“Nak, ayo cepat keluar. Tamunya sudah datang.” ucap ibuku sambil mengetuk pintu kamarku perlahan.
“Iya, sebentar lagi.” jawabku singkat sambil terus menatap pantulan diriku di cermin.
Rambut panjang terurai indah hingga mencapai pinggangku.
Dadaku yang kubuat membesar dengan sedikir paksaan.
Wajah yang telah aku rias sedemikian rupa agar aku terlihat cantik.
Gaun merah muda yang aku gunakan, dengan pita sebagai pemanis.
“Sayang, ayo cepat. Sudah ditunggu.” ujar ibuku kembali dari depan pintu kamarku.
Senyumuku sirna seketika.
Saat ini hatiku kembali dibalut dengan keraguan.
Apakah akan baik-baik saja juka aku keluar dengan dandanan seperti ini? Bagaimana perasaan ibu jika melihat aku keluar dengan keadaan begini?
Kali ini aku harus memantapkan hatiku untuk menunjukkan diriku yang sebenarnya.
Senyumku kembali merekah.
“Iya, Bu. Ini aku sudah selesai. Ibu duluan saja.” jawabku.
Aku kembali memerhatikan pantulan diriku di dalam cermin sambil terus tersenyum.
Iya, ini aku. Aku yang baru. Aku yang selama ini selalu sembunyi di balik aku yang dulu.