang hartanya bisa dikemas di sebuah tas ransel saja. Namun, para minimalis tidak hanya mendorong manusia untuk lebih peka terhadap harta yang mereka miliki, tetapi juga waktu, komitmen, hubungan, dan keuangan.
Sebelum mengenal konsep ini, jujur kehidupan saya memang dipermudah oleh Allah (Alhamdulillah) dalam soal harta, sehingga saya menjadi orang yang cukup konsumtif. Apa yang saya senangi saya beli, dari sandang, gadgets, buku, dan yang lainnya. Dan tentunya saya lost track tentang harta yang saya miliki. Saya tidak tahu berapa jumlah barang-barang saya, ada dimana saja mereka, dan bahkan saya sering menyimpan barang-barang yang sudah rusak atau tidak saya gunakan lagi (atau yang para minimalis sering sebut “clutters”).
Tidak hanya soal harta, tetapi saya merasa bahwa dulu, soal waktu juga tidak se-teratur sekarang. Begitu juga dengan komitmen (selalu berkata “iya” meskipun belum tentu bisa memenuhi), dan sosial media (terlalu banyak grup WA, akun sosial media, dan lain-lain).
Kalau melihat kebelakang sekarang, saya merasa hidup saya saat itu tidak terorganisir dengan baik, sehingga hal-hal penting dalam hidup saya (seperti S3 dan jurnalisme) keteteran.
Namun, setelah mengadopsi gaya hidup minimalisme di awal 2017 (keluarga saya sudah mulai mengadopsi ini lebih awal), saya mencoba untuk mengurangi harta yang saya miliki seperti sandang, gadgets, dan buku (kalau dipikir-pikir saya memang sudah minimalis secara tidak sadar sedari dulu karena harta saya dapat dikelompokkan ke hanya 3 kelompok tersebut).
Sampai-sampai hari ini, saya tahu dengan tepat berapa jumlah baju, sepatu, celana, bahkan kaos kaki yang saya miliki. Saya juga sejak itu mencoba untuk mengorganisir waktu/agenda dan komitmen seperti menulis artikel seminggu sekali (dulu kadang 2-3, tapi tidak rutin), dan fokus kepada S3 saya. Saya pun mengurangi penggunaan sosial media, seperti menghapus akun sosial media yang tidak begitu bermanfaat dan mulai hanya menggunakan WhatsApp sebagai satu-satunya aplikasi messenger dan menghapus aplikasi lain seperti LINE.
Apa yang saya rasakan setelahnya? Saya merasa hidup saya lebih ringan, calculated (terhitung), rapih, terorganisir, dan tidak ada distraksi berlebihan seperti notifikasi dari berbagai macam akun social media (Saya akan membahas lebih detil tentang digital minimalisme atau bagaimana saya meng-organisir kehidupan digital saya pada artikel lain).
Dan yang lebih penting, saya bisa fokus kepada hal-hal penting dalam hidup saya. Daripada terganggu oleh banyaknya sosial media, saya bisa fokus menyelesaikan S3. Daripada sibuk merawat gadget yang bermacam-macam, saya bisa menulis artikel di media massa (Alhamdulillah, bisa ngebut mencapai 200 artikel per bulan Juli lalu). Daripada terdistraksi oleh group WhatsApp yang berjibun, saya bisa fokus rutin menyambung tali silaturahmi dengan orang tua, keluarga terdekat, dan juga teman. Daripada menggunakan uang untuk membeli barang yang memunculkan kebahagiaan sesaat dan akhirnya tidak digunakan, saya bisa menabung untuk hal-hal yang lebih butuh perhatian.
Dan yang lebih penting lagi, saya bisa fokus memperbaiki diri dihadapan Allah SWT.
Saat saya diundang untuk berbicara tentang minimalisme awal tahun ini, ada yang bertanya kepada saya, apakah konsep ini sama dengan konsep Zuhud dalam Islam?
Menurut saya tidak. Karena sepengetahuan saya Zuhud lebih berarti meninggalkan dunia dan fokus pada akhirat. Sedangkan dalam minimalisme, kita tidak meninggalkan dunia seutuhnya. Tetapi urusan dunia kita lebih terhitung dan terorganisir sehingga kita bisa fokus kepada hal-hal penting dalam hidup termasuk mendekatkan diri kepada Allah.
Saya juga menambahkan bahwa menurut saya mengadopsi gaya hidup minimalis dapat menjadi salah satu cara untuk menggapai ketakwaan. Takwa dapat diartikan sebagai “peka” atau dalam Bahasa Inggris, conscious. Orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang peka. Peka bahwa setiap langkah yang mereka ambil dalam hidup adalah sesuai dengan syari'at Allah. Kehidupan mereka tertata sehingga sesuai dengan perintah Allah SWT dan jauh dari larangan-Nya.
Begitupun dalam mengadopsi minimalisme. Kita dituntut untuk “peka” dalam setiap langkah dalam kehidupan. Setiap barang yang kita miliki harus memiliki fungsi; jika tidak, singkirkan. Setiap waktu yang kira miliki harus digunakan untuk hal-hal yang benar-benar berguna; jika tidak, jangan lakukan. Setiap pertemanan/hubungan yang kita jalani harus membawa manfaat untuk kehidupan; jika tidak, tinggalkan. Setiap sosial media yang kita gunakan atau grup chat yang kita masuki harus membawa value untuk diri kita; jika tidak tutup atau keluarlah.
Hidup kita dituntut untuk rapih, tertata, dan terhitung. Dan bukankah ini juga sesuai dengan perintah Umar Ibn Al Khattab untuk menghitung diri kita sebelum dihitung di hari perhitungan?
Menurut saya, minimalisme membantu saya untuk mempersiapkan pertemuan saya dengan Allah SWT. Misalnya saja, dengan mengurangi kepemilikan barang, saya sudah berusaha untuk mengurangi pertanyaan-pertanyaan yang Allah akan ajukan di hari itu. Meskipun secara fisik, barang yang kita miliki tidak akan kita bawa ke liang lahat, namun jika kita berfikir lebih dalam lagi barang-barang tersebut akan kita “bawa”. Sebab akan ada pertanyaan-pertanyaan dari Allah tentang mereka: Kenapa barang tersebut dibeli? Untuk apa? Dengan apa? Untuk apa dibeli jika tidak kamu gunakan? Bukannya banyak yang lebih membutuhkan?
Sama halnya dengan waktu kita, tingkah laku kita di sosial media, dan juga hubungan kita. Mereka semua akan dipertanyakan.
Intinya, minimalisme tidak hanya membuat kehidupan saya lebih terhitung dan terorganisir, tetapi juga membantu persiapan untuk kehidupan akhirat.
Bersambung.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Bersama dengan ujian, ada do'a yang terdengar jauh lebih memasrahkan, dengan tangis yang mungkin jarang terdengar kala ujian tak datang. Tangis yang menyadarkan, bahwa memang tak ada sandaran yang jauh lebih menenangkan selain hanya pada Nya lah kita bersandar. Tangis yang menyadarkan, bahwa memang begitu tak berdaya diri tanpa pertolongan dari Nya.
Bersama dengan ujian, ada ibadah yang terasa jauh lebih khusyuk di lakukan, ada perasaan yang jauh lebih merasa terhubung dengan Nya. Ada ketenangan yang memang tidak di dapatkan dari siapapun, juga ada kekuatan yang membuat diri lebih kuat melangkah.
Rabbi, maafkan hamba Mu ini yang sering mendzalimi diri. Andai maksiat telah banyak membutakan mata hati, bimbing lah diri ini agar lekas berbenah diri mendekat pada Mu lagi. Ya Rabb, jika setiap ujian itu datang untuk mengingatkan ku pada Mu, ilhami diri ini untuk membaca setiap maksud Mu, agar ujian itu berbuah pahala dengan sabar nya, dengan penerimaan nya, sebab apa-apa yang ada di sisi Mu itu baik.
Allah, mungkin Engkau rindu akan isak tangis diri ini meminta pada Mu. Teguran Mu, memang sebaik-baik kasih sayang Mu. Aku yakin, Engkau tak pernah meninggalkan ku :“)
La'Allahu Khair …
Bandung, 17 Januari 2019
Budgeting sering kali dianggap tips keuangan yang remeh. Padahal, jika kita mampu menguasainya, kondisi finansial pun jadi makin sehat.