Sabar yang Terabaikan
Kadang kita suka lupa kalau kita sampai di titik seperti sekarang ini adalah sebuah pencapaian yang patut diapresiasi. Ketika kita lebih fokus membandingkan pencapaian kita dengan pencapaian orang lain sampai akhirnya kita lupa untuk mengapresiasi pencapaian kita sendiri.
Kalau kita flashback ke belakang dan kembali melihat perjalanan kita sampai ke titik ini, kita akan mengerti bahwa kita seringkali mengabaikan sesuatu yang penting. Sesuatu yang kecil tapi bermakna besar. Salah satunya sabar.
Sabar tuh definisinya suka beda-beda, tergantung pemahaman orang. Saking banyaknya definisi, orang sampe ga bisa mendefinisikan sabar dengan benar. Sabar sering diartikan sebagai kepasrahan. Ya udah, ngalir gitu aja tanpa melakukan apa-apa. Poin ini yang sebenarnya aku agak ngga sepakat.
Bercermin dari pengalaman aku dulu. Aku akhirnya ngerti bahwa sabar itu adalah ketika kita ngga hanya sekedar menanti dan berhalusinasi tentang perubahan yang akan menghampiri hidup kita. Bersabar adalah ketika kita tetap berjalan sekalipun kita kelelahan. Bersabar adalah ketika kita melakukan sesuatu sembari berdoa semoga ada perubahan. Aku pernah nyaris menyerah. Pernah nyaris putus asa. Bahkan aku seringkali mengutuk keadaan. Marah-marah sama Allah. Nganggap kalo hidup ini ga adil buat aku. Aku ga nerima qadha yang Allah kasih. Tapi, aku ga tetap seperti itu. Aku belajar. Pelan tapi pasti. Meskipun progresku kayak siput, tapi aku ga berhenti.
Dari sana Allah nyadarin aku. Allah nunjukkin ke aku kasih sayang-Nya. Setelah semua kepahitan dan gelapnya hidup yang aku lalui, aku masih hidup. Ya, masih hidup. Mudah saja bagi Allah mengganti kondisi aku. Tapi, aku sadar bahwa Allah pengen aku belajar. Allah pengen nunjukkin ke aku buah dari kesabaran. Aku ga pernah tahu bahwa di titik ini aku bakalan belajar tentang self-awareness. Aku ga pernah tahu bahwa di titik ini Allah ngasih aku pembelajaran berharga tentang sabar yang sering aku abaikan. Aku ga pernah tahu bahwa sabar akan berbuah manis ketika kita benar-benar belajar untuk yakin dan berusaha sambil terus berdoa.
Menunggu tidak akan mengubah apapun. Pasrah pada keadaan juga tidak akan menjadikan kita benar-benar bisa menerima kenyataan. Maka benarlah firman Allah bahwa Allah beserta orang-orang yang sabar. Orang-orang yang senantiasa yakin kepada Allah. Orang yang tidak putus asa dan tetap berjalan meskipun semuanya serba sulit dan mustahil. Serta orang-orang yang tidak berhenti untuk terus berdoa dan berharap hanya kepada Allah.
Selamat belajar untuk terus bersabar dalam segala kondisi ya. Jangan menyerah. Jangan putus asa. Allah selalu beserta kita. In syaa Allah.











