Lima Puluh
Mereka bilang, kau adalah sang penakluk segala. Berkali-kali kudengar, kau ibarat kumpulan sumur yang terisi sama volumenya. Rasanya sudah tak asing lagi di telinga, kau adalah jembatan antara ia yang membahas apa yang terjadi dengan bagaimana ia mampu merekayasa diri menjadi kebermanfaatan. Kau terdiri dari satu kata yang menunjukkan betapa keren nya logika mu bersanding dengan satu ilmu yang disukai oleh segelintir orang saja, fisika. Iya, Teknik Fisika. Bayangkan saja, betapa spesial nya dirimu. Bukankah dalam sebuah piramida, ia yang jumlahnya paling sedikit selalu ada di puncak?
Tak terasa, sudah setengah abad kau tegak berdiri. Mungkin aku tak pernah tau bagaimana kau bermula, yang pasti kini kau adalah tempat dimana aku berada. Berada dalam satu kesatuan dengan tingkat berebut berada di depan yang paling tinggi di sini terkadang membuatku lupa kalau kau juga adalah salah satu dari mereka, bukan sekadar pelengkap. Iya, walau bukan sekali saja kau disebut sebagai sosok yang mampu berbicara dengan bahasa mereka di sebelahmu.
Bayangkan saja, ketika mereka yang suka bermain dengan suara berkumpul dengan para penikmat cahaya, bercengkrama dengan sang penjaga energi, berpapasan dengan para pecinta semikonduktor yang sedang memandangi sekumpulan pembaca diagram instrumentasi. Tak lupa, di sekitar mereka selalu ada si pengoreksi skala duduk bersama si empunya program yang tak pernah lelah turut memberi semangat. Semangat!
Terima kasih, Telah menyambut ku dengan ramah. Tak pernah lelah memberi ku arti kehidupan, indahnya kebersamaan, dan hangatnya keluarga. Tetaplah berdiri dengan gagah. Biar aku dan mereka yang bergerak, membawa semua pesan yang kau ukir dari para pendahulu, ia yang sudah mengenalmu dengan baik tentunya. Kau adalah gerbang semua cerita, gudang semua kenangan, dan rumah yang nyaman bagi generasi penerus bangsa. Berjuanglah dengan kehormatan, biar kami semua tak pernah ragu untuk kelak membawa mu mengarungi angkasa.
Karena F bukan sekedar penanda kau lulus, ia adalah tanda kau merupakan bagian darinya. Tak peduli kau kelak akan kemana, ia hanya akan melihatmu dari belakang dan selalu memberimu kesempatan untuk kembali untuk sebuah arti.Â
Teruntuk kau, yang setengah abad lalu masih bermimpi mencapai hari ini. Selamat lima puluh tahun, Teknik Fisika ITS! :)











