Berkata Ibnul Jauzi rahimahullah di dalam kitab beliau Shaidul Khathir
ููุจุบู ููุฅูุณุงู ุฃู ูุนุฑู ุดุฑู ุฒู ุงููุ ููุฏุฑ ููุชูุ ูุง ููุถูููุน ู ูู ูุญุธุฉู ูู ุบูุฑ ููุฑุจุฉูุ ููููุฏููู ููู ุงูุฃูุถู ูุงูุฃูุถู ู ู ุงูููู ูุงูุนู ู
Sepantasnya bagi seseorang untuk mengetahui tentang betapa berharganya usianya dan betapa bernilainya waktu yang Allah berikan kepadanya. Satu detik satu menit itu adalah sesuatu yang berharga, mungkin seseorang mengucapkan ููุง ุฅููููู ุฅููููุง ุงูููู kurang dari 1 menit tapi dia ucapkan itu di akhir hidupnya, selamat
ู ููู ููุงูู ุขุฎูุฑู ููููุงู ููู ููุง ุฅููููู ุฅููููุง ุงูููู ุฏูุฎููู ุงูุฌููููุฉู
Barang siapa yang ucapan terakhirnya adalah ููุง ุฅููููู ุฅููููุง ุงูููู maka dia masuk ke dalam surga
Maka janganlah dia menyia-nyiakan sekejap pun dari usianya tadi dari umurnya tadi di dalam selain qurbah (ketaatan) kepada Allฤh ๏ทป, berjuanglah supaya detik-detik yang kita lalui ini semuanya adalah di dalam ketaatan kepada Allฤh ๏ทป













