Romantisnya Gardena dan Malam pertama di Labuan Bajo (masih #day 7)
Petualangan babak selanjutnya dimulai!! Tentang flores yang beberapa bulan ini aku cari tau, sekarang ada di depan mata walaupun kakiku belum menginjakkan tanahnya karena masih berada di atas kapal. Waktu itu jam sudah menunjukkan waktu sekitar hampir jam 4 sore WITA, setelah kapal bersandar kami bersiap-siap untuk turun dan aku juga mulai mengecek kembali penginapan yang termurah melalui internet, kami turun bersama beberapa orang backpacker bule yang tadinya berada satu kapal dengan kami. Berjalan denga carrier besar dan penampilan yang bisa dibilang uda lecek adalah sasaran empuk para caloers yang menawarkan penginapan, ojek dan juga paket wisata.
Penginapan yang pertama kami datangi (maaf lupa namanya) berada dekat dengan pelabuhan, penginapan tersebut berada di lantai dua dan di lantai satunya adalah rumah makan denganpemilikyang sama. Kami dipersilahkan untuk melihat isi kamar, kamarnya berdinding kayu, beratap seng dan tidak terlalu tinggi memberikan kesan panas dan tentu saja tidak nyaman ditambah lagi harganya yang tidak sesuai menurut kami. Kami melanjutkan perjalanan dengan masih membawa perkakas dipunggung.
Setelah beberapa penginapan yang didatangi, akhirnya kami mendapat penginapan yang menurut kami sangat paaaaasss….fasilitas dan harganya sangat cocok apalagi mengingat kami sangat butuh istirahat di tempat yang “nyaman” setelah beberapa hari diperjalanan dan memang kami juga belum mengeluarkan biaya satu rupiah pun untuk membayar penginapan, inilah saatnya kami memanjakan diri sejenak pikirku :-D. kami memilih penginapan Gardena yag jaraknya juga tidak terlalu jauh dari pelabuhan, kami memilih kamar ekstra bed dan ditambah satu matras untuk kami berempat udah termasuk dengan sarapan pagi seharga Rp. 280ribu (semoga ga salah).
Lega rasanya nemu kamar mandi, nemu wc, bisa mandi sepuasnya belum lagi bisa rebahan di kasur empuk…wiiiiih surgaaaaa!!! Di depan teras kamar kami terlihat pemandangan pelabuhan tempat kapal kami tadi bersandar dan sore hari itu beberapa teman ku yang sudah mendapat giliran mandi duluan, duduk diteras sambil menikmati matahai yang perlahan tenggelam. Aku sendiri masih betah berlama-lama dikmar mandi karena ada sesuatu yang sudah bebeapa hari belum dikeluarkan . :-p
Setelah bersih-bersih dan merapikan barang barang bawaan kami, jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Kami memutuskan untuk cari makan di luar sambil jalan-jalan melihat kota Labuan bajo dimalam hari. Setelah menemukan tempat makan, sembari menunggu antrian dan pesanan aku dan Johan berinisiatif untuk mendatangi pelabuhan nelayan yang jaraknya tidak jauh dari tempat kami makan berharap bertemu nelayan yang akan menyebrang ke pulau Komodo atau sekitarnya yang kapalnya bisa kami tumpangi dengan membayar harga yang tentu saja jauh dengan harga kapal-kapal yang membuka trip ke pulau Komodo dan sekitarnnya. Setelah tiba dipelabuhan nelayan, ternyata tidak seperti dengan apa yang kami pikirkan. Pelabuhan sepi Tidak ada ada satupun nelayan yang kami jum[ai saat itu selain beberapa orang yang sedang mancing di ujung dan di pinggir dermaga, sempat kami bertanya dan mengobrol sedikit dengan seorang bapak dan menanyakan tarif penyebrangan jika menggunakan kapal- kapal yang pada umumnya di tumpangi orang yang akan menuju pulau komodo dan ternyata harganya memang sangat mahal bagi kami. Mengingat Helen dan Ninda sudah menunggu lama dan pesanan kami pasti saja sudah datang, aku dan Johan memutuskan untuk kembali menemui Helen dan Ninda di tempat makan.
Sepiring nasi goreng dan semangkuk capcai beserta nasi sudah ada di atas meja sudah mulai dingin menunggu untuk kami santap. Aku menyampaikan info yang kami dapat dipelabuhan tadi kepada Ninda dan Helen, dan setelah makan kami memutuskan untuk lanjut berjalan-jalan dan duduk santai disekitarpelabuhan berharap bertemu nelayan yang bisa kami tumpangi. Kami kembali lagi menuju pelabuhan yang tadi aku datangi bersama Johan. Kali ini kami berempat, suasana masih sepi seperti tadi hanya saja ada beberapa orang pemuda yang sedang duduk santai didepan sebuah toko yang sudah tutup yang berada dekat dengan pelabuhan. Kami saling menyapa dan mereka mempersilahkan kami untuk duduk bergabung dengan mereka , kami menampaikan maksud kami kepada mereka dan kebetulan saja ada seorang dari mereka yang pamannya memiliki kapal yang mungkin saja bisa mengantarkan kami menyebrang dengan harga menurut kami lumayan murah jika dibandingkan dengan kapal pada umumnya. Dia mencoba menghubungi pamannya lewat hp, tapi beberpa kali coba dihubungin tetap tidak bisa, karna waktu pada saat itu sudah hampir tengah malam dan kami juga ingin istrahat, kami saling bertukar nomor hp untuk saling berkabar apabila sudah ada keputusan dari pamannya. Sampainya dipenginapan, kami langsung beristirahat dengan harapan besok ada kabar gembira untuk kami.