Dulu makan sendiri,tidur sendiri,kemana-mana sendiri,sekarang udah ada kemajuan bisa ngomong sendiri. . .
todays bird
official daine visual archive

Origami Around
Sweet Seals For You, Always
Three Goblin Art
Aqua Utopiaď˝ćľˇăŽĺşă§č¨ćśăç´Ąă
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Not today Justin

oozey mess
YOU ARE THE REASON
Sade Olutola
macklin celebrini has autism
cherry valley forever
ojovivo
Jules of Nature
RMH
Lint Roller? I Barely Know Her

JVL

Janaina Medeiros

seen from United States
seen from Chile

seen from Pakistan

seen from Uzbekistan

seen from TĂźrkiye

seen from Colombia

seen from Thailand

seen from Portugal
seen from Brazil

seen from France
seen from Palestinian Territories
seen from Oman
seen from Oman
seen from Russia
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@yourastronauts
Dulu makan sendiri,tidur sendiri,kemana-mana sendiri,sekarang udah ada kemajuan bisa ngomong sendiri. . .

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Pingin turu tapi ra ndue duit,nek mimpi mangan sego pecel terus engko seng mbayari pecel e sopo?
Nek kelingan koe. aku yo kelingan Q.S Yasin ayat 40.
Jika hidupmu terasa sulit. Yakinlah bahwa lebih sulit lupakan Reyhan. Apalagi Reyhan baik.
"Tidak terlalu penting wajahmu ketika tua seperti apa,yg lebih penting kamu akan menua bersama siapa"

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
"Yang perlu kalian tahu PILKADES itu hanya tentang gorengan,selain itu fatamorgana cuk!"
Politik Bentrok
Bola Tawuran
Dikit-dikit Ricuh
Apa bener di negeri ini hanya link BOKEP yang bisa buat kita rukun cuk??
AKU?
Hanya sebungkus takjil yg kau beli siang tadi lalu gak jadi kau makan saat buka karena kekenyangan.
Berubah Karena Siapa?
Halo.... Kamu apa kabar? Masih ingatkah kamu denganku? Sudah lama ya tak berjumpa. Bagaimana harimu? Aku masih terbiasa berdiri di sebelah kotak pos pagi-pagi, menanti sepucuk surat darimu. Apakah kamu juga sama sepertiku?
Halo....
Alhamdulillah aku baik-baik saja semoga kamupun begitu,iya sudah lama kita tak jumpa,hari-hariku berjalan seperti biasa namun aku merasa ada kurang,setelah perpisahan kita tak bisa lagi aku melihat senyumnyu tak bisa lagi aku mendengar canda tawamu,dan sama sepertimu akupun selalu menunggu sepucuk surat darimu tiba di kotak pos depan rumahku,oh iya bagaimana hari-harimu disana sekarang?masihkah kamu mengingat kenangan-kenangan kita?
Kukira hanya aku saja yang berharap, jika suratmu muncul di kotak posku.Aku masih merindukan cerita-cerita yang mengundang tawaku dan juga saat sore kita melihat matahari tenggelam di temp at favorit kita. Masih ingat kah ketika aku selalu membuatkan secangkir kopi untukmu dan kamu bilang kopi buatanku tak enak?
Aku sekarang berusaha belajar dengan biji kopi disini, membuat secangkir kopi yang akan kau bilang enak.
Oh ya , bagaimana trmpat favorit kita sekarang? Apakah kau masih kesana?
Iya tentu saja aku ingat kopi buatanmu itu,rasanya yang amburadul itu selalu membuatku rindu padamu juga kopi buatanmu.
Benarkah skrang kau belajar membuat kopi?sungguh aku benar-benar ingin mencicipi kopimu itu,masihkah amburadul seperti dulu ataukah sudah ada peningkatan rasanya?
Tempat favorit kita itu masih seperti dulu,hanya bedanya tempat itu kini sepi tak lagi ada suara canda tawa kita berdua yang ada hanya aku dan ayunan tua tempat kita bercanda dulu
Hmm.... Tentu saja meningkat. Aku benar-benar belajar jikalau aku kembali, aku ingin kau bangga padaku. Mendorong diriku untuk tidak menyerah belajar, aku selalu teringat dirimu. Bagaimana ledekanmu soal kopi buatanku dan juga kenangan kita serta ayunan tua itu.
Banyak orang berubah setelah perpisahan dan ketika mereka kembali, mereka akan berubah. Apakah semua orang begitu? Bagaimana denganmu? Apa yang kau lakukan tanpaku?
Tentu tak semua orang begitu,tapi aku adalah salah satu orang yang berubah,berubah untuk menjadi lebih baik lagi,yang kulakukan tanpamu sekarang adalah belajar menjadi pribadi yang lebih baik lagi hari demi hari,sama sepertimu akupun ingin membuatmu bangga padaku,hingga nanti kita berjumpa kita sudah sama-sama menjadi lebih baik.bukankah begitu?
Sebenarnya, aku hanya bertanya-tanya dalam anganku, bagaimana menjadi yang lebih baik itu? Apakah bila nanti kita sama-sama membanggakan satu sama lain, bisa dibilang kita lebih baik lagi?
Masa lalu, sekarang, dan masa depan adalah gelombang waktu yang berputar sangatlah cepat. Bagaimana kamu merubah pribadimu? Bagaimana nanti aku mencoba mencintaimu lagi, dengan pribadimu yang lebih baik?
Aku tahu perubahan adalah entitas yang pasti, tapi apakah cinta kita ikut berubah?
Seperti yang aku katakan di awal, berubah merupakan usahaku agar kamu bangga padaku. Kamu masih ingatkan bagaimana susahnya aku terbangun di pagi hari? Tahukah kamu beberapa hari ini aku mencoba untuk bisa bangun pagi, agar bisa mendengarkan untaian omelanmu yang biasanya membangunkanku. Aku ingin di pagi hari hanyalah aku dan kamu menikmati secangkir kopi dan bercerita.
Aku yakin padamu, bahwa kita merupakan kedua insan yang saling mencintai dan semua perubahan yang terjadi antara aku dan kamu takkan mengubah bagaimana kita pertamakali jatuh cinta. Aku akan selalu berusaha untuk mengingatkan kita berdua, pribadi kita berubah karena saling mencintai.
Ditulis oleh @penatanpatinta dan @rizkyhanna untuk memeriahkan writing project kolaborasi  @kitajatim.
Semoga bisa bermanfaat.
Untukku kau yang utama, tapi untukmu aku tak lebih dari sekedar pilihan. Setiap hari aku memikirkanmu, namun setiap hari yang kau pikirkan justru dirinya.  Setiap khawatirku terlantun atas namamu, namun di setiap tanya yang keluar dari mulutmu, semuanya selalu tentang kabarnya.
(via mbeeer)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Entah pada rasi bintang apa, Harapan itu pernah aku sangkutkan. Mungkin tersesat dalam galaksi bima sakti, Atau terhisap lubang hitam supermasif, Dan tak pernah terlihat lagi.
Yang aku tahu, harapan itu memang terlalu tinggi, Hingga memilikimu ialah tak pernah cukup untuk dibilang hakiki.
Namun yang kupercaya, Setinggi-tingginya harapan itu dilambungkan, Pada akhirnya akan jatuh juga, di atas kedua telapak tangan, yang berdo'a.
andhikahadip Jakarta, 2016
Harus Kupanggil Apa, Laki-Lakimu Itu?
Wanita yang senang duduk di sampingku, bilang, Jika laki-laki yang dia cintai sudah lama hilang. Oleh karena itu, dia tidak peduli jika doanya membuat malaikat menertawakannya berulang-ulang. Sebab memang hanya itu, yang bisa dia lakukan agar laki-laki yang dia cintai, tahu arah pulang.
Sudah bertahun-tahun wanita itu menelanjangi isi kepalaku, Dia ganti dengan sesuatu yang katanya hanya boleh aku tahu. Aku percaya, kala itu. Wanita itu tersenyum, sebab tak perlu menjelaskan apa-apa lagi kepadaku.
Hingga akhirnya, umurku sampai di angka sepuluh. Banyak hal-hal tabu yang perlahan-lahan aku tahu. Seperti halnya tentang laki-laki itu.
Yang aku tahu, Hampir semua teman-temanku punya satu. Ada yang memanggilnya Bapak, Papah, dan ada pula yang memanggilnya Ayah. Semua itu kutulis, di buku catatanku.
Sampai pada suatu hari aku bertanya pada wanita yang duduk di sampingku itu. Dia hanya tersenyum, dan menanyakan sekolah ku.
Sempat wanita itu berpesan, agar aku sering berdoa untuk kelak dipertemukan olehnya.
Hampir setiap hari, di sepertiga malam. Aku meminta di atas sajadah. Bukan perihal yang samaâyang dipesankan wanita itu. Melainkan perihal lain, yang mengganggu isi kepalaku.
Aku meminta, Agar siapapun dikirimkan kepadaku, untuk memberi tahuku, dengan sebutan apa, aku harus memanggil laki-laki itu.
Agar nanti, aku bisa bercerita dengan teman-temanku. Bahwa, aku juga punya satu; laki-laki yang dicintai oleh wanita di sampingku; yang sampai saat ini kupanggil, Ibu.
andhikahadip Jakarta, 2016
Tak Dianggap
Perjalanan hidupku semakin tak berarah, tak ku dapati lagi kemana arah langkahku
Di sini gelap, aku tak mampu berjalan, karna tak sedikit cahaya pun yang aku dapati, atau aku hanya berputar di sini? di jurang kepahitanku �
Selalu aku terbentur dinding, di gelapnya hatiku⌠Mengapa sunyi ini terus mengusikku Jangankan seseorang, aku pun sudah tak merasakan keberadaanku sendiri âŚ
Apa aku sudah mati? Apa aku telah hancur lebur bersama jejak-jejakku?
âTak seorang pun mencariku Tak seorang pun menantiku Tak seorang pun memanggilku Tak seorang pun mengingatkuâ
Pertigaankekiri
Dan aku kalah untuk yang kesekian kali rebah untuk harapan yang sia-sia
Mencintai Seseorang
Tidak apa terasing dari keramaian dunia. Asal ada kamu.Â
KarenaâŚ
Mencintai seseorang membuatmu melihat kekurangannya sebagai kewajaran, bukan alasan meninggalkan.
Mencintai seseorang membuatmu mengerti bahwa ada yang perlu dibahagiakan selain diri sendiri. Bahkan, itu lebih penting lagi.
Mencintai seseorang membuatmu memahami bahwa puisi bisa menjadi bahasa paling kaya rasa, namun tidak kehilangan semua logika.
Mencintai seseorang, kau harus yakin bahwa bersamanya kau bisa membangun masa depan berdua, bukan saling mengecilkan arti âkitaâ.
Mencintai seseorang bahkan bisa kau lakukan dengan jalan paling sunyi, jalan yang kau percayai mampu kau tempuh sendiri.
Mencintai seseorang kau tak bisa memenangkan ego sendiri. Karena saat itu juga kau langsung tahu, di bagian lain kau justru kalah lagi.
Mencintai seseorang kau harus mawas diri. Tidak menjaganya dan diri sendiri, kau bisa kehilangan hal yang justru kau jaga sedari awal.
Mencintai seseorang kau akan kaya atas doa-doa kebaikan. Bibirmu tak akan alpa, menyebut namanya pada Sang Maha Cinta.
Mencintai seseorang kau harus bahagia. Agar ia tahu dan percaya, bahwa bersamamu ia pun akan mudah tertawa.
Mencintai seseorang kau tak harus sempurna. Namun bila kau setia, kau mulia atas nama cinta.
Mencintai seseorang, kau harus belajar mengikhlaskan. Bahwa tak berarti mencintai adalah membersamai. Dan baginya, mungkin kau bukan cinta.
Mencintai seseorang kau harus tahu malu. Bahwa ia seharusnya merasa bangga, atas apapun yang ada pada dirimu.Â
: Menjadi layaklah, untuknya.
Medan, 16 Juni 2016 (sudah dipost di linimasa Twitter @TiaSetiawati)
- Tia Setiawati
Orang yang berhasil, entah dalam pekerjaan, pendidikan ataupun urusan cinta bukan hanya yang paham soal ânever give upâ tapi juga paham soal âstop and let it goâ.
You know, sometimes it waste your time too much. (via artamawinular)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Cerpen : Aku Mencintaimu,Kamu Tidak Perlu Tahu
Aku mencintaimu dan kamu tidak perlu tahu
Itulah cerita tentang Bumi,laki-laki seusia kita yang sedang diam-diam menyukai adik kelasnya.Namanya Mentari.
Hampir setiap hari Bumi mencuri pandang kepada Mentari, tapi namanya saja Mentari, setiap kali berusaha melihatnya , Bumi cepat-cepat menunduk, silau. Bumi selalu merasakan kehadirannya , merasakan kehilangannya ketika malam tiba.
Resah sekali laki-laki ini. Setiap hari tak pernah terlewatkan hatinya menyebut nama Mentari dan selalu lebih dari sekali , minimal 5 kali sehari.Aku yang mengenal Bumi , pernah menasihatinya , mengapa ia tak mengungkapkannya saja kepada Mentari,Bumi menolak mentah-mentah.
âKau tau kawan,seandainya aku mengungkapkannya,akan ada banyak hal yang hancurâ
Aku tidak mengerti,apanya yang hancur.
Paling tidak aku tahu jika Bumi mencintai Mentari sebagaimana dulu Ayahku pertama kali bertemu Ibu,malu-malu memandang,enggan-enggan mendekat.
Bumi,laki-laki dengan caranya sendiri.Mendekati Mentari dengan cara yang tidak pernah aku pahami.
âAku mendekatinya dengan doa,kawanâ
Ayolah,Mentari itu menarik sekali,auranya begitu dekat,kita bisa merasakan kehadirannya ketika memulai hari.Merasa begitu kesepian tanpanya di malam hari.Seolah kehilangannya adalah akhir dunia.
Tentu saja,kehilangan Mentari benar-benar akan menjadi akhir dunia bagi Bumi. Kisah yang kapan selesainya ini aku tak mengerti.Bumi tetap saja ditempatnya.
âAku mencintainya dan dia tidak perlu tahuâ
âAku yakin,pada masanya. Tuhan sendiri yang akan memberitahu dan kami dengan sendirinya akan mendekat,bersabarlah untuk waktu itu kawan,bersabarlahâ
Aku mengalah,gemas bukan main menasihati orang-orang seperti Bumi.Disaat penduduk planet ini mengungkapkan perasaannya semudah memesan es teh di warung makan.
Bumi enggan.Mentari tidak pernah tahu ,entah sampai kapan.
âKira-kira,apa kamu tahu perasaan mentari ?â,Aku bertanya kepada Bumi.
âAku yakin dia juga mencintaikuâ
âKau yakin sekaliâ
âBukan cinta kalau ia tidak membuatmu yakinâ,Bumi tersenyum begitu dalam.
Aku masih tidak mengerti apa yang dia katakan.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -Â - - - - - - - - -Â
Bdg. 24 Oktober 2012
âBukan cinta kalau ia tidak membuatmu yakinâ ^^
Antara Ikhlas atau Menyerah.
Sebenarnya ada perbedaan di mana itu adalah Ikhlas, atau memang enggan berjuang lebih.
Ada juga perbedaan antara berjuang lebih giat, atau tidak tahu diri.
Terkadang kita sering dibingungkan apakah pilihan yang kita ambil ini adalah termasuk ke dalam kategori Ikhlas atau memang ada sesuatu di hati kecil yang merasa enggan berjuang karena beberapa alasan tertentu?Â
Saya juga kerap merasakan hal yang sama. Sering sekali bertanya kepada diri sendiri ketika diharuskan memilih antara melepaskan sesuatu karena jalanmu bukan di situ atau berjuang untuk berusaha lebih giat lagi.
Karena di situ selalu terdapat sebuah dilema yang besar.
Hal itu tidak kunjung kamu capai apakah karena memang Tuhan mengatakan Tidak untuk hal itu? Ataukah Tuhan menginginkan kita untuk berjuang lebih keras lagi dalam mencapainya?Â
Salah satu contoh kasus paling umum adalah ketika seorang mahasiswa merasakan bahwa dia salah jurusan. Apakah harus dilanjut? Atau pindah ke lain jurusan? Apakah memang harus berjuang lebih keras? Ataukah mengambil jurusan yang benar-benar ia minati?
Karena sesungguhnya tidak ada jawaban konkrit dari Tuhan yang bisa kita capai saat itu juga. Tuhan selalu menyelipkan jawaban melewati orang-orang terdekat kita, melewati tulisan yang tak sengaja kita baca, melewati artikel di suatu majalah, atau bahkan melewati curhatan orang yang mencoba mencari pencerahan dengan cara berbicara dengan kita.
Hingga kemudian akan ada satu titik di mana kita akan kebingungan dan bertanya-tanya apakah perjuangan saya ini sudah cukup atau belum? Sudah cukup yang berarti bahwa Tuhan berkata Tidak. Ataukah belum terlalu berusaha maksimal hingga Tuhan masih berkata Belum?
Di luar dari konteks harus beribadah dengan macam-macam salat, hal ini kerap membingungkan saya sebagai seorang manusia. Kapan waktu yang tepat untuk berhenti karena tahu diri, dan kapan waktu yang tepat untuk berjuang karena memang harus dikejar dengan usaha yang lebih keras.
Mengutip kata-kata maestro, John Lennon:
âSaya tidak bisa melangkah jika saya tidak tahu ke mana arah tujuan saya pergi.â
Dan satu-satunya cara saya rasa adalah berharap Tuhan akan secepatnya mengirimkan orang-orang atau hal-hal yang menjawab rasa penasaran kita tersebut tentang pilihan apa yang harus kita ambil.
Ikhlaskan? Atau memang kita belum berjuang terlalu kuat?
I hope so.