#1
Batam, Jumat 2 desember 2022
Assalamualaikum,hai namaku Ayyasy. Beberapa malam sebelum hari ini ummiku menawarkan sebuah tawaran yang amat menarik. Beliau bilang bahwa akan ada kegiatan sukarelawan untuk membantu korban terdampak gempa di Cianjur yang diselenggarak oleh Salam Aid, sebuah lembaga bantuan kemanusiaan dibawah naungan Jaringan Sekolah Alam Nusantara. Sontak akupun menerimanya, karena sampai umur hampir menginjak kepala dua aku belum pernah menjadi relawan.
Dan ya.., you know what? Aku mengetik naskah ini tepat pada jam 18.34 didalam pesawat lion air dari Batam menuju Jakarta. Duduk di kursi dengan nomor urut 23 E, dan hei kursi nomor ini tepat dibelakang barisan kursi pintu darurat bagian sayap. Jadi, sembari duduk aku bisa mengamati sayap pesawat yang akan berubah ketika take off maupun landing.
Senyap. Hanya tersisa deru mesin pesawat ini. Dua bapak2 di kanan kiriku sudah tertidur sejak tadi. Lampu disini, ketika malam tidak total mati semua, tetapi lampu yang tadinya berwarna kuning terganti nyalanya dengan lampu berwarna biru. Hal ini dilakukan agar penumpang tetap dapat melihat ketika malam hari sekaligus tetap nyaman jika ingin beristirahat.
Diluar sana awan kelabu menghiasi jendela pesawat. Indah sekali melihat sayap pesawat yang dipasangi lampu berkelap kelip menyapa awan awan itu. Beberapa orang tampak lalu lalang menyambut panggilan alam. Tadi lewat seorang pramugari yang bertugas mengumpulkan sampah dari tiap penumpang yang memilikinya. Dan Biasanya, jika sudah ada pramugari yang bertugas seperti itu berarti menandakan tidak lama lagi pesawat akan mendarat atau istilah kerennya landing. Yang berasal dari bahasa inggris LAND Berarti darat, jika ditambah -ing bemakna pendaratan.
Kelebat bayang perkiraan kejadiaan bergantian tampil di pikiranku. Aku membayangkan banyak hal saat ini, mulai dari nanti disana akan ada apa saja, akan bertemu siapa saja, bagaimana kondisi anak-anak disana, apakah separah yang diberitakan, ataukah ternyata lebih parah lagi?. Apakah disana amat mencekam suasananya, sampai bagaimana makan disana?. Tapi kemudian aku tersadar, hei, selama kita melakukan sesuatu dengan niat yang baik lillahi taala, Dia sang maha segalalah yang akan menjamikan banyak hal baik untuk diberikan kepadamu. Hei hati, kau jangan macam-macam ya nanti.. Kita ga boleh niat yang aneh2 oke? Kerjasama kita ya? Deal? Okey deal!.
'Penumpang yang terhormat, lampu tanda sabuk pengaman telah menyala, diharapkan untuk kembali ke tempat duduk dan mengenakannya'
Hei, apakah ini tanda akan segera memdarat? Ataukah ini tanda untuk kemungkinan kedua, yaitu cuaca buruk?
'Penumpang yang terhormat waktu mendarat telah dekat'
Yeay, Alhamdulillah, sebentar lagi bumi akan kujejaki kembali.
To be continued...











