Memutuskan untuk keluar dari sebuah instansi dimana kita bekerja untuk memulai sebuah usaha memang memerlukan persiapan yang matang. Selain mental yang perlu dipersiapkan juga yaitu modal dan usaha apa yang hendak menjadi tujuan yang akan dikembangkan.
Tidak mudah untuk memulai usaha jika kita tidak memiliki Ilmunya. Disini saya akan berbagi cerita dimana saya memutuskan untuk berhenti bekerja di salah satu instansi pendidikan. Alasan untuk memutuskan berhenti menjadi karyawan karena keinginan kuat untuk membuka usaha, walau usaha itu kecil yang penting berkah dan terus berjalan.
Saat masih bekerja, saya mencoba membuka usaha kecil yaitu penjualan pulsa electric, Alhamdulillah walau pun kecil tapi lancar yang berawal satu etalase menjadi dua dan usaha jual pulsa ini dibantu adik untuk menjaga nya, karena saya status masih bekerja.
Seiring waktu, mungkin adik saya jenuh yang akhirnya memutuskan untuk bekerja dalam hal ini mengajar menjadi seorang guru, saya pun tidak melarangnya. Lama kelamaan saya pun berfikir kenapa bukan saya saja yang menjalankannya. Akhirnya saya pun memutuskan untuk berhenti bekerja dan memilih untuk usaha, selain jual pulsa electric saya juga berjualan online untuk produknya buku bacaan.
Alhamdulillah, usaha yang dijalankan sampai sekarang masih berjalan. Saya pun menyediakan waktu untuk berbagi pengetahuan dengan siswa SMK dalam hal ini mengajar menjadi seorang guru honorer. Walau sehari mengajar yang terpenting ada ilmu yang bermanfaat untuk diamalkan.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Seolah-olah benar tapi sisi lain menjatuhkan tentang "Lebih baik Pemimpin Non Muslim yang jujur daripada Pemimpin Muslim yang Zalim" dan anehnya mereka yang mengaku Muslim meng-iya-kan saja kalimat seperti itu. Menurut saya hanya orang-orang lemah yang termakan akan media dan tulisan-tulisan hasil ra'yu yang tidak yakin akan Agamanya (Islam). Memang negeri ini bukan berazaskan syariat Islam, akan tetapi yang banyak dan bahkan hampir keseluruhan berperan dalam kemeredekaan negeri ini yaitu orang-orang Islam. Yang menurut saya tetap landasan negeri ini yaitu Islam karena pasal 1 itu "Ketuhanan Yang Maha Esa" (Tauhid) yang Esa itu artinya satu bukan tiga atau beranak atau bahkan patung. Sependapat dengan Kiayi Didin Hafidhuddin, bahwa "Orang yang lemah Imannya dalam memilih pemimpin tanpa melihat Agamanya". Beliau juga menceritakan bahwa dalam sejarah, Pemimpin-pemimpin Muslim lah yang banyak berperan dalam memerdekakan negeri ini. Hanya saja banyak pengaburan informasi dalam sejarah yang disebarkan. Salah satu pemimpin Muslim yang sangat disegani dan bahkan di negeri mayoritas Non Muslim, beliau 'diabadikan' karena kepemimpinannya. Beliau adalah Jendral Sudirman. Beliau adalah seorang Muslim. Ada yang saya kagumi dengan beliau selain strategi perangnya, yaitu tidak lepas dari sholat berjama'ah, menjaga wudhunya, dan bermuamalah dengan masyarakat. Lalu, kenapa Pemimpin Non Muslim beprestasi di elu-elukan dan tidak lepas dari gembar-gembornya media yang memberitakan. Padahal ada Pemimpin Muslim yang memiliki ratusan prestasi yang diraihnya, tapi luput dari pemberitaan. Secara sadar harusnya kita yang mengaku Muslim bisa melihat yang mereka jatuhkan bukan orangnya tapi Agamanya (Islam). Harus yakin dan optimis, tentunya tidak lepas dari Do'a, agar kelak negeri ini memiliki Pemimpin yang Amanah dalam menjalankan kepemimpinanya. The Rain City, 13/03/2016 Bambang Karyadi
Tetaplah Berusaha dan Berjuang dengan Tidak Meninggalkan Perintah-Nya
Saya pun pernah mengalaminya, memang sesak dirasa saat teman-teman yang lain kuliah bersendau-gurau dengan temannya, sibuk dengan tugas kuliahnya. Sedangkan saya sibuk dengan pekerjaan pabrik dan pusing mikirin uang makan + kontrakan. Alhamdulillah, Allah memberikan kekuatan untuk menjalaninya, dan hikmah nya sampai sekarang takdir yang diberikan-Nya sangat luar biasa terasa. Dari 1 jenjang insyaAllah ke jenjang lebih atas. So, untuk murid-murid yang pernah dan sedang saya ajar, tetaplah berusaha dan berjuang dengan tidak meninggalkan perintah-Nya. InsyaAllah, niat dan usaha yang keras akan membuahkan hasil yang baik. The Rain City, 04/03/2016 Bambang Karyadi
Sok suci... sok alim... Kita sering mendengar atau melihat gumaman orang-orang yang kurang mengerti artinya 'menerima'. Buat kami nasehat itu perlu, baik dari mendengar langsung atau lewat membaca status/postingan yang berisikan kalimat/artikel tentang nasehat. Bersyukurlah masih ada yang berbuat seperti itu, terlepas dari niatnya, ambil saja pelajarannya. Mustahil setiap orang yang menasehati (tentunya tidak lepas dari nasehat untuk diri sendiri) itu terlepas dari kesalahan. Syaikh Anis Tharir Al-Indunisy, menerangkan ada dua hal yang perlu dibedakan dalam nasehat-menasehati: "Bedakan, antara Anda menasehati seseorang, sementara Anda belum ada daya untuk melakukan apa yang Anda nasehatkan. Dengan Anda menasehati seseorang, sementara Anda mampu melakukan apa yang Anda nasehatkan." [1] Bagi kami (penulis), nasehat itu datang dari siapa saja, karena nasehat-menasehati itu berharga untuk mengingatkan diri, bukan sok suci atau sok alim. Ada nasehat indah dari Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah, beliau berkata: "Andai tidak boleh memberi nasehat kecuali orang yang maksum (terjaga) dari dosa-dosa, maka tidak ada seorang pun yang pantas memberi nasehat selain Rasulullah shallallahu'alaihi wassallam, karena tidak ada yang maksum selain beliau." [Lathooiful Ma'aarif: 19] Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah berkata dalam Jami'ul 'Ulum Wal Hikam hlm. 99 dengan menukil perkataan al-Imam al-Khaththabi rahimahullah, "Nasehat ialah kalimat yang diucapkan kepada seseorang karena menginginkan kebaikan baginya". [2] The Rain City, 28 February 2016 Bambang Karyadi Reference: [1] Al-Ustadz Ahmad Anshori, Haruskah Menjadi Sempurna Untuk Bisa Menasehati?, Muslim.Or.Id [2] Al-Ustadz Abu Muhammad Harits Abrar, Ketika Nasehat Dianggap Celaan, Asysyariah.Com
Photo bersama setelah ujian komprehensif bersama Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, MS[/caption] Bogor, 20 Februari 2016 merupakan hari yang bersejarah untuk saya. Pasalnya, dihari ini merupakan ujian pertama komprehensif, yang sebelumnya belum pernah saya alami saat pendidikan sebelumnya. Ujian komprehensif ini saya jalani untuk memenuhi syarat mengajukan proposal thesis, yang insyaAllah akan mengambil penelitian di bidang research and development (R & D), pastinya terkait dengan dunia pendidikan. Saat ujian komprehensif, banyak pertanyaan yang ditujukan bagaimana hasil pendidikan yang telah diterima dengan kontribusi yang diberikan. Bagi saya ini sangat membanggakan walau berawal dari background pendidikan yang berbeda, pertanyaan-pertanyaan ini menjadikan motivasi untuk terus belajar dan kedepannya untuk memberikan hal yang berharga dan bermanfaat untuk ummat.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Dimanapun saya mengajar, saya harus buat kesepakatan kepada para peserta didik. Kesepakatan ini memang di luar aturan sekolah. Akan tetapi, ini saya terapkan dengan niat agar mereka terbiasa dengan hal-hal positif untuk diri mereka sendiri dan bisa jadi bermanfaat untuk orang lain. Kesepakatan yang dibuat diantaranya:
Telat masuk maksimal 15 menit. Aturan ini untuk jam belajar di mata pelajaran saya, terkadang setelah bel masuk masih saja ada yang berleha-leha. Untuk itu sanksi yang di berikan untuk mendidik mereka agar disiplin. Karena jam belajar pada mata pelajaran yang saya ampuh ada yang 4 jam atau 6 jam, sanksi yang diberikan berupa scorsing 1 jam pelajaran.
Wajib sholat 5 waktu Untuk 4 waktu sholat (Dzuhur, Ashar, Magrib, & Isya) memang saya tidak bisa memantau, minimal saya akan tanya tentang 1 waktu sholat yaitu sholat Subuh.
Kesepakatan itu untuk mereka sendiri, bukan untuk saya sebagai pendidik. Karena hidup tidak selamanya di dunia ini, untuk sampai akhirat yang baik harus ada persiapan semasa hidup. Untuk itu wahai muridku ibadahmu untukmu.
Wahai ukhti, Cybercrime tidak memandang kamu itu perempuan atau laki-laki
Wahai ukhti..., Cybercrime tidak memandang kamu itu perempuan atau laki-laki. Jadi harus siap konsekuensinya jika photo-photo yang kamu upload dapat di download dan di edit mereka yang bertangan jahil. Bukan isu baru, photo seorang perempuan di edit jadi sesuatu yang menjadi daya tarik iklan promosi, dan bisa juga diedit disandingkan dengan pria lain, bisa hancur kalau sudah berumah tangga atau seorang ikhwan yang mau melamar bisa jadi mengurungkan niatnya untuk melamar. Kenapa harus ke perempuan? Ya, karena fitnah terbesar itu datang dari perempuan, untuk laki-laki sedikit fitnah dari mereka. Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah aku tinggalkan sesudahku suatu fitnah/cobaan yang lebih membahayakan bagi kaum pria daripada fitnah kaum wanita.” (HR. Muslim [2740])[1] Jadi, wahai ukhti.. renungkanlah dengan hati dan pikiran jernih sebelum mengupload photo pribadi kamu. Referensi [1]. http://s.id/6lC
Bukan hanya dari Ibadahnya saja, bisa jadi dengan sesuatu yang tidak kita sukai, Allah menguji kita dan bisa juga dengan kesenangan . Ujian tersebut untuk kita mengevaluasi sejauh mana kita taat padanya.
Ya mudah-mudahan kata-kata supernya bisa berpengaruh menghijabkan istrinya. Sayangkan memberi motivasi banyak orang untuk move on, tapi istrinya ga di motivasi move on berhijab. APA takut kehilangan followernya?
Sayangnya masih banyak yang tertipu oleh kata-kata supernya. Toh, masih banyak yang nge-share kata-kata super yang justru lebih bermanfaat yang bisa menambah ilmu dan bisa menambah keinginan untuk move on mendekatkan diri pada-Nya.
University, Certification, or both of them? with my history…
Waktu masih kuliah di universitas gunadarma depok (Gundar) wlw hanya sampai semester 2, saya suka sharing dengan teman yang disemester atas, dari sharing itu pernah berbicara tentang sertifikasi keahlian, apalagi mereka yang mengambil jurusan IT, SI, MI or jurusan yang sejenisnya.
Untuk syarat mengajukan tugas akhir/skripsi, mahasiswa diwajibkan memiliki minimal 3 sertifikat keahlian yang tentunya ketiga sertifikasi itu harus berkaitan dengan jurusan yang dia ambil. ehm…
Terkait dengan ekonomi, saya harus Off dari Gundar makanya hanya sampai semester 2 saya bisa ‘menikmati’ pendidikan disana (sedih ..haha… upz jadi curcol :p). Tidak perlu sedih (menghibur diri) dan akhirnya saya pun harus bekerja.
Ya terkait dengan University (Akademik), Industry Certification (Sertifikat Keahlian) dan Terkait dengan keduanya, perusahaan akan mudah kita masuk jika memiliki bekal di kedua itu. Ada beberapa perusahaan tidak melihat Ijazah terakhir, yang dilihat Skill yang dimiliki, apalagi ditunjang dengan adanya sertifikat keahlian. Alhamdulillah saya ada beberapa sertifikat keahlian walau level basic :D ditambah ijazah diploma 1 (sama aja diploma 1 itu masih dianggap lulusan SMK), dengan bekal dua itu saya pun mudah untuk masuk kerja.
Setelah beberapa lama bekerja diperusahaan itu, terfikir saya tidak ingin hidup seperti ini terus, dan saya harus berusaha merubah diri lebih baik lagi. Alhamdullah setelah mengundurkan diri dari perusahaan itu, saya masih diberi kesempatan untuk ‘menikmati’ pendidikan lagi di salah satu universitas swasta tertua di kota Bogor, ya Universitas Ibn Khaldun Bogor (UIKA) menjadi pilihan saya, karena ada kelas khusus karyawan.
Saya pun berstatus mahasiswa (wah ya :p). Karena hidup harus berjuang sebagai mahasiswa yang harus cari biaya sendiri, saya pun bekerja menjadi Operator Warnet. Hidup itu tidak perlu MINDER :) , kerja apapun yang penting nilainya baik. Awal masuk dari 20 unit PC plus 1 PC Operator n 1 PC Server yang aktif cuma 3, sehingga keuanganpun hancur sehancur hancurnya, DEMI TUKANggggggg…haha..Upz..(pantes aja saya diterima cepat untuk bekerja. :D)
Ya dengan KEAHLIAN (tapi ga expert sih :p), saya dipercaya untuk mengelola warnet dari manajemen keuangannya sampai kegiatan teknnisnya (Alhamdulillah jadi belajar manajemen :D) (this is my ‘Amanah’). Dalam waktu 3 bulan, alhamdulillah pendapatpun meningkat kesejahteraan pun didapat. ;)
#Kembali ke laptop :p
Kembali ke judul tulisan ini. Sebuah universitas untuk meluluskan mahasiswa-mahasiswanya harus dibekali keahlian, agar kelak mereka mudah mendapat kerja atau mendirikan sebuah usaha.
Penting bahkan sangat penting keahlian itu dimiliki mahasiswa, tapi keahlian ini diluar program kuliah kerja nyata atau sejenisnya. Saya sangat senang ketika di Fakultas Teknik UIKA Bogor khususnya program studi yang saya ambil yaitu Teknik Informatika, menyelenggarakan pelatihan untuk memperoleh sertifikat sebagai syarat untuk mengajukan tugas akhir/skripsi, minimal harus memiliki 2 sertifikat. Alhamdulillah saya memiliki beberapa sertifikat diluar 2 sertifikat itu.
Kenapa saya senang dengan program sertifikasi itu? ya disamping alasan karena masuk di kelas karyawan/malam itu kurang optimal dibanding dengan kelas reguler/pagi dari segi praktikum yang terkadang dosen juga ada yang kurang dalam memberikan materi, sehingga terasa keahlian dan pengetahuan saya kurang. Tapi saya tidak menyalahkan, karena memang sebagai mahasiswa harus lebih kreatif mencari ilmu, baik di kampus atau diluar kampus.
University (Ijazah), Certification (sertifikasi keahlian) atau keduanya itu berkaitan untuk masuk dunia nyata seorang mahasiswa di kehidupan sosial. Dan dari keduanya itu harus di’bungkus’ dengan Ilmu Agama. Karena semua apa yang dilakukan dan hasilnya tidak lepas dari ketentuan-Nya.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Engkau terpesona dengan rumah mewah sahabatmu? Engkau tergiur dengan banyaknya dan mewahnya mobil sahabatmu? Apakah engkau tergiur untuk dihisab lebih lama oleh Allah? Syukurilah apa yang engkau miliki. Apa yang engkau miliki itupun sudah akan merepotkanmu untuk mempersiapkan jawabannya tatkala hisab kelak..!!! -Ustadz. Firanda Andirja- – Read on Path.
Nikmatnya jadi seorang pelajar/mahasisa yang sambil kerja itu ketika diberi tugas makalah oleh tiap dosen dengan mata pelajaran/kuliah yang berbeda. Ditambah kerjaan kantor, plus persiapan uji kompetensi. #eungap euy.. :p – Read on Path.
Hari ini jadi sebuah pembelajaran dari seorang akhwat bercadar. Dia bilang, ketika memilih pasangan ia memilih bukan mapan yg diutamakan. Tapi, hafidz nya. *** Karna dunia akan mengikuti jika kehidupan akhirat tujuan utamanya. *** Kalau sy mapan belum, hafidz aja ngga.. Astagfirullah.. #try&try.... – Read on Path.
🔲💥 Jangan remehkan dakwah kepada anak-anak! Jika telah terikat hatinya dengan Islam, mereka akan mudah bersungguh-sungguh menetapi agama ini setelah dewasa. Jika engkau gembleng mereka untuk siap menghadapi kesulitan, maka kelak mereka tak mudah ambruk hanya karena langkah mereka terhalang oleh kendala-kendala yang menghadang. Tetapi jika engkau salah membekali, mereka akan menjadi beban bagi ummat ini di masa yang akan datang. Cemerlangnya otak sama sekali tidak memberi keuntungan jika hati telah beku dan kesediaan untuk berpayah-payah telah runtuh.
🔳💥 Maka, ketika engkau mengurusi anak-anak di sekolah, ingatlah sejenak. Tugas utamamu bukan sekedar mengajari mereka berhitung. Bukan! Engkau sedang berdakwah. Sedang mempersiapkan generasi yang akan mengurusi umat ini 30 tahun mendatang. Dan ini pekerjaan sangat serius. Pekerjaan yang memerlukan kesungguhan berusaha, niat yang lurus, tekad yang kuat serta kesediaan untuk belajar tanpa henti.
🔲💥 Karenanya, jangan pernah main-main dalam urusan ini. Apa pun yang engkau lakukan terhadap mereka di kelas, ingatlah akibatnya bagi dakwah ini 30 40 tahun yang akan datang. Jika mereka engkau ajari curang dalam mengerjakan soal saja, sesungguhnya urusannya bukan hanya soal bagaimana agar mereka lulus ujian. Bukan. Yang terjadi justru sebaliknya, masa depan umat sedang engkau pertaruhkan!!! Tidakkah engkau ingat bahwa induk segala dusta adalah ringannya lisan untuk berdusta dan tiadanya beban pada jiwa untuk melakukan kebohongan.
🔳💥 Maka, ketika mutu pendidikan anak-anak kita sangat menyedihkan, urusannya bukan sekedar masa depan sekolahmu. Bukan. Sekolah ambruk bukan berita paling menyedihkan, meskipun ini sama sekali tidak kita inginkan. Yang amat perlu kita khawatiri justru lemahnya generasi yang bertanggung-jawab menegakkan dien ini 30 tahun mendatang. Apa yang akan terjadi pada umat ini jika anak-anak kita tak memiliki kecakapan berpikir, kesungguhan berjuang dan ketulusan dalam beramal?
🔲💥 Maka…, ketika engkau bersibuk dengan cara instant agar mereka tampak mengesankan, sungguh urusannya bukan untuk tepuk tangan saat ini. Bukan pula demi piala-piala yang tersusun rapi. Urusannya adalah tentang rapuhnya generasi muslim yang harus mengurusi umat ini di zaman yang bukan zamanmu. Kitalah yang bertanggung-jawab terhadap kuat atau lemahnya mereka di zaman yang boleh jadi kita semua sudah tiada.
🔲💥 Hari ini, ketika di banyak tempat, kemampuan guru-guru kita sangat menyedihkan, sungguh yang paling mengkhawatirkan adalah masa depan umat ini. Maka, keharusan untuk belajar bagimu, wahai Para Guru, bukan semata urusan akreditasi. Apalagi sekedar untuk lolos sertifikasi. Yang harus engkau ingat adalah: “Ini urusan umat. Urusan dakwah.” Jika orang-orang yang sudah setengah baya atau bahkan telah tua, sulit sekali menerima kebenaran, sesungguhnya ini bermula dari lemahnya dakwah terhadap mereka ketika masih belia; ketika masih kanak-kanak. Mereka mungkin cerdas, tapi adab dan iman tak terbangun. Maka, kecerdasan itu bukan menjadi kebaikan, justru menjadi penyulit bagi mereka untuk menegakkan dien.
🔳💥 Wahai Para Guru, belajarlah dengan sungguh-sungguh bagaimana mendidik siswamu. Engkau belajar bukan untuk memenuhi standar dinas pendidikan. Engkau belajar dengan sangat serius sebagai ibadah agar memiliki kepatutan menjadi pendidik bagi anak-anak kaum muslimin. Takutlah engkau kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Sungguh, jika engkau menerima amanah sebagai guru, sedangkan engkau tak memiliki kepatutan, maka engkau sedang membuat kerusakan.
🔲💥 Sungguh, jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, tunggulah saatnya (kehancuran) tiba.
🔳💥 Ingatlah hadis Nabi shallaLlahu ‘alaihi wa sallamsebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari:
💥 “Jika amanah telah disia-siakan, maka tunggulah hari Kiamat,” Dia (Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah menyia-nyiakan amanah itu?” Beliau menjawab, “Jika satu urusan diserahkan kepada bukan ahlinya, maka tunggulah hari Kiamat!” (HR. Bukhari).
🔳💥 Maka, keharusan untuk belajar dengan sungguh-sungguh, terus-menerus dan serius bukanlah dalam rangka memenuhi persyaratan formal semata-mata. Jauh lebih penting dari itu adalah agar engkau memiliki kepatutan menurut dien ini sebagai seorang guru. Sungguh, kelak engkau akan ditanya atas amanah yang engkau emban saat ini.
🔲💥 Wahai Para Guru, singkirkanlah tepuk tangan yang bergemuruh. Hadapkan wajahmu pada tugas amat besar untuk menyiapkan generasi ini agar mampu memikul amanah yang Allah Ta'ala berikan kepada mereka. Sungguh, kelak engkau akan ditanya di Yaumil-Qiyamah atas urusanmu.
🔳💥 Jika kelak tiba masanya sekolah tempatmu mengajar dielu-elukan orang sehingga mereka datang berbondong-bondong membawa anaknya agar engkau semaikan iman di dada mereka, inilah saatnya engkau perbanyak istighfar. Bukan sibuk menebar kabar tentang betapa besar nama sekolahmu. Inilah saatnya engkau sucikan nama Allah Ta’ala seraya senantiasa berbenah menata niat dan menelisik kesalahan diri kalau-kalau ada yang menyimpang dari tuntunan-Nya. Semakin namamu ditinggikan, semakin perlu engkau perbanyak memohon ampunan Allah ‘Azza wa Jalla.
🔲💥 Wahai Para Guru, sesungguhnya jika sekolahmu terpuruk, yang paling perlu engkau tangisi bukanlah berkurangnya jumlah siswa yang mungkin akan terjadi. Ada yang lebih perlu engkau tangisi dengan kesedihan yang sangat mendalam. Tentang masa depan ummat ini; tentang kelangsungan dakwah ini, di masa ketika kita mungkin telah tua renta atau bahkan sudah terkubur dalam tanah.
🔳💥 Ajarilah anak didikmu untuk mengenali kebenaran sebelum mengajarkan kepada mereka berbagai pengetahuan. Asahlah kepekaan mereka terhadap kebenaran dan cepat mengenali kebatilan. Tumbuhkan pada diri mereka keyakinan bahwa Al-Qur’an pasti benar, tak ada keraguan di dalamnya. Tanamkan adab dalam diri mereka. Tumbuhkan pula dalam diri mereka keyakinan dan kecintaan terhadap As-Sunnah Ash-Shahihah. Bukan menyibukkan mereka dengan kebanggaan atas dunia yang ada dalam genggaman mereka.
✨ “Ya Allah, tunjukilah kami bahwa yang benar itu benar dan berilah kami rezeki kemampuan untuk mengikutinya. Dan tunjukilah kami bahwa yang batil itu batil, serta limpahilah kami rezeki untuk mampu menjauhinya.”
☝😔 Inilah do’a yang sekaligus mengajarkan kepada kita agar tidak tertipu oleh persepsi kita. Sesungguhnya kebenaran tidak berubah menjadi kebatilan hanya karena kita mempersepsikan sebagai perkara yang keliru. Demikian pula kebatilan, tak berubah hakekatnya menjadi kebaikan dan kebenaran karena kita memilih untuk melihat segi positifnya. Maka, kepada Allah Ta’ala kita senantiasa memohon perlindungan dari tertipu oleh persepsi sendiri.
☝😔 Pelajarilah dengan sungguh-sungguh apa yang benar; apa yang haq, lebih dulu dan lebih sungguh-sungguh daripada tentang apa yang efektif. Dahulukanlah mempelajari apa yang tepat daripada apa yang memikat. Prioritaskan mempelajari apa yang benar daripada apa yang penuh gebyar. Utamakan mempelajari hal yang benar dalam mendidik daripada sekedar yang membuat sekolahmu tampak besar bertabur gelar. Sungguh, jika engkau mendahulukan apa yang engkau anggap mudah menjadikan anak hebat sebelum memahami betul apa yang benar, sangat mudah bagimu tergelincir tanpa engkau menyadari. Anak tampaknya berbinar-binar sangat mengikuti pelajaran, tetapi mereka hanya tertarik kepada caramu mengajar, tapi mereka tak tertarik belajar, tak tertarik pula menetapi kebenaran.
☝😔 Jangan sepelekan dakwah terhadap anak! Kesalahan mendidik terhadap anak kecil, tak mudah kelihatan. Tetapi kita akan menuai akibatnya ketika mereka dewasa. Betapa banyak yang keliru menilai. Masa kanak-kanak kita biarkan direnggut TV dan tontonan karena menganggap mendidik anak yang lebih besar dan lebih-lebih orang dewasa, jauh lebih sulit dibanding mendidik anak kecil. Padahal sulitnya melunakkan hati orang dewasa justru bersebab terabaikannya dakwah kepada mereka di saat belia.
☝😔 Wallahu a’lam bish-shawab. Kepada Allah Ta’ala kita memohon pertolongan. Maafkan saya… 😔
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming