it’s been a month and a half since i worked in a big hospital (aka RSUD) yang notabenenya karena rumah sakit rujukan jadi kasusnya sulit-sulit menguras isi kepala dan hati...
dan memang benar! *cries*
sebulan awal masih aman lah ya, adaptasi gitu, agak autopilot ni kepala dan hati. belajar mengisi e-RM yang agak mbingungi karena dulu waktu internship rekam mediknya ya masih manual tulis tangan.
masih bisa lah ya untuk catch up
sampai suatu saat terjadi sesuatu, yg menurutku bukan salahku,,, ehhh tapi tetep aku yang disalahin. mau ngelawan tapi itu orangnya lebih senior jadi aku hanya bisa menelan mentah-mentah semuanya... sedih. akhirnya aku agak down.
terus, ada kejadian lain, ya namanya dokter baru, aku gak familiar sama semua yang ada di situ, ehhh bukannya malah dibantuin malah digojlokin, kayak “hayoo dok gimana lho dok”
please-lah, in the case of emergency, kayaknya sangat tidak profesional untuk melakukan hal-hal seperti itu. mau marah tapi ya gimana? i’m still new here dan orang yg nggojlokin adalah orang yang lebih senior, even though he’s not a doctor.
and these past two weeks, aku jatuh sakit. setiap ditanyain sakit apa sama orang rumah, yg kupikirkan adalah aku gak kuat untuk catch up sama fast-pace-nya RSUD, to jump from one critical patient to another. it’s really exhausting. tapi, mana mereka ngerti kalo aku ngomong gitu, pasti jatuhnya disuruh bersyukur dan disemangatin.
yang mana aku paham kok, aku harus selektif dalam curhat tentang dunia medis, bukan salah ortuku yang non-medis. tapi ya kadang iri sama temenku darah biru yang ortunya orang medis, jadi lebih gampang curhat tentang busuknya dunia ini.
so, yang kulakukan lately adalah reach out ke sejawat. entah ke seniorku waktu kuliah dulu, seniorku di RSUD itu.
dan memang mereka bilang awal-awal adaptasi itu susah, apalagi di IGD RSUD yang perawatnya sudah senior semua. of course they’re gonna think waaaay faster than a green bean like me. even though i’m a doctor, they’ve experienced way a lot of emergencies compared to me.
i want to say i’m doing well. but i’m not.
everytime i’m off my shift, all i can think about was the critical patients that i got from the shift before, i thought about the things that i did, did i do well? was there anything i should’ve done better?
it’s mentally draining to care for something like that. i want to detach but they’re always on my mind.
it’s like you’re constantly being reminded of your own stupidity and inadequacy. udah 2 minggu ini hampir tiap hari nangis. kok aku guoblok buanget ya rasanya. kok lambat banget ya rasanya. kudu ngereminder diri ini, you’re just starting... it’s okay. don’t compare yourself to your seniors... you’re learning!!! you can do this! ok! you’re not stupid you literally spent 6++ years in medical school!!! just because you’re not used to the fast pace of the hospital, doesn’t mean that you’re stupid! ok! you’re smart and you’re learning to be better everyday!
jadi keinget slogan kedokteran “long-life learner”
ternyata emang iya ya. sampe udah jadi dokter aja masih belajar terus. capeque bun.