semakin dewasa, eh bukan, semakin berkurangnya usia, semakin sering bertemu dengan persoalan hidup yang rupa-rupa. itu lumrah. sangat lumrah. kalau sampai ga bisa merasakan, itu namanya parah.
bisa sedikit mengerti kenapa banyak orang bermimpi punya rumah sendiri, kendaraan sendiri, pekerjaan yang stabil, penghasilan yang terus mengalir, dsb. semuanya berbau dunia memang. tapi ga bisa dipungkiri memang itu realitanya. pertanyaannya adalah, apakah iman bisa mengimbangi supaya segala mimpi atau harapan itu bisa menjadi kebaikan yang membawa keberkahan?
punya rumah, untuk apa punya rumah? rumah seperti apa dan seberapa besar yang dimimpikan? dengan siapa ingin tinggal dirumah itu? ada manfaatnya punya rumah?
kendaraan pribadi, untuk apa punya itu? apa manfaatnya punya kendaraan? sudah tau konsekuensi ketika punya kendaraan harus bagaimana?
pekerjaan yang stabil, supaya apa? benefitnya untuk siapa? dan, perkerjaan seperti apa yang dimimpikan itu?
penghasilan yang terus ada, kenapa? manfaatnya untuk apa dan untuk siapa? dan, terus ada itu supaya apa?
dan banyak lagi pertanyaan tentang mimpi di dunia ini. tiap manusia pasti berbeda, tiap masa bisa berubah. tapi, untuk apa mimpi-mimpi itu tumbuh? kenapa bisa muncul mimpi itu?
predikat menjadi dewasa itu sifatnya ada yang pas sesuai keadaan, ada yang dipaksakan. ada anak kecil yang dipaksa atau terpaksa untuk bersikap dewasa demi bertahan hidup ditengah kerasnya aspal jalanan. ada mereka yang usianya berkepala dua, mau tidak mau harus dewasa, karena dianggap begitu.
jadi, apa itu definisi dewasa?
untuk ku, dewasa itu masih jauh untuk diraih...masih terlalu halu untuk bisa menyebut diri sebagai orang dewasa. karena alam bawah sadar pun terkadang belum sadar kalau usia sudah menjelang kepala tiga.
berproses. iya butuh berproses. tapi yang paling penting adalah butuh untuk selalu menghargai diri sendiri. menghargai setiap apa yang sudah berhasil dilakukan, walau itu hal remeh temeh. jangan lupa, apresiasi diri itu mahal. karena biasanya tertutupi oleh serakahnya diri akan mimpi itu.
maaf yang sudah baca, dan ga nemu hikmah didalamnya. silakan tegur, koreksi, atau sekedar ikut curhat juga, secara private atau empat mata. itu akan sangat membantu.
Ramadhan sudah mau pergi.
aku, kamu, kita semua sudah ngapain aja?