Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

@theartofmadeline
almost home

ellievsbear
icyghini twinkie
cherry valley forever
I'd rather be in outer space 🛸

pixel skylines

bliss lane
RMH
Misplaced Lens Cap
Keni
Fai_Ryy
h
Cosimo Galluzzi

#extradirty
sheepfilms

KIROKAZE
seen from Malaysia

seen from United States

seen from Colombia
seen from France
seen from Netherlands

seen from United States
seen from United States

seen from Bolivia

seen from Brazil

seen from India

seen from Germany

seen from United States
seen from Bangladesh

seen from Israel
seen from United States
seen from Germany
seen from United Kingdom
seen from Italy
seen from Mexico
seen from United States
@devisaufayardha

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Lihat Segalanya Lebih Dekat
Mungkin diri ini perlu belajar untuk melihat lebih dekat tentang segala sesuatu.
Agar dapat lebih memahami yang sebenarnya, agar lebih mengenal yang sesungguhnya, agar lebih menghargai yang apa adanya.
Sebab aku merasa, terdapat jarak dan ruang untuk kesalahpahaman yang mungkin terjadi, saat kita tak saling mencoba untuk melihat lebih dekat.
Melihat lebih dekat, membuat diri ini lebih banyak bersyukur akan keindahan dan kebaikan bahkan kebahagiaan dan keajaiban yang terserak di sekitar. Meski oleh sesuatu yang sederhana sekali. Yang selama ini agaknya tertutupi oleh lelahnya rutinitas, amanah, dan perjalanan hari-hari.
Melihat lebih dekat, membuat hati ini lebih lapang dari adanya kumpulan duga prasangka, yang selama ini mudah tumbuh oleh karena belum mengenali seutuhnya.
Melihat lebih dekat, membuat pikir ini lebih bermakna oleh karena hikmah yang bercerita diatas segala.
"Pergilah gundah, jauhkan resah, lihat segalanya lebih dekat, dan kau bisa menilai...lebih bijaksana... Lihat segalanya lebih dekat, dan kau...akan mengerti..." -Petualangan Sherina-
Semua Ibu Bekerja dan Berharga
Suatu pagi saat sedang menemani anak bermain di lapangan, ada seorang anak tetangga berusia 8 tahun yang juga sedang bermain dan aku ajak ngobrol.
🧕: "Mama kamu ada di rumah?"
🧒: "Iya ada. Lagi beres-beres".
🧕: "Oh, emangnya mama kamu gak kerja?"
🧒: "Mama kerja. Kan itu lagi beres-beres. Mama setiap hari kerja anterin sama jemput aku dan adik ke sekolah. Mama juga siapin aku makan dan semuanya."
🧕: "Oh iya ya.."
Mengingat obrolan itu aku jadi menyadari kalau semua ibu itu bekerja. Dan aku belajar dari seorang anak kecil untuk menghargai setiap perbuatan dan usaha yang dilakukan oleh seorang ibu. Yaa sekalipun ibu rumah tangga yang katanya "dirumah saja", tapi justru kan pekerjaan rumah itu yang tiada habisnya, tiada liburnya. Begitu juga ibu bekerja, setelah lelah menjalani peran diluar rumah, masih harus berhadapan juga dengan peran utama sebagai ibu dalam keluarga.
Menjadi ibu rumah tangga ataupun ibu bekerja, nyatanya kedua peran ini sama-sama berharga. Semuanya berusaha untuk menjadi versi terbaik diri dengan kondisi kehidupan yang beragam.
Semangat untuk semua ibu yang selalu "bekerja" setiap harinya. Percayalah semua lelah itu tertulis rapi dalam kalam Illahi yang takkan pernah salah menuliskan balasan terbaik bagi setiap hamba.
.
[Menggenggam Dunia Akhirat]
Sejak menjadi orangtua dan menjalani peran sebagai ibu rumah tangga, rasanya dunia menjadi lebih sempit. Sebab hampir sebagian besar bahkan seluruh waktu dihabiskan untuk urusan pasangan, anak, dan rumah.
Menjadi ibu rumah tangga itu memang sebuah pilihan. Awalnya, sebelum benar-benar menjalani peran sebagai ibu rumah tangga, rasanya sangat antusias. Harapan dan bayangan ideal tentang menjadi ibu yang dapat mendampingi setiap waktu proses perkembangan anak, tentu sangat membahagiakan. Namun ternyata, benarlah bahwa hidup adalah ujian.
Ya, begitulah yang kurasakan saat menjalani pilihan hidup menjadi ibu rumah tangga. Rasa bahagia, semangat, dan haru menikmati kebersamaan dengan anak seringkali terkubur dengan keriuhan menghadapi rutinitas, energi dan rasa penasaran anak yang semakin aktif berceloteh, bergerak, dan bereksplorasi, ditambah tugas domestik harian yang jika dibiarkan semakin lama menumpuk tiada henti. Apa kabar waktu luang. untuk diri sendiri? Apalagi jika memang semua dikerjakan sendiri tanpa asisten pribadi. Dan semua itu terus berjalan tanpa mengenal hari libur, tanggal merah, atau cuti.
Belum lagi jika seorang ibu rumah tangga dihadapkan pada cerita perempuan yang berperan sebagai ibu tapi tetap mampu berkarir, berwirausaha, dan memiliki penghasilan sendiri. Rasanya bagaikan melihat kehidupan yang cemerlang dan sangat sempurna. Sedangkan diri ini yang hanya dirumah saja setiap hari dan menanti pemberian suami? Oh entahlah, terasa seperti ada bagian diri yang tak berarti.
Harus kuakui, pilihan menjadi ibu rumah tangga yang nampak santai ternyata juga memiliki ujiannya tersendiri. Menyesal? Sedikit rasa manusiawi itu mungkin pernah ada. Namun percayalah, jika kembali menyadari bahwa menjadi ibu adalah salah satu amanah sekaligus karunia terbaik dalam hidup dan masa kecil anak takkan terulang kembali, rasanya seorang ibu rumah tangga patut amat bersyukur atas semua keistimewaan waktu dan kesempatan dirumah bersama buah hati.
Dan jangan lupa kalau hidup bukan melulu tentang pencapaian kasat mata. Hidup ini juga bukan sebatas di dunia. Masih ada tujuan akhir terbaik untuk kita usahakan yaitu pahala dan kebaikan di akhirat yang abadi.
Musim yang Tak Pernah Berlalu
Hujan di musim dulu
Payung sabar sayangmu menaungi selalu
Dari kuyup yang basahkan jiwa ragaku
Aroma semangkuk mi rebus bertabur cabai dan bumbu
Menghangatkan cerita kanak remaja kala itu
Hujan di musim dulu
Kemudi roda empatmu selalu tepat waktu
Pastikanku selamat antara Juanda sampai stasiun kampusku
Di masa pulang kerjamu
Sepeda motor dan jalanan menuju masjid jadi saksi bisu
Bapak dan anaknya berbonceng penuhi azan yang berseru
Hujan di musim dulu
Mantel doa sujudmu selimuti gigilku
Dari ranai yang genangi lelah meragu
Menghalau angin di segala penjuru
Seolah nyatakan pesan syahdu
"Bapak akan selalu yakin padamu
"Selamat menyambut masa depan baik, putri kecilku."
Hujan di musim kini
Selepas berpulangnya cinta pertama hati
Yang seperti hujan tetiba meluruh di bumi
Tiada lagi atap sejenak menepi
Senandika berpayung sunyi
Hujan di musim kini
Mereka bilang hujan segera berhenti
Nyatanya ia mengundang guntur gemuruh dalam sepi
Derasnya enggan mereda hingga sesak membanjiri sanubari
Bandang menerjang langkah-langkah kaki
Perlahan tapi pasti
Musim hujan itu akan tetap berganti
Dan meski Bapak tiada lagi di sisi
Musim cintanya selalu menetap di hati
Bukan karena sakti
Tetapi tunduk taat meresapi
Bahwa kita adalah hamba yang tergenggam kuasa Illahi
Dan musim cinta-Nya adalah satu yang takkan pernah berlalu pergi

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
[Terpesona Cahaya]
Di era media sosial hari ini, begitu mudahnya kita mendapatkan berbagai informasi dan pembaruan terkini tentang berbagai hal. Kalau sudah berselancar di dunia maya, rasanya berjam-jam juga berlalu tanpa terasa. Dan sejak jadi ibu rumah tangga, yang fokus kehidupannya berkutat seputar urusan keluarga, aku merasakan betul betapa gawai dan media sosial di dalamnya menjadi sarana terfavorit untuk melepas penat.
Seru rasanya membaca berita, cerita, dan realita (reality) show yang dibagikan di media, termasuk meski hanya melihat status Whatsapp orang-orang. Ya, siapapun bisa jadi konten kreator hari ini. Siapapun bisa berbagi tentang diri dan hidupnya. Siapapun berlomba membangun branding diri yang baik.
Melihat semua itu di media sosial, adakalanya tujuan melepas penat malah berubah jadi pemicu penyakit hati. Entah, mungkin aku kerap berada di fase yang ingin bisa mulai produktif lagi melakukan hal lain selain mengurus anak dan keluarga, namun rasanya masih belum bisa menemukan jalannya. Jadi setiap melihat kehidupan orang yang nampak cemerlang, teratur dan bahagia, hatiku terusik. Mungkin iri, tetapi juga terasa sedih. Mengapa aku tak bisa seperti mereka? Bahkan dengan keluarga atau saudara terdekat sekalipun, aku bisa merasa tak nyaman melihat pencapaian mereka.
Aku pernah di fase itu. Dada rasanya sesak. Akhirnya kuputuskan untuk mengurangi penggunaan media sosial dan membatasi melihat konten orang-orang yang berpotensi memunculkan perasaan negatif. Dan aku mencoba menata hati lagi. Menyadari betapa silau dan lelah diterpa sinar-sinar dari luar diri.
Lalu ada yang berdesir di hati ini. Jika selama ini mungkin terlampau sibuk menatap yang jauh. Mengapa tak sibukkan diri dengan menikmati apa yang tergenggam di hidup kita hari ini?
Karunia Terbaik Itu Mengingatkan Kepada-Nya
"Apa karunia terbaik yang kau genggam hari ini?"
Jika berbicara tentang karunia dalam kehidupan, tentu tak terbilang. Niscaya kita takkan sanggup menghitungnya. Kalau harus memilih, menurutku salah satu karunia terbaik dari Allah ialah berupa kehadiran seorang anak.
Bagiku, karunia memiliki buah hati di setiap fasenya sangat menakjubkan. Mulai dari fase mengandung sampai melahirkan dan kini mengasuh seorang anak, menunjukkan kasih sayang dan kekuasaan Allah yang tiada tara. Sejak masa mengandung aku selalu dibuat haru dan kagum. Betapa Allah Maha Kuasa untuk menciptakan proses terbentuknya janin hingga terus bertumbuh menjadi wujud manusia yang sempurna.
Ketika anak lahir ke dunia, seketika itu juga aku kembali diingatkan tentang kebesaran Allah bahwa jika tanpa pertolonganNya, sungguh aku tidak akan mampu melalui proses persalinan yang luar biasa.
Setiap anak dikaruniai fitrah berupa kesucian dan ketulusan. Maka tak heran jika bayi yang baru dilahirkan senantiasa membawa kebahagiaan bagi siapa pun yang menatapnya. Menjadi orangtua aku menjadi belajar tentang arti kasih sayang dan memberi dengan berharap kebaikan dari Allah.
Setiap senyum, tawa, celoteh, gerak gerik, dan bahkan tangisan dari seorang anak memberikan kesan dan kenangan tersendiri bagi orangtua. Dan hal inilah yang takkan dapat ditukar atau dibeli dengan apapun. Menjadi orangtua juga merupakan anugerah terbaik dari Allah karena dengan inilah kita memiliki peluang untuk beramal ibadah dan beramal saleh sepanjang usia.
Selama kita menjalankan peran dan tanggungjawab sebagai orang tua bagi anak kita, meskipun lelah dan tak mudah dengan segala tantangannya. Maka sepanjang itulah insyaallah pahala dan keberkahan akan terus mengalir. Itulah mengapa kelak manusia sudah tiada di dunia, hanya ada tiga hal yang akan tetap mengalir kebaikannya. Salah satunya ialah doa dari anak keturunan yang saleh salehah.
Memiliki anak sejatinya bukan hanya sekedar status, lucu-lucuan, atau mengikuti keharusan di masyarakat semata. Memiliki anak dan menjadi orangtua merupakan amanah terindah dan terhormat dari Allah. Maka, bersyukurlah bagi sesiapa yang telah dikaruniai anak keturunan. Serta bagi setiap orang tua yang senantiasa berupaya mendidiknya menjadi generasi yang bertakwa. Karena disanalah kita bisa mendapatkan kebahagiaan tak berkesudahan bahkan kelak hingga di keabadian.
Ya, sungguh setiap karunia itu adalah hadiah terindah dalam kehidupan. Namun, kita takkan mendapatkan karunia terbaik sepanjang karunia itu justru melalaikan kita. Menjadikan kita lupa kepada Sang Pemilik dan Pemberi Karunia. Karena karunia terbaik itu bukan tentang seberapa hebat, bagus, mahal, dan berharganya.
Karunia terbaik ialah bagaimana setiap karunia itu mengingatkan pada-Nya. Sebagaimana untaian kata penuh makna salah satu hamba pilihan di dalam Al-Qur'an Surat An Naml ayat 40,
"...Ini termasuk karunia Rabb-ku untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau berbuat kufur. Siapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Siapa yang berbuat kufur, maka sesungguhnya Rabb-ku Mahakaya lagi Mahamulia.”
Sebagaimana nama yang kusematkan pada buah hatiku; Zaid Fadhli Rabbi Sulaiman. Berharap kelak sepanjang hidupnya, ia akan selalu memahami bahwa setiap karunia bukanlah karena semata-mata kehebatan dirinya. Melainkan Allah yang Maha Memiliki dan Memberi Karunia bagi seluruh alam semesta.
Dari Balik Kemudi : Tak Semua Hal Selalu dalam Kendali
Saat mengemudi kendaraan, adakalanya semua terasa seperti otomatis berjalan dan terjadi. Ya, rasanya semua kemampuan untuk mengemudi datang dari dalam diri sendiri. Apalagi ketika sudah terbiasa mengemudi, seringkali jadi merasa bahwa medan jalanan seperti apapun akan mudah dilalui.
Memang, usaha dan latihan serta jam terbang yang mumpuni takkan menjadi hasil yang mengkhianati. Namun, tetaplah ingat dan hati-hati dengan hakikat diri yang manusiawi. Bahwa semahir apapun kemampuan mengemudi dan selihai apapun mengelola hidup ini, takkan sanggup semua hal untuk selalu dalam kendali.
Sebab ada hal-hal diluar diri yang tak bisa seketika dibuat berhenti. Misalnya, bagaimana perilaku dan ucapan orang lain yang mengomentari. Ada pula peristiwa-peristiwa takdir Illahi yang mungkin tak pernah terbayangkan sama sekali. Bahkan terkadang tak mampu untuk mengendalikan pikiran dan perasaan diri sendiri.
Begitulah, dibalik semua penampilan terbaik, keelokan rupa, dan kegagahan jejak kemudi, semua itu hanyalah bagian dari titipan Illahi Rabbi, Sang Maha Penggenggam Kemudi.
@introvertsnation
My Instagram | Youtube
Dari Balik Kemudi : Masih Ada Kebaikan yang Menyentuh Hati
Mengemudi kendaraan di kondisi jalanan hari-hari ini bisa dikatakan sangat penuh tantangan. Bagaimana tidak, jalanan kini senantiasa dihiasi lalu lalang kendaraan yang semakin tak terkendali. Baik jumlah maupun jenis kendaraannya.
Belum lagi jika bicara tentang perilaku para pengendara. Banyak ragam perilaku pengendara yang membuat tak habis pikir dan mengelus dada. Sebut saja pengendara yang suka mengebut dan ugal ugalan atau pengendara yang berjalan sesuka hati (belok kanan atau kiri tak selaras lampu sein, menyeberang langsung terobos tak tengok kanan kiri). Semua itu dilakukan seperti tanpa memikirkan keselamatan diri sendiri dan pengendara lain yang kebingungan bahkan nyaris celaka karena aksinya.
Kalau diperhatikan lagi, pengendara saat ini pun nampaknya banyak yang mengalami krisis kesabaran dan kesadaran. Lihat saja bagaimana perilaku pengendara yang tak sabar menunggu lampu lalu lintas. Baru saja lampu berubah warna kuning sudah langsung tancap gas sekencang mungkin atau saat masih lampu merah pun, jika ada celah jalanan kosong, maka akan langsung jalan kencang tanpa menunggu lagi lampu yang berubah hijau. Bahkan yang terparah sampai menimbulkan korban jiwa adalah kasus pengendara yang menerobos palang kereta api.
Dan yang paling sering kualami, yaitu saat akan menyeberang jalan atau memutar balik kendaraan. Barisan kendaraan yang melihat seseorang akan menyeberang jalan bukannya mengurangi kecepatan dan memberi kesempatan, justru malah menge-gas kendaraannya agar melaju secepat mungkin. Seolah-olah sangat rugi jika harus memberikan jeda walau hanya sedetik bagi pengendara atau pengguna jalan yang lain. Aku sampai pernah mengalami tertabrak motor di bagian belakang kendaraanku hanya karena pengendara motor yang tak sabar dan sangat grasak grusuk.
Maka, di dunia jalanan yang semakin penuh huru hara ini, aku selalu tersentuh dengan kebaikan hati para pengendara yang dengan kesadaran dan kesabaran penuh berusaha memberikan jalan dan ruang untuk pengendara lainnya. Pengendara yang rela berhenti dengan sengaja untuk memberikan kesempatan bagi kendaraan atau pengguna jalan lain untuk sekedar menyeberang jalan. Bahkan membantu memberikan tanda agar kendaraan lain di belakangnya mengurangi kecepatan. Terkesan sangat sederhana, namun sungguh ini sangat berkesan.
Aku selalu mendoakan kebaikan untuk para pengendara yang masih ada kebaikan di hatinya untuk peduli pada para pengendara lainnya. Sebisa mungkin, aku pun belajar untuk menjadi pengendara seperti itu, serta menanamkan kesadaran bahwa jika kita memudahkan urusan orang lain, niscaya perjalanan kita pun akan dimudahkan dan dilindungi selalu.
Begitupun dalam situasi kehidupan di jaman ini. Dimana kondisi ekonomi semakin sulit, kondisi negara penuh berita nestapa, ujian akhir jaman yang penuh dinamika, sudah selayaknya kita saling peduli dan melakukan kebaikan apapun yang kita mampu bagi lingkungan sekitar. Menjauhkan diri dari prasangka buruk, ujaran kebencian, apalagi sampai menjatuhkan dan mencelakakan orang lain.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Dari Balik Kemudi
Sudah cukup lama aku sering merefleksikan bahwa manusia dalam menjalani hidup ini dapat diibaratkan seperti orang yang sedang mengemudikan kendaraan.
Kurasa analogi itu cukup sesuai karena setiap orang memang telah dikaruniai aset berupa kendaraan yang dilengkapi dengan kemudi untuk mengendalikannya, dan jika diibaratkan dalam diri manusia yaitu seperangkat jiwa raga serta kemampuan untuk mengelola berbagai hal dalam kehidupan.
Selain itu ada hal dalam perjalanan hidup ini yang juga diperlukan seperti saat akan berkendara, bahwa kita akan selalu membutuhkan arah dan tujuan. Meskipun tak jarang, kita tergoda oleh beragam tujuan perjalanan-perjalanan singkat dengan label hiburan, jajan, lainnya yang jika tak dibatasi, cenderung kepada memuaskan hawa nafsu semata.
Perjalanan hidup dan perjalanan mengemudi pun tak lengkap rasanya jika tak dihiasi oleh hubungan dengan sesama manusia atau pengemudi lainnya. Kita memerlukan kesadaran dan pemahaman terbaik untuk dapat saling menghargai, berbuat kebaikan, dan mendahulukan kepentingan yang lain saat diperlukan.
Kisah Sang Resah yang Berhikmah
Kembali menulis. Lagi.
Pada akhirnya aku memutuskan untuk kembali menulis hari ini. Sebab aku merasa begitu banyak rupa dan cerita yang terserak baik di kepala maupun di dunia realita.
Diantara banyaknya kisah dan drama yang berbumbu dinamika dalam kehidupan ini, semuanya akan menjadi tersia jika tiada satu pun yang dapat diambil hikmahnya.
Menulis menjadi caraku untuk mengurai perlahan arus pikiran dan kumpulan perasaan yang terbelit dalam diri. Jika itu semua tak terurai dengan bijak, niscaya menjadi sebuah gumpalan bom waktu yang bersiap meledak kapan saja.
Menulis menjadi jalanku untuk meluapkan keresahan yang terasa tak wajar dalam diri, namun sesungguhnya itu bisa menjadi sesuatu yang manusiawi jika dialirkan melalui tulisan.
Dan yang menjadi harapanku, menulis menjadi titianku untuk menemukan kondisi kehidupan yang lebih baik selaras dengan semakin mendekatkan diri kepada Sang Penulis Kehidupan.
Prestasi Perempuan
Menjadi seorang perempuan yang tidak terikut arus dan menjadikan tiktok/sosmed sebagai standar pemikiran dan pandangan adalah sebuah prestasi yang menurutku besar. Keep it up :)
I’m not generalizing about that. Tapi rasanya tak sulit menemukan postingan yang viral di sana tentang berbagai bias pemikiran dari perempuan, oleh perempuan, untuk perempuan. And you know what’s the effect dear?
Pemikiran yang bias bisa bikin kita salah dalam memandang sesuatu. Kesalahan cara pandang bisa jadi sebab salah mengambil sikap dan kesimpulan. Salah mengambil kesimpulan berakibat pada salah dalam mengambil keputusan dan tindakan. So keep it in mind. Tidak semua orang bisa diambil pandangannya meskipun viral, meski terlihat benar hanya karena banyak yang ngelike dan mewakili sisi perasaan. Jangan lupakan bahwa kamu masih punya kecerdasan untuk menimbang kebenaran dari sebuah pernyataan. 'Dear My Future' | Quraners
Sepertinya kita memang perlu bosan
Bisa melamun dan bengong adalah cara menepi paling sederhana di zaman yang serba cepat ini.
Kembali menormalisasi duduk tanpa telepon genggam, makan tanpa menonton tayangan reels/vt dan sejenisnya.
Kembali merenungi diam tanpa mengkonsumsi informasi apa-apa.
Menikmati suatu tempat dan acara tanpa harus membagikan moment.
Memberi waktu untuk berpikir melambat, memberi jeda untuk mengambil keputusan.
Beristirahat yang sebenar-benarnya istrirahat.
Kembali hadir utuh disetiap perbincangan.
Tidak lagi membuat semuanya menjadi permasalahan dan menjadi perbandingan.
Gamasalah kalau tertinggal, gamasalah kalau harus berbeda tujuan.
Dan gamasalah juga menjadi biasa-biasa saja.
Kita tidak harus menjadi penting di mata dan telinga setiap orang.
—ibnufir

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Tuntas!
Alhamdulillaah. Syukur kuungkapkan sebagai wujud rasa lega setelah menyelesaikan tantangan menulis 30 hari bersama 30 days writing challenge jilid 46. Bersyukur karena kembali bisa menuliskan beragam ide dan inspirasi yang kutemukan sehari-hari. Khususnya terkait dengan tema pernikahan dan pengasuhan anak. Akhirnya bisa menabung lagi portofolio karya berupa tulisan yang aku selalu berharap bisa menjadi manfaat saat ini maupun di masa mendatang. #pengen punya buku solo lagi. Hihi. Aamiin. In syaa Allah.
Keikutsertaanku di 30 dwc jilid 46 ini lagi-lagi aku masuk di dalam grup kecil (squad) 3. Hehe. Kali ini aku menjadi bagian dari anggota Three Light Squad. Jujur ini adalah squad terketat dan ter-rajin untuk setoran tulisan yang pernah aku ikuti. Dan aku yang terbiasa dengan ritme santai bahkan tak terlalu mengejar kesempurnaan untuk setoran tepat waktu akhirnya jadi malu sendiri. Sejak awal hari pertama pun semua anggota dalam Squad 3 sangat disiplin untuk setoran tulisan tepat waktu. Kecuali aku 😅. Di hari pertama saja aku sudah menggoreskan warna merah di ladang menulis squad 3 karena aku langsung punya utang tulisan 😢 mohon dimaafkan ya teman-teman 🙏
Salah satu pelajaran terbaik yang aku dapatkan ialah di hari-hari pertama menulis, aku memang sempat kehilangan arah dan tak tahu harus memulai menulis apa karena tabungan ide-ku masih belum 'matang'. Aku masih harus banyak belajar untuk mempersiapkan tabungan ide dengan lebih baik. Memang agak nekat aku ini. Bank ide yang belum terlalu lengkap tapi akhirnya tetap ikut 30dwc. Akhirnya dalam perjalanan menulis seringkali mengutak-atik dan menggali lagi ide untuk menulis agar lebih terarah dan sistematis. Tak jarang menimbulkan utang juga di beberapa hari yang tapi Alhamdulillaah sudah berhasil aku lunasi semuanya. Yeey!
Pelajaran terbaik lainnya ialah aku harus belajar untuk meluangkan waktu menulis selain di waktu malam hari. Mengapa? Karena aku jadi sering begadang untuk menyelesaikan setoran tulisan 😭 meskipun jujur saja sebagai seorang emak dengan anak balita waktu malam itulah waktu paling luang setelah anak tidur tentu saja. Namun sedapat mungkin di kesempatan berikutnya jika ikut 30dwc lagi aku perlu belajar mengelola waktu agar tak mengorbankan waktu istirahat malam.
Tak jarang juga sih akhirnya aku memilih tidur saja di waktu malam dan setoran tulisan esok harinya. Daripada aku terus menerus begadang. Meskipun memang nilai setorannya jadi berkurang dan tak sempurna. Hehe. Begitulah bagiku yang penting bisa menuntaskan tantangan sesuai dengan kemampuan. Tak harus selalu berambisi dalam kesempurnaan. Namun tak ku pungkiri bahwa aku kagum dengan teman-temanku yang begitu konsisten menulis tanpa utang dan nilainya pun sempurna. Maa syaa Allah.
Akhir kata, terima kasih teman-teman Three Light Squad atas kebersamaan dan energi positifnya untuk konsisten menulis.
Terima kasih Kak Firdaus Azhardi sebagai Guardian yang berupaya peduli, merespon dengan baik, positif, dan suportif dengan anggota grup diantara kesibukannya yang sangat padat sepertinya. Tulisannya yang memuat unsur religi, reflektif, dan dakwah serta reaction emoticon Semangka! jadi ciri khasnya.
Kak Ayu Nurazizah, Kak Isnaeni Habibah kedua orang berlatarbelakang pendidik yang jarang muncul di grup tapi diam-diam konsisten banget menulisnya. Mewakili banget definisi "talk less write more". Hehe. Salut!
Kak Maria Fatimah yang nampaknya sama berperan sebagai IRT sepertiku tapi lebih bisa konsisten dengan menulisnya bahkan sempat terpilih juga jadi salah satu tulisan terbaik. Mantap!
Kak Santi Mutiara Purnama Asri yang sangat bersemangat dan provocative proactive hehe dalam mengikuti 30dwc dengan segala kontribusi dan karyanya. Di tengah kesibukannya sebagai pengajar musik juga. Kak Santi jadi satu-satunya fighter di squad 3 yang berani dan bersedia untuk jadi pemateri KOUF (sesi sharing materi seputar kepenulisan khususnya dan motivasi pendukung lainnya). Dan kerennya sesi KOUF jadi anti boring karena Kak Santi sekaligus menghibur dengan memainkan piano secara live. Hehe. Mantep banget Kak Santi. Semangat selalu menginspirasi!
Kak Sava. Satu-satunya fighter yang menulis setiap hari dengan bahasa inggris dan kerennya selalu bisa konsisten setoran di pagi hari. Jenis tulisannya pun menurutku semacam semi scientific gitu. Anti mainstream dan master in english banget deh. Selamat Kak Sava. Semoga lancar dan sukses dengan projeknya ya untuk bikin karya tulisan bilingual yang bermanfaat.
Kak Yazida Rizqa Haloningtyas. Namanya unik menurutku hehe. Aku beberapa kali baca tulisan kaka dan menurutku jenis tulisannya ringan tapi kerennya mengalir banget cara penceritaannya jadi asik bacanya dan tulisannya jadi berasa otentik aja gitu. Lanjutkan kak!
Utida Farida Utami. Kakak yang satu ini bagiku memberikan aura positif di grup squad dengan memberikan respon yang baik dan membangun semangat hehe. Meskipun sebagai anggota paling senior tetapi semangatnya jiwa muda. Tulisan fiksinya juga lihai banget membangun suasana dalam cerita. Tulisannya pernah terpilih jadi salah satu yang terbaik pilihan mentor juga. Semoga jadi novel fiksi best seller ya Utida. Hihi.
Dan untuk kakak-kakak Squad 3 yang belum berhasil menuntaskan 30dwc dengan segala keadaannya. Kak Arisatun dan Kak Inda, kalian hebat dengan semangat dan karya yang pernah ada di grup Squad ini. Kak Arisatun semoga dimudahkan dengan peran dan amanah mengasuh bayinya. Kak Inda semoga dimudahkan proses pemulihannya dan bisa beraktivitas normal kembali. Aamiin.
Mohon maaf teman-teman kalau ada yang kurang berkenan dari tulisanku ini. Mohon maaf lahir batin juga atas segala kesalahan saat berinteraksi.
Terima kasih pula yang spesial untuk Super Team 30 DWC yaitu Kak Rezky Firmansyah sebagai Founder sekaligus Mentor Non Fiksi, Kak Ratna Dhahita sebagai Mentor Fiksi, Kak Sari sebagai General Admin, Kak Aya sebagai Daily Report Admin, dan Kak Prisca sebagai Controller yang selalu cermat mengakumulasi nilai setiap fighter (sebutan untuk orang yang ikut 30 dwc).
Semoga Allah membalas setiap kebaikan kalian dengan keberkahan terbaik dunia akhirat ☺ Aamiin.
Sampai jumpa di kesempatan baik berikutnya!
@rezkyfirmansyah
@ratnadhahita
@ngisiteko