Yogyakarta, 15 April 2020
Guru Aini karya Andrea Hirata
Novel Guru Aini merupakan prekuel dari novel Orang-Orang Biasa yang memfokuskan cerita pada sosok Guru Matematika idealis, Guru Desi Istiqomah, dan Nuraini, seorang pelajar yang telah bertahun-tahun babak belur dihantam matematika. Berawal dari harapan tinggi mampu menyembuhkan penyakit “modern” ayahnya dan dengan bimbingan Guru Desi, Aini memilih untuk bangkit dan menghantam balik matematika. Tentu saja, pada akhirnya hasil tidak pernah mengkhianati usaha dan doa.
Lelah namun puas. Dua hal itu Saya rasakan saat membaca kisah perjalanan Guru Desi di awal cerita dalam usahanya mencapai lokasi penempatan sebagai Guru Matematika. Demikian juga saat mengikuti perjuangan Aini dari yang awalnya tidak dipedulikan matematika hingga mampu menjadi kawan baik matematika. Pak Cik memang jagonya dalam membawa pembaca turut merasa lelah mengikuti perjalanan dan perjuangan tersebut, namun pada akhirnya merasa puas saat Guru Desi dan Aini telah mendapatkan yg diperjuangkan.
Pak Cik Andrea tidak diragukan lagi kemampuannya dalam menghadirkan dialog jenaka antar tokoh. Hasilnya, tak terhitung Saya tergelak tawa karena kelucuan dialog antar tokoh. Setiap Guru Desi kesulitan mengingat nama muridnya, ditambah celetukan Guru Laila saat membantu Guru Desi mengingat menghasilkan kesan jenaka yang sungguh membekas.
Akhir kata, Saya haturkan salam hormat untuk Pak Cik Andrea Hirata yang telah menghadirkan karya seapik ini. Demikian juga untuk para Guru di Indonesia. Selamat mengabdikan diri pada ilmu pengetahuan. Selamat mendidik siswa-siswi menjadi penerus bangsa yang tidak pernah takut dan ragu dalam belajar.
“Bahwa tak boleh ada keraguan, apalagi ketakutan, dalam belajar matematika.” (265)
Salam,
Anggit Wicaksana








