Die Bundesliga ist Zurück
Dua bulan setelah pertandingan terakhir pada Spieltag 24 antara FSV Mainz 05 dan Fortuna Dusseldorf yang berakhir imbang 1-1, Bundesliga akhirnya akan kembali bergulir pada Sabtu, 16 Mei 2020. Sebelumnya, Bundesliga harus dihentikan sementara akibat pandemi Covid-19 yang juga menyebar di wilayah Jerman. Namun, setelah pertemuan antara pihak liga, Federasi Sepakbola Jerman dan pemerintah, keputusan pun dibuat untuk memulai kembali Bundesliga pada akhir pekan ini.
Partai pembuka Bundesliga 2019/20 ‘fase 2’ ini adalah Revierderby, Borussia Dortmund vs Schalke 04. Meskipun akan berjalan tanpa penonton, tensi pertandingan ini dipastikan akan tetap panas. The Black and Yellow sedang mengejar Bayern Munchen di puncak klasemen dengan selisih empat poin, sementara Schalke ingin menjauh dari para pesaingnya untuk mengamankan tiket Eropa musim depan. Pasalnya, Schalke yang saat ini berada di posisi keenam, hanya berselisih lima angka dari FC Koln di peringkat 10 sementara.
Pertandingan lain akan mempertemukan RB Leipzig vs SC Freiburg, Hoffenheim vs Hertha Berlin, Fortuna Dusseldorf vs SC Paderborn, FC Augsburg vs Wolfsburg, Eintracht Frankfurt vs Borussia Moenchengladbach, FC Koln vs FC Mainz, Union Berlin vs Bayern Munchen dan ditutup dengan Werder Bremen vs Bayer Leverkusen. Tentu saja semua tim ingin tancap gas sedini mungkin untuk mencapai tujuan di akhir musim yang hanya tersisa sembilan laga. Pasalnya, baik perebutan titel, tiket Eropa dan zona relegasi sangat ketat. Titel liga saat ini sedang diperebutkan oleh empat tim (Munchen, Dortmund, Leipzig dan Gladbach), zona Eropa diperebutkan oleh lima tim (Schalke, Wolfsburg, Freiburg, Hoffenheim dan Koln), sementara dua klub terbawah Bremen dan Paderborn ingin segera memangkas jarak ke Dusseldorf dan Mainz yang ada di peringkat 15 & 16.
Berbicara titel liga, pemuncak klasemen, Bayern Munchen (55 poin) saat ini sedang dalam tren yang sangat positif. Sejak Hans-Dieter Flick mengambil alih posisi Niko Kovac, Munchen hanya kehilangan tujuh angka dari 15 pertandingan liga terakhir. Bahkan, hasil imbang kontra Leipzig pada Spieltag 21 menjadi satu-satunya noda dari kesempurnaan Flick dalam 11 laga terakhir. Perubahan gaya permainan yang nyata, khususnya dalam cara bertahan membuat Munchen lebih kokoh di barisan belakang. Kebobolan 16 gol pada 10 laga perdana, Flick membuat Munchen hanya kebobolan 10 gol dari 15 laga yang ditanganinya.
Bersama Kovac, Die Rotten bertahan lebih dalam dan struktur penempatan posisi para pemain tidak begitu compact sehingga memberikan banyak celah baik dalam ruang dan waktu untuk tim lawan melancarkan serangan. Di bawah Flick, Munchen mulai bertahan dari daerah pertahanan lawan dan memasang high defensive line untuk mengurangi space antar lini. Double-pivot Thiago Alcantara dan Joshua Kimmich pun menjadi tembok yang kokoh untuk menyapu bola yang masuk ke lini tengah sekaligus menjadi pendistribusi yang baik dalam membangun serangan ataupun dalam skema serangan balik. Ditambah Robert Lewandowski (25 gol – top skor Bundesliga) dan Thomas Muller (16 assist – top assist Bundesliga) yang sedang on fire membuat Bayern dapat berharap banyak untuk merengkuh titel liga ke-30.
Sayangnya hal itu tak akan diberikan mudah saja oleh tiga penantang terdekat mereka saat ini, yakni Dortmund (51 poin), Leipzig (50 poin) dan Moenchengladbach (49 poin). Ketiganya bertekad untuk menghentikan rentetan gelar juara Munchen dalam tujuh musim terakhir. Dari tiga tim tersebut, Dortmund dan Gladbach masih akan berjumpa Munchen pada Spieltag 28 & 31 secara berurutan. Artinya, peluang untuk keempat tim ini meraih gelar Bundesliga 2019/20 masih terbuka lebar.
Bagaimana dengan ketiga tim tersebut? Selain berhadapan dengan Munchen, Dortmund dan Leipzig masih harus saling berhadapan (Spieltag 33), sementara Gladbach sudah menjalankan partai home & away-nya dengan Dortmund dan Leipzig. Terlebih hanya empat tim tersebut yang pernah merasakan puncak klasemen pada musim ini. Dortmund pada pekan 1-2, Gladbach pada pekan 7-14, Leipzig pada pekan 3-5 kemudian pekan 15-19, sementara Munchen pada pekan ke-6 lalu pekan 20 hingga saat ini. Dapat dipastikan keempatnya akan habis-habisan untuk mendapatkan gelar Bundesliga di akhir musim.
Di antara tiga tim yang mengejar Die Roten, Dortmund lah yang diprediksi akan menjadi pesaing terdepan. Pasalnya, mereka juga dalam laju yang paling konsisten di antara ketiganya. Bermasalah dengan konsistensi di awal musim, transisi skema bermain dari empat bek menjadi tiga bek sejak pekan ke-13, membuat performa Dortmund jauh lebih baik. Tim asuhan Lucien Favre tersebut meraih 31 poin dari 13 laga terakhir, berbanding 20 poin dari 12 laga awal. Jadon Sancho yang tampil konsisten musim ini (14 gol dan 15 assist), ditambah datangnya Erling Haaland pada transfer musim dingin 2020 lalu yang sudah mencetak sembilan gol, menegaskan ambisi Dortmund untuk mengawali dekade baru dengan gelar liga.
Sementara itu, RB Leipzig pun punya peluang yang sama besar dengan Dortmund. Meski tak terkalahkan pada enam laga terakhir, Die Rotten Bullen harus merelakan puncak klasemen dan bahkan turun ke peringkat tiga akibat empat hasil imbang dalam periode tersebut. Laju Munchen dan Dortmund pun harus segera diimbangi anak asuh Julian Nagelsmann agar impian untuk meraih juara Bundesliga pertama kalinya bisa terwujud musim ini. Apalagi jadwal mereka di sisa musim cukup menguntungkan. Di atas kertas, Leipzig seharusnya bisa menyapu bersih laga, kecuali laga sengit kontra Dortmund di kandang mereka, Red Bull Arena. Nagelsmann pun tentu berharap pada dua pemain andalannya, yakni Timo Werner yang kini berada di posisi kedua top skor sementara liga (21 gol), serta Christoper Nkunku (14 assist) untuk langsung tancap gas mulai laga kontra Freiburg.
Situasi yang cukup berbeda dialami oleh penantang ketiga Munchen, yakni Gladbach yang sedang dalam tren yang kurang meyakinkan. Sejak kalah kontra tim promosi Union Berlin pada pekan ke-12, Gladbach kesulitan untuk menjaga konsistensi permainan mereka. Kekalahan kontra Wolfsburg pada pekan ke-15 mengakhiri periode mereka di puncak klasemen hingga harus rela berada di posisi keempat pada akhir Spieltag 25. Namun harapan masih ada untuk tim asuhan Marco Rose ini. Selain berhadapan dengan Munchen, di atas kertas mereka menjadi tim yang diunggulkan untuk meraup poin penuh di laga-laga lainnya.
Betapa pun excited-nya kita semua untuk menyaksikan kembali liga top Eropa bergulir, kita juga patut mengkhawatirkan kualitas pertandingan setelah rehat dua bulan. Apalagi beberapa tim hanya memiliki waktu sekitar dua sampai tiga minggu untuk berlatih sebelum laga restart dengan sejumlah penyesuaian yang mana mengurangi porsi latihan taktik dan skema permainan untuk meminimalkan kontak langsung antar pemain. Partai pembuka K-League pekan lalu bisa menjadi acuan. Partai antara Jeonbuk Hyundai Motors vs Suwon Samsung Bluewings. Pada partai yang berakhir 1-0 untuk kemenangan tuan rumah, terlihat sekali bahwa para pemain butuh waktu lagi untuk beradaptasi, baik dalam segi stamina maupun sentuhan. Dengan level liga yang berada beberapa tingkat di atas K-League, menarik untuk melihat kualitas pertandingan Bundesliga selepas rehat.
Selain itu, menarik untuk dicermati terkait protokol yang diberikan oleh pemerintah sebagai syarat agar liga dapat berjalan. Dengan penyebaran virus Covid-19 yang belum berhenti di Jerman, tentu ada potensi salah satu pemain Bundesliga akan tertular. Jangan heran apabila liga akan kembali dihentikan untuk dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap pemain, staf dan perangkat pertandingan terkait penularan virus baru ini. Bundesliga mungkin akan jadi pusat perhatian dunia akhir pekan ini, terlebih liga-liga top Eropa untuk mencari peluang dalam menjalankan kembali kompetisi sepakbola mereka yang tengah dihentikan.
Bagaimana pun juga, kita semua tentu merasa senang salah satu liga top Eropa kembali merumput akhir pekan ini. Namun, kita juga harus paham bahwa kesehatan dan keselamatan adalah yang terutama sehingga cobalah memaklumi apabila di kemudian hari, kembali terjadi pemberhentian liga.
Willkommen Zurück Bundesliga!
Gambar: Bundesliga, Sportskeeda, 90Min, WorldFootball, Internewscast











