Capek juga ya harus nyemangatin terus menerus orang yang nggak punya semangat dan daya juang. Huft

❣ Chile in a Photography ❣
official daine visual archive
The Bowery Presents
hello vonnie
Xuebing Du

@theartofmadeline
YOU ARE THE REASON

#extradirty
occasionally subtle
he wasn't even looking at me and he found me
RMH
Keni
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

blake kathryn
The Stonewall Inn
trying on a metaphor
Noah Kahan
cherry valley forever
h

if i look back, i am lost

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Ecuador

seen from Ecuador

seen from Ecuador

seen from Germany

seen from Argentina
seen from Ecuador

seen from United States

seen from United States
seen from Czechia
seen from Qatar
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
@enigehoop
Capek juga ya harus nyemangatin terus menerus orang yang nggak punya semangat dan daya juang. Huft

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
23:04 11 Juni 2021
Mari kita jadikan ini buku harian. Untuk uneg-uneg. Untuk cerita. Untuk catatan sejarah.
Zentika Boutique Pasar Mayestik
Saya dapat nama ini dari review seseorang di blog nya. Kebetulan sedang cari penjahit untuk baju bridemaids acara nikahan teman, dan tidak tahu harus ke penjahit mana kalau di mayestik (dulu sih yang terkenal Elegance, tapi sekarang  kualitas nya sudah jauh menurun, Ibu, adik perempuan dan tante saya semua nya dibuat kecewa ;3) maka saya coba-coba datang kesini.
Tempat nya dipojokan, tidak terlalu luas, 2 los kios dijadikan satu, tapi penjahit nya lumayan banyak, kurang lebih 3 orang. Yang punya perempuan, mungkin usia 30 tahun ke atas. Dia yang melayani saya, saya mau jahit baju bodo modern lengan panjang, karena saya pakai hijab. Warna nya pink pastel dengan kain bawahan warna ungu kebiruan. Dengan model yang saya dapat dari hasil surfing di Instagram. Dibandrol harga 250.000,- (standar di Mayestik, karena saya sudah putar-putar tanya ke penjahit dengan memperlihatkan model yang saya ingin kan, rata-rata sebut harga 200-350rb untuk atasan nya saja).
Saya juga jahit kain bawahan nya, namun dengan harga 100rb ternyata kain saya hanya dijahit pinggiran nya saja (disini saya tahu saya bodoh, karena saya juga lupa sebenarnya saya ingin model apa rok nya, seingat saya minta ditambahkan tali dipinggiran nya untuk memudahkan saat diikat). Tapi yasudahlah dijadikan pelajaran berharga saja.Â
Untuk baju nya, cutting nya lumayan. (saya belum punya referensi lain di mayestik) Begitu dicoba langsung pas (ada vuring) luaran nya model gombyar, kain bawahan nya cuma dirapiin pinggiran nya. Afterall semua masih tingkat lumayan, tapi yang kurangnya, tempat fitting nya kecil cuma selingkaran di pojokan, masih lebih besar ruang fitting di toko-toko di mal, jadi agak kurang leluasa. Pelayanan nya pun sekedarnya, terkesan seadanya saja, padahal biasa nya kalo tukang jahit kan bawel nanya “mau apa, gimana, bagus nya begini atau begitu”
Jadi keseluruhan 2.5 out of 5. Mungkin kalau yang pintar nawar atau bawel, bisa dapat lebih bagus.
aku ini orangnya norak dan nggak asik. tapi aku bahagia menjadi demikian.
kalau ditanya pernah traveling ke mana saja, jawaban aku hanya beberapa. aku suka traveling. tapi aku suka traveling kalau sama-sama keluargaku. pernah aku jalan-jalan sendirian. yang terbayang sepanjang perjalanan adalah–oh seharusnya adik-adikku melihat ini juga. aku nggak menikmatinya. akhirnya kalau aku punya uang, aku lebih senang traktir makan sekeluarga. rasanya lebih bahagia.
kalau ditanya tempat-tempat makan yang ngehits, aku juga hanya bisa menyebutkan beberapa. aku suka makan. tapi kalau dengan teman, aku lebih suka main ke rumahnya atau ke kosannya. untel-untelan sambil ngerujak atau ngebakso yang lewat. nggak perlu foto-foto kekinian untuk diunggah di sosial media. pertemanan denganku nggak seperti itu. aku lebih suka demikian, menjadi teman yang sama-sama apa adanya, mengenal keluarga teman-temanku.
kalau diajak ngobrol tentang barang-barang branded dan make up-make up branded, aku ngerti dan tau beberapa. aku juga punya satu dua kalau dihadiahi orang. tapi selebihnya, aku sih peduli amat. kadang aku malah kasian sama mereka yang mengagung-agungkan benda-benda mahal. harga diri kok ditentukan sama harga barang?
kalau diajak ngobrol tentang organisasi-organisasi keren dan gerakan-gerakan keren, aku sering tertarik tapi lebih sering karena penasaran aja. di rumah, ayah ibu selalu mengajarkan untuk lebih dekat sama tetangga daripada sama orang-orang jauh. keren itu kalau ke mesjid setiap shubuh. keren itu kalau menjenguk tetangga yang sakit. keren itu ikut karang taruna pemuda dan bikin panggung tujuh belasan untuk anak-anak kecil. ikut halalbihalal RT RW, ikut arisan dan pengajian. keren itu eksis di masyarakat yang sesungguhnya, yang paling dekat dengan kita.
aku mengakui betapa aku norak dan nggak asik. berteman denganku super nggak asik. tapi seiring berjalannya waktu, aku ngerasa banyak banget manfaat dari ke-nggak-asik-an-ku ini. paling enggak, aku nggak hidup sendiri dan cuma untuk diri sendiri.
besok-besok, anak-anakku mau aku ajarin begini juga.
Sekarang aku ngerti kenapa seorang ibu itu penting untuk punya pendidikan, tidak hanya pendidikan, tapi juga kebaikan dan kebenaran dalam berfikir. Karena didikan buruk akan sangat merusak, bahkan hingga menghilangkan jati diri si anak, hingga ia menjadi "versi" sang ibu hanya saja dalam usia yang lebih muda.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Let’s do it!
sahaja
“Someone became a CEO at 25 and died at 50 while another became a CEO at 50 and lived to 90 years. Everyone works based on their time zone”
Nukilan artikel berbahasa inggris dengan tema “time zone“ di atas menyebarluas di media sosial beberapa pekan lalu. Banyak kawan-kawan perempuan yang merilisnya ke linimasa dengan pengingat tersirat: jangan terlalu merecoki jalan hidup orang lain ya. Ketika sebagian dari kita memutuskan untuk melangkah ke jenjang hidup yang berbeda, sebagian yang lain masih menekuni jenjang yang sama.
Topik ini enggak pernah lepas dari dinamika kedewasaan. Ada urutan baku yang seakan jadi standar kalau lagi ngobrolin hidup: ngerjain skripsi, lulus, berkarier, nikah, melahirkan, mendidik anak dst. Mereka yang berhasil menuntaskan acuan satu per satu seolah layak dikasih predikat “matang”. Sementara mereka yang tersendat di persimpangan atau gugur di tepi jalan, dianggap janggal karena terdepak dari urutan baku.
Nyatanya, jalan hidup enggak melulu sejalan dengan standar yang ada. Linimasa tiap orang bervariasi sesuai takdir-Nya. Kita punya tujuan yang beranekaragam sesuai harapan. Tiga hal itu udah cukup jadi alasan kenapa kita emang enggak perlu merecoki urusan orang lain. Toh semua juga dititipkan-Nya perjalanan hidup yang istimewa untuk dijalani. Istimewa karena seluk beluk di satu perjalanan enggak akan persis dengan yang lainnya walau terjadi diantara dua kembar identik sekalipun.
Sebab yang bikin kita sering baper tiap ngobrolin topik beginian adalah kebiasaan menyeragamkan. Seolah semua harus sesuai urutan baku. Perempuan harus punya suami di umur sekian. Jeda antara nikah sama hamil jangan kelamaan. Para pasutri yang harmonis berumahtangga mungkin pernah menyudutkan para bujang yang enggak kunjung kawin dengan “enggak capek gitu jadi pemain tunggal putra terus?” atau papa-mama muda yang khatam berketurunan mungkin pernah menyinggung pasutri lain dengan “hepi tau punya anak tuh, kapan dong nyusul?”.
Enggak ada yang tau ikhtiar orang lain persisnya udah sejauh apa. Siapa yang tau kalau si bujang tadi udah berkali-kali melamar perempuan tapi hasilnya nihil atau pasutri yang disinggung tadi baru ditinggal wafat anak pertama yang usianya hanya hitungan pekan. Bisa jadi mereka udah cukup kenyang tersudutkan realita. Siapa yang paham dengan teka-teki takdir? Yang kita perlu pahami ialah zona waktu untuk setiap orang berbeda. Momentumnya juga beda-beda.
Pas ada sahabat yang nemuin tambatan hati terakhirnya, sahabat satunya lagi belum tentu bisa menambatkan hati juga. Waktu ada tetangga yang dikaruniai keturunan kesekian kalinya, tetangga sebelah belum tentu bisa beranak berbarengan. Kalau nikmat-Nya selalu dijatuhkan serentak untuk semua manusia dalam bentuk yang sama, apalah arti perjuangan, penantian, keberpasrahan dan syukur?
Oleh karenanya, saya pribadi masih perlu terus menata diri supaya enggak lebay dalam menyikapi setiap peristiwa. Ada kabar gembira, bersyukur sepantasnya. Ada kabar pilu, bersedih seperlunya. Kita memang makhluk berperasaan tapi bukan berarti setiap kejadian harus selalu dibuat gempita seakan semua penduduk dunia mutlak harus turut larut dalam sukacita atau dukacitanya bukan?
…
Di era yang makin transparan, dengan gampang kita bisa menyimak cerita banyak orang lewat linimasa media sosial. Foto liburan keluarga bernuansa bahagia bisa berdampingan dengan foto sepasang makam dari remaja yang baru resmi jadi yatim-piatu secara sekaligus. Kabar tentang perayaan kelulusan ujian akhir bisa berdempetan dengan berita gantung dirinya remaja yang depresi gagal lulus. Wise people said, “it amazes me how the happiest days of your life can be followed by the saddest. And it amazes me just how beautifully the Light breaks in when we feel as if the darkness will never leave. All things pass and that’s one of the most humbling things about this life”.
Maka, suka dan duka adalah dua sisi tertaut yang saling mengutuhkan hidup secara berkelanjutan. Saat paham kalau keduanya bisa silih berganti dalam tempo yang begitu singkat, bekal apalagi yang lebih penting daripada kebersahajaan? Yakin bahwa segala sesuatu pasti datang melalui skenario terbaik-Nya untuk meningkatkan derajat kita. Wallahu a’lam bishawab.
Semoga apa yang diperjuangkan, didapatkan. Apa yang ditunggu, segera datang. Apa yang diharapkan, tidak mengecewakan. Apa yang didoakan, dikabulkan. Dan apa yang dituju, tidak hilang.
Kurniawan Gunadi (via kurniawangunadi)
“Mainkan Saja Peranmu, Tugasmu Hanya TAAT kan?!”
Ketika ijazah S1 sudah di tangan, teman temanmu yang lain sudah berpenghasilan, sedangkan kamu, dari pagi hingga malam sibuk membentuk karakter bagi makhluk yang akan menjadi jalan surga bagi masa depan. Mainkan saja peranmu, dan tak ada yang tak berguna dari pendidikan yang kau raih, dan bahwa rezeki Allah bukan hanya tentang penghasilan kan? Memiliki anak-anak penuh cinta pun adalah rezeki-Nya. Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika pasangan lain mengasuh bersama dalam cinta untuk buah hati, sedang kau terpisah jarak karena suatu sebab. Mainkan saja peranmu, suatu hari percayalah bahwa Allah akan membersamai kalian kembali. Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika nyatanya kondisi memaksamu untuk bekerja, meninggalkan buah hati yang tiap pagi melepas pergimu dengan tangis. Mainkan saja peranmu, sambil memikirkan cara agar waktu bersamanya tetap berkualitas. Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika katamu lelah ini seakan tiada habisnya, menjadi punggung padahal rusuk. Mainkan saja peranmu, bukankah semata-mata mencari ridha Allah? Lelah yang Lillah, berujung maghfirah. Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika belahan jiwa nyatanya bukan seperti imajinasimu dulu, mainkan saja peranmu, bukankah Allah yang lebih tahu mana yang terbaik untukmu? Tetaplah berjalan bersama ridha-Nya dan ridhanya, untuk bahagia buah cinta. Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika timbul iri pada mereka yang dalam hitungan dekat setelah pernikahannya langsung Allah beri anugerah kehamilan, sedangkan kau kini masih menanti titipan tersebut. Mainkan saja peranmu dengan sebaik sebaiknya sambil tetap merayu Allah dalam sepertiga malam, menengadah mesra bersamanya. Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika hari-hari masih sama dalam angka menanti, menanti suatu bahagia yang katamu bukan hanya untuk satu hari dan satu hati. Mainkan saja peranmu sambil perbaiki diri semata-mata murni karena ketaatan pada-Nya hingga laksana Adam yang menanti Hawa di sisi. Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika ribuan pasangan pengantin mengharapkan amanah Ilahi, membesarkan anak kebanggaan hati, dan kau kini membesarkan, mengasuh dan mendidik anak yang meski bukan dari rahimmu. Mainkan saja peranmu, sebagai ibu untuk anak dari rahim saudarimu. Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ibrahim, melaksanakan peran dari Allah untuk membawa istri dan anaknya ke padang yang kering. Kemudian, rencana Allah luar biasa, menjadikannya kisah penuh hikmah takdir manusia. Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ayub yang nestapa adalah bagian dari hidupnya, dan kau dapati ia tetap mempesona, menjadikannya kisah sabar yang tanpa batas berujung surga. Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ya, taat. Bagai Nabiyullah lainnya. Berkacalah pada mereka, dan jejaki kisah ketaatannya, maka taat adalah cinta. Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Taat yang dalam suka maupun tidak suka. Taat yang bukan tanpa keluh, namun mengupayakan agar keluh menguap bersama doa-doa yang mengangkasah menjadikan kekuatan untuk tetap taat.
Mainkan saja peranmu, dalam taat kepada-Nya, dan karena-Nya.
Oleh : Salim A. Fillah
Berapa banyak dari yang kita minta yang kemudian dikabulkan? Dan berapa banyak dari yang tidak kita minta tapi tetap diberikan? Bukankah jauh lebih banyak hal yang dapat disyukuri daripada satu-dua masalah yang sedang kita keluhkan?
Kurniawan Gunadi (via kurniawangunadi)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Ada alasan mengapa Allah mengirimkan undangan kepada Rasulullah untuk bertemu dengan-Nya setelah tahun kesedihan. Yaitu agar manusia tahu bahwa dengan shalat segala kesedihan dan kegalauan akan terhapuskan
Sudahkah kita jadikan shalat sebagai pelipur lara? (via muhzulfikar)
yang melepaskan
berterimakasihlah kepada yang pernah datang dan mengetukmu. dia adalah orang baik yang mau memperjuangkanmu bahkan saat kamu tidak percaya kamu layak diperjuangkan.
berterimakasihlah kepada yang melepaskanmu. dia adalah orang baik yang tak ingin terus berdiri di depan pintu dan menghalangi yang kelak membukanya.
Imagine that you’re shopping with someone you love. No, not just someone you love. Someone you’re madly in love with. Now suppose that this person picks out a gift for you in a particular color and style. How would you feel about that gift? Chances are you’ll cherish it simply because of who gave it to you, simply because of who picked it out for you. There are things, events, people in your life that Allah has picked out for you. Are you pleased with His choice? Do we not love the gift simply because of who picked it out? You will know you really love someone, when you love anything that comes from them—no matter what it is. And you will love their gift, not for any quality in the gift itself—but only for who it came from.
Yasmin Mogahed (via avinaninasia)
ikhlas menerima
kita tidak perlu bersusah payah untuk ikhlas melepaskan sebab sejatinya kita tidak pernah benar-benar memiliki. perjuangan menuju ke dan berjalan di atas keikhlasan tidak pernah soal memiliki atau melepaskan, tetapi selalu soal menerima.
saat kita lahir ke dunia ini, ayah dan ibu begitu bahagia bukan karena ayah dan ibu memiliki buah hati, melainkan karena ayah dan ibu menerima amanah Allah untuk mendidik dan mendewasakan seorang penerus garis bakti–laki-laki untuk ibunya, perempuan untuk suaminya kelak.
saat kita tumbuh besar, ayah dan ibu begitu bangga bukan karena memiliki anak-anak yang hebat, melainkan karena ayah dan ibu menerima segala yang melekat pada kita. yang baik dari diri kita disebut-sebutkannya. yang kurang baik dari diri kita tidak sekadar ditutupinya, tetapi juga diperbaikinya.
ayah dan ibu telah meneladankan kepada kita tentang ikhlas menerima. seperti menerima bahwa segala hal dalam hidup adalah pilihan yang bukan memilih atau dipilih, melainkan yang dipilihkan oleh Allah: lahir kita, mati kita, rezeki kita, jodoh kita. seperti menerima bahwa inti hidup adalah perjuangan bukan pemenangan.
kata ibu, pada saatnya kita akan belajar bahwa perjuangan terbesar yang pasti kita temui adalah menerima, bukan memiliki atau melepaskan. perjuangan memiliki atau melepaskan hanya terjadi sesekali, sedangkan perjuangan menerima terjadi dalam setiap waktu.
hanya dalam hitungan hari, ayah dan ibu akan melepaskan saya. sangat nyata dalam benak saya pesan-pesan tentang pernikahan dari keduanya. bahwa ilmu dunia adalah meminta dan memiliki, sedangkan ilmu akhirat adalah memberi dan melepaskan. bahwa menikah akan banyak mengajarkan kita tentang ilmu akhirat (mungkin itu pula mengapa menikah adalah separuh agama, sebab banyak sekali ilmu akhirat yang diajarkannya), terutama melepaskan yang terberat: melepaskan anak-anak perempuan.
tentu saja saya akan merindukan cium ibu setiap membangunkan saya pagi-pagi, apalagi sholat di saf setelah ayah bersama keluarga. tak apalah, biar rindunya nanti dilebur ke dalam doa. sudah saatnya saya mengamalkan ilmu ikhlas menerima seperti yang selama ini ayah dan ibu teladankan.
insyaAllah, garis bakti saya akan berpindah kepada seseorang yang dipilihkan Allah. doa ayah untuk kami sungguh sederhana, “semoga kalian saling menerima.“
sebab sakinah–ketenteraman jiwa–datangnya karena saling menerima. mawaddah–hilangnya cela–datangnya karena saling menerima. rohmah–kasih sayang–datangnya karena saling menerima.
seperti ikhlasnya ayah dan ibu menerima untuk memiliki saya serta untuk melepaskan saya–seperti itulah saya ingin ikhlas menerima yang dipilihkan oleh Allah untuk saya. juga yang paling utama, ikhlas menerima diri sendiri yang akan bersamanya.
terima kasih, ibu. terima kasih, ayah. mbak uti tidak akan bisa berhenti bersyukur, dipilihkan Allah menjadi anak ayah dan ibu.
Aku tidak khawatir dianggap tidak mampu. Aku lebih khawatir dianggap mampu dan pantas padahal kompetensiku masih jauh dari yang orang lain kira.
(via urfa-qurrota-ainy)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Dan tetaplah berdoa walau tujuan rasanya sudah dekat. Dan tetaplah berdoa walaupun mau-mu sudah kau dapat.
(via beningtirta)
Semoga ilmu, harta, benda, pekerjaan, jabatan, ketenaran, pasangan, anak, kesehatan, ujian, tulisan, perkataan, perbuatan, tidak menjadikan kami orang-orang yang berpenyakit hati
(via urfa-qurrota-ainy)
Amiiin