Latar belakang quotes ini adalah ketika berpisah kelompok dengan mereka yang selama dua tahun terakhir ini saya temui secara rutin satu pekan sekali. Sebenarnya masih suprises akan ada yang bersama lagi atau berpisah semua.
Selain itu, ada juga perpisahan yang lain. Ada keluarga yang pindah ke Jogja. Domisili terjauh untuk lingkaran keluarga terdekat saya.
Sedih mah pasti. Tapi diinget-inget lagi, berpisahan dalam rangka menuju perbaikan harusnya malah disyukuri. Betul kan? Nah ini yang perlu diusahakan. Sudah rela berpisah, tapi masak tidak jadi lebih baik?
Hal kedua yang bisa menjadi pengurang rasa sedih adalah sebuah keyakinan bahwa akan ada saatnya bertemu kembali. Nah seperti pada kalimat sebelumnya, yang diinginkan adalah saat bertemu nanti, masing-masing dalam kondisi yang lebih baik.
Kalau misalkan mau diambil makna yang lebih dalam, maka sesungguhnya perpisahan di dunia adalah sementara karena insyaallah nanti kita akan berkumpul di syurga. Maka hari ini kita sedang berusaha agar kita dan keluarga, saudara, teman, kerabat bisa bertemu kembali, "reunian" disana dan akan berbincang-bincang bersama dalam satu majelis bersama Rasululllah saw dan bertemu dengan Yang Menggenggam jiwa kita.