Akhir Mei
Adakalanya, tangisan tumpah tanpa alasan. Tidak ingin didengar. Benar-benar hanya ingin sendiri. Meluapkan segala hal yang menyesakkan hati. Terkadang memang seperti itu. Entah hari yang sulit, minggu yang sibuk berantakan, hingga bulan yang tak terasa akan berganti lagi.
Aku terdiam di depan cermin, melihat diriku yang acak-acakan. Akankah baik-baik saja? Pertanyaan yang terus berulang. Meski jawabannya membutuhkan proses yang tak sebentar, tanda tanya itu terus datang seiring panjangnya perjalanan. Akankah? Benarkah? Kenapa? Lalu bagaimana? Tak henti-hentinya bertanya. Sesak yang memenuhi jiwa, menyebabkan hati tak kuasa menahan hingga tumpahlah air mata. Bagaimana perasaannya kini pun tak menahu. Sedihkah? Senangkah?
Berkelana dengan pikiran yang tak menentu. Kulirihkan alunan do'a dalam hati. Semoga segala kesedihan, Allah hapuskan. Semoga segala keresahanโgundah gulanamu, Allah hempaskan. Semoga segala ketakutanmu, Allah hilangkan. Semoga segala urusanmu, Allah permudah jalannya. Semoga segala hal yang saat ini kau khawatirkan, Allah beri jawaban terbaik di waktu yang tepat.
Terima kasih Mei-ku. Pelajaran yang kamu berikan. Kenangan yang kamu torehkan. Hingga kesedihan yang datang disela hari. Takkan kulupakan. Dan, aku berhasil bertahan hingga detik ini. Thank you Allah.
Akhir Mei, 31 Mei 2021 at 23.31









