Pondok Pesantren Modern At-Tanwir Maronge baru saja menyelenggarakan pelatihan bagi para muballigh di bulan Ramadan. Acara ini ditujukan untuk santri dan santriwati yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membentuk kader-kader santri yang siap untuk berdakwah dan berkontribusi di masyarakat.
Tema yang diusung dalam pelatihan ini adalah "Dari Mimbar Pesantren Menuju Masyarakat". Tema ini mencerminkan semangat pesantren untuk mempersiapkan santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menyampaikan pesan-pesan Islam dengan cara yang komunikatif dan relevan dengan kondisi sosial yang ada.
Pelatihan ini menghadirkan sejumlah pemateri yang inspiratif dari Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Sumbawa. Mereka berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang isu-isu yang sedang berkembang di masyarakat, sehingga para peserta mendapatkan wawasan yang luas.
Di hari pertama pelatihan, acara dibuka oleh Jufri Ahansyah, S.E., yang merupakan Ketua Umum IMM Sumbawa. Ia memberikan materi berjudul "Peran Santri dalam Dakwah Muhammadiyah". Dalam presentasinya, Jufri menekankan betapa pentingnya peran santri sebagai agen perubahan yang dapat menyebarkan nilai-nilai dakwah Islam yang progresif di tengah masyarakat.
Kemudian, materi kedua disampaikan oleh Nurwahidah, yang menjabat sebagai Bendahara Umum PC IMM Sumbawa. Ia membawakan tema "Retorika Dakwah". Dalam sesi ini, Nurwahidah mengajak peserta untuk memahami teknik berbicara yang baik, sopan, dan persuasif, agar pesan dakwah dapat diterima dengan baik oleh berbagai kalangan masyarakat.
Memasuki hari kedua, peserta pelatihan mendapatkan penguatan materi dari Ustaz Sumanto, yang merupakan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Sumbawa. Ustaz Sumanto membahas tema "Muhammadiyah sebagai Gerakan Dakwah". Ia menekankan bahwa Muhammadiyah tidak hanya berfokus pada organisasi, tetapi juga konsisten dalam menjalankan dakwah amar ma’ruf nahi munkar.
Sebagai penutup, materi ketiga mengenai Kompetensi Dakwah disampaikan oleh Immawan Edi Juandi Putra. Dalam sesi ini, ia menekankan pentingnya kesiapan intelektual, spiritual, dan sosial bagi seorang muballigh dalam menghadapi tantangan dakwah di era modern yang serba cepat ini.
Dengan pelatihan ini, Pondok Pesantren Modern At-Tanwir Maronge berharap agar para santri dapat menjadi muballigh Ramadan yang memiliki integritas, wawasan yang luas, serta siap untuk mengabdi kepada umat dan masyarakat. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, dari tanggal 5 hingga 6 Februari 2026, dan diadakan di Gedung Ar. Fachruddin di Pondok Pesantren Modern MBS At-Tanwir Maronge. Peserta pelatihan terdiri dari santri kelas 1 hingga 3 di pondok tersebut.
Selama pelatihan, para peserta menunjukkan semangat dan khidmat dalam mengikuti setiap agenda yang disampaikan oleh para pemateri. Mereka berkomitmen untuk menjadi santri yang siap berkontribusi dalam menciptakan peradaban yang lebih baik. Semangat para santri MBS sebagai pejuang peradaban sangat terlihat dalam setiap sesi pelatihan.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para santri tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang diperlukan untuk menyebarkan nilai-nilai Islam dengan cara yang lebih efektif dan relevan. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang baik dalam mempersiapkan kader-kader dakwah yang berkualitas dan siap untuk menghadapi tantangan zaman.
Baca selengkapnya di Batuter.Com
Link Center : https://tautanku.com/batutercom