Liburan Reflektif dan Berbobot Makin Berkesan dengan Laptop Asus
Penghujung 2018 bisa dibilang akhir tahun yang warna-warni sekaligus nano-nano. Saya serasa duduk di kursi roller coaster yang jungkir balik dan dibawa berpacu dalam kecepatan tinggi. Kenapa pasal? Karena akhir tahun 2018 tersebut saya keluar dari kantor yang bergerak dalam bidang legal services untuk perempuan dan anak, kantor yang juga cukup signifikan berkontribusi dalam memperkuat kematangan diri. Setidaknya setiap keputusan besar yang saya ambil valuenya jadi bertambah, yaitu harus berkontribusi pada kesejahteraan dan perlindungan perempuan dan anak.
Karenanya liburan akhir tahun, yang senyatanya terseret ke pertengahan bulan di awal 2019, ke Yogyakarta bersama rekan satu kantor kemarin, saya niatkan untuk merefresh semangat supaya makin tahan banting menghadapi dunia professional baru dengan semangat kontibutif yang makin besar. Aamiin.
Niatnya saya akan fokus di dunia kepenulisan, perasaan paling kuat yang mengetuk-ngetuk hati saya adalah turut berberkontribusi untuk perempuan dan anak melalui creative writing dengan output berupa karya fiksi, komik edukasi dan konten kreator. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Idealisme dan jalan mata pencaharian yang bisa dilakukan dengan sejalan. Ini akan sangat menyenangkan!
Milenials Berkualitas Kontributif pada Komunitas
Perjalanan kami dari Bandung menuju Kota Budaya memakan waktu 8 jam lebih beberapa menit menggunakan kereta Turangga. Selama perjalanan banyak hal menyenangkan, terutama karena salah satu rekan kantor mengajak serta putrinya yang baru berusia 8 bulan untuk berwisata. Si gadis mungil ini jadi penyemangat tersendiri selama padat dan panjangnya jarak tempuh perjalanan. Sungguh bayi yang strong!
Setiba di Yogyakarta setelah beristirahat sejenak dan membersihkan diri, destinasi wisata pertama kami adalah Bunker Kaliadem, jarak bunker tersebut hanya 3 kilometer dari puncak Merapi, dan hal itu sempat membuat saya waswas dengan statusnya yang masih waspada karena takut jika sewaktu-waktu erupsi. Meski Alhamdulillah itu tidak terjadi. Hehehe
Dilanjut ke destinasi berikutnya ke The Lost World Castle, Stonehenge, Jogja T-Shirt dan Bakpia Pathok. Selama perjalanan saya berpikir, berkembangnya digital lifestyle yang berimbas salah satunya pada detinasi pariwisata yang semula seputar wawasan sejarah dan budaya, terutama di Yogyakarta, bertambah menjadi wisata swafoto demi kepentingan diunggah di akun media sosial. Di setiap daerah bermunculan destinasi wisata baru akibat berkembangnya kebutuhan swafoto tersebut. Sehingga peluang usaha yang tercipta dari tren ini pun besar. Dan demi mengartikulasikan promosi produk dan jasa, kerativitas konten kreator seolah diharuskan bergerak sangat dinamis namun tetap bertanggung jawab.
Selain daya kreatifitas yang tinggi pilihan perangkat teknologi sebagai pendukung utama jadi faktor penentunya. Semula kegiatan saya yang aktif di ranah legal services, kerelawanan bencana juga komunitas menulis kreatif nyaris selalu dilalui dengan ekstra beban dan penuh drama. Terutama beban membawa laptop lama yang mulai udzur dengan perangkat pendukung berupa kipas, kabel charger ditambah binder berisi draft-draft tulisan dan minimal tiga buku bacaan sebagi sumber inspirasi. Kebayang ‘kan gimana beuratnya? Hahahaha
Kualitas Ditentukan oleh Kualitas
Salah satu daya dukung yang saya rasa signifikan tersebut adalah pemilihan perangkat kerja berupa laptop yang ringan dibawa kemanapun namun tahan banting. Dan laptop ASUS Zenbook UX391UA ini jawabannya. Laptop super ringan nan tangguh ini bisa dibawa ke segala medan. Bayangkan laptop ini memiliki bobot ultralight 1 kilogram dengan ketebalan 12,9 mm. Sangat praktis bagi pekerja konten kreatif untuk membawanya ke mana-mana. Laptop ini maujudnya bahkan lebih tipis dari binder draft-dratf tulisan saya! Yaiy.
Selain itu disain keyboardnya yang menggunakan teknologi engsel Ergolift Design yang akan menghadirkan pengalaman mengetik tanpa pegal tanpa koyoan. pernah lho saking edhunnya bahan tulisan jemari saya ini pegal-pegal. hihihi
Meski memiliki disain body yang ramping dan bobot ringan namun laptop ini tak perlu dikhawatirkan rentan ataupun ringkih, pemilihan material laptop ASUS Zenbook UX391UA ini diperhitungkan secara matang supaya kokoh dan tahan banting di segala medan dan dibuktikan dengan sertifikasi Military Grade MIL-STD 810G. Itu berarti si ramping berhasil melewati serangkaian pengujian ekstrem; terjatuh, guncangan, penggunaan di ketinggian, hingga tes di suhu tinggi dan rendah. Saya membayangkan Laptop ASUS ini akan sangat cocok menjadi pengganti Si Hitam laptop udzur saya yang pernah saya geber membuat laporan sewaktu menjadi relawan recovery pasca erupsi Merapi dulu.
ASUS Zenbook UX391UA Laptop Kalem Nggak Panasan
Di awal saya katakan jika perangkat kelengkapan laptop saya adalah menyertakan kipas, yupps, laptop saya itu menderu dan panasan. Berbeda sekali dengan laptop ASUS Zenbook UX391UA yang sirkulasi udara yang lebih lancar, serta performa audio kelas premium. Saya salin dari website resmi ASUS:
Untuk kinerja maksimum, panas perlu dihilangkan secepat mungkin. ZenBook S menggunakan sistem pendinginan yang ditingkatkan menggunakan komponen canggih, seperti kipas kaca kristal cair yang tebalnya hanya 0,3mm dan pipa panas paduan tembaga dengan dinding setipis 0,1 mm saja. Desain interior kipas yang baru memiliki sistem aliran udara yang telah ditingkatkan sehingga mengeluarkan udara hangat melalui ventilasi tersembunyi di engsel, untuk pendinginan yang efisien dan tenang bahkan saat beban yang tinggi. Benar-benar kalem 'kan. Makin yakin #2019GantiZenbook yang garang ini.
Selain itu laptop ASUS Zenbook UX391UA juga disokong oleh komponen kelas atas seperti prosesor Intel Core generasi ke-8, RAM 16 GB, dan penyimpanan menggunakan M.2 NVMe PCIe SSD yang sangat kencang. Dan yang paling pentingnya lagi sistem pengisian batrenya menggunakan teknologi fast-charge sehingga memungkinkan mengisi ulang ZenBook hingga kapasitas 60% dalam waktu 49 menit. Solusi banget buat yang sering dikejar deadline namun batre laptopnya kehabisan daya.
ASUS Zenbook UX391UA Laptop Berjuta Performa Berjuta Faedah
Karena tingginya konektabilitas saya dengan gawai terutama smartphone dan laptop, performa ASUS Zenbook UX391UA akan memuluskan setiap kerjaan saya tanpa repot dan tanpa drama. Hamdalah.
Selain itu karena saya memiliki keharusan menonton film atau buka youtube jadi agenda wajib demi menyemai ide-ide kreatif, maka kualitas audio yang mumpuni jadi sebuah keharusan pada laptop. Konon demi purnanya kualitas audio Laptop ASUS Zenbook UX391UA ini tim ASUS Golden Ear akhirnya bekerja sama dengan spesialis audio Harman Kardon untuk menghasilkan teknologi audio ASUS SonicMaster Premium generasi berikutnya. Hasilnya sangat mencengangkan. ZenBook S memiliki dua speaker stereo berkualitas tinggi dan efek suara surround yang menyelimuti dengan audio berkualitas bioskop. Penguat cerdas khusus yang ada didalamnya juga memastikan volume maksimum dengan distorsi minimum untuk suara yang kuat dan jernih. Sehingga setelah mencobanya, ZenBook S memberikan suara paling luar biasa yang pernah didengar di laptop ultraportabel.
Semua spesifikasi laptop ASUS Zenbook UX391UA akan sangat berjodoh dan menyokong kebutuhan dan kinerja saya saat berpindah rutinitas dalam berbagai bidang dan kesempatan, laptop seharga 26 juta-an ini sangat layak dan wajib dimiliki. Fix ini mah #2019PakaiZenbook saya niatkan.
Moga 2019 ini menjadi pembuka manfaat diri yang makin kontributif dan berbobot, seberbobot laptop paket super lengkap ASUS Zenbook UX391UA. Aamiin
#LiburanAsikDenganLaptopAsus