Diantara deretan Hizib yang digaransi oleh penyusunnya adalah Hizib Bahr. Penyusun hizib ini adalah Syekh Nuruddin Abil Hasan Ali bin Abdullah al-Syadily atau yg kemudian lebih dikenal dengan sebutan Syekh Abil Hasan al-Syadily.
Do'a yg terkenal ini dinamakan dengan Hizib Bahr (disamping ada juga yg menyebutnya dengan hizib shoghir) dikarenakan hizib ini disusun saat sang imam berada di tengah lautan agar selalu diberikan keselamatan dalam perjalanan-perjalanannya di lautan yang berombak ekstrim itu.
Kisah Hizib ini berawal dari perjalanan laut Imam Abul Hasan al-Syadily disaat tiadanya angin selama beberapa hari lamanya sehingga kapal beliau tidak bisa melanjutkan berlayar, ditengah kegundahan hatinya sang imam melihat Nabi Muhammad SAW membawa kabar gembira, nabi mentalqin kepadanya suatu bacaan (yg dikemudian hari terkenal dengan Hizib Bahr) dan disaat yg sama sang imam menirukan bacaan tersebut, maka tak lama kemudian datanglah angin yg memungkinkan beliau melanjutkan perjalanan lautnya.
Hizib ini dimulai dengan bacaan ΩΨ§ Ψ£ΩΩΩ ΩΨ§ ΨΉΩΩ ΩΨ§ ΨΉΨΈΩΩ
ΩΨ§ ΨΩΩΩ
ΩΨ§ ΨΉΩΩΩ
dan seterusnya, kebanyakan ulama mengatakan bahwa hizib ini mengandung ismullah al-a'dhom, diriwayatkan bahwa sang penyusun Imam Abul Hasan al-Syadhili menggaransinya dengan mengatakan "andaikan hizibku ini (Hizib Bahr) dibacakan di Baghdad, maka Baghdad tidak akan jatuh (ke tangan tentara tartar)" . Ada beberapa keistimewaan dari hizib ini;
1. Tafrijul Kurub (pengurai kesusahan).
2. Jika dibacakan disuatu tempat, maka tempat dimaksud selamat dari bencana.
3. Jika dibaca setiap hari saat terbitnya matahari, maka do'a-do'anya terkabulkan, kesusahannya terurai, kedudukannya dimuliakan disisi manusia lainnya, hatinya dilapangkan dengan ketauhidan, urusan-urusannya dimudahkan, dilindungi dari kejahatan manusia dan jin, serta tidak ada tatapan mata yg memandang kepada pembacanya kecuali akan jatuh hati padanya.
4. Jika dibacakan dihadapan penguasa dholim, maka aman dari kejahatannya.
5. Jika dibaca setiap selasai Sholat Maktubah, maka dicukupkan dari butuh pada makhluk lainnya dan aman dari musibah setahun, serta dimudahkan sebab-sebab kebahagiaan dalam setiap gerak dan diamnya.
6. Jika dibaca pada "waktu awal" di hari jum'at, maka Allah akan menjadikannya disenangi dalam hati setiap makhluknya.
7. Sebagian ulama berkata;
7.a. jika hizib ini ditulis pada sesuatu maka sesuatu itu dilindungi dengan kuasaNya.
7.b. jika dibaca secara istiqomah maka diselamatkan dari mati tenggelam dan terbakar.
7.c. jika ditulis pada tembok pagar kota, pagar rumah yg mengelilinginya, maka akan dilindungi dari musibah dan "afat".
7.d. Hizib ini punya manfaat besar dalam peperangan,
Hizib ini berisi do'a pertolongan dan kemenangan dalam setiap konflik, dan banyak lagi khasiat lainnya.
Saking istimewanya hizib ini, banyak ulama yang mensyarahinya, diantaranya; Syekh Abi Sulaiman Daud bin Umar As-Syadily dengan kitabnya Sama'u al-Risalah al-Mardhiyyah Fii Syarhi Du'ai al-Syadily dan Syarah Syihabuddin bin Ahmad bin Muhammad bin Isa al-Barnisy yg terkenal dengan Syekh Zarruq, serta Syarah Ali bin Sulthon Muhammad al-Harawi al-Qarawi.
(referensi: Haji Khalifah, Kasf al-Dhunun. hal 661)