Dia yang pergi, tapi kau ikut menjauh.
Aku tau kau bersedih, tapi aku ingin selalu ada di setiap tawa mu.
Kau berduka, dan tak ingin pulang.
Takut semua kenangan kan menyakiti mu.
Ku coba menanyakan kabar, tapi tak pernah kau senang.
Semakin lama semakin asing.
Aku berhenti, berharap kau akan rindu kembali.
Tidak, kau malah menemukan senang yang lain.
Aku coba tuk ikut bahagia, kini kau bisa tertawa.
Tapi rasanya salah, bukan aku yang ada di sana.
Cemburu? Ya, ku akui aku cemburu.
Tak suka dengan bahagia mu yang baru.
Seakan kau di mantrai cinta, kau tak pernah mau dengar.
Hari menjadi bulan, bulan menjadi tahun.
Kini ku mencoba merelakan.
Lalu ku mendapat kabar, kau ingin menikah.
Aku bertanya ragu, apa ini hanya candaan?
Kau menghilang tanpa kabar, dan kini kau memberi kabar.
Kau seakan lupa, siapa orang yang dulu selalu kau jadikan sandaran.
Lalu begitu saja kau campakkan.
Lalu siapa aku menghalangi bahagia mu?
Aku salah, dan kau juga salah.
Aku hanya ingin kau pulang.
Jika bahagia mu akan membuatmu pulang.
Maka berbahagialah, dan pulang.
Meski tak bisa seperti dulu lagi.