Jadi gini rasanya mencapai kutub paling ekstrim dari overstimulasi. Isi kepala penuh, jasmani sudah patah-patah namun tidak punya kesempatan rehat sejenak. Rutinitas yang menjadi tanggung jawab menjadi kebiasaan, lama-lama melekat jadi jati diri. Ilustrasinya semacam ada playlist di kepala yang tak bisa di jeda - meski kita bosan atau pun lelah. Jurnal satu paragraf macam ini pun baru bisa ditulis setelah semuanya mereda. Dengan sisa-sisa waktu sambil kembali bermimpi sejenak.















