Pengaturan emosi
Me : Bagaimana cara menghadapi sistem yg baru dgn tenang, bisa berpikir jernih dan tdk menjadi emosi ya bang?
Teman : Memang paling sulit untuk ngatur hal yg satu itu #emosi. Tapi pd hakikatnya hidup ini adalah ladang ujian. Entah itu dlm hal pekerjaan, harta, keluarga, pendidikan, persahabatan, rumah tangga, hingga ke penyakit & kematian. Semua itu adalah ujian. Klo kita bisa mengontrol emosi kita ketika menghadapi ujian dng bersabar, pasti ada suatu hal positif yg bisa di petik (hikmah).
Manusia mahluk yg unik. Ia menjadi superior di bandingkan mahluk yg lainnya karena mempunyai kehendak bebas (free will). Ujiannya ada di pilihan. Ketika ia di berikan dua pilihan, ia bisa memilih. Memilih untuk beriman / kuffar, memilih untuk bersabar / marah, memilih untuk bnyak bicara / beraksi, memilih untuk berdiskusi / berkeluh kesah, memilih untuk bekerja / bersantai2, memilih untuk berdialog / berdiam diri, memilih untuk belajar / menyontek, memilih untuk menasehati / menggibah. Semua itu balik lgi ke pilihan pribadi seseorang.
Tips biar tenang dan jernih, ambil air wudhu, shalat sunnah & wajib, berdzikir & berdoa (doa2 yg ada dlm Al Quran).
Intinya sih dng kita bisa me-manage waktu, memperbanyak pengetahuan & melatih ketrampilan, serta memperkuat daya tahan spritual, pasti dng sendirinya kita bisa mengendalikan emosi kita yg sdang kacau balau. Karena Emosi itu terkait dng hal2 yg di atas tsb. Trkadang kita trlalu memaksakan keinginan (hasrat/ambisi) pribadi yg melahirkan egoisme. Dampak dari hal tsb adalah timbulnya emosi yg seimbang. Karena lahirnya kekecewaan adalah, trlalu bnyak berharap akan keinginan (hasrat/ambisi) pribadi yg blm tentu baik buat diri kita.
*timbulnya emosi yg tdk seimbang
“Diwajibkan atas kamu berperang, Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 216)
NB : Boleh jadi, suatu kejadian yg kita alami adalah sebagai bahan ujian bagi kita untuk menaikan level / kualitas diri kita. *terkait dng sistem yg baru : selama sistem itu adalah sesuatu yg bermanfaat di kinerja karyawan, alangkah baiknya kita mempersiapkan diri untuk mempelajarinya. Dan optimis menyikapi hal tsb dng beradaptasi demi kepentingan bersama. ;-)
Me : makasii, gak nyangka akan sedetail itu jawabannya☺️
Hi axapta, semoga lebih baik
12 April 2016








