Dendam itu seperti kail yang nyangkut di rahang seekor ikan. Betapa pun ia mencoba membebaskan diri darinya hingga kelelahan, kail itu tak akan mudah terlepas. Dan ia akan terhubung terus dengan seuntai tali kecil dengan sang pengumpan.
Lalu bagaimana melepas dendam yang menyisakan sakit hati kronis pada korbannya?
Dendam biasanya berupa tumpukan kebencian yang terpendam begitu mendalam di batin bawah sadar. Saking dalamnya kebencian itu melekat, rasa sakitnya begitu sulit dilepaskan.
Sedangkan kebencian biasanya dimulai dari kemarahan yang tak tersalurkan atau terselesaikan dengan tuntas. Sebelum kemarahan muncul, ia biasanya diawali kekesalan demi kekesalan yang tak lagi tertahankan.
Kekesalan dimulai dari ketidakterimaan atas sebuah kata-kata, sikap atau perilaku seseorang atau peristiwa dalam hidup.
Bila dirangkai, kisah dendam ini berjalan seperti ini; "Ketidakterimaan - kekesalan - kemarahan - kebencian - dendam". Melihat rangkaian perjalanan ini, tentu saja cukup sulit melepas kemarahan yang sudah melekat sebagai dendam.
Namun ia yang serius ingin terbebas dari dendam, mesti rela untuk merunut ke awal munculnya perjalanan yang akhirnya menjadi dendam itu. Urai kembali perjalanan hingga bertemu awal dari ketidakterimaan atas kata-kata, sikap dan tindakan yang dianggap menyakitkan itu.
Kapan saja ingatan tentang itu telah kembali, belajar melihat pelajaran Karma di balik semua itu, akan mudah mengubah penolakan menjadi penerimaan. Dari penerimaan muncul pengertian, dari pengertian lenyap kekesalan, kemarahan, kebencian hingga dendam masa lalu.
Pelajaran Karma apa yang ada saat kejadian menyakitkan itu?
"Setiap rasa sakit yang pernah kita alami akibat kata-kata, sikap dan tindakan seseorang, adalah rasa sakit yang sama pernah kita lakukan pada orang lain di masa lalu. Setiap rasa sakit hati, adalah penebusan hutang Karma masa lalu untuk memurnikan kembali Jiwa kita dari noda Karma buruk itu."
"Orang-orang yang bersikap buruk dihadirkan sebagai penagih hutang Karma masa lalu. Kita hanya perlu membayarnya dengan ikhlas. Tanpa keikhlasan, apalagi menjadi dendam, sama saja memacetkan kredit Karma masa lalu."