BERSAMA ORANG YANG DICINTA DI SYURGA
lelaki itu semalaman tidak bisa tidur dan terus menangis...
tatkala datang waktu shubuh, ia pun sholat berjama'ah di belakang manusia mulia RasuluLlaah SAW dengan bekas tangisan masih lekat di wajahnya.
Ia adalah Tsauban, orang yang sehari²nya bekerja membantu RasuluLlah.
"Mengapa engkau menangis, ya Tsauban?" tanya RasuluLlaah
"Saya menangis karna terpisah darimu satu malam saja, saya rasakan seakan² terpisah setahun, dan membuat mataku tidak mau tertidur. Bila semalam saja di dunia aku tidak bisa terpisah darimu, bagaimanakah nanti di akhirat ya RasuluLlah ?, ketika engkau berkedudukan bersama Nabi² dan para Rasul, sedangkan aku kalaulah Allaah SWT izinkan aku masuk syurga, tentu tempat tinggalku jauh darimu, dan kita tidak bisa bertemu lagi ya RasuluLlaah...
perkataan Tsauban menyebabkan Rasulpun ikut menangis, sehingga sebagian ahli tafsir menyebutkan, kisah Tsauban menyebabkan turunnya QS. An Nisaa' :69
" Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama² dengan orang yang diberikan nikmat oleh ALlah, (yaitu) para nabi, para pecinta kebenaran, orang² yang mati syahid dan orang² shalih. Mereka itulah teman yang sebaik²nya."
siapakah yang tidak mengharap syurga? tempat dimana segala yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata ? (QS. Az zukhruf : 71)
siapakah yang tidak ingin berkumpul dengan orang² terkasih di akhir hidup dan kehidupan berikutnya di akhirat...?
sisters, pernahkah kita merasa sakit hati karna rasa cinta? biasanya rasa sakit itu muncul ketika kita merasa ditinggalkan, dicuekin, hilang ketika sedang dibutuhkan, rindu karna lama tak bertemu...?
atau sebaliknya, hati berbunga² ketika bersama orang yang dicinta karna diperhatikan, merasa nyaman ketika berdekatan?
dan ketika sudah cinta, maka apapun akan kita korbankan untuk yang kita sayangi
Sebegitu besarnya Allah menghargai rasa cinta manusia, sehingga Allah berjanji untuk mengumpulkan kita kembali di syurga bersama yang kita cintai hanya dengan satu syarat :
"sama² menaati Allaah dan Rasul - Nya"
kenapa ada syarat tersebut? karna dengan syarat itu, manusia akan menempatkan rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya sebagai syarat ia mencintai manusia. sehingga cinta yang terbangun bukan lagi rasa cinta remeh temeh, yang tidak bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk, melakukan apapun asal yang dicinta merasa senang meski itu bathil.
tapi rasa cinta yang benar adalah mendorong manusia menyenangi kebaikan dan meninggalkan keburukan, dan mengajak orang lain juga melakukan hal yang sama.
karna tidak mungkin seorang sholih bisa bersama seorang pendosa berkumpul di syurga.
rasa cinta yang benar bukanlah rasa ingin memiliki, tapi kemampuan untuk berkorban, saling menjaga kehormatan, dan menabur kebaikan bersama untuk kebahagiaan yang kekal di syurga (QS. Al mu'minun 1-11)
maka bangunlah rasa cinta kita kepada orang² yang bisa menarik kita ke syurga Allah, yaitu kecintaan kepada RasuluLlah SAW dan para nabi lainnya, orang² shalih dan para pelaku 'amar ma'ruf nahi munkar, karna kita juga tidak punya keyakinan akan masuk syurga karna 'amalan kita sendiri, yang mungkin habis hanya untuk membayar dosa yang dilakukan mata atau lisan kita
juga membangun cinta dalam keluarga kita sehingga Allah ridho untuk mengumpulkan kembali kita dengan orang tua, anak dan cucu serta keluarga besar yang beriman kepada Allah dan Rasul Nya
Marhaban yaa Ramadhan, membangun cinta saudaraku
▶️instagram.com/frasa.in
Frasa : Perempuan, Ilmu, dan Rasa
















