Untuk semua yang telah terjadi ,untuk masa-masa yang tak akan terulang lagi, untuk hal-hal yang berarti.
Terimakasih.
Kepada ibu ayah yang selau Setia menyayangi,memberikan kasih, menafkahi serta memarahi. seribu, sejuta sebanyak apapun kata terimakasih dan perbuatan tiada hal yang dapat menggantikan kasihcinta dan perawatan hingga aku menjadi dewasa seperti ini.
Terimakasih.
Kepada teman-teman yang selalu Setia menemani dan memberi saran. Yang sedia membagi tawa dikala sunyi, membuat kegaduhan sampai bercerita hingga tiada henti terimakasih atas pertemanan yang berarti tidak hanya hari ini tapi untuk sampai akhirat nanti.
Terimakasih.
Kepada benda mati yang selalu siap sedia untuk di pegangan kendali. Pena, buku catatan, meja belajar, laptop dan gawai adalai saksi dikala aku sedang sendiri. Melewati hari-hari tanpa mereka terasa amat sepi untuk mencurahkan isi hati, lantunan ayat suci maupun beberapa bait puisi.
Terimakasih.
Kepada masa lalu yang memberi bekas luka untuk mendewasakan diri. Banyak yang dapat aku pelajari bermetamorfosis menjadi seseorang yang kuat. Kuat akan godaan jika nanti hal serupa akan terjadi. Siapa sangka masa lalu dapat membawa aku sejauh ini, memang benar untuk menjadikan jiwa lebih baik, kita harus berusaha berdamai dengan masa lalu. Seburuk, sekelam, sejahat apapun masalalu yang kita punya bukan berarti membuat kita putus asa akan masa depan nanti.
Banyak hal yang dapat kita kutip, "belajar dari masa yang buruk kita dapat berubah jadi baik. Belajar dari masa yang kelam kita dapat berubah jadi cemerlang. Belajar dari masa yang jahat kita dapat menjadi manusia yang kuat" ,dan banyak hal lainnya. Tentu semua orang punya masalalu yang berbeda-beda.
Seiring berjalannya waktu nanti kita dapat menyadari hikmah dari semua yang telah terjadi.
Dan yang terakhir Terimakasih..
Kepada Rabb, telah menitipkan wanita ini kepada orang tuaku, tiada aku yang sekarang kini maupun nanti jika bukan karena Allah ta'ala. Tak terhitung seberapa besar dosa yang kita miliki tetapi Allah tetap memanggil manusia sebagai sebutan "hambah-ku" sebanyak apapun dosa yang diperbuat, Allah selalu siap sedia menunggu hambanya untuk kembali. Dengan memberikan cobaan serta ujian supaya kamu memohon dan berdoa kepada-Nya, terkadang manusia salah sangka akan cobaan yang diberi padahal betapa rindu Allah kepada hambahnya. Betapa rindu Rabb-mu ingin mendengar doa-doa hambanya.
Khawatir lah kamu ketika lalai hidup penuh dosa dan maksiat tetapi tidak pernah datang cobaan ataupun ujian bisa jadi Allah Ta'ala sengaja membiarkan engkau bergelimang dengan kenikmatan hingga hari akhir tiba semua akan dipertanggung jawabkan. Naudzubillah
Rasa syukur, ta'at, takwa dan beriman kepada Allah adalah rasa sebesar besarnya dari ucapan terimakasih hamba kepada sang Rabb..
Terimakasih untuk kamu para pembaca online ku, telah bersedia meluangkan waktu untuk mampir sejenak, semoga kamu mendapatkan banyak makna dan pesan yang tersampaikan kepada hati-mu.
Salam dari aku... Untuk kamu
Terimakasih...















