âjadi, buku apa yang sudah habis dibaca tahun ini?â
hanya ada dua buku yang aku tamatkan di tahun ini. yang satu berkisah tentang penyair, satunya lagi berkisah tentang suatu pulau. tidak apa-apa, yang lebih menyenangkan yaitu menamatkan kisah pada buku yang aku rangkai sendiriâ nyata, bukan sekedar fiksi.
throwback ke buku yang aku tulis selama 12 bulan ini cuma bisa buat bengong, ga percaya karena ternyata aku nyelesain sampe akhir cerita dan dituntut menjadi lebih kuat ketika aku ga bener-bener siap. eits, tapi kalau nunggu sampe siap mungkin memilih untuk selamanya ga siap hehehe... hajar aja adalah keharusan. dimulai dari selesai ngerjain TA yang ganti-ganti subjek sampe masih rombak isi di h-7 pendaftaran sidang, ikut magang nasional enam bulan, lalu bulak-balik wawancara kerja dan berakhir pada lima offering yang beragam (mungkin ini rasa hoki dan senang).
berbicara tentang pencapaian, ngga ada tolak ukur hebatnya karena masing-masing dari kita punya versi sendiri. setiap dari kita pasti punya air mata yang menjawab. kala seneng, sedih, kecewa, gagal, bangkit, semuanya air mata yang lebih tau. termasuk aku, ngga cerita ke siapa-siapa (even i really want to tell about this) karena bagiku yang terpenting bukan tangisannya yang harus ditonton oleh orang lain, tapi aura positif yang diperlihatkan ketika telah bangkit dari tangisan itu.
yang lebih unik dari kisah tahun ini sebenernya menjalani masa postgraduated. aku selalu dengar ketika semua orang bilang âgausah pengen cepet-cepet lulus, nikmatin aja waktu kuliahâ, tapi aku gangerti maksud tersebut sampe akhirnya aku ngerasain sendiri. itâs ok, welcome to the phase. sampai tahun-tahun berikutnya, aku akan selalu apresiasi diriku yang bertahan di masa postgraduated ini.
yang berat di masa ini yaitu kadang-kadang aku selalu merasa hidupku setelah bekerja kantoran jadi ga produktif, padahal selama di kantor banyak banget hal yang aku urusin dan pelajarin. sampai akhirnya aku harus menerima, barangkali bukan aku yang ga produktif, tapi kehidupan setelah bekerja memang rasanya jomplang untuk diriku yang selama 2,5 tahun lalu menjalani kegiatan dengan waktu fleksibel pagi sampe malam non-stop dengan curi-curi waktu istirahat di sore hari.
lagi-lagi semua tentang penerimaan. kalau katanya manusia itu ga pernah ada puasnya, aku mau jadi manusia yang bisa puas. saatnya berucap terima kasih untuk 2019 lalu lanjutkan doâa untuk tahun depan. ya Allah aku masih pengen ketemu sama hal-hal baru yang buat aku tertantang setiap harinya! ketemu banyak teman dan lingkungan baru, sering-sering kegiatan sosial, punya rezeki banyak untuk travelling.