#Day 8, Masih Di Labuan Bajo.
Sudah dua hari kami berada di Labuan bajo. Belum ada kabar baik yang kami dapat. Untuk sementara kami memutuskan untuk jalan-jalan mengeksplore Labuan bajo saja. Tidak lama handphone ku berbunyi menandakan ada satu pesan yang masuk dan ternyata itu dari orang yang kami temui tadi malam, dia mengabarkan kalau pamannya tidak bisa membawa kami ke pulau Komodo. Kami berempat hanya saling pandang sambil senyum-senyum bego. Setelah mandi dan beres-beres, kami berempat turun kebawah untuk sarapan, makanan sudah disediakan pihak hotel. Bahagia rasanya karena hidangan sarapannya enaaak…ada nasi goreng, banana pancake, roti bakar, salad  teh dan juga kopi. Kami bisa ambil apa aja yang kami mau dengan porsi sesuka hati karena dihidangkan secara prasmanan dan ga ada yang jagain mejanya meeeen…ini adalah keberuntungan ganda bagi backpacker kere :p
Setelah mengisi perut dengan menu makanan yang ga cuma satu, kami berempat kembali lagi keatas menuju kamar.  Kembali ada pesan masuk di handphoneku, ada yang ajakin aku kenalan, hhaha..dia tau tentang kami dari orang-orang yang malam kemarin kami jumpai di pelabuhan.  Dia ngakunya siswa SMK jurusan pariwisata, dia bermaksud mengajak kami untuk jalan-jalan di sekitaran Labuan bajo.  Walaupun awalnya sempat agak bingung, aku mengiyakan ajakannya. Namanya Alfaruk, biasanya dipanggil Adul. Adul bilang dia yang menjumpai kami ke hotel tempat kami menginap, kami janji bertemu pukul 3 sore. Kami bertemu tepat waktu, tepat pukul 3 adul sudah menunggu kami. Setelah berkenalan, kami meminta adul untuk membawa kami ke pantai yang tidak terlalu jauh. adul mengajak kami ke pantai Pede kami kesana dengan menggunakan angkot, karena waktu itu sangat panas.  Sampai di pantai Pede kami santai-santai sambil minum kopi yang kami buat sendiri dengan kompor trangia. Kami menghabiskan sore sambil ngobrol, dan ternyata adul adalah orang Komodo asli, setelah dia tau kami ingin kesana, dia menawarkan diri untuk mengantarkan kami kekampungnya dengan menggnakan “kapal rakyat” (boat kecil untuk mengangkut masyarakat sekitar pulau komodo & baru dapat info ttg ini dari Adul)  dengan ongkos 25 ribu saja. Bukan Cuma itu keberuntungan yang kesekian kalinya kami dapat, kami juga ditawarkan untuk tinggal dirumahnya selama kami berada di sana.  Waaaaw that’s so awesome right? Memang kalau niat kita baik, maka kita akan dikelilingi orang baik pula :-D
Setelah dari pantai Pede, sekitar pukul 6 sore kami jalan kaki menuju puncak waringin untuk menikmati sunset, di sana kami bertemu dengan teman-temannya Adul. Dua dara manis berseragam pramuka itu  malu-malu tapi ramah, namanya Muli dan satu lagi namanya (maaaaaf aku lupa). Kami ngobrol santai sambil menikmati sunset indah sore itu dari puncak waringin. Malam harinya kami kembali tiba di penginapan. Malam itu kami menghabiskan waktu di kamar saja, istirahat untuk persiapan besok. Menu makan malam kami waktu itu adalah supermien kuah ekstra pedas yang kami masak sendiri di teras kamar dengan trangia. malam  itu kami kedatangan tamu. Adul, muli dan temannya datang lagi mengunjungi kami. Kami makan malam bersama mereka dengan supermien kuah ekstra pedas ternikmat se Labuan bajo :-D.











