Setiap manusia pasti mempunyai keinginan-keinginan di dalam hidupnya. Terlepas apakah keinginan itu merupakan kebutuhannya atau hanya nafsu semata. Seperti halnya aku yang memiliki segudang keinginan. Ingin punya buku itu, baju itu, gadget itu, kamera itu blablabla hingga ingin loh gabung di acara itu, di organisasi itu blablabla. Dan tanpa aku sadari sebelumnya keinginan itu perlahan-lahan terpenuhi. Iya beneran dikabulin oleh Allah SWT. Alhamdulillah. Hal itu baru aku sadari sekarang. Kenapa? Karena aku lupa pernah menginginkan hal itu. Lamanya waktu untuk mencapainya membuatku tanpa sadar melupakannya dan mulai mengingatnya kembali ketika sudah memilikinya atau mencapainya. Contoh realnya itu aku pengen banget buat gabung di komunitas sosial gak peduli itu kominitas tentang perpustakaan buat anak jalanan atau cinta alam bersihin pantai dari sampah-sampah. Satu hal yang aku inginkan aku ingin jadi relawan. Kenapa? Karena aku ingin menjadi orang yang berguna bagi orang lain. Aku ingin berbuat sesuatu. Aku tidak ingin hanya melihat dan membiarkannya begitu saja. Dan baru aku sadari beberapa hari yang lalu. Aku kini tergabung di komunitas itu. Komunitas yang bernama Pemuda Tanggap Sosial. Awal mula aku bergabung di sini merupakan hal yang tidak aku ketahui sebelumnya. Karena yang aku tahu aku hanya ikut pelatihan selama tiga hari. Selesai. Tidak ada kelanjutannya. Ternyata? Gak! Semua peserta pelatihan itu tergabung menjadi satu di komunitas Pemuda Tanggap Sosial. Kembali lagi ke awal cerita tentang pelatihan ya. Jadi temenku si S tiba-tiba Whatsapp aku, "Atika cepetan daftar Pelatihan pemuda rawan sosial kuota untuk Pringsewu tinggal 1 lagi.". Dan aku baru baca beberapa jam kemudian, maklum lagi di rumah jadi gak megang hape. Setelah baca itu aku langsung daftar deh. Sebenernya aku daftar itu masih galau bakalan dateng ke pelatihan itu apa gak. Secara sekarang lagi bulan puasa, aktif kuliah dan itu acaranya 3 hari, weekend lagi waktunya. Karena bulan puasa tahun ini setiap weekend selalu aku manfaatin buat pulang kampung, biar buka puasa sama sahurnya gak sendirian dan gak bingung mau makan apa. Hehehe Dan beberapa jam kemudian sama panitianya baru di bales. Dan ya aku terdaftar dan masih dengan status galau tadi. Galaunya lama, H-2 aja aku masih galau. Sampe H-1 akhirnya temen-temen satu fakultas yang ikut acara itu berhasil ngeyakinin aku bahwa sayang loh, kapan lagi coba, lumayan dapet ilmu, pengalaman juga teman. Dan jiwa muda waktu maba (mahasiswa baru) pun tumbuh kembali. Jadi dulu waktu maba aku semangat banget ikut pelatihan dan seminar nah pas udah jadi mahasiswa tua kok lelah wehehe. Tapi gak semua dukung aku buat dateng ke acara itu terutama sahabat-sahabatku yang notabene emang seneng pulkam atau di rumah aja gak suka ikut acara kayak gitu. Mereka bilang, "Udah pulang aja tik. Lumayan 3 hari tik buat pulkam.". Akhirnya aku pun memutuskan buat dateng. Yeay! Dan keputusan itu tepat. Dan baru aku tahu saat aku sedang mengikuti pelatihan tersebut. Bahwa pelatihan itu ternyata banyak yang ingin ikut tapi kuota penuh (apa banget coba aku ini pake galau dateng apa gak) dan ternyata aku dapet baju batik, kaos, duit, tinggal di hotel gratis, makan gratis, temen banyak, ilmu nambah, pengalaman juga nambah, naik flying fox pertama kali dan itu juga gratis dan tergabung di komunitas sosial, komunitas Pemuda Tanggap Sosial. Cihuy banget kan! ^^ Oh iya lupa jelasin jadi pelatihan itu diadakan oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga dan untuk yang di Lampung bekerja sama dengan Siger Renais. Pelatihan itu bernama Pelatihan Pemuda Relawan Rawan Sosial se-Provinsi Lampung. Pelatihan ini diadakan di seluruh Indonesia dan Lampung jadi yang pertama menyelenggarakan pelatihan ini. Kereeen!