Satu kata sederhana, yang diam-diam memuat segalanya.
Untuk keselamatanmu,
di tempat yang sunyi maupun ramai,
di saat terang maupun ketika gelap menutup segalanya.
Bila badai datang tanpa isyarat,
semoga dirimu berada di tempat yang kokoh dan hangat.
Semoga kamu terhindar dari luka yang tak bisa dijelaskan,
dari beban yang tak sanggup dibagi,
dari hal-hal yang membuatmu kecil di mata sendiri,
atau hal-hal yang membuatmu besar dengan mengecilkan yang lain.
Semoga hatimu tak perlu lelah menghadapi hal yang seharusnya mudah.
Dan damai yang kamu bangun tak runtuh sebelum berdiri, oleh tangan yang tak kamu undang.
Semoga kamu bebas dari urusan yang bukan tanggung jawabmu,
dan dari orang-orang yang tak tahu cara memikul miliknya sendiri.
Semoga yang sedang kau jemput tidak lari sebelum sempat mendekat.
Semoga arah yang sedang kau tempuh tidak memutar terlalu jauh hanya untuk mengajarkan bahwa yang kau cari sedang mengarah kepadamu juga.
Semoga benih yang kau jaga tahu caranya hidup walau langit kadang pelit cahaya.
Semoga rezekimu mencukupi,
sebelum kebutuhan mengetuk dengan suara gelegar,
agar satu-satunya tempat tanganmu menjulur adalah Yang Maha Besar
bukan pada mereka yang sama-sama gemetar.
Semoga malam-malammu dilalui tanpa perlu menghitung apa yang harus dilunasi esok hari.
Semoga tak perlu ada tanya yang kau jawab dengan janji tertunda.
Biarlah hidupmu cukup tertutup bagi yang ingin tahu bukan untuk peduli.
Dan kebahagiaanmu tak dibangun di atas kesedihan orang lain.
Semoga gemerlap tak menutupi cahaya yang sejati.
Semoga indahnya dunia tak memalingkanmu dari yang memberi keindahan itu sendiri.
Semoga tak ada kesenangan yang membuatmu lupa untuk menjadi cukup.
Semoga lingkar yang paling dekat denganmu tak pernah menjadi hal yang paling ingin kau jauhi.
Semoga engkau tak perlu berpura-pura baik-baik saja di tempat yang seharusnya paling tahu kapan hatimu sedang tidak baik.
Semoga kamu tak lagi harus menjelaskan mengapa rumah bisa terasa seperti tempat asing.
Semoga cinta tak jadi barang langka di tempat yang seharusnya mengajarkan cara mengucapkannya.
Semoga perasaanmu tak harus menunggu di luar pintu yang tak pernah dibuka.
Semoga aspirasimu tak tinggal selamanya di ruang yang tak boleh disebut.
Semoga kasihmu menemukan jalan yang halal untuk tumbuh.
Semoga kamu tak berbagi atap dengan jiwa yang enggan mengenalmu.
Semoga namamu disebut dengan hangat, bukan sekadar dalam daftar tanggung jawab.
Semoga dijauhkan kamu,
dari cinta tanpa pernikahan,
pernikahan tanpa cinta.
Semoga keselamatan atasmu,
dan semoga, semoga yang sama juga kembali padaku,
dengan cara yang paling lembut dan penuh rahmat.
— Giza, mendalami arti nama belakangnya. Ditemani lagu-lagu Panji Sakti.