menurunkan standart diri, perlukah?
beberapa waktu lalu ada seorang teman chat, yang aku tau dia punya beberapa standart yang menjadi prinsip dasar baginya dalam memilih pasangan. yang sholih, agamanya baik, akhlaknya baik, muamalahnya dengan orangtua serta teman-temannya baik, pekerjaannya baik juga masuk dalam kriterianya, dan terkahir menjaga diri dengan baik baik di dunia nyata maupun di sosial media. tidak bermudah-mudahan intinya.
lalu ia goyah, hatinya sedikit melunak ketika ada seseorang yang menurut penilaiannya baik karena terlihat begitu sopan ketika beberapa kali bertemu. satu hal yang membuat sedikit ada rasa khawatir padandirinya saat ia mengetahui seseorang tersebut di sosial medianya seperti asrama putri. yang di follow kebanyakan perempuan yang nggak cuma cantik tapi juga berpenampilan "sexy".
hatinya bergejolak seperti sedang berada di ruang persidangan. sebetulnya kecenderungan di kala diri sudah siap untuk menikah untuk hubungan yang lebih serius dan bertanggung jawab itu tak mengapa. hanya saja menurunkan standart diri ataupun hanya menurunkan sedikit standart untuk segera menikah rasanya seperti membiarkan diri jatuh ditempat yang tak semestinya. seharusnya kamu sudah paham seseorang itu seperti itu, yang tidak sesuai dengan kriteriamu, maka seharusnya kamu sadar untuk mundur perlahan tak melanjutkan. benar, manusia bisa berubah.
mungkin seseorang itu bisa berubah setelah menikah. tapi mengapa kamu memilih berlelah-lelah untuk mengubahnya? dan mengubah seseorang itu nggak semudah seperti membalikkan tangan. dan berapa banyak hari ini kita lihat dan dengar bahwasanya pernikahan pun tidak bisa mengubah seseorang sekalipun mereka saling mencintai. di sisi lain ujian pernikahan tidak hanya tentang itu saja, ada banyak hal yang nantinya ditengah perjalanan ujiannya bisa berbeda-beda dan mungkin kamupun tidak akan pernah menyangka ya meski kalian saling mencintai.
jika dari awal kamu sudah punya kriteria perihal seseorang yang tidak merokok, baik agamanya, baik akhlaknya, pengen yang sejalan dengan pendidikannya, kamu bisa merasa cukup dengan pekerjaan yang ia miliki, atau punya visi misi hidup yang sama. maka tetaplah dijalan itu, tetaplah bertahan dijalan yang telah kau tetapkan itu. jangan tergesa-gesa hatinya untuk luluh hanya karena dia baik, hanya karena dia terlihat sopan kepadamu. karena semua orang itu baik, semua orang memang sopan jika pertama kali bertemu dan jangan hanya karena takut kehilangan atau takut tidak laku.
tidak mudah mengubah sifat seseorang, apalagi tidak mudah mengubah seribu sifat laki-laki. ingatlah selalu bahwasanya kamu bisa memilih pasangan yang terbaik untukkmu, tapi anakmu nanti tidak bisa memilih siapa bapak yang akan mereka punya. keputusanmu hari ini akan menjadi pondasi hidup mereka. anak-anakmu berhak memiliki bapak ibu yang nggak hanya menyayangi mereka tapi juga berkualitas serta bertanggung jawab akan hidupnya. jadi jangan asal berkompromi sama hal-hal yang sudah jelas dan penting buat masa depanmu.
jika kamu jujur kepada Allaah dengan menjaga dirimu dengan baik. seseorang yang baik menurutku standartmu atau bahkan yang lebih baik dari standarmu akan Allaah datangkan untukmu. mungkin nggak hari ini, mungkin nggak besok, atau lusa. tapi satu hari nanti Insya Allaah. sebagaimana ibunda Saudah yang menikah diusia 55 tahun dengan manusia terbaik yaitu Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam.
jika kesendirianmu membuatmu berputus asa dan pernikahan menjadi tujuan hidupmu. mungkin kamu bisa melakukannya dengan menurunkan kriteriamu. tapi nanti jika ditengah perjalanan hal demikian membuatmu kelelahan juga dan mengutuk takdir, maka kamu tidak boleh melakukan itu. bukankah Allaah sudah memberimu petunjuk sebelumnya tentang hal itu. tapi jika engkau masih bisa bertahan, masih berkeyakinan baik kepada Allaah, menikah bukanlah tujuan utama hidupmu, kamu jujur kepada Allaah dengan menjaga dirimu dengan baik, tidak melakukan hal-hal yang diharamkan. maka percayalah akan Allaah datangkan seseorang yang juga menjaga dirinya dengan baik. karena itulah mintalah selalu petunjuk dan pertolongan Allaah setiap waktu.