Menyampaikan Apa yang Dirasakan
Salah satu seni yang sulit saat dewasa adalah menyampaikan apa yang dirasakan. Tidak hanya urusan rasa dalam asmara, tapi juga di pekerjaan, juga di keluarga, di pernikahan, di pertemanan, juga di hal-hal lain yang sifatnya membuat kita tidak nyaman dan berpikir keras terhadap keadaan yang sedang terjadi. Banyak hal di saat dewasa yang sulit kita ceritakan, bahkan untuk bertanya kepada orang lain, kita pun takut untuk dihakimi, takut untuk dinilai tidak loyal, takut untuk dinilai mengadu domba, takut dinilai kurang bersyukur, takut diketahui kelemahan kita oleh orang lain.
Ketidakberanian kita untuk mengungkapkan apa yang dirasakan, jujur pada kondisi diri, jujur pada apa yang sedang memenuhi ruang hati dan pikiran sudah sangat akut. Sementara, badan kita tidak bisa berbohong. Ia gemetar, ia asam lambung, ia psikosomatis, ia jari-jemarinya bergetar dan kebas, ia mengalami sakit kepala hebat, ia tidak bisa tidur nyenyak. Badan kita memberi sinyal-sinyal yang terus menerus kita halau, kita kuat-kuatkan karena merasa kitalah yang salah di keadaan ini. Kita yang kurang berusaha. Kita yang kurang teliti.
Lupa untuk melihat dalam konteks yang lebih luas bahwa sebenarnya lingkungan kitalah yang salah, orang lainlah yang tak mampu membendung emosi dan ambisinya, keadaan yang sebenarnya sangat mampu untuk kita ganti dengan satu-satunya cara yaitu keluar dari jalan tersebut.
Memberanikan diri kembali setelah kita kehilangan rasa berdaya, kehilangan keberhargaan diri, kehilangan keberanian, kehilangan keyakinan kepada diri kita sendiri bahwa nggak apa-apa loh untuk mengambil jalan lain. Meninggalkan apa yang sedang kita jalani untuk memilih takdir lainnya yang lebih baik.
Sulit sekali memang menjadi berani setelah seluruh ketakutan itu telah dibenamkan dan ditanamkan kedalam diri kita. Seolah-olah kita tidak ada pilihan lain. Seolah-olah kita tidak akan berhasil jika mengambil jalan yang berbeda.
Kita masih punya pilihan yang ada di depan mata. Jarak kita kepada pilihan itu hanya sejengkal keberanian. Sesuatu yang selama ini digerus dari diri kita. Maka, janganlah takut. Kita tahu persis, apa yang sedang kita rasakan dan alami. Kita tahu persis, bagaimana kehidupan kita ini ingin kita jalani seperti apa. Jangan terjebak terlalu lama.