Islam: "Bukan Hanya Sekedar Ritual"
"Kepanikan adalah separuh dari penyakit, ketenangan adalah separuh dari obat, dan kesabaran adalah awal dari kesembuhan." - Ibnu Sina
Pernah mendengar atau melihat kutipan dari salah satu ilmuwan yang diakui di dunia sekaligus dokter dari kalangan muslimin yang satu ini? Kutipan ini sering kali muncul di sosial media, terutama di saat wabah COVID-19 yang sudah berstatus pandemi ini. Apakah kutipan ini hanya bernilai perkataan saja? Ataukah hanya sekedar menjadi bagian kecil dari keyakinan? Opini yang sering terbentuk di masyarakat bahwa agama (Islam khususnya) merupakan jalan hidup yang sangat erat dengan berbagai aktivitas ritulanya.
Mungkin untuk penjelasan topik ini sebelumnya aku sangat terbantu sekali dengan video yang sempat aku tonton beberapa waktu lalu di salah satu channel YouTube, tepatnya di channel Jeda Nulis yang digarap langsung oleh Habib Ja’far. Di video yang berjudul “Ngobrolin Islam & Sains Soal Corona” yang terdiri dari tiga orang, yaitu Habib Ja’far, Coki Pardede, dan Tretan Muslim. Ketiga orang ini mengadakan diskusi lintas-keyakinan yang di dalamnya mereka saling bertukar pikiran yang diselingi juga beberapa pertanyaan dari Coki dan candaan-candaan sarkas ala Muslim.
Dan setelah menonton video tersebut, masyaaAllah, sangat menyejukkan batin ketika meilhat mereka berdiskusi. Jazakallahu khoiron, bib. Barokallahu fiik. Dari kesimpulan menonton video inilah yang membuatku mulai terpikir untuk mengungkapkan argumen dan menuangkan secuil ilmu pengetahuanku ke dalam tulisan ini.
Aku ingin menambahkan bahwa sebenarnya agama Islam dan sains itu saling berkaitan serta sangat rasional. Namun, mungkin hanya kita saja yang belum mengetahui mengenai pembuktian antara keterkaitan sains dan agama ini, khususnya Islam. Berbicara mengenai Islam sekaligus mengingat kembali kutipan yang dikutip di awal tulisan ini dan juga dibahas di video tersebut bahwa, "Kepanikan adalah separuh dari penyakit, ketenangan adalah separuh dari obat, dan kesabaran adalah awal dari kesembuhan." (Ibnu Sina).
Baik, mengapa Ibnu Sina bisa mengatakan hal tersebut? Karena jika ditinjau dari sudut pandang kedokteran, kesehatan seseorang itu bisa ditinjau dari kekuatan sistem imun yang berfungsi sebagai bentuk "benteng pertahanan" pada tubuh. Semakin kuat sistem imun maka akan semakin tidak mudah seseorang untuk terkena suatu penyakit. Dan pada ilmu psikiatri kedokteran dibuktikan bahwa jika seseorang dalam keadaan stres (panik, cemas, depresi, dll.) itu dapat memicu penurunan sistem imun seseorang karena perubahan fisiologis tubuh sehingga individu tersebut lebih mudah untuk mengalami kondisi sakit. Dan sebaliknya, jika seseorang keadaan kejiwaannya baik, bisa dikatakan seperti tenang dan tidak stres maka sistem imun pada individu tersebut akan terus membaik sehingga fungsi dari sistem imun individu tersebut dapat berjalan dengan baik sebagaimana mestinya.
Jadi, kesimpulan dari sedikit contoh yang telah diberikan ini adalah untuk menunjukkan bahwa antara agama Islam dan sains tentunya sangat sejalan serta saling berkaitan satu sama lain. Bukan tidak bisa dibentur-benturkan, hanya saja kita yang belum mengetahui cukup ilmu untuk melakukan pembuktian terhadap yang apa terdapat pada agama Islam itu sendiri. Sebenarnya sangat banyak sekali contoh yang bisa kita pelajari melalui agama Islam ini, terlebih lagi ayat-ayat yang ada pada Al-Qur'an Nur Kariim. Semoga kita semua dapat mengambil manfaat dari video tersebut dan tulisan ini. Semoga Indonesia cepat pulih dari COVID-19 dan dapat menyambut bulan Ramadhan yang penuh berkah ini dengan sholat tarawih berjamah kembali di masjid. Ammiin. Barokallahu lii walakum.