Kelas Movie Maker Wanna be with Ita Sembiring
Halo Akberians, gimana kabarnya? Sehat kan?
Tahu gak sih? Tepat di hari kamis, 9 maret 2017 ada kelas yang seru abis lho.
Hayo dateng gak?
Kelas di hari Kamis kemarin yaitu tentang “Movie Maker Wanna Be” with Ita Sembiring.
Kelas Movie Maker oleh Mbak Ita Sembiring kemaren sebenarnya sedikit berbeda dengan kelas-kelas Akber Jogja yang sebelumnya lho. Perbedaannya adalah cara pengajarannya menggunakan metode interaktif, yaitu dengan saling berperan aktif ketika kelas berlangsung.
Pertama tama, Mbak ita mengenalkan timnya yang beliau bentuk dan telah berhasil membuat film pendek pada Lingkaran Alumni Indie Movie (LA Movie) setahun yang lalu. Dalam film pendek tersebut Mbak Ita merupakan eksekutif produsernya, serta 5 orang diantaranya adalah volunteer Akademi Berbagi Jogja lho.
Setelah mengenalkan tim, Mbak Ita Sembiring mulai meminta opini dari Akberians yang hadir mengenai kendala apa yang sering ditemui apabila menjadi movie maker.
So, menurut kalian apa nih yang menjadi kendala ketika membuat film ?
Apakah alat ? Dana ? Talent/aktor ? atau kesibukan kalian yang super banyak sehingga menghalangi kalian untuk membuat film ?
Sebenarnya selain hal-hal diatas yang lebih penting dan pertama kali harus dipikirkan adalah konsep. Kenapa konsep ?
Karena ketika Akberians sudah memiliki fasilitas seperti alat, dana, aktor dan lain-lain, jika belum memiliki konsep film yang akan dibuat, tentu proses pembuatan filmnya nggak jadi berjalan, ya nggak ? Jadi, matangkan konsep film kalian terlebih dahulu ya.
Nah, setelah konsep film matang, selanjutnya yang harus dipikirkan adalah alat dan talent/aktor. Tetapi ada Akberians yang share mengenai kekhawatirannya mengenai dana yang dikeluarkan ketika membuat film, tentu untuk menyewa alat dan memberi honor ke talent membutuhkan biaya yang besar. Yaps, ternyata Mbak Ita membenarkan, memang biaya terbesar yang dikeluarkan untuk membuat film adalah talent dan alat. Tapi jangan khawatir, ada kok tips yang dapat menekan biaya yang dikeluarkan.
Nah, Mbak Ita kembali bertanya nih ke Akberians yang hadir tentang dana yang dikeluarkan ketika membuat film. Ternyata dari Akberians yang hadir jawabannya sangat bervariasi, mulai dari jutaan hingga 0 rupiah lho. Kok bisa 0 rupiah ? Pasti dibenak kalian muncul pertanyaan tersebut.
Tipsnya adalah NETWORKING.
Yup, networking harus Akberians manfaatkan sebaik-baiknya. Carilah teman yang suka di dunia perfilm-an, karena akan membantu kalian dalam proses pembuatan film. Bisa aja kan, temen kalian ada yang berkarakter dan pinter acting, ternyata ada peran yang cocok untuknya. Atau bisa juga temen kalian memiliki alat yang canggih untuk membuat film, kan bisa tuh dinego-nego dikit, kali aja bisa pinjem secara cuma-cuma alias gratisan hehe.
Di kelas “Movie Maker Wanna Be” Kamis (9/1/1) kemarin ada akberian yang sharing pengalamannya membuat film documenter daerah di Jogja yang hanya mengeluarkan biaya Rp100.000,- karena memiliki networking yang mendukung dan setelah itu, ia serta tim menerima hadiah berupa perjalanan wisata ke Malaysia karena film yang telah dibuatnya. Asyik banget yaa.
Nah, satu lagi nih catatan buat Akberians, untuk membuat suatu karya kuncinya adalah KEMAUAN, karena dengan kemauan pasti Akberians akan mencari cara agar karya kalian terwujud.
Gimana Akberians ? Sudah tertarik untuk membuat film ?
Okay, sekian cerita mengenai kelas “Movie Maker Wanna Be” bersama Mbak Ita Sembiring. Yuk ikuti keseruan kelas Akber Jogja lainnya!
Berbagi bikin happy! - Dwi Isnawati















