Reference books in the greenhouse at the Cambridge Botanic Garden

Lint Roller? I Barely Know Her

@theartofmadeline
Game of Thrones Daily


shark vs the universe
cherry valley forever
tumblr dot com

Discoholic 🪩
Jules of Nature

Kiana Khansmith
art blog(derogatory)
Xuebing Du
KIROKAZE

blake kathryn
YOU ARE THE REASON
d e v o n

Jar Jar Binks Fan Club
RMH
seen from United States

seen from Brazil
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Azerbaijan

seen from Germany
seen from United States
seen from Colombia
seen from Bangladesh

seen from Singapore
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@binccvers
Reference books in the greenhouse at the Cambridge Botanic Garden

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
aku masih diam. sembari pikiranku menimang, muasal apa yang membuatmu sedemikian tersenyum. pelipisku terasa kian menyempit mencoba mengingat alasanmu pada hari itu. pandanganku menengadah laksana mencari debu pada aliran sinar mentari yang memasuki jendela kamarku pada pukul 6.45, jika kubuka tirai bercorak rhombus berwarna biru pirus seperti koperku. dan, benar saja. mengapa aku masih tak tahu pada hal apakah kau bisa bahagia dengan sesuatu yang tak kutemukan itu.
aku masih diam, dan disini. memutar fotomu berulang kali. diluar baru saja hujan, meski aku tak melewati rintiknya. setelah mencoba berlari tak henti pada putaran-putaran yang ku tak mau repot menghitungnya. sesampainya di depan pintu, ternyata bekas air hujan itu telah membasahi sepatu putihku yang tergeletak begitu saja. lantas tanpa kebingungan, aku mencari tempat bersungkur yang tak pernah luas sebab aku macam tak punya waktu membereskannya.
aku masih melihat pesanku yang hanya kau baca. padahal mungkin pertanyaanku terlampau sederhana. "ini kapan?"
aku hanya ingin tau, mengapa aku bisa melewatkan momen bahagiamu. yang mungkin aku memang sengaja tak dilibatkan dalam prosesi kegiatan yang sudah diluar kepala kubayangkan rutinitas harianmu. dan sialnya, itu sudah tersebar kemana-mana. aku melihat senyummu berhamburan meski itu setitik lebih kecil dari jutaan piksel keruh pada lingkaran cerita milik orang-orang yang diunggah ulang.
tetapi kali ini, senyummu berbeda. atau.. aku yang merindukan senyum itu. kumainkan bibirku sebab itu satu-satunya anggota tubuhku yang resah. sedari awal, ia bagai kurva terbalik. lantas terkatup selayaknya ia memaksa sesuatu yang tak ada daya mengeluarkannya. dan akhirnya, aku tak kuasa menahannya..
aku, dibuat tersenyum kecut oleh senyum lepasnya.
Ternyata, manusia memang tak pernah bisa kabur dari harapan. Selalu terbit dan hilang, terkadang mengendap bersama serpihan kekecewaan. Meski aku tak tahu, pada titik mana kau mendapatiku menjadi lain hal dari 'pupus' atau sudah saatnya kau kembali pada perapian alegori tentang diriku lagi.Â
Ah, yasudah.Â
Harapanku tak sepadan. Maaf telah membuat seseorang selalu ingin beranjak, meninggalkanku yang memang tak pernah belajar pada kata menghargai. Maaf telah membuat ‘urung’ menjadi satu-satunya jalan untukmu. Meski aku masih menatap lekat dan tertambat pada barisan-barisan yang setidaknya telah kugenggam pada hari-hari lalu.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
ma feeling yesterday
Allah yang menyelamatkan Nabi Ibrahim dari panasnya api, Allah yang menyelamatkan Nabi Musa dari kejaran Firaun, Allah yang memberikan pertolongan dan kemuliaan pada 10 Nabi pada Hari Asyura' dulu, adalah Allah yang sama dengan hari ini.
maka sesungguhnya, Ya Allah, Engkau tak pernah sekalipun mengecewakanku,
aku selalu membutuhkan pertolongan-Mu.
Manis sekali kalimat ini, "disanggupkan karena diridhai oleh-Nya".
Bawa semua cita, asa, harap, dan ingin ke dalam do'a, dekap semuanya ke dalam pelukan do'a. Biarlah do'a-do'a itu mengudara, berterbangan mengetuk pintu-pintu pengabulan-Nya.
- repost tumblr erhunsaa

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Angin malam, tidak dingin rupanya. Kukira, mode auto pilot-ku sangat cepat membawaku ingin pulang. Ternyata, ramalan cuaca kali ini bertolak dari yang aku inginkan. Sekaligus memperlambat keadaan seolah mendukungku memulai pertunjukan gulana dalam bayang.
Sore tadi, saat aku melarikan diri dari ramalan listrik, gerimis jatuh tepat di wajah dan tanganku. Tak kuberhentikan lajuku karena aku ingin gerimis berubah menjadi sesuatu yang lebih besar, lebih berani menggoda tujuan.
Malam ini seharusnya hujan, seperti kemarin malam, setidaknya itu yang kubayangkan. Supaya aku tak perlu repot-repot berangkat pagi-pagi menuju kolam, untuk sekadar meleburkan air mata yang malang. Namun eloknya, seni jatuhnya itu menjadi hal yang paling selaras pada tema bulan ini, bulan Juni, bulan paling tabah, katanya.
Gemerlap lampu tak lagi berwarna merah kuning dan kelap-kelip. Ia berubah menjadi banyak garis meliuk vertikal yang disusuli suara menyedot ingus asin tak kental. Hingga aku sadar, di perhentian antar simpang, seorang anak kecil yang bertanya pada ayahnya, tentang sesuatu hal yang ia ingin pastikan dengan tak bosannya pertanyaan—perasaan dan kepercayaannya sendiri.
Aku mendengus. Membaca jalan-jalan berlubang dan membiarkan roda terus berputar. Tak repot sesekali mengendurkan kecepatan, namun arah pandangku tetap lurus kedepan. Kokoh, sebab jika aku terlena, akan semakin banyak ingatan yang menguar tak pedulikan cekatan tenggorokan.
Ah, kau. Jangan lupa sehabis ini minumlah vitamin itu. Vitamin B, agar Bahagia selalu. Ah, kau. Ironi tertawa dan ceriamu belum bosan kau tampilkan pada dunia yang ternyata abu-abu. Ah, kau. Lupakan hal-hal gilamu, dan kembalilah memesan 'nasi bandeng sambel 5 rebuan ya, bang!' Ah, kau. Oiya, es drenk bing-bing airnya gausah kebanyakan. Yang penting es batunya bisa nempel di pelipis dengan gamblang. Sebentar, tiba-tiba aku ingin sadar dari tragediku barusan, tak sabar ingin kutanyakan, … Tadi sini jadi mati listrik, bang? Tidak, katanya. Ah, kau. Ah, sial.
Dulu saat di pesantren, seseorang berkata padaku, tentang konsep ‘matematika waktu’ Al-Quran. Kita manusia, semua punya jatah sama, 24 jam per harinya. Apabila kita membaca (mendarus) Al-Quran, waktu kita akan berkurang? Iya. Dalam 24 jam perhari, harusnya kita bisa melakukan berbagai macam pekerjaan seperti mencuci baju, memasak, makan-minum, tidur, meeting, nugas, bekerja, dll. Jikalau kita mendarus 3-8 jam perhari atau lebih banyak dari itu, apakah kita masih punya waktu untuk melakukan rentetan pekerjaan itu semua? Seharusnya merasa waktunya kurang? Iya.Â
Faktanya, saat kita tidak mendarus Al-Quran sama sekali di hari itu, semua pekerjaan kita memang selesai. Sesuai tenggatnya, sesuai jadwal yang kita susun sebelumnya. Tapi anehnya, ketika kita memperbanyak waktu mendarus Al-Quran, apakah semua pekerjaan itu kita kelimpungan? Belingsatan menyusun ulang jurnal harian? Jawabannya tidak. Walaupun kita mendarus Al-Quran dengan waktu bahkan sampai 8 jam perhari atau lebih, semua pekerjaan itu tetap selesai. Tetap pada tempatnya masing-masing. Semua pekerjaan terasa begitu ringan, bahkan kita masih punya banyak waktu sisa untuk leha-leha, bahkan kita masih bisa tidur nyenyak secukupnya.
Loh, apakah dengan mendarus Al-Quran, kita extend 24 jam waktu kita? Jadi, kemanakah waktu yang biasanya kita tidak manfaatkan untuk mendarus Al-Quran? Hilang atau lenyapkah? 24 jam terasa sangat cepat dan kita bahkan merasa tidak selalu punya waktu untuk membuka Al-Quran, tapi kita selalu merasa punya waktu untuk hal lainnya. Padahal..Â
Al-Quran tidak pernah menyita waktu kita.Â
Sebenarnya apa yang kita cari dari jerih Senin pagi hingga berakhirnya Jumat dengan rona jingganya itu? Sebenarnya untuk apa melakukan hal yang kita tahu, kita berada di jalan yang melelahkan, bahkan tak jarang membuat kita terbaring menahan rasa pening tak tertahankan? Bukankah kita sering mengeluh pada apa yang sudah kita usahakan dengan gelora yang tak terpatahkan? Sejauh mana kita merasa bahagia pada pilihan yang kita sebut dengan jalan takdir kehidupan?
Jika sementara ini, aku tertegun dengan begitu sakit sembari melihat sebuah pesan. Jika sementara ini, tak sadar aku meneteskan air mata perlahan pada pipi bagian kiri disebabkan sebuah hal yang dulu membuatku merasa paling indah untuk diperjuangkan. Jika sementara ini, kekuatanku redup dan hanya mampu mendoakanmu dalam diam serta dalam dalam, disepanjang waktu menunjukkan siang bahkan malam.
Kau tak perlu takut lagi pada hatiku yang hendak berlayar ke semua haluan. Kau tak perlu takut lagi pada cerita-cerita kosong tak bertuan yang akan melabuh pada segelas kekalahan di pojok ruangan. Kau tak perlu takut lagi pada isakku yang selalu redam pada diamnya bantal yang memelukku untuk segera bungkam.
Kelak, pada semua kerinduan, kenestapaan, dan jejak-jejak kerapuhan, akan kusimpan erat pada duniaku yang sulit kau jamah dengan usahamu yang sepadan. Entah semua kutuliskan, kugoreskan, atau hanya melebur pada jutaan air keputusasaan yang ku tumpahkan pada air kolam.
Seseorang tak perlu tahu, bahwa ada gadis gila yang menginginkan dengan cepat datangnya kematian. Atau aku yakin sekali pada hari itu, aku hanya duduk sendirian di ayunan, pada petang yang amat temaram. Menghembuskan dengan cermat, nafas kasar dan keping ragaku yang kini lemas tak sanggup menahan ratusan perasaan. Kuhempaskan impian bersamamu yang dulu kubayangkan begitu gemerlap penuh rona keindahan nan rupawan. Dan aku harap dengan sangat, Dia menjemputku pelan-pelan. Menuju keabadian yang tak lagi kutemui kesepian tak berkesudahan.
Dan keesokan harinya, atau sesaat lamanya, aku ingin kau menungguku pada pesan-pesan berikutnya yang mustahil kau dapatkan,
Selamanya, sejauh dunia ingin menyelesaikan waktunya untuk merawat kepedihan.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Buku yang tepat, sebuah puisi, atau sekadar kata-kata yang pas bisa mengubah seseorang menjadi lebih baik. Asalkan, ia dibaca di waktu yang tepat.
Aku merasakannya sendiri. Membaca buku yang sama pada usia lima belas tahun dan dua puluh tahun ternyata memberikan dampak yang sepenuhnya berbeda.
Seiring berjalannya usia, aku seperti punya ruang yang lebih lapang. Ada pengalaman hidup dan luka-luka kecil yang akhirnya membantuku memahami makna tersirat di balik tulisan tersebut.
Lagipula, mencari jawaban di luar diri lewat lembaran buku tidak akan pernah cukup, jika dari dalam diriku sendiri belum ada kesiapan untuk menerima dan mencernanya.
Buku atau kata-kata itu hanyalah separuh bagian dari keajaiban. Separuh sisanya adalah kesiapan jiwaku saat menyambutnya.