“What better way to spend my first day back in NYC than to go rehearse for, and then later present, at the @TheTonyAwards 💙💃🏻” - Bebe Neuwirth on Twitter
seen from Türkiye
seen from Finland

seen from United States
seen from Oman
seen from Iraq

seen from Germany
seen from Canada
seen from United States

seen from T1

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Netherlands

seen from China

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from Netherlands
“What better way to spend my first day back in NYC than to go rehearse for, and then later present, at the @TheTonyAwards 💙💃🏻” - Bebe Neuwirth on Twitter

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
3 Perempuan dan Kemurungan . Beberapa minggu lalu aku pernah kalap berburu film-film tentang penulis. Membaca ulasannya kemudian download di internet. . Dari sekian film yang aku tonton, ada satu film yang membekas hingga kini. Film ini unik, beda dari kebanyakan film yang pernah kutonton. Dan sepertinya jarang produsen film, membuat film jenis ini. . Adalah The Hours (2002), bercerita tentang penulis terkenal berkebangsaan Inggris, bernama Virginia Woolf. Dalam film ini terdapat 3 perempuan yang hidup di generasi yang berbeda. Mereka saling terhubung melalui sebuah novel Mrs. Dalloway. 3 perempuan itu ialah Virginia Woolf, Laura Brown dan Carissa Vaughan. . Virginia Woolf memiliki gangguan psikologi. Ia mengalami depresi dalam proses penulisan novelnya. Laura Brown memiliki masalah dalam rumah tangganya. Ia merupakan pembaca novel Mrs. Dolloway. Carissa Vaughan yang sedang mempersiapkan pesta untuk kawannya, penderita AIDS. Kehidupannya mirip tokoh dalam novel Mrs. Dolloway. . Yang menarik dari film ini adalah menonjolkan sisi suram dari kehidupan mereka bertiga. Kesuraman yang tersaji dalam adegan demi adegan, latar suara yang dipakai, serta latar waktu, memperkuat kemurungan film ini. . Awalnya aku merasa tidak nyaman dengan suasana film ini. Dadaku sesak, nafasku melambat menyaksikan kehidupan mereka yang teramat murung dan merasa gagal. Seperti tidak ada kebahagiaan dalam kehidupan mereka. Namun lambat laun, seperti ada daya tarik tersendiri dari sebuah kemurungan. Film ini konsisten menyajikan kemurungan dari awal sampai akhir cerita. Kondisi seperti itulah yang mungkin membuat film ini membekas di hati penontonnya. Ada perasaan yang sulit dijelaskan setelah nonton film ini. Bahagia tidak, sedih juga tidak. Heran mungkin! . Pict by: imdb.com . @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1717 #thehours #thehours2002 #moviereview