Sweet Seals For You, Always
Noah Kahan
Xuebing Du
Today's Document
Sade Olutola
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

ellievsbear



pixel skylines

Jar Jar Binks Fan Club
TVSTRANGERTHINGS
tumblr dot com
occasionally subtle
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
One Nice Bug Per Day
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Greece

seen from Australia

seen from United States

seen from Brazil
seen from Brazil
seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
@delapannbelas

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
That late night, I woke to her mournful crying. I got up, sat on the edge of her bed, and asked her where she felt uncomfortable, but she just kept crying.
Usually, she loved it when I wiped her hands, so I asked if she wanted me to do so, but she ignored me. I then asked if she wanted me to massage her feet —because she usually liked that too— but still there was no answer, only mourning, and it was painful to hear. I wished I could ease her despair, but there was nothing I could do. So I just sat there, watching her cry until she fell asleep.
In the morning, she woke up cheerfully, as if nothing had happened the night before. The day went well: she talked a lot and ate well. Then, just as we thougt things would only get better, at the very moment night arrived, she quitely faded into memory.
Gausah peduli walo dikatain sandwich generation, gpp tabungan dikit atau malah belum bisa nabung karna masih bantuin orang tua. Siapa bilang orang yang capek ga bisa bahagia? Bisa, selama ada rasa ikhlas dan ridho. Toh kalo Allah SWT sdh berkehendak ngasih rejeki, pasti dikasih dan kadang datangnya dari sumber tak terduga.
Anyway, rejeki bukan melulu soal duit kan ya. Kesehatan, urusan yg dipermudah, hati yang lapang dan lain-lain bentuknya, itu juga rejeki.
Katanya, penyesalan adalah hal terberat yang dibawa saat seseorang bertambah usia. Dan penyesalan yang menyangkut orang tua itu bisa ninggalin lubang besar di hati. Jadi jangan sampai deh.
Jahat ngga sih, anak yang kuliah merantau, hobinya berleha-leha, berfoya-foya, belajar juga seadanya, selalu ngaku kehabisan duit padahal memang dasarnya boros ngga jelas. Meanwhile, orang tuanya di rumah selalu khawatir anaknya sudah makan atau belum, duitnya cukup apa ngga dan merasa bersalah kalau ngga bisa ngirim duit banyak ☹
saya gak minta macam-macam
jika masih ada umur panjang
semoga dapat diisi dengan ibadah yang lebih baik
sehat fisik
juga waras

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
"Dalam teori aerodinamika, semakin cepat benda bergerak, semakin kecil hambatannya. Makanya, orang yang rajin akan lebih sedikit hambatannya,"
Kurang lebih begitu penjelasan Prof. Nasar dalam salah satu kuliahnya.
Akhirnya paham kenapa makin malas seseorang, makin banyak ngelesnya.
Voir la vie en rose
Quote ini selalu mengingatkan saya pada salah satu dosen bahasa perancis saya. Dosen yang bukan favorit saya tapi saya syukuri dan akan tinggal dalam long term memory saya.
Kami panggil beliau Madame Ambar. Usianya 72 tahun saat itu, dan ingatannya yang tajam bikin kagum. Yang juga sulit dilupakan dari beliau adalah mobil old volkswagen miliknya yang mengingatkan saya pada Profesor Agasa.
Tentang quote di atas, jadi quote ini sering beliau sampaikan saat saya dan teman-teman mulai suka ngeles: telat masuk kelas, bolos bergiliran, dan tidak mengisi buku grammar yang sudah dilabeli wajib oleh beliau.
Artinya kurang lebih, pandanglah hidup ibarat bunga mawar. Kata beliau, lelahnya belajar dan ujian itu ibarat duri. Sedang hasil dari belajar dan tidak menyerah adalah bunganya. Jika dihindari karena takut duri, maka jangan harap bisa dapat bunganya.
Setelah menjadi pendidik, saya paham bagaimana was-wasnya beliau harus mengajari kami dari nol. Bagaimana khawatirnya beliau melihat kami malas-malasan, tidak mengerjakan latihan grammar dan telat masuk kelas. Bagaimana besarnya harapan beliau agar kami semua lulus Delf B2.
Nah buat adik-adik yang malas masuk kelas, voir la vie en rose🌹
Gambar: https://pin.it/364g6gvn5zswsa
Tadabbur.
Ketika si bayi Musa ditemukan oleh istri Firaun, Allah atur agar Musa tidak ingin menyusu melainkan hanya kepada ibunya, mari kita tadabburi kisah ini :D
Allah mengatakan: “dan Kami cegah baginya menyusui dari perempuan lain sebelum itu”
Jadi Allah ‘mengharamkan’ semua ASI bagi Musa, dengan tujuan yang amat indah agar ia bisa kembali ke ibunya. Begitu kan? :D
Hmmm, Begitulah skenario Allah untuk musa, Allah memang menahan suatu perkara penting baginya (untuk segera menyusu) dengan tujuan agar ia mendapat susu yang lebih baik, yaitu dari ibunya sendiri.
Hakikatnya cobaan itu memang seperti itu, Allah tahan atau Allah ambil sesuatu dari kita, karena Allah sudah menyiapkan sesuatu yang lebih baik dari itu.
Syaikh Thanthawi dalam tafsirnya mengenai penggalan ayat ini mengatakan:
Jika Allah mengambil sesuatu darimu apa yang tidak engkau sangka-sangka, maka ketahuilah Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang tidak engkau sangka-sangka pula
Allahu Akbar!
Untuk itulah, diantara nama Allah adalah Al-Hakim, artinya adalah yang tidak ada sedikitpun kesalahan dan luput dari ketentuannya, karena ialah Al-Hakim, yang Maha Bijaksana dalam ketentuan dan ketetapannya. Diantara makna yang terkandung dari nama itu adalah ia bisa jadi memang menurunkan cobaan berupa kehilangan atau musibah ataupun cobaan lainnya dari hal-hal yang tidak kita sukai, karena Allah tau dan ingin dengan itu kita mendapat kebaikan dimasa yang akan datang.
Kita pasti pernah merasakannya kan? mendapat musibah, atau suatu ketetapanNya yang tidak kita sukai, namunn ternyata berujung amat baik bagi kita.
indah ya? :’)
Allah memang begitu :D
Rumah
Rumah bukan tentang bangunannya, tapi orang-orangnya.
Untuk yang sudah di rumah, selamat bersyukur. Nikmatilah rumah sesederhana apa pun materilnya.
Untuk yang belum di rumah, ucapkan alhamdulillah ala kulli hal. Peluk erat sabarmu. Allah mungkin hendak mengajarkanmu hikmah. Suatu saat nanti kalau dikenang lagi mungkin bakal buat tersenyum haru.
Taqabbalallahu minna wa minkum.
Selamat Hari raya idul fitri 1440 H 💕

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Tolong Bedakan : Introvert / Anxiety
Coba tolong bedakan lah ya antara introvert dengan anxiety. Tolong. Meskipun memang ada irisan dan gabungan dari beberapa faktornya, ada cara pandang berbeda soal kedua hal itu. Ibaratnya seperti dua buah tanaman, kedua hal itu memiliki jenis akar yang berbeda ibarat akar serabut dibandingkan dengan akar tunggang, bisa tumbuh di tanah yang sama tapi sejatinya berbeda bentuk dari yang ngga terlihat.
Misalnya gini. Suatu kali, ada seseorang (anggap saja dirimu sendiri) mesti melakukan sesuatu yang ‘baru’ dan cukup menantang. Normal dong, kalau mungkin kamu merasa ada semacam resisten yang menggelayuti diri, merasa ngga nyaman karena ngga terbiasa, bahkan jadi berpikiran yang macam-macam sebelumnya padahal hal itu sebenarnya belum terjadi dan bahkan sebenarnya ngga pernah terjadi. Udah bisa bedain dong, itu gejala apa?
Nah, sebenarnya hal itu dititikberatkan ke situasi dan persepsi, bukan pada karakter. Jadi, lebih tepatnya mungkin kasus tadi itu condong ke gejala gelisah. Normal dialami semua manusia, mau dia introvert atau ekstrovert meskipun pasti berbeda kadarnya dan cara mengatasinya. Dikatakan berhubungan, pasti ada hubungannya meskipun ngga bisa disamain bulat-bulat. Jadi, jangan langsung mengambinghitamkan gejala gelisah kamu satu garis lurus dengan karakter introvert kamu loh, kasihan. Ntar kamu ngga berkembang :) Masa mau gitu-gitu aja sepi-sepi mojok, dih.
Kalaulah kamu merasa diri sebagai introvert, kamu sebenarnya tetap bisa kok ‘menerjang’ sesuatu diluar zona nyaman, melakukan hal yang diluar kebiasaan kamu, tetap bisa kok tampil di muka umum, berbicara lancar, dan hal-hal enerjik lainnya. Perbedaan jelasnya ada pada kadar sejauh mana baterai psikis kamu bisa bertahan setelah itu, karena biasanya akan berefek CAPEK PAKAI BANGET setelah selesai melakukan hal itu. Setelahnya, ya pasti kamu butuh menyendiri dong, me-recharge diri kamu dengan apa yang ngebagusin mood lagi atau justru malah istirahat total. Kadang iya ngga sih, ngejalanin kegiatan ngga pake fisik yang berat tapi kok ngerasa capek banget ya? Kalau udah di puncak capek psikis, bawaannya suka jadi pegel-pegel dan ingin istirahat. It’s so draining. Pernah ngerasain kan, hei para introvert?
Nah, jadi bedain ya antara anxiety dan introvert, meskipun kadang efeknya ya suka beda tipis sih emang. Sebagaimana persepsi dari rasa gelisah bisa dikontrol, perasaan bawaan dari karakter introvert juga sebenarnya bisa mencapai titik optimal meskipun ya tahu sendiri lah ya batasnya sampe dimana. Yoi.
-miftahulfk
Avoid some of the Main Brain Damaging Habits
1. No Breakfast – People who don’t eat breakfast have lower blood sugar levels. This can lead to an insufficient supply of nutrients to the brain (and to underperformance in terms of thinking, processing, retrieval and memory skills).
2. Overreacting – This can flood the brain with chemical which interferes with clear thinking, logical analysis and memory.
3. Smoking – This can cause a shrinkage in the brain, and possibly lead to Alzheimer’s disease.
4. High Sugar Consumption – Consuming too much sugar interferes with the absorption of proteins and nutrients. These are essential for healthy brain development.
5. Air Pollution – The brain is the largest oxygen consumer in our body. Inhaling polluted air decreases the supply of oxygen to the brain. Again, this can reduce and interfere with the brain’s healthy functioning.
6. Sleep Deprivation – Sleep allows our brain to rest and rejuvenate itself. Long term sleep deprivation accelerates the death of brain cells. It interferes with putting down new memory traces, effective problem solving and memory retention.
7. Exercising your Brain in Times of Illness – Working or studying during times of sickness can lead to a ineffective thinking, poor processing, and to poor memory and retention.
8. Lack of Stimulation – Thinking is the best way to train our brain. Lack of stimulation can prevent new neural pathways from forming. It can also prevent us from reaching our potential in terms of creative thinking and analytical thinking.
Source: The World Health Organisation
Kitab Terbuka
@edgarhamas
“Al kaun”, kata Khatib Shalat Jumat Masjid Nabawi tadi, “kitabun maftuh”; alam semesta adalah kitab yang terbuka!
Kalimat singkat tapi menggetarkan. Namun percayalah, kita sudah ratusan tahun tak benar-benar memahaminya. Ketika aku bilang ratusan tahun, memang benar ratusan tahun, bukan bercanda.
Berkali-kali Allah kabarkan padamu, bahwa semesta yang setiap hari kau lihat dapat menjadi tanda dan pelajaran, inspirasi dan pengetahuan. Tapi, bukan untuk semua orang; hanya bagi mereka yang benar-benar berpikir.
Karena shalat berkaitan dengan waktu, maka kita membaca semesta untuk menyimpulkan kapankah ketika apakah shalat harus didirikan. Karena harus menghadap kiblat, kita tertuntut untuk membaca bumi dan ilmu ruangnya, untuk menemukan arah paling benar menghadap Ka'bah.
Umat kita diberi dua ayat untuk memimpin dunia. Ayat Qauliyah namanya Al Qur'an, dan ayat Kauniyah namanya semesta. Dan mungkin kamu akhirnya tahu kenapa umat ini terperosok jatuh di semak zaman, karena dua-duanya tak kita hiraukan.
Al Qur'an kita jadikan pajangan, dan pagelaran semesta kita jadikan pelengkap harian.
Lihatlah matahari ketika terbenam; sebesar apapun kekuatannya untuk membakar, ia tetap punya masa untuk berakhir. Lihatlah awan gelap sebelum hujan; sebelum hadiah utama turun ke bumi, selalu diiringi mendung yang mendebarkan hati. Dan lihatlah bulan purnama; terangnya indah menyinar malam, tapi ia persilahkan mentari datang untuk memimpin hari.
Kita perlu sering-sering memandang gerak semesta, barangkali ada ilham yang ingin disampaikannya. Dan ia ingin kamu yang menangkapnya, untuk kau jelaskan pada segenap manusia, “The greatest secrets are always hidden in the most unlikely places.”
Saatnya menjadi muslim seutuhnya, yang menjelajahi hebatnya Al Qur'an dan membaca semesta dengan pendekatan iman.
Yang Gaji Kamu Siapa?
@edgarhamas
Kata orang, carilah dunia dan jangan lupa akhirat. Tapi Al Qur'an bicara sebaliknya; “Dan carilah negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia.” (Al Qashash 77)
Manusia dari tanah, tapi diciptakan untuk melangit.
Semakin hatinya tak tertahan oleh dunia, maka semakin ringan ruhnya mencapai indahnya panorama di alam langit sana. Makin tertambat dunia, makin kaku sayapnya untuk terbang tinggi. Akhirnya, ia tertahan hanya di awang-awang; dunia tak didapatnya, akhirat luput darinya.
Saking tertahannya kita pada warna-warni dunia, sampai-sampai kita akhirnya mengukur segala sesuatu dengan ukuran dan timbangan yang juga berstandar dunia. Akhirnya kita lupa definisi bahagia sebenarnya, menyempitkan makna rezeki, menisbatkan pemberi rezeki pada mereka yang tak berhak menyandangnya.
Ujungnya, kita merona lebih bahagia ketika diberi uang daripada ketika bisa bangun subuh. Kita lebih sigap ketika bertemu pejabat daripada memenuhi masjid, kita berpakaian rapi menemui pemegang kebijakan, tapi lusuh ketika menghadiri shaf-shaf shalat jama'ah.
Yang lebih parah lagi, adalah ketika kita tertipu bahwa manusialah pembagi rezeki dan penentu nasib. Ketika manusia yang mungil dan lemah ini mengklaim diri sebagai penentu nasib manusia, selalunya ia berakhir dengan episode akhir yang duka.
Firaun bilang, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi”, lalu ia hanyut cukup dengan sentilan air. Namrud bilang, “Aku pun dapat menghidupkan dan mematikan”, kemudian ia mati hanya dengan sentuhan nyamuk.
Sepanjang perjalanan generasi sahabat membuka gerbang Romawi dan Persia, mereka tak pernah lancang berkata bahwa itu semua usaha manusiawinya. Selalunya, narasi indah justru tertuang megah, “Allah memenangkan kita di sini, Allah memenangkan kita di sana.”
Barangkali kalimat “yang gaji kamu siapa?” yang viral belakangan ini, hanyalah lidah yang terpeleset bukan pada tempatnya. Namun begitulah justru cara Sang Maharaya membeberkan isi hati yang barangkali adalah puncak terlihat dari sebuah gunung es kekusaman cara pemimpin kita memandang diri mereka.
Atau, mudah-mudahan, hanya karena mereka belum tahu bagaimana sejatinya logika Al Qur'an memandang nasib dan rezeki. Ini tugas kita, mari peduli dengan mencari pemegang kebijakan selanjutnya yang tahu frekuensi Qur'ani dalam bernarasi dan bekerja, atau, mereka yang siap mendengarkan arahan para Ulama.
Agar bangsa kita naik kelas dari pertanyaan, “yang gaji kamu siapa?” menjadi pernyataan “Allah memenangkan bangsa kita di sini, Allah memenangkan bangsa kita si sana.”
“My mother lost her eyesight slowly. At first her eyes began to change colors. The doctor told us that she needed a surgery, and I promised her I’d get the money. It was my dream to save her eyesight. I did some repair work. I helped our neighbors with construction projects. But I ran out of time and she went completely blind. Soon afterwards she fell very sick. She had to stay in bed for months. I was always there by her side. Even if there were a lot of people at home, she only felt at peace if I was next to her. I cleaned her. I fed her. I put my number on speed dial so she could call me at work. Toward the end she began to imagine things. My family thought she was losing her mind, but I think she was just lonely in the dark. She told me that she saw children. She told me there were princes coming for her. I’d sit and talk with her about the things she saw. I kept talking to her after she fell into a coma. I prayed with her. I asked her to forgive my father. I asked her to forgive me for not saving her eyesight. I didn’t have the money. But I gave her all that I could, which was my service.” (Jakarta, Indonesia)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Mawar itu biru, violet itu merah. Ada tapi tidak ada. Ribut tapi sepi.