Bayang dingin dan pekatnya malam selama ini membuatku lupa akan hangat dan terangnya siang, sejuk dan segarnya pagi serta sore yang tenang.
P.D. Tegar
One Nice Bug Per Day
dirt enthusiast
I'd rather be in outer space 🛸

Love Begins
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

todays bird
noise dept.
Stranger Things

JVL

祝日 / Permanent Vacation
he wasn't even looking at me and he found me
i don't do bad sauce passes

@theartofmadeline
h
ojovivo
YOU ARE THE REASON

Origami Around
seen from United Kingdom

seen from Netherlands

seen from Italy
seen from Romania

seen from Netherlands

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Italy

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@tegarbandguy
Bayang dingin dan pekatnya malam selama ini membuatku lupa akan hangat dan terangnya siang, sejuk dan segarnya pagi serta sore yang tenang.
P.D. Tegar

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Pagi tadi, saat kulihat matahari terbit, begitulah sangat indah. Lalu bagaimana dapatkan aku terbayang jika saat itu dunia berakhir. Secara pandang akan sangat indah namun hal-hal diluarnya akan sangat menakutkan. Kembali aku bersyukur atas segalanya, dan memulai semua kembali.
P.D. Tegar
Buah deretan waktu yang ku susun seakan enggan terpetik.
P.D. Tegar
"But, oh.. You look damn and smell a bit". Oh no, not looking like that.
P.D. Tegar
It was a tune, a happy-sad song.
P.D. Tegar

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
You're cold and I burn, I guess I'll never learn.
P.D. Tegar
The Arctic Monkeys and The 1975 was the best heals to knocking you out from terrible ugly face.
P.D. Tegar
Aku sedang tidak ingin merundingkan kehidupan kita, lebih baik aku dipelukmu dan memejamkan mata melupakan sejenak duniaku agar kita menyatu.
P.D. Tegar
Bagaimana kamu dan aku saja untuk hari-hari selanjutnya, beserta canda gurau, isak tangis dan beberapa hal yang memusingkan.
P.D. Tegar
I want to be cool like some rockstar but my heart was totally made of poetry.
P.D. Tegar

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
You look so alive. When the sun goes down on me.
P.D. Tegar
I think bout you and some thirsty heart of the king.
P.D. Tegar
Setapak demi setapak mendekat pada waktu yang habis, disertai hela nafas yang beriring cepat seraya lelah dan cemas.
P.D. Tegar
Diantara rintik hujan, yang paling nyaring adalah bunyi manusia yang merindu.
P.D. Tegar
Tak seharusnya aku khawatir malam ini karena kesenanganmu.
P.D. Tegar

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Bekerja
"Kerja mah apa aja, yang penting capek", begitu yang diungkapkan PidiBaiq saat sebuah sore di kantin Panas Dalam.
Aku yang dahulu pengikutnya berusaha setuju. Karena pada dasarnya tidak ada bekerja yang tidak capek.
Namun, lebih dari itu bagiku bekerja yang penting bukanlah capeknya melainkan tujuan pendapatan dari bekerja tersebutlah yang fundamental.
Sebagai contoh, aku bekerja untuk mendapatkan uang agar bisa membeli apa yang dapat dibeli.
Tidak selalu sama dengan semua orang.
Ada juga yang bekerja agar dapat pujian dari orang lain atau mungkin bekerja agar dapat perhatian dari lingkungan. Bisa saja.
Karena jika bekerja yang penting capek, bagiku tidak semua orang yang bekerja capek. Pengangguran saja yang tidak bekerja bisa capek, misalnya capek hati. Dan jikapun bekerja capek, maka orang yang bekerja akan ingat akan tujuan pendapatan dari apa yang mereka kerjakan sehingga menunda segala capeknya. Hehehe.
Jadi, jika yang kamu dapatkan dari apa yang kamu kerjakan tidak dapat menunda capeknya maka berhentilah bekerja. Hehehehe.
(Dibuat dengan perasaan kesal karena belum tidur demi uang).
Begin Again
Jika kamu terjatuh, yang harus kamu lakukan adalah bangkit, dan memulai semua kembali.
Jika kamu gagal, yang harus kamu lakukan adalah belajar, dan memulai semua kembali.
Jika kamu hancur, yang harus kamu lakukan adalah menyatukan lagi dirimu, dan memulai semua kembali.
Apapun yang membuatmu tidak nyaman dalam hidup, yang harus kamu lakukan hanya untuk memulainya kembali.
Namun..
Bagaimana untuk memulai kembali disaat kamu jatuh dan bahkan kamu tidak tahu kamu jatuh dimana? Apa yang harus kamu mulai kembali?
Begitupun jika kamu gagal dan hancur, yang bahkan tidak kamu ketahui kegagalan dan kehancuranmu dibagian mana. Haruskah kamu memulai hidupmu kembali dari awal?
Jikapun iya, perasaan-perasaan jatuh, gagal dan hancur yang belum tuntas tersebut hanya akan seperti bom waktu yang disimpan oleh dirimu sendiri yang suatu saat akan terpacu oleh sebuah kejadian dan meledak, bahkan lebih besar daripada sebelumnya. Dan tentu saja sangat jelas, itu membuatmu lebih jatuh, lebih gagal dan lebih hancur.
Lalu apa yang harus dimulai kembali?
Itulah yang terjadi padaku saat ini.
Perasaan-perasaan jatuh, gagal dan hancur dari masa lampau telah ku tumpuk bertahun-tahun, dan tak ku sangka akan muncul kembali hari itu.
Hari itu, seseorang membahas masa lalunya bersamaku. Perkataannya sangat memuakkan, hingga aku tak mau menceritakannya pada siapapun. Bahkan Ia membahas hubunganku dengan seseorang yang kudekati pada saat itu dan kebetulan Ia mengenalnya. Sungguh-sungguh membuatku marah, sangat-sangat marah hingga memukul gelas hingga pecah. Sungguh prilaku yang tidak dewasa dan memalukan, namun lebih baik dibandingkan harus memukul dirinya yang bahkan hanya seorang wanita.
Aku yang dulu rela bersama dirinya walau dengan resiko lingkunganku membencinya, aku yang berkorban waktu, tenaga, dan materi merasa sangat-sangat tidak dihargai setelah tahu bahwa aku hanya batu loncatan untuknya kembali pada cintanya. Jika dikatakan aku sangat kecewa, tapi mau bagaimana lagi, karena aku tahu jika dilanjutkan akan lebih menyakitiku.
Hal ini menjadi pemacu bom waktu yang tersimpan cukup lama dalam dirikku. Memacu semua memori, memori-memori pilu. Aku akhirnya menyadari selama ini memang perlakuanku pada pasangan ataupun calon pasanganku terlalu baik, jauh jika aku bandingkan dengan pria lain. Namun yang ku dapat hanya balasan-balasan yang menyakitkan seperti penghianatan, kebohongan serta ketiadaan.
Aku memikirkan hal ini cukup lama malam itu di atas kasur hotel, lalu aku menemukan konsep begin again seperti yang ku sampaikan diatas, aku tidak bisa memulai kembali semuanya, aku tak dapat memulai kembali hidupku dengan cara seperti ini. Lalu aku merangkum hal-hal sedih yang ku dapat dari orang-orang yang ku anggap melukaiku, aku menyapa mereka malam itu, walaupun sedikit gengsi, menanyakan maksud serta tujuan mereka melakukan hal tersebut. Aku mereka ulang semuanya, agar aku mengetahui dimana aku terjatuh, apa yang membuatku gagal dan hancur sehingga aku bisa memulai semuanya kembali.
Namun yang kudapat adalah sebuah ketidakjelasan jawaban dari pertanyaan yang kuajukan, bahkan tidak sedikit yang menjawab pertanyaan dengan pertanyaan. Namun aku memaklumi karena tidak semua orang memiliki kemampuan untuk jujur dan berani. Aku menulis semuanya dalam sebuah buku, semua yang membuatku terjatuh, gagal dan hancur hingga semua tertuju padamu. Karena kamupun tahu pada saat itu, tujuanku ke arahmu dengan segala keegoisanku.
Dirimu, sosok yang bahkan sebetulnya tidak aku kenal dengan baik, yang bahkan aku terkadang lupa bentuk wajahmu, tidak tahu cara berbicaramu, suaramu yang asing, aroma dan bentuk tubuhmu saja aku tidak begitu tahu. Aku tidak tahu siapa temanmu, orang tuamu, tempat tinggalmu, makanan minuman kesukaanmu, tempat favoritmu, buku yang kamu baca, musik yang kamu dengar, film yang kamu lihat. Aku tidak tahu sama sekali tentangmu. Dan, aku yakin begitupun kamu padaku. Sangat curang sekali jika aku memaksamu meluangkan waktu untuk setidaknya makan siang bersama sambil berbincang. Sangat egois sekali saat menyampaikan bahwa yang kupedulikan hanya keinginanku bersamamu. Tolol, goblok, bodoh dan mungkin ceroboh itulah aku mendeskripsikan aku pada malam itu.
Semakin jauh aku masuk, mungkin akan semakin jauh juga membebanimu. Padahal kamu sudah dengan sangat jelas mengatakannya padaku bahwa kamu tidak memberi kesempatan. Sikapmu sangat-sangat dingin padaku, seakan aku seperti manusia terburuk rupa di dunia. Bagaimana aku dapat tidak peduli akan semua itu sedangkan disisi lain aku mengharapkan kamu peduli pada perasaan dan keberadaanku. Mengapa selama ini aku tidak menyadarinya? Lucu. Tolol dan goblok.
Hari itu juga aku reka ulang tentangmu. Dengan sangat jelas, semua tulisan dari awal sapaanku hingga terakhir sebelum aku mengucapkan perpisahan. Ternyata setiap saatpun, aku yang memulai percakapan dan aku yang mengakhirinya. Walau pernah sekali kamu memulai saat aku berada di kotamu. Sekali dalam kita, pada saat itu. Dan aku entah berapa kali. Aku tidak berhitung karena pusing.
Akhirnya aku tidak ingin kamu menjadi terbebani lagi dengan perasaanmu terhadapku yang terhalangi duniamu, aku pun pernah di posisimu dan itu sangat-sangat menyedihkan. Apalagi dengan reputasiku sekarang, pasti kau sangat-sangat malu. Maaf.
Ini semua menjadi pelajaran untukku, aku harap sebaliknya juga. Sangat-sangat berterimakasih aku padamu, walaupun kita seperti ini tapi percayalah kamu sedikit banyaknya merubahku saat itu. Instagramku berwarna karena kamu pernah mengomentari mengapa b&w semua, aku jadi sering ke kampus lagi untuk menyelesaikan study, aku setidaknya menjadi shalat, puasa juga, aku jadi makan tepat waktu saat aku menanyakan kamu sudah makan apa belum, aku jadi kembali menulis dan membaca, aku menjadi tahu tempat membeli mukena yang keren, aku menjadi tahu siapa-siapa yang tak suka padaku, aku menjadi terpacu untuk jadi lebih baik, menghindari kehidupan malam, bahkan semenjak kamu mengungkapkan pandangan temanmu terhadapku, aku tidak pernah lagi pergi ke bar, aku jadi semakin jago main mobile legends karena kamu jarang dapat aku hubungi jadi aku main terus-terusan, dan semakin banyak waktu dengan anak-anak geng motor. Terimakasih. Pokoknya banyak, ada beberapa yang lupa. Hehehe.
Kali ini, aku tidak mau lagi menutupi luka yang belum benar-benar sembuh. I won't cover the scars, I let them bleed. Aku tidak mau semua menjadi bom waktu lagi. Lebih baik aku menjadi terpuruk, sedih, seperti ini saja untuk sekarang. Aku menulis disini dengan segala resiko teman-teman, keluarga dan mungkin saja orang yang menyukaiku mengetahuinya agar mereka mengenalku lebih jauh. Maaf untuk tidak menceritakannya secara langsung.
Aku disini, di tempat dimana aku jatuh dan tidak tertangkap oleh siapapun, dimana aku gagal dalam hidupku, dimana aku hancur oleh prilaku dan ucapanku sendiri. Akan kubiarkan. Hingga aku menjadi lebih dari aku yang sekarang dan mampu untuk memulai semuanya kembali.
(Dibuat dengan aksen sedih yang tetep keren, manly tapi gentle).