Allah menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Menjadi tugas orang tua untuk mendidik ruhiyah anak agar fitrah keimanannya tumbuh sejak dini.
Yuk, simak tahapan #pendidikan #ruhiyah pada anak.
.
.
.

gracie abrams
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

izzy's playlists!
Sweet Seals For You, Always
𓃗
tumblr dot com

Fai_Ryy

Origami Around
EXPECTATIONS

ellievsbear
YOU ARE THE REASON
cherry valley forever
ojovivo
d e v o n

Andulka
Game of Thrones Daily

titsay
sheepfilms

bliss lane
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Argentina

seen from Estonia
seen from Bangladesh

seen from Bangladesh

seen from Ecuador

seen from Bangladesh
seen from Guyana

seen from Malaysia
seen from Argentina
seen from United States
seen from Ukraine

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Brazil
seen from United States
@awanpuan
Allah menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Menjadi tugas orang tua untuk mendidik ruhiyah anak agar fitrah keimanannya tumbuh sejak dini.
Yuk, simak tahapan #pendidikan #ruhiyah pada anak.
.
.
.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Teruntuk : Kalian yang menunggu untuk ditemukan, Kalian yang sedang dalam pengharapan, Kalian yang sedang berusaha menerima kenyataan
“Semua manusia mempunyai peran. Tetapi perempuan mempunyai peran yang siginifikan. Begitu kata skenario kehidupan.” –prameswr
Untuk kalian yang masih larut dalam romansa pengharapan. Yang cemas menunggu untuk ditemukan. Yang sedang berusaha mengelola kecewa, menerima kenyataan. Yang masih sering di kalahkan oleh perasaan. Tenang, itu adalah hal yang wajar. Karena takdirnya memang perempuan lebih banyak menggunakan perasaan. Namun menurutku, perempuan harus bisa mengelola perasaannya. Sewajarnya jangan berlebihan.
Karena menurutku setiap perempuan wajib mempunyai batasan tersendiri, benteng. Namun seberapa tinggi dan kuatnya, diri kalian sendirilah yang menentukan. Tetapi tetap berusaha menjadi pribadi yang sederhana. Perbanyak pertemanan.
Tidak apa jika kamu ingin melampiaskannya. Ataupun kamu ingin terlarut. Tapi jangan sampai itu mengganggumu untuk menyiapkan versi terbaik dari dirimu. Turn into a power.
Pesanku. Untuk kalian yang sedang dalam pengharapan. Sudah jatuh jangan sampai patah. Cukup sakit saja. Belajar untuk menggunakan logika dan belajar untuk tidak lagi dikalahkan oleh perasaan. Untuk kalian yang sudah berkesudahan. Terimalah, berdamailah. Karena itu memang masalah waktu. Kalian sendiri yang dapat mengelola dan mengontrol perasaan kalian. Malu ah. Kalau terlalu lama terlarut. Ingat, Allah pasti punya rencana di balik semua yang terjadi. Sembunyikan rasa itu dan bungkus dengan aktivitasmu.
Karena kata ibuku “Yang mengikat saja, kadang kala masih sering diombang ambing. Apalagi yang belum.” - Ibu
Jangan cemas. Karena kalian sangat berharga jika kalian hanya larut dalam romansa, tanpa diiringi bekal kalian menjadi versi terbaik dari dirimu. Bersiaplah untuk menjadi versi terbaik dari dirimu. Dengan aktivitasmu. Pesonamu. Karena setiap orang mempunyai cara dan jalan tersendiri untuk dapat menginspirasi.
Mendewasa sayang. Belajar untuk tidak (lagi) terjebak oleh hatimu sendiri. Belajar untuk tidak (lagi) terlarut dalam pengharapan. Belajar untuk tidak (lagi) meyakinkan diri terhadap sesuatu hal yang tidak pasti.
Sabar jangan meragukan Allah
”Jika kamu adalah tujuannya. Sesulit apapun jalan menujumu, dia punya cara untuk sampai kepadamu.” – Kotaknasi (via tumblr)
Entah dengan cara apa dan bagaimana. Lihat bagaimana usahanya. Lihat bagaimana perjuangannya. Lihat bagaimana kesungguhannya.
Karena diwaktu yang tepat
”Akan ada seseorang yang cukup luas hatinya untuk tempatmu tinggal. Kamu tidak perlu menjadi orang lain untuk membuat ia tetap tinggal. Karena ia akan menerimamu yang juga serba cukup” – Kurniawan Gunadi
Jadilah perempuan-perempuan yang tegar, tangguh, dan mandiri. Perempuan cerdas. Perempuan yang juga tidak akan lupa kodratnya sebagai perempuan. Perempuan yang sabar. Perempuan yang bijak. Perempuan yang cukup lembut untuk memberikan kenyamanan.
Karena
“Perempuan itu keren banget, memukau! Saat kecil ia membuka pintu surga untuk ayahnya. Saat dewasa ia menyempurnakan agama suaminya. Dan, saat menjadi ibu ada surga di kakinya.” - Cintaihijab
Bersyukur karena kalian dilahirkan sebagai perempuan. Karena nanti dari kalian akan lahir kehidupan baru. Dan kalian yang nantinya berperan membentuk karakter-karakter baru itu. Selalu ingat bahwa kalian sangat berharga bahkan tak ternilai. Untuk kalian para perempuan, bersiaplah menjadi versi terbaik dari dirimu, berbekalah untuk masa depanmu, dan jagalah dirimu.
Doaku semoga saling menemukan dan juga (segera) di satukan.
Dari : aku yang (juga) sedang belajar.
“baik buruknya untuk kita hanya Allah yang tau. ketika pilihan Allah ternyata mengecewakan, sabar. ilmu kita kecil, dangkal dan terbatas. kita masih belum paham dengan apa yang Allah berikan untuk kita. Laa Haula Wala Quwwata. Allah yang berkehendak pasti tau segala yang terbaik untuk kita. jangan sedih ya.. khusnudzon terus..”
bisa jadi ini pesan cinta Allah yang tersampaikan melalui perantaraNya.
Kepada perempuan, akan ada masanya, dimana kamu takkan mudah terbawa perasaan. Kamu bisa saja jatuh cinta, tapi kamu merasakan itu hal yang biasa; tidak menggebu-gebu mengungkapkan, juga tak mudah patah. Sebab, kamu telah memahami laki-laki, bahwasannya mereka memang tidak bisa mencintai satu perempuan saja. Ketika ia menyukaimu, belum tentu memilih kamu kan? Daripada membuang waktu dan menguras perasaan untuk hal yang sudah menjadi fitrahnya, lebih baik kamu fokus dengan dirimu sendiri.
Bagaimana kamu merasa dia mencintaimu, sedang menentukan pilihan saja ia ragu? Dia yang mencintaimu adalah yang benar-benar berani memperjuangkanmu. Sebelum itu, kamu harus memastikan bahwa ia telah selesai dengan segala hal tentang masa lalu. Sebab, masa lalu terkadang terlihat indah, yang bisa menjadi celah setan untuk merusak segala sesuatu yang sudah terbangun sejak dulu.
Jangan mau ditawan jika pada akhirnya kamu sendiri yang merasakan tangis dan kesedihan. Seperti apapun bentuk pengkhianatan, bahagia atau tidaknya kamu, tergantung bagaimana kamu menyikapi keadaan.
Selamat berproses!
Malang, 8 Agustus 2018 | Pena Imaji
Kepingan memori. Yang datang akan pergi digantikan dengan warna yang baru lagi. Yang pergi akan datang lagi. Mengulang sejarah dan mengokohkan ceritanya lagi. Pertemuan bisa sebahagia itu, seolah bertahan selamanya. Perpisahan bisa semenyedihkan itu, namun lambat lain perjalanan juga akan menghapus sedihnya. Digantikan dengan babak baru yang tak disangka-sangka.
Karena hidup berputar dan hati berubah-ubah. Suka dan sedih pun mudah bergantian.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Titian Rasa
Boleh jadi kita, ialah sepasang ketidakmungkinan yang berangan diiring-sandingkan.
Pernahlah kita, menjadi sesaat pertemuan yang dipisahkan sebelum menautkan kepastian.
Pun kita, jauh benang dari pintalan yang pernah dikaitkan dalam satu rajutan namun harus kusut dan berai di tengah jalan.
Mungkin dahulu, kitalah yang terburu. Mudah terbujuk rayu, gusar bertindak laku. Atau bisa jadi kitalah yang tergesa, menilai berdasar ego semata, tanpa sadar malah menjauhkan kita dari tujuan utama.
Ternyata, menjaga keselarasan dua hati dua kepala ialah perihal memaklumi juga memaafkan. Maka iapun tak akan pernah sejalan dengan keegoisan serta pertengkaran.
Mudah-mudahan, dijauhkan kita dari kesalahan yang sama jika harus memulai lagi lembaran baru sebuah cerita. Dan semoga, kepada seseorang berpekerti luhur juga baik dalam bersapa tutur kelak kita dibersamakan dalam sebuah jalur; titian rasa menuju genapnya jiwa, bengawan cinta yang surga sebagai muaranya.
***
Kota Sejuta Rindu, 18 Juli 2020
Banyak kabar bahagia dari sahabat terdekat dan rekan-rekan seperjalanan yang dimudahkan Allah untuk mengambil tantangan baru dalam hidupnya. Menikah.
Aku?
Haha. Dulu mungkin sedikit cemas. Sekarang, luapkan dengan doa-doa yang baik untuk mereka. Allah akan memberikan kisah itu di waktu yang tepat.
Bahagia itu sesederhana menemukan sisa makanan yang sengaja disisain khusus buat kamu saat ga ada di rumah. Apalagi pas lagi laper-lapernya.
Kalau menemukan kamu, apa sebahagia itu?
Toxic sekali lingkungan itu. Mereka berhasil menutupinya dengan akur yang palsu. Kisah-kisah berlalu diputar menyisakan pola. Mimik menggebu-gebu merasa paling tersakiti. Aku yang kuncup tertunduk gagap.
Bahaya sekali ini. Lisan pandai berucap. Hati mudah terisi prasangka. Ah, Astaghfirullah. Padahal aku hanya ingin sebagai pendengar, berkilah agar waspada. Tapi semakin tahu semakin tak ingin mendengar. Ada baiknya untuk tetap terjaga. Namun bisa jadi takdirku jadi penengah. Eh, yakin statusnya di mata Allah masih jadi penengah? Sungguhan, susah minta ampun. Resiko untuk tak disukai lawan maupun kawan. Penyesalan selalu datang ketika sudah terlanjur memilih kata dan perasaan. Entah itu benar atau tidak karena memang hanya Allah yang menilai. Entah itu terbawa suasana, simpati dengan keduanya atau malah terpeleset bermuka dua.
Ah, Wanita dan kebiasaanya. Profesional memang harga yang mahal. Namun, kenyamanan dalam berukhuwah itu kekayaan yang tak terkira.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Jarum dan Benang
Jangan pernah merobek pakaian jika tidak bisa menjahitnya, dan meskipun kamu bisa menjahitnya, akan tetap ada bekas darinya, meski dengan benang terbaik sekali pun. Jangan menyakiti hati seseorang dengan sengaja jika kamu tidak bisa mengobatinya, meski setelah itu kamu bersikap sebaik apapun, akan tetap ada bekas lukanya meski tidak ada air mata.
Sesakit apapun saat ini, sejatuh apapun kemarin, dan seberat apapun hari esok, pasti akan datang seseorang yang membantumu keluar darinya. Entah itu sahabat, teman, keluarga, atau bahkan orang asing yang tidak dikenal. Mereka seperti jarum dan benang yang menjahit luka dalammu, mereka akan menenangkanmu sampai kamu siap untuk memulai dan berjalan lagi.
Menjadi jarum dan benang, jadilah orang yang bisa menyembuhkan luka orang lain. Dan meskipun kamu bisa menjadi jarum dan benang, jangan pernah menyakiti orang lain.
Menunggu fajar terbit
@jndmmsyhd
capek ga sih, sibuk dengan pikiran diri sendiri. berharap dan terluka. mencoba membahagiakan orang lain. terkadang, sampai lupa apa yang membuat diri ini bahagia.
capek ga sih, di umur yang tak lagi muda, disodorkan pertanyaan basa basi yang akhirnya hanya jadi jokes sarkas. jadi bulanan pikiran yang mungkin orang lain ga akan pernah paham. yang mungkin orang lain akan mengira ini berlebihan. yang mungkin orang juga ga akan tau jika ucapannya telah menjadi duri dan ditelan dalam diam.
capek ga sih, terus menerus membawa topeng. tak pernah jadi diri sendiri. merasa mempunyai kawan sejati namun ternyata mengkhianati. jadi bahan candaan dan pembenaran sepihak di belakang.
capek ga sih, terus menerus membandingkan pencapaian diri dengan orang lain. mendadak semuanya harus diukur dengan angka. nilai, penghasilan, gaya hidup. ditambah dengan relationship goals. merasa aman dengan mempunyai pasangan. tak sendiri lagi, katanya. seolah menikah mempunyai batasan usia. jadi ajang perlombaan. gak ada habisnya. lalu mencoba menatap diri di depan kaca. selalu refleks, kenapa aku ga bisa kayak mereka. membandingkan. padahal tau tak akan sama.
capek ga sih, seolah mengumpulkan kesialan dalam hidup. selalu mengulang kesalahan yang sama. mencari kambing hitam di setiap masalah. tak taunya diri ini yang tak pernah peka. bodoh.
capek ga sih, berandai-andai yang telah lewat. merasa akan mampu melakukan segalanya di masa lalu. padahal tau, penyesalan selalu datang terlambat. itu hanya mengotori hati dan menambah luka.
capek memang. tapi tak apa jika kamu tidak sedang baik-baik saja. dunia memang diciptakan berputar. kadang membuatmu tertawa, kadang membuatmu terisak. bahagia akan ditemui oleh orang-orang yang mau menerima. memaafkan diri dan orang lain. kecewa pun demikian.
capek.. tapi kamu ga boleh menyerah. harus punya alasan kuat untuk berjuang. jika lelah, menangislah. semuanya akan berlalu dan Semesta selalu siap memelukmu.
Banyak yang ingin dituliskan, tapi akhirnya lebih memilih untuk..
"Semoga hati yang mudah terluka ini tetap kuat ya."
Mencuri Mimpimu
“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Sudah lama ingin menuliskan ini, pada akhirnya malam ini memberanikan diri untuk menulis setelah perenungan ini berputar-putar dalam angan selama beberapa hari terakhir. Terlebih dengan kejadian terakhir, membuat hati ini kembali terngiang pesan salah seorang teman yang sudah menikah:
“Kalau kamu sudah memutuskan untuk menikahi seseorang, berarti kamu harus siap pula untuk menikahi mimpi-mimpinya”
Bagi saya hadis di atas sudah seyogianya menjadi alarm yang kuat untuk para lelaki kelak jika menjadi seorang suami agar benar-benar memuliakan istrinya. Saya menjadi teringat akan novel Love Sparks in Korea tulisan Bunda Asma Nadia yang pernah saya baca beberapa tahun silam
“Kau mencuri mimpi-mimpiku dan aku suka” - Hyun Geun pada Rania Timur Samudra
Bayangkan saja, seorang wanita yang mungkin baru mengenalmu, masih menganggapmu sebagai orang asing dan orang lain dalam kehidupan, memberanikan diri menerima tawaranmu untuk hidup bersama, setelah sudah tentu melalui istikharah panjang. Dia yang selama ini hidup bersama mimpi-mimpinya, dia yang selama ini memiliki kebebasan untuk beraktivitas layaknya manusia lainnya pada akhirnya harus mengabdikan diri dalam kehidupan rumah tangga. Dia yang selama ini hidup nyaman bersama keluarganya, memilih keluar untuk berjuang bersamamu.
Pada praktiknya memang sering demikian, pun ketika diskusi dengan ayah beberapa hari terakhir. Beliau berkata, dari pengalaman teman-temannya, kebanyakan adalah seorang istri yang nanti akan mengikuti suaminya. Jika nanti suaminya bekerja terlebih dahulu, maka setelah ritme kehidupan stabil dan menyesuiakan, istri baru bisa mengikutinya. Jika nanti suaminya melanjutkan pendidikan terlebih dahulu, dan menuntaskan semuanya, maka di situlah nanti istri menyusulnya mungkin baru beberapa tahun silam. Hal inilah yang cukup lumrah di kalangan teman-teman beliau, dan mungkin juga di kehidupan rumah tangga yang sudah terjadi pada umumnya.
Dalam Buku Men are from Mars, Woman are from Venus, John Gray menuliskan bahwa memang salah satu karakter penduduk venus adalah nantinya ia akan banyak memberi selama hidupnya. Hingga bisa jadi sampailah nanti pada suatu fase bahwa penduduk venus sadar bahwa ia sudah terlalu banyak berkorban dalam hidup. Demikian pula penduduk mars akan sampai pada fase sadar bahwa ia selama hidupnya sudah banyak menerima, kebalikan dari penduduk venus.
Barangkali sempat merasakan hidup di Swedia yang menjunjung tinggi equality, sedikit mengubah pola pikir saya tentang kesetaraan, bahwa kelak seorang istri pun berhak untuk berkarya bersama di masyarakat, mereguk pendidikan setinggi-tingginya, bertumbuh bersama-sama suaminya agar sama-sama menjadi orang yang bermanfaat. Bahkan Sayyidah Khadijah r.a. pun setelah menikah dengan Rasulullah tetap menjalankan semua bisnisnya yang kesemuanya dipergunakan untuk perjuangan dakwah Rasulullah. Namun sudah tentu tidak melupakan perannya sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya.
Hal inilah yang barangkali menjadi perenungan, sekaligus mungkin sempat menjadi ketakutan jika kelak kita menikah, apakah kita hanya sekedar menjadi pencuri mimpi-mimpinya, ataukah kita justru membantu melangitkan mimpi-mimpinya?
Pertanyaan ini terus terngiang mengingat betapa besarnya pengrobanan istri kita kelak di awal pernikahan, terlebih nanti saat sudah memilki anak, bagaimana ia harus menjalankan perannya sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya, membagi waktu dengan urusan rumah tangga, melayani suaminya, juga jika ia beraktivitas di luar harus mampu menyeimbangkannya. Barangkali sebab inilah Allah menciptakan wanita sebagai makhluk yang multi-tasking, yang terkadang saya sendiri masih dibikin takjub melihatnya, tidak usah jauh-jauh yaitu ibu saya sendiri.
Semoga tulisan ini senantiasa menjadi pengingat bagi para lelaki khususnya, agar kelak jika terbersit keinginanmu untuk menyakiti istrimu, jika kelak ternyata ada konflik antara dirimu dan pasanganmu, ingatlah tentang bagaimana saat kamu mengajaknya keluar dari istana nyamannya utnuk membersamaimu. Ingatlah bagaimana ketulusan dan keikhlasannya menunda mimpi-mimpinya untuk mewujudkan mimpi-mimpi baru bersamamu. Ingatlah, bahwa bilamana ketaatan istri adalah surga baginya, namun itu bukan menjadi alasanmu untuk bertindak semena-mena.
Jika dalam kitab Raudhatul Muhibbin, Ibnul Qayyim Al-Jauziyah menulskan bahwa:
Hanya dengan cinta yang dapat menjadikan setiap permulaan menuju pada penyelesaian.
Maka semoga kelak dalam pernikahan:
Hanya dengan cinta yang dapat menjadikan apa-apa yang telah terlihat selesai, kembali menjadi awal untuk memperjuangkan dalam mahligai ikatan
Selamat berkontemplasi, Selamat berefleksi. Semoga kita semua tidak henti dan lelah-lelahnya untuk selalu mengukir sabar. Untuk selalu mengukir prasangka yang baik kepadaNya.
Malang, 25 April 2020 02.20
Sekagum-kagumnya kita sama orang, pasti suatu saat nanti ada aja yang bikin kita kecewa. Atau berpikir, "ah kukira dia seperti ini, ah kukira seperti itu...."
....
Telan-telan ya kecewanya dengan maklum. Karena semua orang gak ada yang sempurna. Yang nulis ini jugaaaaa! Hiks.
Makanya, benarlah kata orang terdahulu, jangan berlebihan. Sedang-sedang. Ambil yang baik-baiknya aja. Jadikan yang baik-baik itu untuk pembelajaran diri.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Pernikahan bukanlah lelucuan.
Apa jadinya jika lelaki mudah menawarkan keseriusan untuk menikah ke banyak perempuan lain meskipun itu hanya main-main?
Harga sebuah kesungguhan dipertaruhkan.
Terampil Menghabiskan Uang
Ngaku deh, dikasih uang berapapun, pasti habis kan? Bedanya, ada yang habis untuk menyenangkan hati orang tua, habis untuk sedekah, habis menjadi lembar saham, habis menjadi ilmu, habis menjadi buku-yang-tak-dibaca, habis menjadi pakaian mode terbaru, atau malah habis untuk boba –yang ujung-ujungnya cuma dibuang ke toilet.
Betul, uang bukan segalanya, tapi ya gabisa tutup mata, hidup butuh uang.
Betul, uang pasti habis, tapi habisnya buat apa, kita kok yang menentukan. #preach wkwkwkw.
Ini perkara serius ternyata, banyak perceraian terjadi karena faktor ekonomi, entah manajemen keuangan atau manajemen syukurnya yang kurang bagus (naudzubillah).
Lalu coba tengok apa kata Dirjen Penyedia Perumahaan, ia bilang milenial sulit memiliki rumah. Faktornya banyak, salah satunya karena milenial konsumtif :’) gue walau ga setuju-setuju amat, sedikit banyak tetap ngangguk membenarkan, karena emang ada di antara generasiku yang gaya idupnya ga sesuai kantong.
Oke, milenial yang beneran tajir banyak, sayangnya yang maksain-diri lebih banyak lagi. Pada generasi ini, ada fenomena FOMO (fear of missing out) yang semakin menyulitkan untuk hidup on budget, alokasi pendanaan lebih banyak berorientasi pada want, bukan need, seremnya lagi ada aja yang bela-belain ngutang demi konten. Etapi ga semuanya gitu kok, sebab pada generasi ini juga ada fenomena sandwich generation di mana dia harus menanggung tak hanya anak istri tapi juga keluarga besarnya, moga Allah berkahi.
(Ini paragraph intermezzo, tetiba keinget di tengah proses nulis, agak panjang jadi mangga di-skip).
Ngemeng-ngemeng soal rumah, gue takjub melihat bagaimana Allah mampukan orang-orang untuk punya rumah. Setelah ku liat-liat, nampaknya ini bukan soal gede-gedean penghasilan, tapi emang soal ikhtiar pake cara yang Allah suka. Beneran deh.. Ustadz tahsinku suatu ketika pernah ngomong begini ke kami di sesi taujih “kalo ngandelin gaji, duh berapa sih gaji guru ngaji, tapi kita ga ngandelin gaji, kita andelin Allah. Dan alhamdulillah, kalo dipikir-pikir, saya juga ga nyangka bisa punya rumah” beuh… magis! :’)
Lalu ada lagi, seorang kakak (yeu, ngaku-ngaku aje lu yan), pengusaha Brand Fashion Arfa, Mbak Syifa namanya. Dia santai aja tuh pindah dari satu kontrakan ke kontrakan lain selama bertahun-tahun, ga maksakeun. Tahun lalu Mbak Syifa dan suami melaksanakan ibadah haji (ya udah pasti ONH plus lah yak biar antre-nya ga selelet reguler, dan sudah tentu berkali lipat biayanya dibanding haji reguler). Katanya, soalnya Allah ga memerintahkan kita ‘punya’ rumah, tapi kalo haji jelas-jelas jadi rukunnya islam. Takjub sih gue, sungguh ini mindset mahal cui, karena zuzur kalo gue di posisinya belom tentu sanggup memenangkan haji dibanding ego ingin-segera-punya-rumah wkwk. And guess what? Tahun ini Allah mampukan Mbak Syif beli rumah bekas, cash! mencoba menghindari riba katanya :’)
Berkah. Kita cari berkah. Saldo banyak kalo ga ada ridho Allah, ya bakal abis ga jelas juntrungannya. Receh, jika Allah berkahi, akan panjang manfaatnya.
Well, gue bukan pakar keuangan haha, makanya karena bodoh soal alokasi duit, gue cari tau lah pegimane idealnya manajemen keuangan. Ada banyak banget metodenya, macemnya juga banyak, ada yang buat single, pasutri, keluarga dengan anak, silakan digali sendiri, sebab hari ini ga mau ngomongin teknis (ga bisa juga sih wkwk ga kredibel).
Gue nemu ulasan singkat ini dari salah satu bukunya Ust. Salim Fillah yang (menurut gue sih) harus-banget dijadiin mindset perihal menghabiskan uang. Yok lihat contohnya langsung dari sosok yang harus kita cinta melebihi kecintaan pada diri sendiri, sosok yang telah Allah jadikan pada dirinya suri tauladan terbaik: Rasulullah Muhammad saw.
Sudah jadi rahasia umum kalo gaya hidup Rasulullah sederhana. Rumahnya sederhana, perkakas perabot di dalamnya juga sederhana –dan minimalis: kalo ga fungsional, ga akan ada di dalam rumah Rasul. Gaya hidup minimalis ala Marie Kondo sudah Rasulullah contohkan 1400 tahun lalu :’)
Apa-apa yang menempel di tubuhnya seperti pakaian dan sandal, sederhana jugak, jika sobek maka Rasulullah akan menjahitnya sendiri. Apakah penampilan Rasulullah terlihat seperti gembel? Oh tentu tidak, cek saja di berbagai riwayat shahih, Rasulullah ganteng, eh, maksudnya rapi. Tetap nikmat dipandang dalam kesederhanaannya. Also, he had a good taste, beliau suka memakai baju dari kain hibarah. Rasulullah pandai merawat dirinya, ia sering menyisir dan minta disisirkan oleh Aisyah. Salah, salah banget kalo ukhti-sistur mentang-mentang gamau tabarruj lantas asal berpakaian, apalagi kalo ditambah (maaf) bau. Baiknya nda begitu ya, sebab setiap kita adalah human representative-nya islam :’) kata umiku, berpenampilan baik itu salah satu cara kita menghormati diri sendiri. Santai, gak harus pake maxi dress Zara, outer Gucci, kerudung Dian Pelangi, lengkap dengan kets Nike –GAK WOY, GAK GITU WKWK ngausah menghamba pada merk.
Makanan, berkali-kali kita dengar Rasulullah hanya sahur dengan kurma dan air zam-zam. Rasulullah menyukai paha kambing, tapi jangan lupa juga bahwa Rasulullah jauh lebih sering memakan sya’ir yakni gandum dengan mutu rendah, tapi cukup gizi. See? Urusan perut, sederhanakan saja, yang penting gizinya terjaga. Ga perlu keju tiap hari, negeri kita kaya akan ikan teri Bung, sumber protein dan kalsium yang affordable.
Sekarang, mari cek fasilitas yang beliau gunakan untuk memudahkan ibadah (dalam hal ini dakwah dan jihadnya). Kendaraan, rasulullah punya unta putih yang tangkas, gesit, sehat! Kuda beliau juga merupakan yang tercepat, saking cepatnya, suatu ketika ada kegaduhan di pinggir kota, tim ronda hendak memeriksa namun Rasulullah sudah kembali dengan kudanya sambil berkata “tenanglah kalian, tidak ada apa-apa” ulala bole juga tu kuda. Pedang Rasulullah, jangan ragukan kualitas logamnya, ditempa sedemikian rupa, tajam bukan buatan, bahkan ada yang bilang beberapa kilogram emas dibutuhkan untuk melapisi dan menciptakan efek kilat saat tertimpa matahari (berguna untuk memberi kode dan aba-aba kepada pasukan di kejauhan). Apakah unta, kuda, sampai pedang Rasulullah tadi adalah sesuatu yang murah? Tentu tidak, Puan Muda.
Jadi, sudah bisa simpulkan bagaimana Rasulullah menghabiskan uangnya?
Beliau alihkan materi jadi fasilitas yang memudahkan ibadah, dakwah dan jihadnya. Beliau alihkan jadi hal yang menitikberatkan kualitas.
Aih, menjadi mukmin ternyata mahal ya? Hitung saja berapa biaya les renang, berkuda, dan memanah. Tambah lagi biaya sekolah sampai doktor, les Bahasa, privat mengemudi, seminar ini-itu, ikut course programing atau menjajal kemampuan desain (beli gadget spek bagus, beli aplikasi yang ori 😂), atau bahkan kursus jahit dan masak (bila memang ga ada SDM yang bisa, sedangkan kemampuan tersebut sudah diperlukan dakwah sampai tahap urgent, sikat lah, investasikan waktu dan uang untuk skill tersebut).
Benar ternyata, jadi mukmin harus kaya cui 😂 (mari saling doakan? wkwk), dan jangan sampai tertukar: letakkan dunia di tangan, sedang akhirat di hati.