– View on Path.
Keni

❣ Chile in a Photography ❣
Alisa U Zemlji Chuda
wallacepolsom

Kiana Khansmith
ojovivo
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

@theartofmadeline
Claire Keane
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
RMH
occasionally subtle

#extradirty

izzy's playlists!
Sade Olutola
Misplaced Lens Cap
trying on a metaphor

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from Malaysia
seen from Brazil
seen from Malaysia
seen from Belgium

seen from Malaysia
seen from Australia

seen from Türkiye
seen from United States
seen from Singapore
seen from United States
seen from T1
seen from United States

seen from Singapore

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
@dbrahmantyo
– View on Path.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
– View on Path.
with Nanda Amalia – View on Path.
– View on Path.
"Cynical is a word used by Pollyannas to denote an absence of the naivety they so keenly exhibit." --- Kita mengenal berbagai teknik persuasi untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang terhadap sesuatu. Dengan pesan, cara dan waktu yang tepat, persuasi menghadirkan perubahan dalam semesta seseorang atau beberapa orang. Kadang kita tak pernah tahu individu seperti apa yang berubah karena persuasi; dan dampak yang menyertai kemudian. Sebagai pelobi handal dengan reputasi cemerlang di Washington DC, Madelaine Elizabeth Sloane mengambil peluang menghadirkan perubahan di sebuah firma yang menangani kampanye undang-undang kepemilikan senjata api. Tugas Sloane adalah memenangkan voting di anggota dewan agar tidak memberi kemudahan atas kepemilikan senjata api. Sloane yang cerdas, dingin dan workaholic ini selalu berusaha berada di depan dengan segala taktik dan strategi yang dirancangnya. Dia akan melakukan segala macam cara untuk memenangkan "pertarungan". Seringkali manuver dan improvisasinya mengejutkan anggota tim bahkan pimpinannya. Garansi yang diberikan adalah kemenangan di dalam perang persuasi; tarik menarik kepentingan di atas jembatan titian bernama kode etik. Film drama politik berdurasi 132 menit yang ini menghadirkan Jessica Chastain sebagai pemeran Miss Sloane. Chastain mendapatkan nominasi pemeran utama perempuan terbaik di Golden Globe 2017. Naskah yang ditulis apik oleh Jonathan Parera ini disutradarai dengan baik oleh John Madden yang pernah mendapatkan nominasi untuk film Shakespeare in Love (1998). Tak hanya menyuguhkan beragam ide tentang permainan persuasi, Miss Sloane membawa kita menyelami karakter seorang profesional tangguh yang erat dengan lingkar kekuasaan. Apa yang memotivasinya? Bagaimana ia berfikir, bersikap dan bertindak sebagai individu maupun pemimpin tim? Apa yang dikhawatirkannya? Film ini rasanya cocok buat kamu yang bekerja di bidang politik, public relations, jurnalistik, ataupun marketing. Data dan informasi menjadi nutrisi bagi strategi melakukan lobi dan persuasi. "Lobbying is about foresight, about anticipating your opponent’s moves, and devising counter measures. The winner plots one step ahead of the opposition and plays her trump card just after they play theirs. It’s about making sure you surprise them, and they don’t surprise you." Yang pasti, sepanjang film diputar, aku menikmati plot yang digulirkan. Kadang kejutan adalah sesuatu yanh kita duga, namun kita enggan meyakininya benar terjadi. #moviereview #bicarafilm at Kuningan City XXI – View on Path.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
you are . . . – View on Path.
"Rasanya ada yang kurang yah?" "Kenapa?" "Kenapa kok nambahin saus di bakso yang udah enak ini? Kuahnya kurang sedap?" "Mmm...ga juga sih. Cuma udah kebiasaan aja kalo makan bakso pasti campur saus, sambel sama kecap." "Tanpa ngasih kesempatan rasa aslinya dulu?" "Biasanya sih gitu. Udah kebiasaan dari kecil." "Pernah nyoba ga gitu?" "Hmm... kayaknya engga. Ga tau sih. Lupa. Emang kenapa?" "Ya gak pa pa sih. Wondering di ingatanmu rasa bakso itu gimana. Aku sih udah lama ga nambahin saus, sambel dan kecap ke dalam kuah baksoku sejak lama. I need to taste the original flavor. Jadi bisa ngasih jawaban kalo ditanya: baksonya enak ga?" "Ah sama aja. Semua bakso sama aja. Enak atau enak banget!" "Hahaha.. emang kamu demen makan aja sih." "That's how it is." "Condiment itu buat aku untuk tambahan jika diperlukan." "Well.. I need those thing for my meatball soup." "Karena kamu terbiasa. Males mencoba hal baru." "Kupikir sih kamu yang terdengar ingin menawarkan kesederhanaan malah cenderung menjadikannya makin rumit. Makan bakso aja gitu loh." "Hahaha... mungkin. Mungkin saja hal yang sederhana itu datang dari proses yang rumit. Begitu juga sebaliknya, hal yang rumit itu sederhana saja saat kita mulai menjalani prosesnya. "Jangan sampe karena obrolan soal bakso, saus tomat, sambel dan kecap bikin aku batal naksir kamu yah." "Oh.. naksir toh?! Kirain cuma terbiasa." "Ngambek niiihh..." "Hahahaha...." #cerpath – View on Path.
"Separate and equal are two different things." -Dorothy Vaughan Salah satu institusi bergengsi yang menjadi tempat kerja impian jutaan orang di dunia, National Aeronautics and Space Administration (NASA), menawarkan beragam tantangan. Apalagi jika kamu perempuan dan berkulit warna di tahun 60-an. Tak cukup otak encer, disiplin, dedikasi dan komitmen untuk membuatmu dapat mempertahankan eksistensi diri sebagai kaum terpelajar yang sedang menjadi bagian dalam upaya mencatat sejarah umat manusia dalam perjalanan luar angkasa. Hambatan demi hambatan harus terus dilalui dengan usaha dan kegigihan. Sejarah NASA mencatat Katherine Johnson (Taraji P. Henson), Dorothy Vaughan (Octavia Spencer) dan Mary Jackson (Janelle Monáe) sebagai tiga perempuan hebat berkulit hitam pertama yang memiliki kiprah luar biasa di bidangnya. Berawal sebagai matematikawan yang dipekerjakan dengan batasan-batasan baik dalam lingkup profesional maupun sosial, tiga sekawan ini melakukan beragam usaha untuk membuktikan kemampuan sebagai profesional yang mestinya dapat membawa karir mereka berkembang; bukan ras, jender ataupun warna kulit. Film berdurasi 127 menit yang berkisah tentang perjuangan para perempuan hebat yang sering dipinggirkan ini disutradarai oleh Theodore Melfi. Mendapatkan banyak ulasan positif dari pemerhati film dan mendapatkan apresiasi berup nominasi di berbagai ajang penghargaan film dunia. Hidden Figures mengajak penontonnya untuk terlarut dalam emosi seorang ibu, perempuan karir yang terus berjuang mendapatkan kesetaraan hak sebagai profesional dan warga negara. Sebuah film yang wajib ditonton, terutama buat mereka yang merasa lelah dan mulai kehilangan keyakinan dengan profesi yang sedang dijalani. Mengutip novelnya, "Sometimes, she knew, the most important battles for dignity, pride, and progress were fought with the simplest of actions." #ulasanfilm #moviereview – View on Path.
Aku mencintaimu tanpa kamu tahu. Biarlah rindu bekerja memintal pilu. Kadang aku mencintaimu sambil malu-malu. Menyimpan waktu bilamana kamu ragu. Aku mencintaimu sebagaimana mestinya. Serupa basa basi untuk menghindari drama. Aku mencintaimu tanpa drama. Serupa nampak bahagia menyembunyikan hampa. Dan aku mencintaimu sedari dahulu. Setiap bait doa saat aku mengingatmu. Lalu aku mencintaimu tak tahu malu. Peduli setan apa yang dikatakan waktu. – View on Path.
"So.. are you single?" "Mmmm... why?" "Just answer that simple question, please.." "Yeah... I guess so." "Well that's good." "How come?" "Because I might have a chance." #blushing #cerpath – View on Path.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Watching Fabricated City
"...pohonnya tidak busuk..." Begitulah potongan kalimat yang mengawali, sekaligus mengantar berakhirnya film produksi CJ Entertaintment yang berdurasi 126 menit ini. Disutradarai oleh Park Kwang-hyun, dan dibintangi Ji Chang-wook sebagai Kwon Yoo seorang mantan atlit taekwondo yang dijebak menjadi pelaku pembunuhan tingkat 1. Kwon Yoo yang akhirnya dipenjara harus mengalami kondisi terburuk saat mengetahui ibunya meninggal dan ia tak dapat menghadiri pemakamannya karena tidak diperbolehkan oleh pengadilan. Di dalam penjara, ia menghadapi kekerasan yang dilakukan oleh geng yang berkuasa. Sampai akhirnya ia dapat meloloskan diri melalui insiden kecelakaan saat perjalanan dibawa ke rumah sakit. Usahanya mengungkap jebakan fitnah yang menimpanya didukung oleh tim online gamenya yang bernama Resurrection. Bersama keempat kawan sepermainannya, Kwon Yoo sedikit demi sedikit menemukan titik terang mengenai modus penjebakan dirinya. Film aksi yang cukup menguras emosi ini menghadirkan drama yang khas Korea, namun daku menangkap beberapa konteks kritik bernuansa politik yang kental di dalam naskah film ini. Kembali pada potongan kalimat yang disebutkan tokoh Kwon Yoo di atas, ingatanku kembali ke akhir 2016 yang lalu saat skandal korupsi besar menimpa pemimpin Korea Selatan. Kasus korupsi yang melibatkan Presiden Park Geun-hye sempat menciptakan kegaduhan di negara gingseng itu. Berbagai demonstrasi besar di Korea Selatan berisi tuntutan agar Presiden itu mundur. Daku ga tahu, apakah film ini ditujukan untuk menjadi semacam upaya mengembalikan kepercayaan publik kepada sistem pemerintahan yang ternodai kasus korupsi yang diduga melibatkan pemimpin negara dalam penyalahgunaan kewenangan. Dari 5 bintang, daku ikhlas memberikan 4 bintang untuk film ini. Menarik untuk ditonton sendiri atau bersama sobat drakor kalian. Hmm... jadi pengen ngetag sis mimin admin @Kemdikbud_RI deh #eh 😏 #moviereview at Cinemaxx – View on Path.
Thought via Path
Lembah tak pernah tahu cara mencintai bukit. Ia hanya tahu harus jadi yang paling lapang. #DiHadapanRahasia with Immanuel – Read on Path.
"Masih ingat masa-masa di mana kita nongkrong di kedai kopi pojok jalan itu. Karena tak bisa tidur di kamar sendiri namun terlalu malas kembali ke pelukan yang sudah ditinggalkan. Mencoba bertahan untuk terus melupakan; merelakan." "Masa-masa menggalau semalaman ditemani kopi yang sudah dingin dan musik dari CD yang berisi lagu-lagu yang asing bagi telinga kita, namun membawa sensasi tersendiri; imajinasi." "Kadang aku merindukan masa-masa itu. Hidup sepertinya lebih sederhana." "Mungkin karena saat itu kita belum begitu mengenal dunia." "Mungkin." "Waktu itu aku masih berani bermimpi. Berimajinasi." "Aku juga. Malam-malam itu mataku terjaga, tapi jiwaku melayang ke mana-mana. Aku melihat beragam asa. Berpendar, tanpa suara." "Yang aku ingat betul, bahwa aku sangat mencintai pagi. Hadirnya selalu berikan 'ku alasan untuk tetap ada." "Pagi selalu menjadi pengingat akan ada dan tiada." "Lalu.. apakah kau ingin mengulangnya?" "Hanya jika aku masih ada." #cerpath – View on Path.
Tri Rismaharini, Ridwan Kamil, Basuki Thahja Purnama, Abdullah Azwar Anas, Yoyok Riyo Sudibyo ...... nama-nama ini adalah sederetan nama kepala daerah terpilih dari sistem demokrasi yang digunakan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nama mereka terlintas begitu saja di kepalaku pagi ini. Mereka tidak hanya mewakili sekelompok kepentingan berupa partai penyokongnya saja. Mereka mewakili jutaan warga yang percaya, berusaha percaya bahkan juga mewakili mereka yang tidak percaya namun harus menerimanya. Sebagai pemegang mandat untuk mengelola berbagai urusan tata kelola birokrasi di tempatnya tinggal sehari-hari. Semua berharap bahwa mereka terus menjaga amanah, profesional dan melakukan inovasi-inovasi untuk memperbaiki juga merawat birokrasi. Kemunculan nama-nama itu menjadi tolok ukur baru dalam menjalankan mesin birokrasi, khususnya menjaga kepercayaan dan mewujudkan harapan. Bukan sekadar mencari simpati pemilih saja. Menjaga dan merawat harapan itu tidak mudah. Tidak semua selalu setuju dengan mereka. Konflik lumrah terjadi. Namun masyarakat terus belajar tentang menjadi pemimpin dari para pemimpinnya. Mereka terus belajar, warga juga terus belajar. Sama-sama belajar; semua murid dan semua guru. Ada ungkapan, “In a democracy, people get the leader they deserve”. Jelang pilkada serentak ini, daku mengajak teman-teman untuk memilih pemimpin, bukan sekadar kepala daerah. Terlepas dari semua strategi pemasaran, atribut pencitraan dan kepentingan-kepentingan golongan di baliknya. Pilihlah sosok yang memang kamu yakini, yang siap kamu terima kekurangannya untuk dapat kamu akui juga kelebihannya, yang bisa kamu kritik dan beri masukan ke depannya. Dari hati yang terdalam, juga dari pikiran yang jernih dan tenang. Selamat menentukan pilihan, teman-teman. Salam hangat dari yang tidak memiliki hak pilih di pilkada serentak 2017, db. – View on Path.
come on. close your eyes, and make a wish . . . – View on Path.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
"Pssttt... dengerin deh." "Apa?" "Dengerin nih.. suaranya bikin geli-geli-teduh gimana gitu yah?" "Makasih yah." "Sama-sama.." #cerpath – View on Path.
good morning . . . – View on Path.