Penyangkalan
Aku berkata tidak
pada jejak yang masih hangat di ingatan,
seolah waktu dapat dibujuk
untuk melupakan arah pulang.
Aku berkata tidak
pada namamu yang diam-diam tumbuh
di sela percakapan biasa,
di antara pagi yang tampak biasa saja.
Aku menutup jendela,
namun angin tetap membawa kabar.
Aku memadamkan lampu,
namun bayangmu tetap menemukan bentuk.
Penyangkalan adalah rumah rapuh
yang dibangun dari kata-kata keras,
sementara hati,
dengan kesetiaannya yang ganjil,
terus menggali pintu dari dalam.
Maka aku berkata tidak,
sekali lagi, berkali-kali,
hingga suaraku sendiri terdengar asing.
Dan pada akhirnya,
yang runtuh bukan perasaan itu,
melainkan tembok yang kubangun
untuk mengingkarinya.
Bogor, 01.06.2026-18.37





















