Jam dinding berdetak
Dan tiap detiknya aku mengawang ke masa depan
Dimana rumah mungkin tidak lagi bernyawa
Atau tergantikan dengan sukma-sukma lain
-
Cicak bersenandung dan pekukur terlelap di balik bulu-bulu yang menjebak hangat
Aku pandai meramu kata dalam kepala
Seperti pelangi menyusun warna
Tapi tidak di hadapan dunia
Cukup bumi dan paling tidak kita yang mengenalinya
-
Katanya orang yang paling tersakiti adalah mereka yang paling peka;
Tapi aku tidak menjual rasa sakit apalagi berita duka
Lagi pula, tidak tahu bagaimana caranya.
-
Sementara menulis ini, aku sedang tidak merayu siapa-siapa — terlebih takdir
Hanya melepas rindu dengan imajinasi















