Semakin jatuh cinta sama tumblr, menulis sebebas mungkin tanpa ada yang merasa tersinggung
Bukankah setiap tulisan bisa jadi untuk dirinya sendiri kan?
sheepfilms
occasionally subtle

roma★

❣ Chile in a Photography ❣
Misplaced Lens Cap
YOU ARE THE REASON
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

#extradirty
KIROKAZE
Cosimo Galluzzi
Acquired Stardust

Love Begins

Andulka
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
dirt enthusiast

Product Placement
Game of Thrones Daily

titsay
hello vonnie
seen from T1
seen from United Kingdom

seen from Belgium
seen from Vietnam
seen from United States
seen from Finland
seen from Canada
seen from Netherlands

seen from United States
seen from Chile
seen from Chile
seen from United States
seen from United States

seen from Argentina
seen from United Kingdom
seen from Germany

seen from Malaysia

seen from Belgium

seen from Italy
seen from T1
@boraborahaee
Semakin jatuh cinta sama tumblr, menulis sebebas mungkin tanpa ada yang merasa tersinggung
Bukankah setiap tulisan bisa jadi untuk dirinya sendiri kan?

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Mati Rasa
Kamu mungkin tak merasa bersalah, hidup dalam tawa yang menutup-nutupi sifat aslimu yang nirempati. Kamu mungkin merasa dirimu telah berbuat benar, tanpa mau melihat dengan sudut pandang yang berbeda.
Kamu mungkin merasa bahwa hidupmu adalah yang terpenting, tidak penting bagaimana perasaan orang lain. Asal kamu bahagia. Kamu tidak peduli kalau untuk mencapai kebahagiaan pribadimu, kamu harus melukai banyak orang.
Dulu, aku begitu membenci karena aku memiliki rasa benci di dalam hatiku terhadapmu. Di sebabkan oleh luka yang diciptakan bertahun lalu. Saat aku telah percaya padamu, tapi kamu lebih percaya pada asumsimu.
Tapi kini, rasa benci itu telah menjelma menjadi rasa kasihan. Kasihan sekali hidupmu yang terkungkung oleh pikiranmu sendiri. Hidup sendirian dalam luka masa lalu yang kamu anggap sebagai bahan bakar semangat, tapi kamu tak pernah sadar hingga saat ini kalau itu juga telah membakar kepercayaan orang lain kepadamu.
Dan kamu terus mencari validasi bahwa apa yang telah kamu lakukan, telah sesuai dengan narasi yang telah kamu bangun bahwa kamu telah disakiti. Ya, kamu disakiti oleh pikiranmu yang sempit. Sampai-sampai tak ada ruang untuk orang lain di dalam hidupmu. Bahkan, orang yang paling melekat dalam hidupmu, tetap tak kamu biarkan tinggal di sana.
Penderitaanmu atas luka telah menelan jiwa. Empati yang telah menjadi barang langka di sana. Hati telah mengeras. Telinga tak lagi bersedia mendengar hal-hal yang berbeda, hanya ingin mendengar apa yang kamu inginkan.
Dalam ceritamu, kami semua adalah monsternya. KG
Takut Salah
Kita mungkin tidak akan pernah tahu sesuatu itu tepat atau tidak selain kita menjalaninya. Tapi, coba ingat-ingat sebelum kamu melakukan perjalanan selama ini. Bagaimana cara kamu menyiapkan diri sehingga kamu yakin untuk tetap melakukan perjalanan itu? Lalu, apakah di perjalanan itu nanti semuanya seperti dalam rencanamu? Bukankah bisa jadi ada hal-hal yang tidak bisa kamu kendalikan, sesederhana cuaca? Makin dewasa, ternyata keberanian kita pada beberapa hal terasa begitu tipis. Khususnya saat diminta membuat keputusan-keputusan besar dan penting. Kita mungkin tidak pernah belajar mengambil risiko besar sebelumnya, atau mungkin sebelum ini, semua pilihan besar selalu dipilihkan oleh orang tua? Sehingga saat udah dewasa dan harus memutuskan sendiri, kita kehilangan sosok yang selama ini menanggung beban dan risiko dari pilihan. Kini kita harus menghadapinya sendiri. Ingat sebelumnya? Bahkan pilihan kita untuk kuliah aja, risikonya ditanggung oleh orang tua. Mereka yang membayarkan, bekerja keras dan kita cukup belajar dengan baik, itu pun kita kadang masih merasa terbebani. Ingat sebelumnya? Saat kita membuat pilihan dan ragu, ada orang yang menyakinkan diri kita untuk mengambilnya karena ia bersedia berbagi risiko atas pilihan kita. Sekarang? Tidak lagi.
Kita sudah dianggap dewasa dan bisa mengambil keputusan. Meski rasanya tiba-tiba. Tapi, ketakutan akan salah membuat pilihan, salah memilih, salah memutuskan. Dan kita tahu, tidak ada jalan untuk memutar balik. Kamu sedang takut untuk mengambil keputusan apa?
(c)kurniawangunadi
Ingin Menggenggam Masa Depan
Hanya ada beberapa cara untuk mengetahui jawaban atas kegelisahan hati, terutama kekhawatiran tentang masa depan. Serta kegagalan-kegagalan yang berulang silih berganti.
Terus melangkah dengan iman.
Karena saat kita disandera keputusaan, kita mungkin sedang tidak beriman. Menyandarkan hidup pada seseorang atau pun pada materi. Merasa berhasil karena usaha sendiri. Dan selalu berkeinginan ingin mengendalikan takdir.
Terus melangkah dengan iman. Karena hidup mungkin tak seperti yang kita harapkan. Kita akan banyak mengalami kekecewaan. Bahkan kehilangan hal-hal yang saat ini tengah kita upayakan dengan susah payah, sementara hilangnya begitu mudah. Teramat mudah. (d)kurniawangunadi
doa untukmu
jika ada, semoga Allah mengangkat semua rasa sedih, marah, kecewa, takut, curiga, dendam, dan khawatir dari dadamu. semoga Allah menggantinya dengan kelapangan dan kesabaran. semoga Allah menghapus dosa-dosamu dari datangnya perasaan-perasaan itu.
semoga Allah memberimu petunjuk hidup yang terang benderang. semoga hidayah selalu turun kepadamu. semoga kamu mendapatkan undangan dari Allah untuk senantiasa bertaubat.
semoga kamu bisa menerima kenyataan, memperoleh kemenangan. semoga kamu bisa memeluk dirimu sendiri dengan kejujuran---dan menjadi lebih kuat setiap harinya. semoga Allah menyembuhkan semua luka.
semoga kamu bisa memaafkan orang-orang yang menurutmu jahat, yang menurutmu telah merebut kebahagiaanmu. orang-orang yang melukaimu. orang-orang yang kamu tertawakan, kasihani, benci. tolong maafkan (kami) ya.
semoga kamu segera dipertemukan Allah dengan seseorang yang baik, yang menyayangi segalamu dengan segenap jiwa dan raganya, dengan ketaatan dan keimanan yang semestinya. yang menghargaimu dan selalu cenderung kepadamu, hanya kepadamu. yang janjinya selalu ditepati. yang membawamu ke tempat-tempat jauh itu.
semoga semua mimpimu terwujud satu per satu. semoga kamu mencapai semua garis finish. semoga kamu menaklukkan semua puncak. semoga yang kamu cintai tumbuh dan mekar dengan hebat.
semoga kamu menemukan ketenangan dan kebahagiaan. di dunia. di akhirat. selamanya.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
"No one can understand your heart better than the One who created it."
Dan percayalah, ada malaikat yang mencatat air mata yang tak sempat ditampakkan. Ada Dia yang mendengar nama seseorang yang kamu sebut dalam doa, tapi tidak pernah tahu bahwa dirinya kamu doakan. Ada pahala yang datang dari diam yang menahan diri.
Tak semua harus tahu isi hatimu.
Cukup Allah. Dan itu, kadang, lebih dari cukup.
Menemukan (Lagi) Titik Awal Perjalanan
Semakin dewasa, saat mimpi-mimpi ini dibenturkan dengan berbagai macam realita. Ada masanya kita diberikan pilihan untuk terus memaksakan mimpi-mimpi itu, atau memberinya jeda. Ada jarak yang dengan sadar kita buat, untuk memulai lagi nanti memperjuangkan impian kita.
Jarak itu mungkin berupa satuan waktu, entah setahun, bahkan sepuluh tahun. Tapi kita sadar betul bahwa mimpi-mimpi kita itu, tetap akan kita wujudkan, meski nanti.
Meski setahun lagi.
Meski sepuluh tahun lagi.
Saat ini, kita sedang ada urusan lain yang lebih penting untuk menyelamatkan diri dan kehidupan. Alih-alih kekeuh dengan impian, kita memilih berdamai dengan diri dan pikiran sendiri. Tetap memiliki impian itu, saat ini kita memiliki alasan yang sangat kuat untuk menundanya.
Entah karena keluarga.
Entah karena anak.
Entah karena keadaan ekonomi.
Entah karena kita memang merasa belum waktunya.
Sembari menegaskan sekali lagi, kita tidak menghapus impian itu. Kita tetap menggenggamkan, dan menjadi dewasa menyadarkan kita untuk tidak hanya berpikir tentang diri sendiri sekaligus bertanggungjawab pada hal-hal yang berdampak kepada lebih banyak hal.
Dan kita masih percaya, bahwa suatu hari nanti, kita bisa mencapai itu. Saat kita akhirnya tiba di titik untuk memulainya lagi. Nanti. (c) kuniawangunadi
Kita bisa membagi kebahagiaan ke banyak orang, tapi kita hanya akan membagi kesedihan ke orang yang kita percaya.
Berbahagialah untuk orang-orang yang dipercaya sebagai rumah atas kesedihannya.
Pergilah…
Pergilah dari tempat di mana bahagiamu dianggap luka bagi orang lain.
Pergilah dari sesuatu yang membuatmu tenggelam dalam dosa.
Pergilah dari tempat yang hanya menyilaukan matamu dengan gemerlap dunia, tetapi menggelapkan hatimu dari cahaya-Nya.
Mungkin langkahmu tak mudah. Akan ada hinaan, hujatan, bahkan prasangka buruk yang dilemparkan kepadamu. Tapi tenanglah. Selama hatimu telah kau serahkan pada Allah, selama petunjuk-Nya telah menjadi pedomanmu, yakinlah—Allah takkan pernah meninggalkanmu.
Jangan biarkan dendam mengisi ruang hatimu. Doakan kebaikan untuk mereka yang kau tinggalkan. Bahkan Rasulullah pun, yang dilempari batu hingga berdarah, hanya mendoakan kebaikan untuk umatnya.
Percayalah, meninggalkan bukan berarti menyerah. Kadang, pergi adalah bentuk terbaik dari cinta kepada Allah dan dirimu sendiri. Sebab Dia, yang Maha Mengetahui isi hati, selalu punya rencana indah di setiap langkah yang kau ambil demi ridho-Nya.
Pergilah, dan lihat betapa banyak kesempatan terbuka saat kau meninggalkan keburukan demi Allah.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kita Tidak Istimewa
Ada banyak perilaku manusia yang mudah membuat kita kecewa dan terluka.
Saat seseorang menganggap sepele kemampuan kita.
Saat seseorang mengatakan hal yang merendahkan kita.
Saat seseorang berkata kasar kepada kita.
Saat seseorang mengejek kelemahan kita.
Saat kita merasa seharusnya mendapat pujian tapi malah mendapat hinaan.
Kita, merasa sedih.
Kita merasa tidak seharusnya diperlakukan seperti itu.
Kita menganggap diri kita lebih baik dari apa yang mereka pikirkan.
Kita merasa bahwa sebenarnya kita adalah orang yang hebat, bahkan lebih hebat dari pihak yang merendahkan kita.
Kita kecewa lalu membenci mereka.
Lalu,
Apa?
Kalaupun setelah melakukan pembuktian diri bahwa kita tidak "serendah" yang orang lain pikirkan, lalu apa?
Apakah kita akan merasa bahagia jika akhirnya mereka mengakui kehebatan kita?
Sayang sekali.
Sayangg sekali.
Kenyataannya, sebenarnya kita memang tak pernah sehebat itu-
Tapi juga tak seburuk itu,
Atau mungkin memang buruk?
Tapi, mereka tidak tahu, dan sungguh tidak perlu tahu.
Mencari validasi dan pengakuan manusia adalah hal yang sangat melelahkan.
Hidupla sebagaimana mestinya. Jalankan peran sebagimana mestinya.
Berkembanglah dengan baik untukNya.
Berikan manfaat untuk siapa saja. Tapi jangan mengharap apapun dari mereka.
Anggaplah dirimu tidak istimewa sehingga kau tak perlu merasa harus diperlakukan istimewa.
Kita ini, hanya hamba.
Kalau kita durhaka, Allah tak rugi apa-apa.
Pun kalau kita bertakwa, masih banyak hamba Allah di luar sana yang jauh lebih bertakwa.
Merendahlah. Jadi seorang hamba saja.
Kejar perhatian Sang Pencipta, bukan mahklukNya.
Kita, tak punya apa-apa.
Kita tidak istimewa.
Bahkan, memberi nafas pada diri sendiri pun tak bisa.
Sudahlah, jadi hamba saja, ya?
Bullying is my life
Kata ini mungkin dianggap remeh untuk sebagian orang. Namun bagi saya tidak demikian,yah bagaimana dianggap remeh untuk saya yang sedari kecil sampai sekarang menerima keadaan sebagai anak yang dibully.
Di waktu tertentu, air mata ini terkadang tumpah tak tertahan lagi. Bukan karena cengeng, tetapi karena badan ini yang sudah tak bisa menanggung beban lagi.
Ketika berdoa kepada-NYA kata yang seharusnya tidak pantas keluar harus keluar karena keadaan “ oh Tuhan apakah hamba dilahirkan di dunia ini hanya untuk mendapatkan hinaan, celaan, bullyan… sampai kapan Tuhan, saya bisa bersabar menanggung beban ini, hamba lelah tanpa arah ”.
Kata yang mencerminkan manusia yang menyerah dengan keadaan, manusia yang tidak bisa bersyukur, manusia yang tidak percaya bahwa tuhan tidak mungkin memberikan cobaan diluar kemampuan hamba-NYA.
ketika kata motivasi sudah hilang seperti debu dihempas angin, ketika otak yang sudah tidak bisa berpikir secara rasional, ketika raga yang seperti tanpa jiwa, ketika kaki yang sudah tidak mampu melangkah, ketika tangan yang tidak bisa untuk menolong, ketika mulut yang hanya bisa berdoa tanpa betindak. kata kata yang menggambarkan keadaan saya maybe…
Finally saya berharap tidak ada manusia lain yang seperti saya, untuk pembully sadar apa yang kalian lakukan tidak benar, menyakiti tanpa mengobati, menghina tanpa berhenti, mencaci maki tanpa berfikir, merendahkan tanpa nurani…
sekian:(
Cerita Bermakna
Aku percaya, bahwa setiap dari kita tentu memiliki ujiannya masing-masing. Seringkali kita melihat cerita pilu fyp di beranda medsos—yang entah kita sanggup atau tidak, bila kita menjalaninya. Ada yang berat sekali menurut kita; ada yang terasa mudah bagi kita. Namun Allah tau, setiap ujian tentu sudah Ia siapkan sesuai kesanggupan hamba-Nya.
Ada yang diuji dengan orang-orang di sekitarnya, ada yang diuji dengan orang tuanya, ada yang diuji dengan pasangannya, ada yang diuji dengan anaknya, dan ujian-ujian lain yang tentu adil bagi-Nya.
Sesekali mungkin merasa berat, lelah, kemudian menangis, dan nggak apa-apa, itu manusiawi. Namun, sadarlah.. bahwa hidup ini akan terus berjalan. Bagaimana cara kita memaknai cerita-cerita kecil ini, menjadi sebuah syukur yang tiada henti.
Jadikanlah sesuatu yang berat menurut kita; menjadi wasilah permintaan pahala kita pada Allah. Tiada kekuatan dan upaya, melainkan atas pertolongan-Nya. Sampai kita terbiasa jalan terseok-seok, diiringi rasa sedih, kecewa dan sebagainya. Sampai kita terbiasa melewati jalan yang curam. Sampai kita terbiasa untuk mengadu, memohon dan meminta kebaikan-kebaikan pada-Nya.
Hingga berada pada sebuah titik—dimana saat kita merasa banyaknya nikmat, kita mampu bergumam, "Ya Allah.. sebanyak ini nikmat dan kemudahan yang Engkau beri. Namun, akan ada ujian apa lagi setelah ini? Semoga Engkau ridha atas segala sesuatu yang Engkau kehendaki".
Semoga.. kita akan selalu kembali pada hakikat iman. Sebuah kepercayaan seorang hamba pada Tuhannya, yang harus kita bangun setiap hari; dan setiap waktu, hingga ajal menanti~
Jakarta, 6 November 2024 | Pena Imaji
25 tahun, beberapa bulan.
Hai diriku, apa yang kau rasakan saat dua puluh lima?
Ini adalah kumpulan gemuruh isi pikiran dan hati (silahkan diskip teman-teman)
Sedang tidak berambisi untuk mengejar apapun selain slow living dan bisa ibadah on time. That's all.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Untukmu, yang Tengah Belajar Melepaskan
Aku melihatmu tak hanya dengan mata, tapi juga dengan seluruh pemahaman yang kupunya. Aku melihat bagaimana langkahmu kadang goyah, bagaimana hatimu berkali-kali terlipat dalam ragu. Aku melihat bagaimana kau memegang luka itu dengan gemetar, seperti menimbang-nimbang apakah harus kau genggam lebih erat atau lepaskan.
Aku ingin kau tahu, tak ada yang salah dalam mencintai. Hanya memang ada yang perlu diperbaiki dalam cara kita bertahan. Dan kau kini sedang mengajarkan dirimu sendiri untuk bertahan dengan cara yang lebih sehat, mungkin juga lebih kuat. Aku menyaksikan itu dan aku bangga padamu.
Kesedihan yang kau rasakan bukan tanda kelemahanmu, tetapi bukti betapa besar hatimu. Kau hanya perlu mengingat bahwa cinta yang layak untukmu tidak akan membuatmu merasa kecil di dalamnya.
Jangan terburu-buru memadamkan luka itu. Biarkan ia membimbingmu pada pemahaman yang lebih dalam tentang dirimu sendiri. Aku takkan meminta agar kau segera baik-baik saja. Aku hanya ingin kau tahu bahwa kau berhak menjadi lebih utuh, tanpa perlu mengorbankan dirimu untuk orang yang tak tahu cara mencintai dengan benar.
Jika kau ragu, tengoklah ke dalam dirimu. Di sana ada jawaban, ada cahaya, ada keteguhan yang tengah bertumbuh. Dan saat kau siap, kau akan berjalan tanpa menoleh lagi, kau akan memahami bahwa dirimu pantas melangkah lebih jauh.
Aku di sini, mendukungmu dalam diam, mengagumi kekuatan yang mungkin belum kau sadari sepenuhnya. Dan kapan pun kau butuh diingatkan bahwa kau tak sendiri dalam perjalanan ini, tengoklah ke arahku. Aku tetap dan selalu di sini, menyaksikanmu tumbuh.
Bila perasaanmu begitu mendalam terhadap sesuatu hal, maka kembalikanlah hal itu kepada Allah biar dirimu tidak tenggelam dan bila pikiranmu terlalu jauh merenungkan suatu urusan, maka pulangkanlah urusan itu kepada Allah biar dirimu tidak tersesat.
Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan kepadaNyalah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia dan bertawakkallah kepadaNya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan. (QS. Hud: 123)
©Fajar Sidiq Bahari (@fajarsbahh)