Lagu yang tak akan pernah relate dengan diriku adalah “Semua Aku Dirayakan” Nadin Amizah. Liriknya adalah harapan-harapanku yang mungkin…
Seharusnya post bulan februari, tapi apalah aku yang banyak mandegnya daripada nulisnya hehew
Keni
todays bird
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

ellievsbear
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
styofa doing anything

roma★

★

PR's Tumblrdome
Claire Keane

art blog(derogatory)

tannertan36

Janaina Medeiros

#extradirty
Cosmic Funnies
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Three Goblin Art

祝日 / Permanent Vacation
Xuebing Du

seen from Austria
seen from Germany

seen from Australia

seen from Nigeria
seen from Nigeria
seen from Austria
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@baliknulis
Lagu yang tak akan pernah relate dengan diriku adalah “Semua Aku Dirayakan” Nadin Amizah. Liriknya adalah harapan-harapanku yang mungkin…
Seharusnya post bulan februari, tapi apalah aku yang banyak mandegnya daripada nulisnya hehew

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Buka laptop mau ngelarin tulisan, eh tiba-tiba kangen nulis berita. Dulu nulis berita makanan sehari-hari. Rapat isu, bikin outline, ngehubungi narasumber, wawancara, nulis berita dikejar deadline, udah jadi rutinitas. Syukur-syukur tulisan langsung acc tanpa revisi, tulisan tayang dirombak habis-habisan dari draft aja pernah. Namanya juga berproses, katanya.
Gitu aja sih buat mengawali lagi minat tulis menulis.
311224
DESEMBER
Satu bulan ini, hujan lebih sering turun daripada November. Hampir setiap hari. Rasanya ingin rebahan saja tiap saat, tapi nyatanya pekerjaanku tidak mau kompromi dengan hujan, maksudku pekerjaan harianku. Meskipun hujan aku tetap ke pasar, aku tetap mengurus rumah, aku tetap mengurus menthok-menthokku, aku tetap harus bergerak. Tidak ada alasan karena hujan, aku bisa tidur siang atau setidaknya aku bisa tidur lebih awal. Aku tetap harus stand by di warung dari jam 05.30 sampai 21.00, meskipun hujan.
Bulan ini ada acara besar, nikahan sepupuku. Dari awal aku sudah dikasih bagian sebagai tim wira-wiri, “gantiin masmu ya, biar masmu jadi penerima tamu”, katanya. Dan aku dengan sadar menyanggupi. Ya daripada aku bosan dengan acara ini itu resepsi pernikahan. Dan benar saja, waktu dua hari pernikahan, aku benar-benar wira-wiri kesana kemari. Bahkan mungkin kalau dikalkulasi, aku berada di tempat acara tidak sampai satu hari. Aku tidak menyaksikan acara akad maupun resepsi. Parahnya, tidak ada fotoku sama sekali.
Aku tidak masalah selalu pergi kesana kemari membeli ini itu. Yang jadi masalah adalah hujan. Hujan tidak mau kompromi untuk reda dua hari saja. Acara tetap jalan seperti seharusnya. Dan aku lah yang harus menerobos hujan untuk membeli apa saja yang kurang. Seperti, hampir jam 5 sore harus ke pasar membeli cabai dan kentang yang habis, pasar yang hanya tinggal beberapa penjual yang masih buka dan kondisinya yang tidak ramah ditengah hujan deras. Atau hampir jam 9 malam harus mencari kopi dan tolakangin. Dengan payung yang takut tiba-tiba terbang, dan bagian bawah celana yang basah. Selalu seperti itu didua hari.
Pada keribetan menerobos hujan, aku membuktikan tentang sebuah sugesti. Katanya semua yang terjadi sesuai dengan sugesti. Makanya tiap ada tugas keluar dan menerobos hujan, dijok belakang motor yang dikemudikan sepupuku, di bawah payung yang kupegang seerat mungkin, ada mantra yang kuucapkan berkali-kali dalam hati, “jangan sakit sekarang” atau “aku nggak sakit”. Sebenarnya aku hanya meneruskan ucapan orang-orang yang selalu bilang, “jangan sakit” padaku, setiap bertemu denganku di tempat acara. Ditambah beberapa hari sebelumnya memang satu per satu keluargaku sakit secara bergantian. Kecuali aku. Dan dengan mantra itu, aku berhasil mensugesti diriku sendiri untuk tidak tumbang minimal sampai acara selesai, tapi ternyata sampai saat ini aku masih sehat, ya meskipun ada lah yaa batuk pusing dikit wkwkwk.
Dan satu hal yang aku sadari, ternyata menjadi orang yang bisa diandelin dan berguna ini sangat luar biasa rasanya. Peluk diriku sendiri.
Akhir tahun ini, tidak ada acara khusus seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena masih sibuk dengan acara setelah pernikahan yang menurutku kenapa ribet banget. Tapi yaa namanya juga tradisi, siapa sih aku berani protes??
Kalau sekarang aku masih versi bocil, mungkin sekarang aku sudah sibuk dengan terompet dan kembang api. Tapi sekarang dengan versi diriku saat ini, tidak ada lagi perasaan excited itu lagi. Bahkan saat menulis ini, aku sedang rebahan jaga warung sendirian karena keluargaku yang lain ada acara di rumah sepupuku, melihat orang-orang yang akan merayakan pergantian tahun, rasanya biasa. Sepertinya energiku sudah habis.
Dahlah, sehat-sehat kita.
301124
NOVEMBER
Mengingat-ingat apa saja yang ku lakukan satu bulan kemarin, aku tidak ingat. Mungkin karena tidak ada agenda khusus yang ku lakukan, atau memang karena aku lupa saja. Aku akhir-akhir ini sering banget lupa, rasanya seperti ada kabel yang bermasalah dalam kepalaku. Sering lupa, kurang fokus, loading lama, sampai kadang aku bingung sendiri, “ini gue kenapa sih?”. Tapi katanya masalah seperti itu karena otak sudah lama tidak diajak bekerja, mungkin berakhir ngambek wkwkwk. Karena memang benar, setelah aku bercerai dengan buku-buku, tugas-tugas kuliah, aku juga semakin jarang mengasah otak ku. Tidak ada lagi belajar, membaca semakin jarang (bahkan membaca chat). Dan percayalah, menjadi orang pelupa sangat tidak enak dan sangat mengganggu.
Bulan ini ada kejadian lucu. Mengenai pertanyaan dari Masku yang ku ceritakan di bulan-bulan lalu kembali muncul di permukaan. Bukan lagi dari Masku, tapi dari keluarga Pakdeku.
“Katanya kamu mau dikenalin sama yang guru itu? Nggak jadi?” Pertanyaan yang hanya ku respon “Hah?!” Dan ternyata bukan hanya satu dua orang yang tahu, bahkan Ibuku juga sudah tahu. Lah ini informasi sudah kemana-mana?
Fakta lainnya yang sedikit mengejutkan, orang itu teman sekolahnya Masku sepupu, 6 tahun lebih tua. Iya sih aku sayang banget sama Eaj, tapi haruskah aku juga sama yang seumurannya? Tapi meskipun sedikit banyak membagongkan, ya namanya niat baik ya kita doa saja yang terbaik. Kalau memang orangnya ya semoga dilancarkan, kalau bukan yaa semoga Changbin cepet datang hahahaa
Bulan ini aku juga dapat banyak pertanyaan, “Kok nggak ikut CPNS?” atau “Sayang banget kuliah cuma buat di rumah.” Saking banyaknya pertanyaan-pertanyaan seperti itu, ingin rasanya aku buat seminar aja alasan kenapa aku memilih tidak mengikuti CPNS dan terlihat seperti manusia yang mensia-siakan ijazah S1nya. Karena ketika aku mendapatkan pertanyaan itu, orang-orang itu tidak benar-benar ingin tahu alasan-alasan dari semua keputusanku. Mereka cuma ingin membandingkanku dengan kebanyakan orang. Dan kalaupun ku jelaskan dengan panjan lebar, aku sangsi mereka bakal paham, karena kita tidak sedang berpijak pada tangga yang sama. Tapi sudahlah, apapun pertanyaannya sudah ku selesaikan dengan “hehehehe”
Bulan November hujaaan. Untung saja kamarku sudah diperbaiki gentengnya, jadi aku tidak lagi susah payah menggeser kasur atau meletakkan ember di mana-mana.
Another day, another job. Setelah jadi “juru ketik” Mbakku sampai dia ujian PPG. Aku jadi asisten Mas-Mas tetanggaku yang jadi pengawas TPS kemarin waktu pilkada. Dia bagian tugas lapangan, dan aku lagi-lagi bagian depan laptop. Ya lumayanlah aku dapat persenan.
Semakin ke sini, semakin banyak pikiran, semakin banyak takutnya, semakin harus bisa banyak hal, dan harus semakin banyak lelah yang disembunyikan. Karena mereka harus fokus pada hidupnya, sisanya tidak apa-apa jadi tanggung jawabku.
Hehe.
—fyi, tulisan ini mulai ditulis di bulan November, tapi tetap saja baru selesai dihari kesembilan bulan Desember hhh sedih :(
311024
OKTOBER
Semakin kesini, kenapa aku selalu melewatkan akhir bulan untuk menulis update kehidupan ini. Bahkan kali ini aku menulis dihari kesembilan bulan November, tepat setelah aku menyelesaikan tugas negara wkwkwk. Sedikit kecewa dengan diriku sendiri, tapi setidaknya aku masih konsisten untuk melakukan ini. Ya meskipun tulisan ini berakhir untuk diriku sendiri, tapi setidaknya ada satu hal yang berhasil aku lakukan dengan terus menerus. Karena di waktu-waktu yang lalu, ada banyak hal yang aku lakukan tapi berakhir dengan aku yang tidak konsisten, dan berakhir lewat begitu saja tanpa kelanjutan.
Mengingat kembali kenapa aku tidak bisa menulis ditanggal 31 Oktober, ternyata pada hari itu aku sedang bertarung dengan video 7GB. Sumpah aku baru tahu, kalau video lebih dari 4GB tidak bisa dipindah dengan flashdisk, bahkan tidak bisa didownload dari gdrive. Wow ilmu baru tapi sedikit nyebelin. Aku sudah mencoba banyak cara, tapi tidak ada hasilnya apa-apa. Ini bukan tugasku, tapi toh aku yang dari awal menawarkan bantuan. Ya itung-itung biar gak gabut-gabut amat.
Selain berperang dengan video 7GB itu, bulan ini aku full jadi juru ketik Mbakku yang lagi menjalankan kewajibannya sebagai mahasiswa PPG. Beneran jadi juru ketik aja karena mana paham aku dengan dunia TK wkwkwk eh nggak deng, aku ikut andil dalam bagian mengarang bebas. Ya sekalian ngasah otak soalnya udah lama nggak dipakai buat mikir.
Sumpah bulan ini rumahku sibuk banget. Selain Mbakku yang lagi PPG, Masku juga lagi persiapan PPPK, untung aku nggak jadi ikut CPNS, bayangkan gimana nih kondisi rumah kalau tiga manusia yang biasa ngurus rumah sibuk semua?
Oke, tinggalkan soal tugas negara yang nggak diperhatiin negara ini. Mari kita beralih pada pencapaian luar biasaku di bulan ini. Akhirnya aku berhasil nyelesain Laut Bercerita. Brooo setelah berbulan-bulan gue putus nyambung sama tuh buku, akhirnya bisa baca sampai kalimat terakhir. Jujur kalau nggak bisa nyelesain buku itu, aku paling nggak enak sama Izza, dia yang ngasih bukunya masa aku biarin gitu aja di rak? Kan sayaaang. Kemarin-kemarin aku nggak pernah bisa nyelesain tuh karena nggak siap buat ketemu perasaan kehilangan. Aku masih bisa baca bagian Laut, ya meskipun sambil ngeri bayangin gimana perjuangan dia. Tapi ketika pas bagian Mara, brooo gue lebih banyak istirahatnya buat ngatur emosi. Setelah nyelesaiin buku itu, aku belum ada niatan buat baca buku lagi.
Sebenarnya bulan ini aku pengen banyak nulis. Udah banyak potongan-potongan draft yang minta diselesaikan. Tapi kepala sedang tidak bisa diajak kompromi, dan berakhir buka tutup write as. Damian, Deryan, Bang Jev berakhir mangkrak lagi.
Hari-hari berjalan seperti biasa. Ada saat dimana aku sibuk banget, ada juga saat dimana aku mikir sambil rebahan, "Ini lagi pada nggak doyan jajan apa?". Ada omongan sepele tapi bikin sakit hati banget, ada juga omongan berat tapi cuma jadi angin lalu. Emosi kaya roller coaster, bikin capek dan pusing. Tapi selama wifi lancar mah nggak papa.
Udah ah sekarang bisa tetep hidup jadi manusia yang berguna aja udah luar biasa. Ini gue masih ada gunanya kan ya?

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
300924
SEPTEMBER
Meskipun judulnya 30 September, lagi-lagi aku baru bisa nulis ini di bulan selanjutnya, parahnya sudah hari kelima bulan Oktober (hehehe maafkan). Alasannya lagi-lagi karena akhir bulan kemarin aku sibuuuuk. Kalau istilah resminya mah freelance, manusiawinya mah bantu-bantu (karena bayarannya berupa terima kasih).
Aku yang sudah menyerah dengan per-PPG-an ini justru harus ngebantu Mbak ku yang dapat panggilan PPG. Nggak begitu susah siih menurutku buat ngurus ini itunya. Yang jadi masalanya, dia baru dapat kabar h-5 batas akhir, dan itu masih kehalang weekend. Aku nggak gitu ikut pusing, karena emang masalah dokumen gimana usahanya dia. Aku bagian depan laptop doang. Tapi puncaknya adalaaah server univnya yang bikin emosi. Upload dokumen dan lapor diri yang seharunya bisa ku selesaikan beberapa jam, berakhir ku selesaikan keesokan paginya dihari selanjutnya (bener-bener aku bangun tidur langsung buka laptop). Untungnya tahap selanjutnya aman terkendali. Sekarang tinggal usahanya sendiri ngerjain modul-modul itu.
Kesibukan selanjutnya yang membuatku tidak bisa update kehidupan maksimal tanggal 1 Oktober adalah, aku jadi sekretaris dadakan. Bukan sekretaris kantor, tapi sekretaris pembangunan lapangan voli. Bukan sekretaris resmi, karena bukan namaku yang tertulis, lagi-lagi aku bagian depan laptop aja. Aku diminta ngedit proposal dana. Ya awalanya suruh ngedit aja soalnya waktu aku coba-coba cek ada beberapa kesalahan. Tapi berakhir hampir setengah aku ganti, karna sumpah waktu aky baca gregetan banget pengen aku ganti. Katanya, itu proposal formalitas aja, nggak usah dibikin pusing. Tapi kalau emang ada yang bener, kenapa harus seadanya? Ya minimal enak aja dibaca.
Ketika ngerjain dua tugas itu, kayak aku nemuin lagi diriku yang dulu. Sibuk depan laptop, buka banyak browser buat cek ini itu, dikejar deadline. Bikin pusing tapi nyenengin. Aku pernah membayangkan diriku ada diwaktu sibuk dengan dokumen di depan komputer. Tapi ternyata itu memang hanya bayanganku sampai saat ini. Jadi ketika ada yang minta bantuan berurusan dengan dokumen dan laptop, ada sebagain diriku yang berpesta menyambut dengan suka cita.
Bulan ini, bulan masak-masak besar. Banyak acara di rumah. Meskipun aku hanya bisa masak seadanya, tapi tetap saja ada larangan tak tertulis tidak ikut andil di dapur.
Bulan ini juga menjadi bulan kedua aku membuka usaha. Alhamdulillah berjalan dengan baik. Selama dua bulan ini, aku belajar satu hal. Aku tidak memasang ekpektasi tinggi. Aku hanya menjalani dengan santai. Tidak ada tekanan, tidak begitu kecewa. Karena namanya usaha, tidak akan sama setiap harinya.
Sedihnya di bulan ini aku belum juga menyelesaikan Laut Bercerita, draft tulisan buat Eaj nggak selesai, aku seharusnya nulis Damian juga tidak bisa. Dahlah sedihhh..
Yang lainnya seperti biasa. Aku juga masih hahahehe seperti tidak ada beban, padahal isi kepala berantakan. Aku masih baca AU, nonton drama, itu udah cukup buat healing. Dan aku kangen naik kereta.
310824
AGUSTUS
Sebenernya tulisan ini di tulis tanggal 1 September yang kurang 30 menit lagi berganti menjadi tanggal 2 September. Akhir Agustusku terlalu capek sampai nggak sempet nulis.
Agustusku kemarin aku mencoba mengikuti saran orang-orang, berjualan. Bukan warung, karena itu udah kewajiban sehrai-hari. Aku membuka usaha sendiri dengan Mbakku. Ya, kita jalani saja daripada aku selalu dapet pertanyaan yang sama berulang kali.
Setiap hari semakin sibuk. Bahkan bisa dibilang istirahatku ketika tidur (aku sering ketiduran daripada tidur). List pekerjaan rumah tanggaku makin banyak aja.
Selain kesibukan itu yang ngebuat aku baru bisa nyiapin kado wisuda h-1, bulan ini aku bisa kembali ke Solo. Dateng ke wisuda temenku, agenda utama. Ketemu temen-temenku adalah agenda lanjutan.
Kesempatan yang nggak bakal datang dua kali yang ngebuat aku tidak menyesal tetap memaksakan ke Solo meskipun dengan segala dramanya. Ketemu dan ngobrol lagi sama temen-temenku, bisa ngebayar semua usaha buat tetep bisa ke Solo. Ternyata sekangen itu.
Sekarang kita punya tahapan ke hidupan masing-masing. Aku mungkin akan selalu merasa tertinggal kalau terus membandingkan dengan pencapaian teman-temanku itu. Ya semoga aku bisa menyusul perlahan dengan tahapanku sendiri.
Bun, Kak, Mas, Bang, semoga kita bisa ketemu lagi yaaa!!!
310724
JULI
Bulan ini diawali dengan sandalku putus. Ya mungkin biasa saja buat sebagian orang, tapi masalahnya ini tuh apa ya putus atau rusaknya nanggung banget. Mau dibuang gitu aja, sayang karena belum ada satu tahun beli dan masih layak banget, dan itupun rusaknya cuma sedikit. Nah karena sedikit itu lah, posisi rusaknya sulit buat dibenerin. Hhh...kenapa masalah persandalan ini yang membuka update kehidupan bulan ini :(
Mari lupakan masalah persandalan ini (ya meskipun aku masih belum terima sih..), mari kita beralih ke hal-hal yang bikin kaget dikit tapi kabar baik.
Temenku akhirnya balikan sama pacarnya yang juga temenku, setelah drama romansa yang harus aku saksikan muter-muter disitu terus, tapi nggak papa karena termasuk hiburan untuk orang-orang yang hopeless romantic sepertiku
Eaj ft. Hindia - right where you left me, akhirnya keluaaar!!! Tolong dengerin lagu abangku ini. Ketika tau eaJ bakal rilis lagu sama Hindia, aku udah shock, antara gak percaya sama seneeng akhirnya setelah berharap sekian lama. Tapi yang nggak kalah bikin kaget sampai nangis (beneran) waktu akhirnya bisa liat lagi eaJ main gitar, Bang Jae akhirnya balikan sama gitarnya. Meskipun bukan sama Haru lagi, tapi liat Jae udah mau main gitar lagi tuh kayak seneng banget. Dia akhirnya berhasil ngelawan takutnya. Welcome back abangku paling keren sedunia, Jae.
Sayang-sayangku akhirnya comeback lagi setelah ngumumin perpanjangan kontrak, STRAY KIDS!!! Tolong dengerin lagu-lagu mereka yang secara ajaib jadi salah satu alasan kenapa aku masih waras sampai sekarang hehew (kapan ya aku bisa nonton konser skz?). Selain itu adekku, HAN JISUNG punya tatto...
Aku kemarin juga dimintai tolong buat bantu-bantu ngurus acara, lebih tepatnya bantu bagian foto-foto sih. Waktu persiapan rasanya pengen langsung ku handle sendiri karena gemes, tapi kemudian aku sadar, "brooo lu cuma bantu-bantu bukan yang punya acara, dan semua nggak bisa lu samain sama kepanitianmu dulu", akhirnya aku milih ngikut aja, ya meskipun aku nggak puas sama hasil jepretanku (kayaknya kalau ini bang hen tau hasil jepretanku bakal kena evaluasi)
Dan paling bikin ikut seneng adalaaah akhirnya temenku selesai ngurus administrasi wisudaaa. Ya meskipun sedih karena dia bakal pulang ke kampung halamannya, dan itu jauuuh banget, tapi tetep seneng karena satu hal yang jadi beban pikirannya akhirnya berkurang.
Selain semua itu, entah kenapa bulan ini aku lebih sering bermimpi tentang teman-temanku. Teman sekolah dulu, teman kelas waktu kuliah, teman organisasi, bahkan kalau aku nggak salah ingat ada mimpi yang mereka nyampur jadi satu, yang bakal nggak mungkin di dunia nyata aku ketemu mereka semua dalam satu tempat wkwkwk.
O iya, hal yang harus aku banggakan yang berhasil aku lakukan dibulan ini adalah aku sudah satu bulan ini mengurangi minum manis-manis. Tidak ada lagi secangkir teh, kopi, atau minuman kemasan lainnya. Karena jujur, aku mulai kepikiran sama berat badanku. Selain ingin mengurangi berat badan, aku juga pengen hidup sehat (halah) hehe..
Aku juga melanjutkan membaca Laut Bercerita. Meski harus berhenti beberapa kali, aku sudah bertekad harus menyelesaikannya.
Hari-hariku berjalan seperti biasanya. Kegaiatanku berulang setiap harinya. Sedikit membosankan, tapi itu keharusan. Aku masih bisa melakukan kesenanganku saja itu sudah cukup. Ku anggap semuanya sebagai kompensasi atas waktuku dulu yang ku habiskan di luar rumah.
Rumah, meskipun kadang menyakitkan, tetap ke sana kamu harus pulang.
300624
JUNI
Bulan ini masih melanjutkan pembahasan bulan sebelumnya tentang orang-orang yang sedang mempersiapkan, menjalankan, bahkan mempertanyakan mengenai pernikahan.
Bahkan diawal bulan aku disambut dengan pertanyaan, "kamu mau aku kenalin sama temenku nggak?" dari salah satu kakakku. Dan pertanyaan random di atas motor dalam perjalanan kembali ke tempat orang nikahan itu hanya ku respon dengan tertawa, tidak menolak juga tidak menerima. Tanpa kusadari, dari satu pertanyaan atau sebut saja tawaran itu berhasil melahirkan banyak pertanyaan di kepalaku. Hari selanjutnya tidak ada pembahasan lagi mengenai hal itu, jadi akhirnya ku abaikan saja.
Apalagi ya?
Bulan ini Idul Adha, banyak daging dimana-mana.
Aku lebih sering motoran malam-malam (dengan agenda yang jelas). Ya, akhirnya diacc setelah drama, "kamu cewek, biar masmu aja", padahal kata masku, "kamu harus jadi cewek mandiri, jangan bergantung ke cowok terus".
Aku bulan ini juga "mengambil jatah libur". Ikut tamasya anak-anak TK. Ya meskipun tidak jauh, setidaknya aku akhirnya menghirup udara lain. Aku juga ke pasar malam. Kalau dulu aku selalu menolak karena aku sudah pusing hanya membayangkan bakal berjubel banyak orang, tapi kali ini bisa dibilang aku menikmatinya. Apa mungkin karena aku sudah lama tidak berada di tengah-tengah keramaian? Atau memang aku sedang butuh hiburan?
Bulan ini juga banyak kejutan secara tidak langsung dari orang-orang jauh yang bisa dibilang menjadi salah satu alasan aku masih waras sampai saat ini. Tolong didengarkan; Lee Youngji ft. D.O - Small Girl. Big Naughty ft. Mark - Sunkissed, Han Jisung - Maybe. Dan tolong dinantikan Eaj ft. Hindia. Setidaknya ditengah hidupku yang sangat membosankan ini, masih ada suara-suara mereka dengan lagu-lagunya yang masih bisa menjaga kewarasanku.
Bulan ini rasanya cepat sekali. Aku cukup menikmatinya, meskipun banyak sakit yang harus ku sembuhkan sendiri, banyak suara yang ku redam sendiri. Tidak apa-apa.
Diselesaikan satu per satu, biar nggak numpuk di kepala - yang kusampaikan pada temanku, juga diriku sendiri.
310524
MEI
Apa ya??
Bulan ini tidak ada yang luar biasa, berjalan biasa-biasa saja. Tidak ada agenda atau kejadian yang perlu aku jabarkan panjang lebar. Semuanya berjalan normal, lancar dan aman. Ya, meskipun ada pusingnya, pegal linunya sampai tengah malam harus kepaksa bangun buat pasang koyo. Tapi nggak papa, semakin aku sibuk semakin tidak ada waktu buat overthinking, dan yang penting biar nggak kelihatan gabut aja sih.
Dibulan ini hampir dua minggu aku harus menghabiskan energi sosialku bersama orang-orang di pasar. Dalam rangka menggantikan Ibu Bos alias Ibuku yang sedang sakit punggung, habis subuh aku -dan Masku tentunya- sudah harus menyusuri jalanan pagi hari yang masih sepi untuk bertemu banyak manusia. Kemudian beramah tamah sampai semua list beelanjaan sudah terceklist semua.
Ada satu kejadian lucu dientah hari keberapa aku ke pasar. Aku yang pagi itu diminta Masku untuk membeli daging ayam, memilih menunggu di tempat karena aku sudah menyelesaikan semua list belanjaanku, sedangkan Masku masih harus ke beberapa tempat. Ketika aku duduk santai menunggu, dan si Ibu penjual langganan Ibuku masih sibuk memotong daging, tiba-tiba saja si Ibu bertanya,
"Kamu yang kuliah itu ya? Udah selesai?" "Iya, sudah." "Tinggal persiapan sebar undangan dong?" "Hah? Mau sebar undangan sama siapa?" "Lah udah ada pacar kan?" "Belum, Bu." "Lah masak belum ada? Sama dong kaya anakku. Ya udah sama anakku aja mau?" "...." "Ya kenalan aja dulu gitu, ngobrol. Ya kalau cocok mah nggak papa, keluarga juga udah pada kenal."
Dan aku hanya bisa menanggapi dengan hehehehe..
Kayaknya memang ini sudah masuk waktunya deh buat aku dapat pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Seperti ketika aku sibuk menggendong para keponakanku, selalu ada celetukan, "udah cocok lho," atau nggak, "temenmu udah ada yang punya anak tiga, kamu mau kapan?" Brooo ini kayak aku udah ada pasangan tinggal nikahnya aja, padahal kan giamana mau nikah trus punya anak kalau hilal jodoh aja masih belum ada tanda-tanda.
Ditambah di akhir bulan ini, keluargaku sudah mulai disibukkan dengan pembahasan mengenai sepupuku -yang dua tahun lebih muda dariku- yang baru saja dilamar dan sudah mulai sibuk persiapan pernikahan bulan Desember nanti. Ditengah keribetan para tetua di keluargaku membahas hari baik dan persiapan ini itu, di kepalaku muncul pertanyaan,
"Gimana orang-orang bisa yakin buat oke nikah?"
Sudahlah mari kita tutup bulan Mei ini dengan persiapan energi yang banyak untuk menghadapi pertanyaan "kapan nyusul?" yang bakal sering terdengar ke depannya.
Oiya di bulan Mei ini, selamat ulang tahun organisasiku tercinta!! Meskipun dulu banyak ngeselinnya, tapi nggak papa. Karena katanya, "semua yang terjadi kemarin, jadikan ku yang hari ini". Semoga tetap hidup.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
300424
APRIL
April tahun ini.... capek?
Dibuka dengan hari-hari persiapan lebaran dan tentu saja dengan perdebatan ini itu. Tentu saja aku juga excited dalam menyambut hari raya, tapi tetap saja sudah terasa lelahnya dari jauh-jauh hari. Maafkan diri ini yang stock energi sosialnya sangat terbatas.
Masih mengenai serba-serbi lebaran yang sangat melelahkan tapi juga menjadi tantangan terbaru buatku, memegang penuh kendali perdapuran alias job desk utamaku di hari lebaran adalah memasak, memasak dan memasak. Kakak perempuanku yang biasanya jadi chef utama rumah memilih lebaran di daerah asal suaminya, jadi yaa begitulah mau tidak mau aku harus mengambil alih tugasnya.
Dan begitulah aku berakhir di dapur saat hari raya. Tidak ada berkeliling lingkungan sekitar untuk meminta maaf seperti orang-orang pada umumnya, aku hanya sempat sungkem ke orang tuaku dan keluargaku saja. Tidak ada foto-foto setelah sholat ied atau hari-hari lebaran, bahkan 'baju lebaran' saja langsung aku ganti setelah sungkeman dengan setelan sehari-hari. Tidak ada acara bercengkrama dengan saudara-saudara, karena aku harus segera memulai mengolah bakso dari mencetaknya sampai layak dimakan dengan skill yang minim ini.
Secara singkat agendaku pada tanggal 1 syawal kemarin, sholat ied (lebih ke jadi baby sitter karena kebetulan aku sedang tidak sholat) - sungkeman ke keluarga inti - masak bakso - jadi tim dapur ketika ada tamu. Hari-hari selanjutnya juga seperti itu. Bahkan ada saudaraku yang mengira aku sedang tidak ada di rumah karena tidak kelihatan di luar.
Namun disamping capek yang sangat kerasa, aku berhasil menambah list menu baru yang berhasil aku masak dan mematahkan komentar orang-orang pada lebaran tahun sebelumnya soal aku yang tidak bisa memasak hehe. Bangga dikit nggak papa kan? Ya meskipun kadang masih denger discredit soal apa yang aku lakukan. It's okay, dah biasa.
Hari-hari lebaran yang sangat menguras energi akhirnya terlewati, meskipun aku sangat ingin hibernasi satu hari saja untuk charge energi tidak bisa, karena pekerjaan lain sudah menunggu.
Bulan ini ditutup dengan kegiatan yang sama melelahkannya, orang nikahan. Bukan, bukan aku yang nikah, bukan juga saudaraku. Tapi beberapa tetanggaku yang sangat kompak memilih mengadakan pernikahan dibulan ini. Dan karena statusku sekarang menjadi anak rumahan yang kelihatan gabut, jadi dipertanyakanlah loyalitasku sebagai anggota karang taruna yang tidak berkontribusi karena menjadi anak rantau 10 tahun, dengan nama lain aku harus ikut menjadi sinoman. Karena aku sadar diri, aku menyetujuinya. Berakhirlah bulan ini aku dua kali nyinom. Seru kok, meskipun sampai rumah energiku langsung 0%.
Lagu terbaru Xdinary Heroes yang berjudul Little Things, ketika aku mendengarnya pertama kali tadi sangat relate dengan apa yang aku di bulan April ini;
Even all the wounds hidden in secret, are nothing
310324
MARET
Bulan ini ceritaku terlalu nano-nano.
Ya gimana nggak nano-nano, kalau di bulan ini yang ku rasakan itu sebentar seneng trus habis itu sedih, trus ada yang bikin seneng trus ada yang bikin sedih gitu aja terus satu bulan ini. Itu belum keitung capek fisik dan ada beberapa hal yang bikin mood berantakan. Tapi mungkin itu termasuk ujian puasa kali ya, menahan hawa nafsu buat marah-marah kesemua hal. Minggu kedua bulan ini memang sudah masuk bulan Romadhon.
Tapi sebentar, kita mulai dengan kejadian diawal bulan.
Pada tanggal 4, ada dua kejadian yang bertolak belakang terjadi di hari yang sama. Pada sekitar pukul 03.00 pagi, dapat kabar kalau kedatangan keluarga baru. Bayi perempuan bernama Han. Semua keluarga menyambutnya dengan suka cita, begitupun denganku.
Saking sibuknya ngurus ini itu, aku tidak siap dengan apa yang terjadi di sore hari. Oreo, kucingku tidak pulang ke rumah. Oreo bukan tipe kucing yang suka main jauh, dia lebih suka tidur sepanjang hari daripada bermain dengan kucing yang lain. Aku masih melihatnya di pagi hari bersama kucing tetangga, tapi ternyata bahkan sampai hari selanjutnya dia tetap tidak pulang. Sedihnya, empat hari kemudia Oreo ditemukan sudah tidak bernyawa. Setelah hari itu rumah rasanya sepi, dua kucingku Jelly dan Oreo sudah tidak akan menjadi penghuni rumah ini.
Beberapa hari setelahnya, datang penghuni baru. Makhluk kecil berwarna coklat. Dia lebih berisik dan aktif daripada Jelly dan Oreo, tapi paling penakut dibanding yang lain. Aku sempat memberinya nama Koa -yang kemudian diprotes oleh semua orang. Padahal Koa dalam bahasa Jepang artinya berani, dan selain itu Koa potongan dari kata Cocoa, bahasa Inggris dari buah Kakao atau buah coklat. Tapi para manusia di rumah ini tidak ada yang setuju. Karena katanya, nama itu terlalu aneh buat seekor kucing. Dan pada akhirnya aku mengikuti saja mereka yang memanggil kucing itu dengan Choki, ya Choki-choki coklat asli.
Oke, kita cukupkan masalah perkucingan ini.
Tanggal 12, hari pertama puasa. Itu artinya jobdesk ku bertambah satu. Tukang masak. Aku yang hari biasa bisa dihitung jari berada di dapur, pada saat puasa setiap hari harus menyipakan lauk untuk berbuka puasa. Skill ku memasak meningkat setiap bulan puasa. Bulan ini menu terbaru yang berhasil aku masak adalah sop daging sapi dan berhasil membuat Apem -makanan tradisional ketika ada syukuran.
Schedule ku bulan ini padat. Pagi hari dibuka dengan melakukan rutinitas pagi, menyiapkan warung; menyapu, menata dagangan dan melayani pembeli. Ketika sudah lumayan sepi pembeli, aku mengurus menthok-menthokku. Habis dhuhur aku baru bisa istirahat di kamar, karena gantian jaga warung sama adikku. Setelah ashar, masak buat buka puasa. Selanjutnya terawih di masjid. Pulang dari masjid, kembali ke masalah perwarungan; mencatat dagangan yang perlu di beli esok harinya. Setelah semuanya selesai, aku ke rumah Han, untuk menjaganya sampai jam 3 pagi. Jam 3 pagi pulnag, sahur dan rutinitas selanjutnya.
Bulan ini aku memulai membaca novel "Laut Bercerita", tapi sayang sampai akhir bulan ini belum juga selesai. Antara memang tidak ada waktu untuk membaca lama, juga karena aku harus super pelan memebacanya . Bulan ini juga tidak ada serial atau drama yang berhasil aku selesaikan.
Satu hal yang positif di bulan ini, aku mulai olaraga kecil-kecilan, ya meskipun harus secara diam-diam.
Aku di bulan Maret seperti lagu Doraemon;
AKU INGIN BEGINI, AKU INGIN BEGITU. INGIN INI ITU BANYAK SEKALIIII~
290224
FEBRUARI
Bulan ini sibuk, serius.
Pada bulan Januari aku bilang kalau aku jadi KPPS kan, nah itu sumber sibuk utama. Sibuk iya, pusing iya, capek iya. Broo..kayaknya bulan ini ceritaku tidak jauh dari kegiatan 'abdi negara' itu. Tapi tidak bakal aku ceritakan di sini, karena jujur bakal panjaaaang banget dan nginget gimana experience-nya bikin pusingnya balik lagi. Tapi jujur, itu pengalaman terseru setelah kegiatan terakhirku kepanitiaan berapa tahun yang lalu. Cuma ya itu efek sampingnya yaa pusing berkepanangan. Apalagi aku KPPS 4 + Operator siRekap, double kill.
Bulan ini aku melewatkan semua tanggal yang harusnya aku melakukan rutinitasku, menulis surat terbuka. Aku melewatkan ulang tahun Mogu, kakak perempuanku, ponakanku, Kevin, bahkan aku juga tidak menulis untuk diriku sendiri kemarin. Mungkin tulisan-tulisan itu -dan tulisan ini- tidak ada yang membaca, tapi ketika ada rutinitas yang terlewat itu rasanya ada yang aneh. Bahkan aku juga tidak bisa hadir menemani bestie-ku merayakan kemenangannya dalam pertarungan dengan dosen pembimbingnya.
Kesibukanku bulan ini mengambil alih semua waktuku.
Sedih sih aku tidak banyak menulis di bulan ini, tapi at least aku berhasil menyelesaikan membaca satu novel, Serangkai. Novel yang ku beli 2021 silam akhirnya bisa aku selesaikan bulan ini. Ada perasaan yang akhirnya ku rasakan lagi setelah berhasil menyelesaikan suatu hal. Dan aku menikmatinya, perasaan itu.
Bulan ini ditutup dengan aku bertemu dengan beberapa teman-teman lamaku. Teman-teman sekolahku dari taman kanak-kanak sampai SMP. Meskipun bisa dibilang tetangga, tapi kita sangat jarang bertemu. Dan kemarin kita bukan hanya sekedar menyapa tapi juga sedikit mengobrol ketika menghadiri pernikahan salah satu teman. Ternyata kita dulu sedekat itu, tapi sekarang sangat jauh setelah sibuk dan urusan hidup mengambil alih. Karena kita sudah berada di fase memikirkan bagaimana kita akan hidup selanjutnya, bukan lagi hanya bermain dari sat rumah ke rumah yang lain.
Juga..
Happy birthday to me.
Semakin tua, semoga semuanya semakin baik-baik saja.
Maret, semoga apa yang aku rencanakan tidak berantakan.
Sebagai penutup untuk tulisan tidak jelas ini, aku ingin mengutip salah satu ucapan anak University War:
Saya baik-baik saja secara fisik, tapi saya kelelahan secara mental. - Hyunbin, SNU.
4 Februari
Katanya, setelah 7 tahun kepergian seseorang, kita yang ditinggakan akan lupa pada suaranya.
Hari ini ketika melihat tanggal di layar ponsel, aku seperti diingatkan pada suatu hal. Aku harus mengingatnya lama apa yang sudah terjadi pada tanggal ini. Setelah lama menscroll tweet-tweet lama -karena aku lebih sering mengabadikan suatu hal dengan cuitan di media sosial-, aku akhirnya menemukannya.
Tujuh tahun yang lalu, 4 Februari 2017. Ketika aku baru menjadi mahasiswa baru beberapa bulan, ketika aku baru dilantik sebagai staff redaksi satu bulan sebelumnya, ketika aku menolak ajakan teman-teman redaksi ke Gedung Songo Semarang, dan ketika aku harus mendengar kabar yang siapapun tidak ingin mendengarkannya.
Hari ini, aku kembali mengingatnya. Pada hari itu, aku tidak bisa pulang tepat waktu. Ketika sampai di rumah, keadaan lebih ramai dari biasanya. Pandangan orang-orang yang ku temui saat menuju pintu rumah, -sumpah demi apapun- aku benci pada hari itu. Saat sampai di depan pintu, bukan keluargaku yang sibuk dengan urusannya masing-masing seperti biasanya ketika aku pulang, tapi mereka semua sudah berkumpul di ruang tamu. Tidak ada sapaan yang menyambut kepulanganku, justru tangisan yang seperti musik penyambutan. Adikku -yang ikut pulang bersamaku- sudah berlari pada pelukan Ibuku. Sedangkan aku justru masih terpaku melihat seseorang yang sudah terbujur kaku di tengah ruangan.
Bapak sudah pergi.
Tidak ada yang ingin bertemu kehilangan secepat ini. Meskipun hari itu, Bapak diangkat sakitnya, tapi aku tidak sekuat itu untuk tidak patah. Setelah hari itu, meskipun kesedihan belum juga mereda, hidup tetap harus berjalan. Aku yang harus kembali meninggalkan rumah untuk kuliah, meninggalkan Ibu yang masih penuh luka. Kakak pertamaku harus mengambil semua tanggung jawab sebagai anak laki-laki pertama. Semua anggota keluargaku yang harus kembali pada kehidupannya masing-masing.
Setelah tahun-tahun berlalu, satu persatu luka sembuh. Doa yang tidak pernah putus sebagai penanda keikhlasan merelakan yang sudah pergi. Meskipun mungkin benar setelah 7 tahun kepergian, aku tidak bisa mengingat lagi bagaimana suaranya, dan mungkin tahun-tahun selanjutnya aku lupa dengan hal lainnya, tapi namanya akan terus ku sebut dalam doa.
Ketika menulis ini, bukan berarti aku belum melepaskan sepenuhnya. Aku hanya sedang mengingat. Itu saja.
Tenang dan terang, Pak.
310124
JANUARI
Kembali mencoba menulis lagi setiap akhir bulan -karena sempat terhenti entah pada bulan keberapa tahun kemarin-, semoga tahun ini lengkap menulis dua belas bulan.
Selamat Tahun Baru, 2024.
Tahun ini dibuka dengan statusku yang baru, anak rumahan tetap. Tanggunganku sudah ku selesaikan bulan Oktober lalu sekaligus mengakhiri kontrak sebagai anak rantau. Dengan status baru itulah sekarang pertanyaannya sudah berganti menjadi,
"Mau kerja dimana? Kok belum cari kerja? Atau kamu sekolah tinggi-tinggi masa mau di rumah terus?"
Padahal mah bukan niatnya nggak mau cari kerja, kalau ada yang cocok mah ya ayok aja. Tapi beberapa bulan setelah lulus, jujur aja belum nemu yang oke ini aku harus dapet. Sebagai anak rumahan tetap, itung-itung juga ganti waktu 10 tahun yang lebih banyak ku habiskan di luar rumah.
Jadi, kalau mau tahu posisiku dimana, gampang aja, aku selalu di rumah.
Januari hujan lebih sering daripada sinar matahari. Kalaupun tidak hujan, pasti mendung. Aku tidak masalah, asal jangan listrik padam. Duh, tolong itu terlalu sumpek. Bulan ini -sebagai anak yang berbakti slash pengangguran- justru kayaknya aku lebih banyak gerak. Pagi pergi ke pasar, ngurus rumah, jaga warung, beres-beres kamar, masak, ke sawah, jemput sekolah. Brooo udah beneran jadi anak rumah tangga ini mah..
Capek sih, karena kadang aku baru bisa bener-bener istirahat jam 10 malam trus harus bangun lagi subuh buat ke pasar, tapi kok kayaknya aku lebih sering ngerasa happy daripada ngeluh. Nggak tau kayak rasanya semakin aku sibuk ini itu, artinya semakin dipercaya aku-nya. Itu yang bikin capeknya nggak kerasa. Dan rasanya aku lebih waras sekarang daripada sebelumnya.
Apa lagi ya.. bulan ini aku masih nulis, baca novel, baca au, nonton film, ngedrama, scroll twitter berjam-jam, nge-fangirling, yaa pokonya masih sama. Mungkin bedanya komunikasiku sama temen-temenku berkurang sih, sedih. Tapi gimana lagi, antara aku nggak ada kepentingan buat ngehubungi sama takut ganggu kesibukan mereka sih. Kangen sih tapi mau gimana lagi ya kan?
Oiya, aku jadi KPPS wkwkwk. Kemarin waktu pelantikan dan bimtek, capek banget asli. Padahal cuma duduk, dengerin, dapet konsumsi. Tapi rasanya energiku langsung habis -efek udah lama nggak ketemu orang banyak- waktu sampai rumah.
Terakhir, wishlistku setelah wisuda akhirnya tercapai, bisa naik motor. Yey! Mau matic atau bukan mah bisa semua. Ya meskipun belum dapet ijin sampai jalan provinsi, aku belum punya sim juga, tapi intinya udah nggak ngrepotin orang rumah lagi hehew.
Oke, Januari not bad lah.
Februari, aku mau lebih produktif. Semoga saja..
Dunia yang terpancar di mata setiap orang itu semuanya milik orang tersebut. Soalnya berbeda dengan dunia yang dilihat oleh orang lain. - Seiji Fukagawa (You Made My Dawn, 2023)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
202303
Oke, Maret.
Kayaknya bulan ini, aku menyumbang lebih banyak mengahabiskan waktuku di luar kamar. Bulan ini aku lebih sibuk ke sana ke sini ngurus ini itu. Waktuku di jalan lebih lama dari biasanya.
Bulan ini aku banyak bertemu orang-orang lama. Seperti aku sempat bertemu senior organisasiku ketika aku pulang dari kampus, aku juga bertemu pegawai kantor tempat aku pkl dulu, dan aku bisa ke sekolahku dulu di bulan ini.
Bulan ini rasanya sibuk dan capek. Tapi itu karena banyak hal baru yang aku lakukan di bulan ini. Memang capek, tapi tidak berat. Rasanya bilang, “oke, nggak papa” di bulan ini tuh lebih ringan. Bukan karena pasrah, tapi aku tahu salahku dimana.
O Iya, maret tahun ini puasa. Skill memasakku meningkat hehe. Aku lebih banyak di rumah. Banyak pekerjaan rumah yang aku lakukan, tapi aku tak merasakan beban. Justru kadang aku sedikit kecewa kalau apa yang biasanya aku lakukan, harus digantikan orang lain. Dan ketika aku bisa menyelesaikan semuanya sendirian, ada rasa bangga, meskipun aku sendiri yang merayakannya.
Meski bulan ini aku lebih banyak jalan kaki, tetap 8,5/10 untuk bulan ini. Aku banyak mendapatkan apa yang aku harapkan. Sisanya karena aku belum mencapai target di bulan ini.
Terima kasih di bulan ini tidak banyak ngeluh, kita simpan lagi rasa capeknya. Nanti kalau sudah selasai, ambil istirahat sebanyak-banyaknya tak apa.
Oke, sampai bertemu di april. Ditegapkan lagi pundaknya, dikuatkan lagi kakinya. Kita, belum selesai.
202302
FEBRUARU, Februari buru-buru.
Bulan kedua rasanya teralu buru-buru. Entah tiba-tiba udah akhir bulan aja, atau rasanya semua yang aku lakukan di bulan ini seperti diburu-buru. Harus cepet-cepet, dikejar waktu, jadi rasanya lebih capek daripada bulan kemarin.
Awal bulan dibuka dengan drama pembayaran yang harus nunggu kepastian hampir dua minggu, dan akhirnya dapat kejelasan pas udah mepet deadline tapi harus ngurus ini itu dulu. Satu hari yang bener-bener diharuskan gerak cepet. Capek pake banget pas akhirnya selesai semuanya dan udah di kosan. Tapi nilai plusnya hari itu, aku akhirnya bisa ngadem dan cuci mata bentar di gramedia.
Februari sebenarnya aku udah nyusun rencana yang kayak aku bisa nih bulan ini sampe bagian ini, ngurus ini itu, tapi sayangnya rencana awalku nggak bisa kepakai, aku harus tetep di tempat yang sama belum bisa ke bagian selanjutnya. Ya meskipun akhirnya ada progress sedikit, tapi tetap saja belum sesuai apa yang aku rencanakan. Jadi ya gitu, rada sedih tapi ya nggak papa.
Selain rasanya yang capek banget karena kayak harus gerak cepet tapi kejebak macet, bulan ini tetap ada kabar baiknya. Aku mengenal satu manusia baru lagi, cowok 14 februari, nadh. Semoga nanti pas udah gede dia jadi cowok green flag berjalan hehehe, aamiin. Bulan ini juga aku akhirnya bisa ketemu temen-temenku, ngobrol ini itu sampe ngide random banget dari gm ke hm balik ke gm lagi, tapi bisa ngilangin stres dikit, ya meskipun harus kena hujan. Dan aku juga akhirnya ngehubungin beberapa teman lama, ya meskipun cuma tanya-tanya, tapi untuk orang kayak aku yang sempat berada di fase takut ngehubungi teman-teman lama udah jadi sebuah pencapaian kecil sih..*pukpukpuk diri sendiri.
Ya, kayak gitulah Februari-ku, nggak banyak hal yang diceritain karena emang aku lebih sering tidur daripada keluar kosan. Karena kuliah udah mulai, jalanan ramai, klakson dimana-mana, percayalah itu bikin pusing. Meskipun bulan ini lebih sering bilang nggak papa ke diri sendiri karena banyak hal yang bikin sedikit kecewa, tapi nggak tahu kenapa rasanya kayak tetep oke gitu, kayak ada yang nopang secara tak kasat mata. Ya sedih dikit, kecewa dikit, marah dikit karena banyak rencana yang berantakan. Tapi nggak papa kita masih bisa coba lagi. Bulan ini 50:50, seimbang aja sih menurutku seneng sedihnya.
Dan untuk menutup bulan Februari ini, selamat bertambah usia untuk diriku sendiri. Kita bukan anak kecil lagi, jadi cepeknya jangan lama-lama, ayo kita lari lagi!